
Terbangun dari aktifitas yang membuahkan mimpi sepasang kekasih reyhan dan klara di atas ranjang, dengan kembali reyhan harus menahan diri agar tak menodai kehormatan klara. semalam klara meminta reyhan untuk tidur di kamarnya klara juga merasa takut jika tidur di kamar yang sekarang ia tempati menurutnya kamarnya sekarang terlalu besar.
Klara bangun lebih dulu lalu mandi setelah mandi keluar dari kamar mandi klara melihat reyhan yang masih tertidur pulas klara tersenyum seraya memandang wajah tampan reyhan, lalu klara memakai pakain setelah rapi klara menghampiri reyhan yang masih tertidur kemudian duduk di samping reyhan yang membelakanginya.
"Sayaaang" bisik klara di telinga reyhan.
"Hemmmh" reyhan masih enggan membuka mata.
"Sayang sudah siang" kata klara masih dengan suara berbisik.
"Biarkan aku tidur sebentar lagi" ucap reyhan, lalu berbalik menghadap klara ketika hidungnya mencium wangi tubuh klara, kemudian ia membuka mata.
"Kamu sudah mandi?" Tanya reyhan.
"Sudah"
"Pantes wangi"
"Kamu ganteng banget" gumam klara dalam hati mengagumi ketampanan reyhan yang baru bangun tidur.
"Sini!" Reyhan menarik tangan klara dan membawa setengah tubuh klara menindih dadanya lalu kedua tangan reyhan memeluk klara.
"Sayang aku masih ngantuk" ucap reyhan.
"Tapi ini sudah siang!" Seru klara tangan nya mengusap rambut reyhan yang menutup keningnya.
"Sayang aku ingin kita memper cepat acar pernikahan kita"
"Kenapa?"
"Aku gak bisa kalau harus terus menahan diri untuk tak melahapmu seperti semalam dan seharusnya aku juga bisa melahapmu di pagi hari seperti ini pasti rasanya dunia serasa milik berdua" ujar reyhan, mendengar ucapan reyhan, klara segera bangun menarik tubuhnya.
"Dasar mesum" kata klara.
"Kamu yang membuat pikiranku jadi mesum karna kamu yang minta aku untuk tidur dikamarmu"
"Apaan si? Mending sekarang pergi mandi biar otaknya dingin gak mesum terus, katanya hari ini mau ada oprasi pasien gawat darurat" ucap klara.
"Nanti jam tiga"
"Kan tetep harus siap-siap untuk pergi ke rumah sakit!"
"Apa gunanya asisten? Biar dia yang menyiapkan segalanya, biarkan aku disini dulu bermesraan denganmu"
"Jangan di biasain segala mengandalkan orang lain!" Ucap klara, reyhan bangun lalu menyenderkan bahunya ke kepala ranjang yang super mewah.
"Harus sayang, untuk apa aku membayar orang kalau harus sagala di kerjakan sendiri? Dan aku mencari uang pun untuk mempermudah kehidupanku, kamu dan juga anak kita" tukas reyhan.
"Tidak untuk selingkuh juga kan?" Klara.
"Hahahahaha" reyhan tertawa menggelegar lalu mengenggam kepala klara dengan kedua tangannya menarik kening klara ke keningnya sekejap kemudian ia segera turun.
__ADS_1
"Pikiran kamu tidak jauh dari ketakutan kamu kalau aku selingkuh, siapa yang mau selingkuh? Mana handuknya" Tanya reyhan.
"Di tempatnya" jawab klara.
"Mandi lagi yu bareng abang!" Goda reyhan
"Dasar!! cepetan mandi bau!" Seru klara, reyhan dengan segera pergi ke kamar mandi.
Di tempat lain.
Kita intip sedikit keseharian reynant sang pengusaha muda tampan yang telah beberapa hari di luar kota hari ini reynan memutuskan untuk kembali ke jakarta bersama mang wiwi sang sopir kepercayaannya.
Reynant yang duduk di kursi belakang sopir ia selalu fokus dengan layar ponselnya karna selain sebagai seorang pengusaha reynant juga memiliki wajah tampan yang tak kalah dari kakanya itu, dan tak sedikit wanita yang menginginkan untuk di jadikan kekasih olehnya hingga membuat dia menjadi seorang playboy reynant memiliki segudang stok para wanita cantik yang akan melayaninya kapan pun ia mau.
Saat ditengah perjalanan mang wiwi tiba-tiba menginjak pedal rem dengan mendadak membuat reynant yang tengah fokus dengan para bidadarinya di sosial media ia kaget dan hampir tersungkur.
"Ada apa mang? hati-hati dong!" Seru reynan.
"Maaf tuan muda sepertinya barusan ada yang saya tabrak" jawab mang wiwi.
"Apa yang mang wiwi tabrak?"
"Sepertinya seorang perempuan tuan"
"Apa, ya sudah kita lihat dulu" ajak reynant pada mang wiwi.
Ternyata benar mang wiwi menabrak seorang wanita yang kini telah tergeletak di jalan.
"Dia masih hidup" ucap reynant.
"Maaf tuan saya gak melihat dia datang, tiba-tiba dia lari ke depan mobil" jawab mang wiwi.
"Aduh gimana ni mang kita sekarang?"
"Entah lah tuan" mang wiwi terlihat tegang, kebetulan jalan yang di lewati reynant tak ramai kendaraan.
"Kita bawa masuk saja mang kita cari rumah sakit atau klinik didekat sini!" Ujar reynant.
"Iya tuan" kemudian mang wiwi dan reynant membawa gadis tersebut kedalam mobil dan menidurkannya di jok belakang.
"Ngerepotin aja ni orang" setelah menidurkannya lalu reynant duduk di jok depan samping mang wiwi, reynant dan mang wiwi melihat ke kiri dan kanan jalan yang mereka lewati berharap ada klinik atau rumah sakit namun sama sekali mereka tak menemukan yang mereka cari, tiba-tiba gadis di yang ia bawa di dalam mobilnya sadar.
"Aaaaaaa" teriak sang gadis saat ia menyadari kalau dia berada di dalam mobil, mendengar teriakan sang gadis reynant kaget begitu juga mang wiwi, mang wiwi memarkirkan mobilnya di bahu jalan, reynant menoleh ke jok belakang mobilnya.
"Hey syukurlah kamu sadar" ucap reynant.
"Mau di bawa kemana aku? Kalian siapa?" Tanya sang gadis.
"Tenang!, aku reynant dan ini sopirku mang wiwi" kata reynant.
"Kenapa aku ada di dalam mobil kalian?" Sang gadis hendak turun ia berusaha membuka pintu mobilnya namun sia sia.
__ADS_1
"Dengar! aku bukan orang jahat tadi kamu lari ke arah mobil kami dan kami mau membawa kamu ke rumah sakit, coba kamu ingat-ingat lagi kenapa kamu tadi tiba-tiba lari ke jalanan tanpa melihat bahwa ada kendaraan yang melewat?" Tanya reynant.
Sang gadis terlihat mengingat kejadian sebelum ia tertabrak.
"Hikhikhikhik..." sang gadis menangis.
"Lo ko malah nangis aku cuma nanya" tukas reynant.
"Kenapa kalian gak nabrak aku sampai mati?"
"Apa! gila kayanya ni cewe!"
"Neng sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya mang wiwi pelan-pelan.
"Aku kabur dari penculik"
"Penculik? siapa yang menculik kamu?"
"Entah lah aku gak tau"
"Terus apa penculiknya tau kalau kamu kabur?"
"Tidak mereka tidak tau"
"Rumah kamu dimana?" Tanya reynant.
"jakarta"
"Jakarta?"
"Iya rumahku di jakarta, apa sekarang aku sudah jauh?"
"Apa jangan-jangan kalian komplotan penculik itu juga" kembali sang gadis berusaha membuka pintu
"Kamu tenang, mang kita jalan lagi!" Seru reynant pada mang wiwi lalu mang wiwi kembali melajukan mobilnya.
"tolong jangan apa-apakan aku please!" Sang gadis mengatupkan kedua tangannya memohon agar tak di apa-apakan oleh reynant, melihat sang gadis menangis ketakutan reynant merasa iba.
"Kamu tenang kamu aman sama kami, aku dan mang wiwi juga dari jakarta jadi kamu tenang kami bukan orang jahat!" Reynant menenangkan.
"Siapa namamu?" Tanya reynant.
"Aku azalea wiguna" jawab sang gadis.
"Azalea wiguna? Jadi kamu tuan wiguna?"
"Iya"
"Kamu tenang kami akan mengatarkan kamu" kata reynant mobil yang di kendarai mang wiwipun melaju membelah jalan menuju jakarta.
To Be Continue
__ADS_1