Dendam Cinta Lara

Dendam Cinta Lara
Prewed Lara dan Adam


__ADS_3

"Mama pulang duluan. Adam tunggu Lara disini, nanti sekalian ke studi foto. Dan katanya mau latar outdoor, nanti dibuatin latarnya disana."


"Iya, Ma...." jawab Lara, yang sedang dipakaikan make up.


Mama ana lalu pergi menggunakan taxi, meninggalkan mereka berdua disalon. Adam menunggu dengan sabar, dan memainkan Hpnya.


"Udah selesai, Mba. Tinggal ganti gaunnya, mari saya bantu." ucap Mua yang menangani Lara.


"Hasilnya bagus banget, Lara suka. Makasih, ya." ucapnya dengan begitu gembira.


Lara lalu menuju ruang ganti, dan memakai gaunya disana. Dengan gaun Abu-abu yang mengembang lebar bertingkat, dengan aksen keerlap kerlip, begitu mewah dan cantik, sepadan dengan dandanan Lara. Setelah itu, Ia lalu keluar menemui Adam.


"Mas... Lara selesai." panggilnya.


Adam mematikan layar Hp, lalu menatap Lara. Tatapanya terfokus dan terkesima, sa'at Lara ternyata begitu cantik bak bidadari kayangan yang turun kebumi, khusus untuk membawa Adam terbang.


"Ra... Mas belum siap dipanggil kesurga." ucap Adam.

__ADS_1


"Mas kenapa? Kok ngomongnta gitu. Apa Lara aneh, sampai Mas merasa ingin mati?" tanya Lara.


"Justru sebaliknya. Lara terlihat begitu cantik. Seolah bidadari yang akan membawa Mas terbang kesyurga." rayu Adam.


Wajah Lara memerah dan tersipu, hingga menundukan wajahnya dihadapan Adam. Adam mencolek dagunya, dan menghadapkan mata Lara tepat didepan matanya.


"Bidadari seperti ini, tak akan pernah Mas lepas. Akan mas kurung dalam sangkar emas, berisi kebahagia'an. Mas janji." bisik adam.


"Udah ah, jangan banyak ngerayu. Ayi cepetan foto. Ini gaunya berat, make upnya juga. Lara ngga betah pakai make up kelama'an." omel Lara.


"Ya, harus terbiasa. Dihari pernikahan, akan lebih lama dari ini. Bahkan sehari semalam. Karna tamunya banyak." goda Adam, yang membuat Lara bengong.


Studio, dan semua dekorasi sudah dipersiapkan dengan apik dan begitu indah. Lara tak menyangka, jika persiapan untuknya sudah matang, dan seistimewa ini.


Para pengatur gaya menghampiri kami, dan mengarahkan bagaimana gaya yang terbaik dan sesuai dengan tema. Mereka mengatur dengan sabar, karena memang Lara tak pernah melakukan itu sebelumnya


"Oke... Siap....?" cekrek, bunyi kamera beberapa kali memotret mereka. Lalu Sang fotografer menunjukan beberapa hasil bidikanya pada Lara dan Adam.

__ADS_1


"Gimana? Cantik?" tanyanya


"Wah, cantik. Lara suka, ini buat yang dibingkai besar kan?" tanya Lara.


"Iya... Ini nanti yang dibingkai besar. Terua yang lain, kecil-kecil dipajang disepanjang jalan masuk gedung, jadi berasa kayak pameran foto kalian. Bagus?" tanya Fotografer itu lagi.


Mereka lanjut memotret, ketika ada salah satu hasil yang dirasa kurang cocok, begitu seterusnya hingga dirasa semua pas. Dan mereka melanjutkan diskusi lagi.


"Yang ini, gimana? Kalian minta outdoor juga kan. Tapi keada'an lagi ngga memungkinkan. Jadi ini nanti ku edit aja, seolah-olah kalian sedang diluar." tawar Sang fotografer.


"Bagus, saya setuju. Lanjutin aja, dengan gaun yang lain, saya mau kekamar mandi dulu." pamit Adam.


Selepas Adam pergi, Lara meminta fotografer itu memotretnya lagi.


"Mas, saya boleh minta fotoin ngga? Satu aja sendirian. Tapi dengan gaya berdua kayak saya sama Mas adak tadi." tanya Lara.


Meskipun bingung, fotografer itupun menyetujuinya, dan memotret Lara seorang diri. Sendiri namun seolah-olah ada seseorang disampingnya, Yaitu Dion. Lagi-lagi Dion.

__ADS_1


Setelah selesai dengan posenya, Lara mengecek hasilnya, dan tersenyum puas.


"Nanti yang ini, kirim sendiri, khusus buat saya." pinta Lara.


__ADS_2