Dendam Cinta Lara

Dendam Cinta Lara
Harapan dan kenyata'an


__ADS_3

Sementara mereka yang sedang membicarakan masa depan masing-masing disana. Lara dirumah sedang benar-benar dinasehati Mba asni sekali lagi tentang hubunganya dengan Adam. Meskipun Lara mengelak, tapi Mba asni begitu mengetahui tatapan yang diberikan Adam pada Lara itu mengandung arti cinta yang kuat.


"Mba... Lara ngga ada hubungan apa-apa sama Mas adam." jawab Lara.


"Panggilan aja udah beda, Ra. Bagaimana Mba percaya kalau ngga ada apa-apa. Dion bagaimana, hubungan kalian itu seperti apa?"


"Ya Allah, Mba... Mba tahu sendiri, Lara sama Dion masih telponan tiap hari. Bahkan, Dion janji setelah lulus dan pulang. Dion akan ngelamar Lara."


"Serius? Kamu sudah mempersiapkan jawabanya? Kamu terima?"


Lara hanya mengangguk, dengan menyunggingkan senyumnya. Lalu Lara mengeluarkan Hpnya, membuka galeri berisi foto sebuah cincin yang telah dipersiapkan Dion untuknya.

__ADS_1


"Nih, Dion udah nyiapin cincinya. Tapi, Lara bilang kalau nikahnya sesudah Lara wisuda. Toh katanya, Lara juga akan jadi sekretaris pribadi Dion nantinya." jawab Lara.


Mba asni menghela nafas lega, sedikit ringan fikiranya ketika itu. Meski masih mengkhawatirkan, jika keputusan bisa saja berubah setiap sa'at.


"Yaudah, Mba agak tenang sekarang. Tapi inget, karna Lara udah punya Dion, Pak adam agak dijauhin perlahan. Jangan bikin huru-hara antat saudara. Pecah nanti keluarga mereka hanya gara-gara kamu." pesan Mba asni.


"Iya... Udah, ah... Lara mau istirahat, capek. Besok mau kerja, mana ada lemburan." ucap Lara.


Mba asni lalu pamit pergi untuk mengistirahatkan tubuhnya. Wanita berusia kurang dari Tiga Puluh Tahun itu, masih saja betah meneyendiri. Karna baginya, ketenangan hati itu lebih penting ketimbang nafsu sementara, yang mungkin bisa lebih menyakitkan nantinya. Hingga sekarang, Ia lebih teliti memilih Pria yang mendekatinya.


Discrollnya beranda Instagram, dan Lara melihat foto yang diunggah Dion, yaitu cincin mereka yang doberi Caption "Tak perlu menjadi wanita pertama untuk menjadi cinta pertamaku. Karena setiap rasa pada cinta baru itu berbeda. Kamu sekarang wanitaku, maka kamu lah cinta pertama dari perasa'anku yang baru."

__ADS_1


Lara tersenyum simpul melihatnya. Diberinya emoticon Love untuk Dion, dan mencium foto profil Dion disana.


Discrolnya lagi beranda Instagramnya, dan tak sengaja melihat foto Adam, yang juga mengunggah sebuah cincin berlian cantik bertuliskan Caption."Aku akan segera datang, memperjuangkanmu dengan caraku."


"Hah? Mas adam mau ngelamar siapa? Kayaknya ngga punya pacar?" gumam Lara. Tapi, Lara tak mau ambil pusing dengan Adam. Karna baginya, hanya ada Dion.


Lara lalu merebahkan tubuhnya diranjang, memainkan lengan dan jarinya seolah Ia sudah memakai cincin dari Dion.


"Cantik kan? Dion benar-benar mencintaiku. Tapi, siapa wanita pertama yang Ia cintai? Bukanya kami berhubungan sejak SMA, dan tak ada siapa-siapa lagi diantara kami ketika itu." gumamnya. Lalu, lama kelama'an Ia tertidur, dan bermimpi dengan indah.


🥀🥀

__ADS_1


Paginya Lara terbangun dengan ceria, dan bersemangat menjalani hari lemburnya. Tapi, seolah merasakan sesuatu menantinya. Seharian Lara merasakan jantunhnya begitu berdebar, bahkan kakinya sedikit gemetar.


"Kenapa lah aku ini, masuk angin apa darah rendah? Kenapa sampai gemetar, deg-deg'an. Hah, aneh... Makan dulu lah, siapa tahu kelaparan." gumamnya, lalu menuju pentry untuk makan siang.


__ADS_2