Dendam Cinta Lara

Dendam Cinta Lara
Pindah kerumah besar


__ADS_3

Pagi hari yang begitu cerah. Adam sudah berada dirumah Lara untuk menjemputnya, dan membantu Lara memasukan barang kemobil.


Hari ini hari minggu, pas dengan hari libur kantor, sehingga Mba asni pun bisa melepas Lara pergi, meski dengan berat hati. Ya, Mba asni begitu mengkhawatirkan Lara, seperti para  Uni nya terdahulu. Tapi, do'a mereka berbeda kali ini.


"Ra... Lara baik-baik disana, harus  rajin dirumah mertua. Meskipun disana banyak pembantu, tapi Lara harus tetep rajin." pesan Mba asni, dengan memeluk Lara.


"Iya, Mba. Lara pasti tau diri kok disana. Lara juga kan terbiasa mandiri, jadi pasti ngga akan males-malesan." jawab Lara diiringi isak tangisnya.


"Pak Adam, tolong jagain Lara. Dan ingat, meskipun serumah, kalian belum menikah." ledek Mba asni.


"Iya, Pasti dijagain. Bawa'an Lara cuma segini?" tanya Adam.


"Iya, apalagi? Mau bawa peralatan juga, pasti dibuang sama Mama karena ngga pentes masuk rumah besar kan?" ujar Lara.


"Mba, barang-barangnya tolong nanti berikan aja sama yang mau. Kalau ngga ada yang mau, ya bakar aja ngga papa." ucap Lara pada Mba asni, yang dibalas anggukan wanita manis berkucir kuda itu.

__ADS_1


Adam menggandeng Lara masuk kemobil, disusul Ia diarah yang lain. Ia mulai menjalankan mobilnya, dengan pelan. Tak seperti awalnya dimana Lara gemetar ketika diajak kerumah itu. Sekarang, Lara menyunggingkan sneyumnya, pertanda langkah demi langkah telah Ia capai. Dan itu membuatnya puas.


"Mas udah kasih tahu Dion, kalau Lara akan tinggal dirumah?" tanya Lara.


"Belum, Mas mau kasih suprize aja buat Dia." jawab Adam.


"Surprize gimana? Mas, pernah nonton sinetron ngga, yang cuma gara-gara salah kamar, bisa berujung ngga baik? Kamar Lara sama kamar Dion cuma berbatas dinding loh, biar bagaimanapun, kami Dua orang dewasa Mas. Takut aja...." ucap Lara.


Padahal, hatinya bahagia dengan keada'an itu.


"Iya sih, tapi... Ngga papa lah, Mas yakin kalau Lara bis jaga diri. Ngga akan tergoda kan, sama Dion? Mas yakin itu. Terimakasih sudah mengingatkan, itu tandanya Lara memang menjaga hubungan kita dengan baik." ucap Adam, dengan mencolek dagu Lara genit.


☔☔


Mereka tiba dirumah besar itu. Lara turun terlebih dulu, disusul Adam dengan Tas pakaian Lara. Lara masuk, dan memanggil Sang calon mertua dengan lembut.

__ADS_1


"Ma... Mama dimana?"


"Iya Lara, Mama disini." jawab Mama ana, dengan melambaikan tangan untuk memeluk Lara.


Mereka saling berpelukan dengab hangat, dan Lara begitu menikmati itu, hingga terasa tak ingin melepasnya.


"Mana Adam?" tanya Mama ana.


"dibelakang, nurunin barang Lara. Kamar Lara dimana, Ma? Biar Lara beresin lagi."


"Ngga usah, udah rapi semua. Udah ganti sprai, udah ganti warna dinding dengan warna kesuka'an Lara." ucap Mama ana, dengan senyumnya.


"Serius?"


"Iya, Keatas aja. Mama mau siapin makan siang dulu bareng Dewi. Kamarnya yang diatas, belok kiri pintu nomor Dua. Kalau yang pintu pertama itu kamar Dion." ucap Mama ana, mengarahkan letak kamar Lara.

__ADS_1


"Oke... Lara keatas dulu ya, Ma." ucap Lara, seraya berlari keatas menuju kamarnya.


Sebenarnya tak sulit, bagi Lara mencari kamarnya. Namun, langkah Lara terhenti ketika berada didepan pintu kamar Dion. Ia melangkah mendekati pintu itu, dan mencoba membuka pintu kamarnya. Ia begitu ingin masuk kesana, dan merasakan aroma Dion disana.


__ADS_2