Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 79. Terjebak.


__ADS_3

Happy Reading 🥰


Maura tengah bersiap-siap untuk mendatangi rumah calon menantunya. Tak banyak yang dia bawa, hanya sedikit bingkisan untuk diberikan kepada Liora dan kakaknya. Maura akan meminta maaf atas kesalahan Khendrik terhadap Jesicca dan Liora. Adik-kakak yang menjadi korban kebejatan suaminya. Maura sangat malu kepada mereka. Semoga saja Jesicca tidak membencinya.


Maura memesan taksi online untuk mengantarkannya ke rumah, Liora. Sebuah taksi berhenti telah di depan gerbang rumahnya. Maura langsung memasuki taksi itu, tak lupa dengan bingkisan yang dia bawa.


Maura menunjukkan alamat rumah Liora kepada supir taksi. Mungkin akan memakan waktu selama 1 jam untuk sampai ke sana. Maura memilih memejamkan mata di kursi belakang. Ia merasa lelah dengan kehidupannya. Namun, harus berusaha kuat demi anak dan calon cucunya kelak.


Di rumah Liora.


Kenan memandangi wajah Liora yang masih tertidur pulas. Mereka tidur berdua di dalam kamar, Liora, tapi tidak melakukan apa pun. Hanya sekedar tidur saja, tidak lebih. Kenan akan menahan hasratnya hingga mereka resmi menikah. Itu pun atas permintaan Liora.


Kenan membelai wajah cantik itu. Membuat Liora terusik dalam tidurnya. "Eungh!" Suara lenguhan keluar dari bibir mungil, Liora. Ia membuka matanya, hal pertama yang dia lihat adalah sosok laki-laki tampan yang tersenyum manis kepadanya. Sungguh pemandangan yang sangat indah di mata Liora.


"Pagi, Sayang." Kenan mengecup singkat bibir Liora. Sebagai ucapan selamat pagi.


"Pagi, calon Papa." ucap Liora dengan suara seraknya.


Kenan tersenyum mendengar kata 'Calon Papa'. Rasanya tak sabar ia ingin melihat anaknya lahir ke dunia. Penasaran wajahnya akan mirip dengan siapa. Apakah mirip dengannya, atau mirip dengan Liora? Kenan hanya bisa membayangkan.


"Mandi, yuk. Sebentar lagi Mama mau kesini."


"Iya, sebentar. Aku mau hubungi Kak Jesi dulu. Takut lupa kalau mama kamu mau ke sini."

__ADS_1


Liora mengambil ponselnya yang berada di atas nakas. Ia mengirimkan pesan kepada kakaknya agar tidak lupa kalau Maura akan berkunjung ke rumah. Jesicca harus datang juga, atas permintaan Maura.


Liora menurunkan kakinya ke atas lantai. Ia ingin melakukan ritual mandi, takut keduluan Maura datang ke rumah. Liora harus menyiapkan makanan buat calon mertuanya itu.


Liora merasakan tubuhnya melayang, Kenan tiba-tiba menggendongnya. Ia membawa Liora memasuki bathroom. "Kenan, turunkan aku."


Liora mencoba untuk turun dari pangkuan tangan kekar, Kenan.


Kenan tetap fokus menggendong tubuh Liora. Dia tidak memperdulikan ucapan Liora yang terus memohon untuk diturunkan. Kenan mendudukkan Liora di pinggir bathtub.


Liora menatap wajah Kenan yang sejak tadi hanya diam. Entah apa yang terjadi padanya, Liora merasa bingung. "Sayang, kamu kenapa?" Liora bertanya dengan nada lembut.


Kenan semakin meriang di buatnya. Dia sejak tadi berusaha menahan diri agar tidak melakukan itu terhadap Liora. Tapi, Liora malah semakin menggoda dengan suara manjanya.


Kenan menggeram, menahan gejolak dalam dirinya. "Jangan menggodaku, Honey." Kenan merubah panggilannya lebih dalam lagi. Ia menahan tangan Liora yang terus bergerak di perutnya.


Liora tersenyum menatap Kenan, ia senang bisa mengerjai calon suaminya. Menurutnya wajah Kenan sangat lucu. Liora menarik tangannya, ia membuka baju piyama yang dia kenakan. Memperlihatkan kulit mulus yang sangat menggoda iman.


Kenan menelan saliva nya kasar. Terong jumbonya sudah menegang. Ia tidak yakin kalau dirinya bisa menahan diri dari godaan Liora. Kenan membalikkan badan, untuk melangkah keluar dari bathroom. Tiba-tiba tangan Liora melingkar di perutnya. Kenan membalikkan kembali tubuhnya, menghadap Liora. "Jangan salahkan aku, Honey. Jika aku tidak bisa menepati janjiku." batin Kenan.


Liora mengalungkan tangannya di leher, Kenan. Ia sedikit menjinjit 'kan kakinya karena Kenan jauh lebih tinggi dibandingkan dirinya. Liora me-lu-mat bibir Kenan, tangannya meraba-raba perut sixpack calon suaminya. Kenan mengerang, hasratnya sudah di ubun-ubun. Ia membalas ciuman Liora dengan brutal. Nafasnya memburu, matanya dipenuhi kabut g**rah.


Saat tangannya mulai menyentuh buah kenyal di d*da Liora. Calon istrinya itu tiba-tiba melepaskan ciumannya. Kenan merasa kecewa, Liora benar-benar mempermainkan dirinya. Dengan santainya Liora memasuki bathtub. Membiarkan dirinya yang masih mematung di sana.

__ADS_1


Liora tersenyum dalam hati, membuat Kenan panas-dingin rasanya sangat asik. Ia memejamkan mata, meresapi air hangat dengan busa yang menyelimuti tubuhnya. Tak lama kemudian, ada sesuatu yang aneh menyentuh tubuh Liora. Saat membuka mata, ia melihat Kenan yang tengah duduk di hadapannya. Kenan menatap dirinya dengan tatapan aneh. Bulu kuduk Liora seakan meremang.


"K-kenan, kamu sedang apa?" tanya Liora dengan gugup. Dia menyesal telah mengerjai Kenan.


"Kau harus bertanggung jawab, Honey. Adik kecilku sudah bangun. Kamu harus menidurkannya." Kenan melirik terong jumbo miliknya yang sudah berdiri tegak.


Liora membulatkan mata, dengan susah payah dia menelan saliva nya. "A-aku hanya bercanda, Sayang. Jadi, maafkan aku ya." Liora berusaha bersikap manis, agar Kenan tidak meminta pertanggung jawaban darinya.


Kenan tidak menjawabnya, ia menarik tangan Liora, tubuh mereka menempel seketika. Jantung Liora berdegup sangat kencang, ia begitu gugup. Takut dengan apa yang akan Kenan lakukan.


Kenan menarik tengkuk, Liora. Me-lu-mat bibir mungil itu penuh g**rah. Tangannya melepas kacamata merah yang menutupi dua buah kenyal di dada Liora. Me-re-mas buah itu secara bergantian. Liora yang awalnya memberontak, akhirnya terbuai juga dengan permainan Kenan. Ia membalas ciuman Kenan, tanganya mengalung di leher Kenan.


Kenan mengangkat tubuh Liora, mendudukkan di tas pangkuannya. Tubuh Kenan memang telah polos, ia membukanya saat Liora asik berendam sambil memejamkan mata. Ciuman itu semakin panas, nafas keduanya memburu. Kenan melepaskan ciuman itu, menatap mata Liora yang telah dipengaruhi kabut ga**rah.


Liora seakan mengerti arti tatapan Kenan. Dengan cepat, ia menganggukkan kepala. Seolah memberikan isyarat untuk Kenan. Kenan tersenyum menatap Liora. Sungguh dirinya tak menyangka bahwa Liora akan mengizinkan dirinya melakukan itu sebelum menikah.


Kenan kembali mencium bibir Liora, ciuman itu turun leher, berhenti tepat di bagian dada yang terdapat buah kenyal. Kenan bermain di benda itu, hingga berhasil membuat Liora men***ah. Liora menengadah 'kan kepala, tangannya mencengkram kuat rambut Kenan. Hormon ibu hamil memang begitu, ia akan sangat sensitif dengan sentuhan di tubuhnya. Wajar jika Liora terjebak dengan permainannya sendiri, yang berani mempermainkan has**t Kenan.


Kenan membuka penutup air yang terdapat di bathtub. Hingga air itu menyurut, menyisakan busa di dalam sana. Kenan membaringkan tubuh Liora di dalam bathtub. Bibirnya masih setia bermain di buah kenyal itu.


"Eungh! Ke-nan!


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2