Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 53. Kelicikan Khendrik.


__ADS_3

Happy Reading🥰


Kenan merasa sangat marah kepada sang papa. Karena sudah berani membohongi mamanya lagi. "Tega sekali papa membohongi mama. Dia berkata tidak akan berhubungan lagi dengan Liora, dan akan setia sama mama. Tapi, jelas-jelas tadi aku melihat di matanya masih menyiratkan sebuah cinta untuk Liora. Bahkan papa juga dengan tidak tahu malunya memanggil Liora dengan sebutan 'sayang'. Ah mama terlalu baik, hingga tak sadar kalau papa sudah berkali-kali membohonginya." gerutu Kenan.


Kenan menyesal karena tadi ia tak sempat merekam kejadian waktu papanya yang bersikap manis terhadap Liora. Kenan akan mencari bukti lain untuk ia perlihatkan kepada sang mama, agar mamanya tidak di sakiti terus-menerus oleh sang papa.


Jesicca masih menangis di dalam dekapan Edo, sedangkan Liora ikut memenangkannya. "Sudah ya sayang, jangan nangis terus, kasian dede bayinya," ucap Edo menenangkan. Tangannya juga mengelus perut Jesicca yang masih rata.


Hiks ... Hiks ...


"Aku masih sakit hati dengan ucapan pak Khendrik, Edo. Bisa-bisanya dia mau menukar harga diriku dengan uang." Jesicca berkata dengan sesenggukan.


"Sudahlah kak. Jangan pikirkan si tua bangka itu, biar aku yang memberikan dia pelajaran," ucap Liora dengan mata menyala.


Liora pergi ke kamar meninggalkan Jesicca dan Edo di ruang tamu. Biarlah mereka puas berduaan di sana. Liora memilih istirahat di kamar agar pikirannya tidak stres memikirkan si tua bangka itu. Saat akan memejamkan mata, tiba-tiba ponselnya berdering menandakan ada pesan masuk.


Liora memutar bola matanya jengah saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.


Pria Gila : Sayang, apa kamu sudah makan? Bagaimana kabarmu hari ini, kamu baik-baik saja 'kan? Aku sangat merindukanmu. Besok aku akan menemui mu di cafe kakak ipar ya. Love you so much my wife😘."


Liora membulatkan mata ketika membaca pesan dari Kenan, yang dia beri nama dengan 'pria gila'. Kenan selalu bersikap perhatian kepadanya, namun ada yang lebih membuatnya merasa tak percaya, yaitu Kenan yang menyebut dirinya sebagai istrinya. Tak dapat di pungkiri bahwa hati Liora tengah berbunga-bunga. Seandainya Kenan bukan anak dari Khendrik, pasti Liora akan langsung meminta untuk segera di nikahi oleh Kenan.

__ADS_1


"Kenan! Berhentilah membuat hatiku terus berdebar, aku bisa mati gara-gara debaran ini. Aaaaargh! Kau membuat hatiku kacau, Kenan. Tapi, aku harus mengorbankan perasaanku terhadapmu. Karena tidak mungkin bagiku untuk menikah dengan anak dari pria yang sudah menghancurkan masa depan kakakku." monolog Liora.


Entah setan apa yang merasuki Liora, hingga tangannya tiba-tiba membalas pesan dari Kenan.


Bidadari ku: "Baiklah, aku tunggu besok di cafe. Karena ada hal penting yang harus kita bicarakan."


Kenan melompat girang, karena pesannya di balas oleh Liora. "Akhirnya kau membalas pesanku juga Liora, dari sekian pesan yang aku kirimkan baru sekarang kau berbaik hati untuk membalasnya." seru Kenan dengan senyuman termanisnya.


Kenan terus memandangi nama Liora di layar ponselnya yang ia tulis dengan nama Bidadari ku. "Aku harus menyiapkan baju untuk digunakan besok saat bertemu dengan bidadari ku. Aku harus terlihat tampan di depan Liora, agar Liora tidak berpaling dariku. Apalagi dia membandingkan aku dengan papaku yang sudah tua itu." dengus Kenan saat mengingat sang papa.


...----------------...


Khendrik yang merasa lelah sepulang dari rumah Liora, ia langsung mengarahkan mobilnya ke arah jalan pulang, Khendrik sudah tidak sabar ingin menemui sang istri tercinta. "Sayang, papa pulang." seru Khendrik saat memasuki rumah. Karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari sang istri, Khendrik menuju ke kamar utama, ia rasa istrinya berada di kamar. Benar saja, Maura tengah tertidur pulas di atas ranjang.


Khendrik hanya tersenyum menanggapi pertanyaan sang istri. Khendrik membalik tubuh Maura agar menghadap ke arahnya. Tanpa aba-aba, Khendrik langsung me-lu-mat bibir sang istri dengan sangat rakus. Hasratnya kembali memburu saat pikirannya tertuju kepada Liora.


Ahh ... Papa ...


Sebuah de-sa-han lolos begitu saja dari bibir Maura. Ia kembali di buat melayang oleh Khendrik. Sentuhan Khendrik yang bagaikan listrik terus mengalir di tubuhnya. Apalagi saat tangan Khendrik bermain nakal dengan sawah miliknya yang telah dibuat ba**h.


Khendrik terus memainkan jemarinya di sawah itu, ia ingin memastikan jika sawah itu telah siap untuk di bajak, dan ditanami dengan terongnya. Merasa tidak puas dengan permainan jemarinya, Khendrik merubah posisi hingga berada di atas tubuh sang istri.

__ADS_1


Khendrik menundukkan kepalanya, memainkan lidahnya di sawah sang istri. Maura menjerit merasakan n**at yang luar biasa, hingga ia merasakan sebuah pe-le-pa-san.


Di rasa telah cukup pemanasan di sawah milik Maura, Khendrik langsung mengarahkan terongnya ke sawah itu. Memacu tubuhnya dengan kecepatan tinggi. Suara laknat terdengar saling bersahutan di ruangan itu.


Di pikiran Khendrik terus terbayang wajah Liora yang sangat cantik dan manis. Khendrik memejamkan mata bukan menikmati permainannya dengan Maura, tapi dia sedang berfantasi dengan Liora di dalam pikirannya.


Sungguh Khendrik adalah suami tak berperasaan. Tubuhnya untuk sang istri, namun pikirannya tertuju kepada wanita lain. Hingga beberapa saat kemudian mereka berdua sama-sama mencapai p**caknya.


Setelah permainan tanam terong selesai, Khendrik langsung pergi ke kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya. Sedangkan Maura langsung tertidur pulas karena lelah. Maura masih tidak menyadari tentang kebohongan Khendrik yang terus berlanjut.


Khendrik yang awalnya tidak pernah berbohong dalam hal apa pun terhadap istrinya. Namun, sekarang ia telah mahir dalam berbohong. Semuanya berawal dari kebohongannya saat kejadian bersama Jesicca.


Sampai sekarang pun Khendrik masih tidak menyadari akan kesalahannya yang telah mengkhianati pernikahan sucinya bersama Maura. Entah kebohongan apa lagi yang akan Khendrik lakukan setelah ini.


Di dalam kamar mandi, Khendrik malah memikirkan cara, bagaimana ia bisa mendapatkan hati Liora kembali.


"Seandainya Jesicca tidak hamil, pasti Liora tidak akan marah sama aku, dan Liora pasti masih mau hidup bersamaku. Apalagi kami sudah sangat dekat, dulu. Sebelum Kenan mengacaukan semuanya. Dasar anak kurang ajar! Aku akan memberikan perhitungan terhadapnya." batin Khendrik tersenyum licik.


...----------------...


Lophe-lophe se kebon cabe buat para readers yang masih setia membaca novel ku😘😘

__ADS_1


Yang selalu memberikan dukungan, dan meninggalkan jejaknya di kolom komentar🥰🥰


Semoga kalian sehat selalu 😘😘


__ADS_2