
Acara pernikahan telah selesai semua merasa lelah, rasa lelah yang melahirkan ke bahagian untuk dua keluarga.
Orang tua dan krabat klara memutuskan untuk menginap di rumah klara, rumah pemberian seorang dokter tampan yang kini telah sah kembali menjadi suami klara setelah beberapa tahun berpisah namun ada satu ke janggalan dalam pernikahan mereka berdua reyhan yang tadinya semangat untuk menikahi klara kembali entah mengapa seperti ada sesuatu yang berbeda, klara pun demikian.
Sepulang dari gedung resepsi pernikahan klara dan reyhan langsung menuju hotel sedangkan intan ia merengek untuk ikut dengan bu karina dan bu indi.
Setelah berada di kamar hotel klara langsung membuka pakaian pengantinnya lalu dengan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket sedangkan reyhan setelah membuka jasnya reyhan duduk di sofa seperti biasa ia membuka laptopnya menyibukan diri dengan pekerjaannya tak lama klara keluar dari kamar mandi klara yang melihat reyhan fokus dengan laptopnya klara tak banyak bertanya reyhan pun sama sekali tak melirik klara ia tetap fokus dengan pekerjaannya.
"Sebaiknya dokter mandi dulu!" Ucap klara namun reyhan tetap fokus klara dengan segera memakai pakain ganti dengan baju tidur.
"Mau sampai kapan" tanya klara karna ia masih melihat suaminya yang masih tetap berada di depan layar laptop.
Reyhan menoleh pada klara kemudian menutup laptopnya dan beranjak dari sofa lalu menuju kamar mandi.
Sedangkan klara merebahkan tubuhnya di kasur menghilangkan rasa penat setelah menyambut beberapa tamu yang datang ke acara resepsi pernikahannya meskipun tamu yang datang tak begitu banyak namun membuat klara merasa lelah, saat ia memejamkan matanya sejenak klara menyadari bahwa sekarang dia sudah kembali menjadi seorang istri yang harus melayani suaminya apapun yang di inginkannya klara kembali membuka mata "itu artinya malam ini aku harus melayani suamiku di atas ranjang ini ooohh tidak" gumam klara dalam hati, saat hatinya merasa gelisah tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka jantung klara berdebar kencang apalagi ketika penciuman nya mencium aroma maskulin tubuh reyhan yang sehabis mandi, klara dengan segera memejamkan matanya namun sama sekali reyhan tak menyentuh klara setelah berganti pakain dengan pakaian santai reyhanpun merebahkan tubuhnya di samping klara tanpa menyentuh klara sedikitpun ia hanya memandang klara yang nampak sudah tertidur, reyhan tersenyum lalu membalikan badannya membelakangi klara.
Klara yang pura-pura tidur dengan pelan ia membuka mata setelah matanya terbuka lebar klara mendapati reyhan yang membelakanginya "syukurlah" batin klar "eh tapi ko dia begitu apa dia sudah gak tertarik lagi sama aku? Tapi kenapa? Apa karna sekarang dia benar-benar sudah jatuh cinta sama dokter alin itu terus kenapa dia mau menikahiku dasar laki-laki, tau gini aku gak usah menikah lagi sama dia" kembali batin klara menggerutu dan menyimpan beberapa pertanyaan dalam benaknya, malam yang seharusnya menjadi malam pertama yang indah untuk pasangan yang baru kembali menikah justru malah seperti malam yang kelabu, reyhan terlihat dingin pada klara padahal malam itu adalah malam pertama bagi mereka.
Klara mulai tak dapat menahan rasa kantuknya hingga akhirnya klara masuk ke alam bawah sadar hingga pagi pun menjelang.
__________
Klara yang baru membuka matanya ia sadar matahari yang menyusup masuk melalui celah gorden mulai terasa hangat lalu klara dengan segera bangun ia menoleh kesamping dan tak mendapati reyhan disana
"Sudah bangun?" Ucap reyhan yang duduk di sofa memandang klara dengan sudah mengnakan pakaian rapi.
"Kenapa gak membangunkan aku?" Kata klara.
"Cepat mandi lalu sarapan kita akan pulang kasian ibu sama bapak kamu mereka datang jauh-jauh tapi anaknya malah gak ada di rumah" ujar reyhan, lalu klara menuruti ucapan reyhan dan tak kembali bertanya, dengan segera klara pergi mandi setelah selesai mandi klara berpakaian rapi sesekali ia melirik reyhan yang sibuk menerima telpon dari seseorang.
Selesai memutus sambungan telponnya reyhan melihat klara yang sudah siap untuk berangkat.
"Kamu mau kemana?" Tanya reyhan.
"Katanya kita mau pulang" jawab klara ketus.
"Nanti setelah kita sarapan" reyhan.
"aku mau kita pulang sekarang" klara.
__ADS_1
"Kita sarapan dulu"
"anda saja yang sarapan"
"Ya sudah kita pulang sekarang" ajak reyhan dengan sedikit kesal.
Sampai di rumah mereka tak mendapati keluarganya berada di dalam klara bertanya pada asri.
"Bi semuanya kemana?" Tanya klara menanyakan keluarga dan kerabatnya yang sengaja datang untuk menghadiri acara pernikahan klara dan reyhan yang kedua kalinya itu, sedangkan reyhan ia langsung menuju kamarnya.
"Semuanya sedang bermain di pantai" jawab asri.
"Ohh ya sudah" kata klara lalu ia pun menyusul reyhan menuju kamarnya.
"Pada kemana semuanya?" Tanya reyhan.
"Pantai" jawab klara singkat.
"Kita kesana aku kangen sama anaku" ajak reyhan sembari melangkah pergi meninggalkan klara sendiri di kamarnya.
Melihat reyhan yang lansung pergi klara hanya diam, tiba-tiba tanpa di sadarinya butiran mutiara jatuh di pipi putih klara.
Meskipun reyhan selalu bersikap dingin dan acuh tapi klara tak pernah mengabaikan reyhan, klara selalu menyiapkan kebutuhan reyhan apapun yang ia butuhkan saat akan berangkat kerja atau pun pulang kerja bahkan klara selalu memakaikan dasi ke leher reyhan kadang ia pun membukakan sepatu reyhan namun dengan tanpa saling tegur sapa kecuali di depan orang tuanya mereka selalu menunjukan sikap seperti keluarga yang harmonis.
Semakin lama klara semaki kesal dengan keadaan rumah tangganya yang seperti saat ini, malam itu sudah hampir tengah malam namun reyhan belum pulang pikiran klara berkecamuk dan mulai berpikiran kotor dan rasa curiga sampai hinga rasa marah mulai mengusai dirinya, tak lama akhirnya reyhan pulang pada pukul satu tiga puluh malam klara yang masih bolak balik di dalam kamar dengan pikiran yang meracau dan pertanyaan yang menduga-duga dalam dirinya hingga membuatnya susah untuk tidur, ketika mendengar suara pintu kamarnya di buka klara dengan segera naik ke kasur menarik selimutnya dan berpura-pura memejamkan mata, klara memdengar suara langkah kaki reyhan, pikiran klara semakin meracau
"terakhir dia bekerja sampai larut malam dia melakukan ciuman dengan si alin lalu sekarang apa yang dia lakukan sampai tengah malam? Apa dia melakukannya lagi dengan dokter itu? Waktu itu dia bilang tidak melakukan apa-apa lagi selain ciuman dengan dokter itu, tapi apa jangan-jangan sekarang malah ia melakukan lebih dari sekedar berciuman dengannya itulah sebabnya dokter reyhan bersikap dingin padaku karna ia sering mendapatkan apa yang tidak aku kasih padanya aakhhhh" teriak batin klara di balik selimut.
Reyhan menoleh klara biasanya ketika pulang kerja klara selalu menyambutnya membukan jas dan dasinya namun malam ini tidak mungkin karna sudah larut malam pikir reyhan ia pun tak membangunkan klara, reyhan membuka kemejanya kemudian ia pergi membersihkan tubuhnya, setelah selesai reyhan kembali kekamar lalu berpakaian
Belum selesai berpakain ketika berbalik badam reyhan mendapati klara sudah terduduk di tepi kasur dengan tatapan sinis.
"Dari mana saja jam segini baru pulang?" Tanya klara kesal.
"Dari kantor" jawab reyhan.
"Ohhh di temani siapa?"
"Ceritanya di introgasi nih"
__ADS_1
"Jawab saja tuan dokter reyhan yang terhormat"
"Di temani arul dan agam"
"Siapa mereka?"
"Anak buahku"
"Kok aku gak kenal laki-laki apa perempuan"
"Keduanya laki-laki, namanya juga sahrul dan agamsah, sudah lah kamu ini apa-apaan, nanya-nanya gak jelas mendingan kamu tidur sudah malam" jawaban reyhan membuat klara kesal ia berdiri dan menghampiri reyhan.
"Reyhan aku gak suka dengan sikap kamu, untuk apa kita kembali menikah kalau aku harus merasakan apa yang aku rasakan dulu dimana saat aku bertemu suamiku seolah aku bertemu dengan orang asing" setelah berada di hadapan reyhan.
"Klara sudahlah ini sudah malam" kata reyhan.
"Reyhan tolong jangan pernah mengalihkan pembicaraan aku bukan anak kecil dan sekarang aku bukan klara yang dulu lagi, selama di jakarta aku banyak belajar dari berbagai orang yang aku kenal selama disini meski aku bukan orang yang berpendidikan tinggi seperti kamu reyhan" klara berbicara dengam mengangkat telunjuknya kedepan muka reyhan sembari menangis, reyhan hanya diam reyhan dapat melihat amarah dalam diri klara.
"Aku tau kamu pulang sampai larut malam seperti ini kamu kembali melakukan hal yang lebih dari sekedar berciuman lagi denga wanita itu, iyakan?" Reyhan masih diam membiarkan klara dengan amarahnya.
"Iya kan?" Klara meninggikan suranya dengan berteriak merasa belum mendapat jawaban dari reyhan dan akhirnya reyhan buka suara.
"Ini yang aku bilang padamu sebelum kita menikah, suatu hubungan harus memiliki kepercayaan kalau kamu gak percaya sama aku untuk apa waktu itu kamu menyetujui pernikahan kita" ucap reyhan.
"Jadi sekarang kamu menyalahkan aku?" Klara.
"Bukannya aku menyalahkanmu tapi aku mengingatkanmu"
"Aku tau, dokter reyhan yang terhormat mau menikahiku kembali bukan karna landasan sayang atau cinta seperti yang di katakan papa, tapi kamu menikahiku hanya berlandaskan intan kamu mau merebut intan dariku iyakan? Nggak aku gak akan memberikan intan sama kamu" tukas klara.
"Klara aku mencintaimu, aku menikahimu karna aku mencintaimu aku menyayangimu dan juga intan asal kamu tau semejak aku di tinggal menikah oleh sane aku gak pernah menjalin hubungan dengan siapapun, masalah aku sama alin malam itu oke aku mengakuinya salah tapi bukan tidak yang sengaja menginginkan itu aku gak pernah berniat untuk menciumnya klara aku benar-benar mencintaimu gak ada wanita lain di hati aku, aku sudah beberpa kali bilang itu sama kamu tapi kamu gak pernah percaya sama aku dan itu membuat aku marah pada diriku sendiri kamu mau percaya atau tidak itu terserah kamu, aku capek aku gak mau berdebat sama kamu aku mau istirahat, mendingan sekarang kamu tidur!" Reyhan panjang lebar.
"Aku belum selesai bicara, tadi kamu bilang bukan kamu yang sengaja mencium wanita itu lalu siapa yang sengaja? Aneh! jelas-jelas kamu yang bilang kamu salah telah menciumnya lalu sebenarnya siapa yang menciumnya?"
"Klara kamu gak bakalan ngerti"
"Ya makanya kamu jelasin sekarang"
"Aku bingung cara menjelaskannya sama kamu, nanti saja aku akan jelaskan, kamu lihat sekarang sudah jam berapa besok aku harus ketemu orang pagi-pagi" reyhan mencium kening klara dan berusaha mengakhiri perdebatannya namun klara mengusap bekas ciuman reyhan beberpa kali dengan keras dengan perasaan yang masih kesal reyhan tak menggubris apa yang di lakukan klara ia pergi kekasur dan tidur begitu juga klara melihat reyhan tidur iya pun terpaksa naik kekasur merebahkan diri namun klara masih tidak dapat memejamkan mata.
__ADS_1
To Be Continue