Dendam Berujung Petaka

Dendam Berujung Petaka
Bab 6. Kedatangan Maura


__ADS_3

Happy Reading🥰


Pagi yang cerah, se cerah wajah gadis cantik yang sedang berjalan di area kampus. Ia sangat senang karena bisa mengalihkan semua atensi para mahasiswa tertuju kepadanya. Berkat foto yang di kirim oleh Mella ke grup mahasiswa kampus, yang menunjukkan bahwa Liora diantar pulang oleh Kenan. Semua wanita di kampus itu merasa iri dengan Liora. Berbagai pujian dan cacian, Liora dapatkan. Bagi yang mendukung Liora bersama dengan Kenan, maka mereka akan mengucapkan kata-kata pujian yang sangat manis. Berbeda dengan orang yang tidak menyukai Liora, mereka malah terang-terangan berkata buruk tentangnya yang dengan sengaja mendekati Kenan dengan tidak tahu malunya


Liora tidak menghiraukan kata-kata pedas yang terlontar kepadanya. Yang dipikirkan hanyalah, ia bangga bisa membuat para wanita di kampusnya merasa iri terhadapnya. Ia berjalan dengan senyuman yang tidak pernah lepas dari bibir mungilnya. Hingga ia tidak memperhatikan jalan dan tanpa sengaja menabrak punggung seseorang.


Dug ...


"Aw ..., keningku!" pekik Liora, meringis sambil mengusap keningnya yang terbentur dengan punggung kokoh yang berada di hadapannya.


Seorang laki-laki jangkung, berbadan tegap dan tinggi Membalikkan badannya menghadap Liora.


Dengan ekspresi datar, ia melirik sekilas ke arah Liora. Setelah itu, tanpa mengucapkan sepatah katapun ia langsung pergi meninggalkan Liora yang masih tampak bengong di tempatnya.


"Astaga, jodohku! Betapa perkasanya dia, punggungnya saja seperti balok, sangat keras. Keningku sampai sakit karenanya. Apalagi dadanya yang bidang itu dan perutnya pasti terdapat pahatan yang sangat sempurna. Bentuk kotak-kotak. Ingin sekali aku meraba dan bersandar di dada bidangnya." pikiran Liora berkelana jauh. ia membayangkan sesuatu yang sangat tidak mungkin terjadi.


"Astaga, apa yang aku pikirkan." Liora memukul kepalanya pelan. Ia merutuki dirinya sendiri karena sudah berani berpikiran yang tidak-tidak. Liora kembali melangkahkan kaki menuju ruang kelas. Suasana di dalam kelas mulai gaduh saat melihat kedatangan Liora. Mereka mencecar Liora dengan berbagai macam pertanyaan.


Mella manarik pergelangan tangan Liora, ia menarik sebuah kursi lalu mendudukkan Liora di sana. "Li, ayo cerita kenapa pak Kenan bisa mengantarmu pulang?" cecar Mella penasaran. Begitu juga dengan Sisil dan Maya, mereka semua duduk bersama sambil menopangkan satu tangannya di bawah dagu masing-masing.


Liora menceritakan kejadian kemarin disaat Kenan mengantarnya pulang. Ia menceritakan secara detail tanpa di kurangi dan di lebih-lebihkan.


Mereka bertiga yang mendengarkan cerita Liora, Hanya mengangguk dengan bibir yang berbentuk huruf O tanda mengerti.


Sedangkan Kenan, yang berada di ruang dosen. Ia duduk di kursi kebesarannya, tangannya mengetuk-ngetuk meja kerja. pikirannya menerawang jauh, ia terbayang akan kejadian tadi, dimana Liora yang menabraknya dari belakang, serta sikap dan tingkah laku Liora yang membuatnya merasa tertarik. Sesekali ia tersenyum saat mengingat kejadian tadi dan di mobil kemarin, disaat Liora gugup berdekatan dengan dirinya.


Ya seseorang yang Liora tabrak tadi adalah Kenan.


"Tidak! Ada apa denganku? Kenapa tiba-tiba aku memikirkannya?" Kenan mengusap wajahnya dengan kasar. Baru sekarang ia kepikiran dengan gadis itu. Padahal selama ini, ia tampak acuh terhadap Liora. "Lebih baik aku menuju kelas tempat aku mengajar." Kenan bangkit dari duduknya, ia berlenggang pergi dari ruang dosen menuju kelas tempat ia mengajar.

__ADS_1


...----------------...


Di kediaman Khendrik, Maura sedang menyiapkan bekal makan siang untuk ia antar ke kantor sang suami. Ia memasak makanan kesukaan Khendrik. Maura memang sering mengantarkan makan siang ke kantor, selagi Khendrik tidak ada acara meeting diluar dan akan makan siang bersama dengan kliennya. Berhubung sekarang Khendrik tidak ada jadwal meeting dan memintanya untuk mengantar makan siang, maka dengan senang hati Maura menyetujuinya


Saat sampai di kantor, Maura langsung bergegas pergi menuju ruangan suaminya yang terletak di lantai atas. Semua karyawan yang berpapasan dengannya memberikan hormat. Maura yang terkenal ramah tidak segan menyapa para karyawan yang berpapasan dengannya. Ia memasuki lift khusus untuk orang penting di perusahaan itu, yang langsung terhubung dengan ruangan sang suami.


"Selamat siang bu Maura," sapa Jesicca saat melihat istri sang atasan berada di hadapannya. Ia sudah terbiasa dengan kehadiran Maura di jam makan siang, yang selalu mengantarkan bekal untuk suaminya, sang boss.


"Siang Jes. Bapak ada di dalam kan?"


"Iya Bu, Pak Khendrik ada di dalam. Tadi beliau juga menitipkan pesan untuk saya, jika ibu sudah sampai, disuruh langsung masuk saja."


"Baiklah Jes, terima kasih." Maura sangat menyukai Jesicca karena sikapnya yang sopan dan ramah.


Klek ...


"Mama naik apa kesini, apa di antar oleh supir?"


"Tadi Mama naik taksi Pa, Mama sengaja gak minta antar sama supir karena Mama mau pulang bareng sama Papa."


"Baiklah, lebih baik kita makan sekarang. Temenin Papa makan ya Ma. Mama bawa bekal lebih 'kan?"


"Iya Pa, Mama memang mau makan bareng sama Papa," ujar Maura sambil meletakkan rantang makanan di atas meja dan menatanya di sana. Mereka makan berdua, terlihat sangat romantis. Pasangan muda pun akan kalah jika melihat kemesraan mereka. Makan Pun saling suap-suapan bahkan mereka makan dengan satu piring yang sama. Begitulah mereka, dimanapun mereka berada pasti akan selalu terlihat manis.


"Pa, kapan Kenan akan membantu Papa bekerja di perusahaan ini?"


"Dia bilang, masih menunggu anak didiknya sampai selesai skripsi Ma."


"Ya sudah semoga Kenan sukses membimbing anak didiknya sampai mereka sarjana."

__ADS_1


"Iya Ma, kita doakan yang terbaik untuk anak kita."


Di kantin perusahaan.


Seperti biasa, Jesicca makan siang bersama dengan Edo. Ia duduk berhadapan dengannya. "Ed, nanti aku numpang sama kamu ya, cuma sampek di bengkel aja kok. Aku mau jemput mobil aku," ucap Jesicca.


Karena mobil Jesicca kemaren bannya bocor dan terpaksa di bawa ke bengkel, hingga sekarang belum ia jemput. Tadi pagi dia berangkat menggunakan taksi. Jadi, rencananya mau dijemput nanti saat pulang dari kantor.


"Boleh, numpang sampek ke rumah juga boleh kok," jawab Edo dengan mengedipkan sebelah matanya, menggoda Jesicca.


"Mata kamu kenapa, kelilipan?"


"Iya, barusan ada cewek cantik dan auranya membuat mataku kelilipan."


"Benarkah?" tanya Jesicca antusias. Dia sengaja menggoda Edo yang sering berkata gombal kepadanya.


"He'um ..., ini dia lagi makan di hadapanku." Edo menopangkan kedua tangannya di dagu sambil menatap Jesicca yang sedang mengunyah makanan.


"Wah ..., makasih aku memang cantik! Bluweeek." Jesicca menjulurkan lidah tanda mengejek Edo. Mereka pun sama-sama tertawa dengan tingkah mereka. Banyak pasang mata yang melihat tingkah lucu mereka. Jika bukan karyawan kantor yang melihatnya, pasti mereka akan mengira jika Edo dan Jesicca adalah sepasang kekasih. Karena tingkah mereka sangat manis.


...----------------...


Terimakasih yang sudah mampir di karya pertama Author 🥰


Jangan lupa tekan like, komen, Favorit dan juga gift nya ya🤭😘😘😘


Aku maksa loh🤣🤣🤣


Semoga kita diberikan kesehatan selalu🤲🤗

__ADS_1


__ADS_2