Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
28 percakapan mertua dan menantu (part 2)


__ADS_3

Pagi yang cerah, hari baru penuh dengan semangat baru, setelah beristirahat semalamam dengan membaringkan tubuh di atas tempat tidur dan memejamkan mata dan sadar dari kehidupan yang seperti bayangan yaitu mimpi, organ tubuh, otot-otot dan saluran darah akan kembali bereaksi seperti kemarin ketika kita terbangun dan membuka mata, dan apa yang akan kita hadapai hari ini? akan kah seperti kemarin dan apa yang akan kita alami ketika kita melangkahkan kaki kita lagi? Tak ada yang tau seperti apa kehidupan kita sebagai manusia kedepannya?!!.


Hanya sedikit pengingat!


Sebagai manusia yang sama-sama hidup di dunia jangan pernah bangga dengan apa yang di miliki sekarang jika kita memiliki yang lebih dari orang lain karna di atas langit masih ada langit, dan jangan meyombongkan diri ketika kita berada dalam kejayaan dan jangan pernah menghina seseorang yang drajatnya berada di bawah kita karna kita nggak tau seperti apa kehidupan kita esok? masihkah kita memiliki apa yang kita miliki dan kita sombongkan?.


Selalu bersyukur dan ingatlah siapa yang telah menciptakan alam semesta dan seisinya? tiada lain selain allah s.w.t karna semua yang kita miliki adalah titipan allah apakah kita pantas menyombongkan seseuatu yang hanya sekedar titipan? Jika allah menghendaki mengambil titipannya maka kita tak bisa berbuat sesuatu kecuali pasrah


Waallahu'alam bisowab.


Klara andarista masih berada di kamar, membereskan sofa tempat tidur nya setelah selesai seperti biasa klara pergi kedapur membantu bi siti menyiapkan sarapan untuk para majikannya, setelah selesai memasak klara menyajikan makanan di meja dan tak lama bu karina dan pak anggara datang keruang makan, mereka memulai sarapan pagi bersama namun reyhan tak terlihat di sana!.


"Dokter kemana ko gak ikut sarapan?" Tanya klara pada bu karina.


"Entah lah mungkin masih tidur" jawab bu karina.


"Coba kamu liat di kamarnya" seru pak anggara pada klara.


"Ah klara gak berani paman" tukas klara.


"Masa gak berani udah liat sana gimana kalau dia gak bangun-bangun dan terbujur kaku kamu mau" cetus pak anggara.


"Hahh nggak lah paman klara gak mau terjadi apa-apa sama dokter" sontak membuat klara khawatir dan bergegas ke kamar reyhan ia merasa takut jika suaminya benar-benar seperti yang di katakan mertuanya.


"Ayah ko ngomong gitu mamah jadi takut ah kalau beneran anak kita benar-benar begitu" ucap bu karina sambil memegang kedua pipinya.


"Mamah sadar gak apa yang terjadi sama klara dan reyhan?" Tanya pa anggara pada istrinya yang masih mengkerutkan wajahnya.


"Memang nya kenapa?" Bu karina balik bertanya.


"Kenapa klara sangat takut terjadi hal buruk pada reyhan?" Tanya pak anggara lagi.


"Maksud ayah!!?" Bu karina masih belum mengerti ucapan suaminya.


"Yah mamah pikirkan sendiri" ucap pak anggara, sambil memasukan makanan ke mulutnya.


"Loh ko jadi nyuruh mamah mikir" ujar bu karina.


"Ya mamah pikir, reyhan perhatian sama klara dan begitu juga sebaliknya" kata pak anggara.


"Ya karna reyhan ketitipan klara sama sahabatnya" jawab bu karina.


"Terus klara juga ketitipan reyhan!? memangnya reyhan anak kecil?" Pak anggara semakin memperjelas perkataannya.


"Maksud ayah mereka berdua ada hubungan gitu?" Ucap bu karina.


"Mungkin" ucap pak anggara sambil terus menikmati sarapan nya sampai hampir selesai.

__ADS_1


"Tapi itu gak mungkin ayah, klara itu sudah punya suami" kata bu karina.


Dan tak lama klara kembali ke ruang makan setelah melihat keadaan reyhan di kamar.


"mana reyhannya" tanya bu karina.


"dokter baru selesai mandi dan katanya kiata sarapan duluan aja" jawab klara sambil kembali mendudukan pantatnya di kursi makan.


"Oh ya sudah kalau begitu" ucap bu karina dan akhirnya mereka bertiga sarapan tanpa kehadiran reyhan pagi itu, setelah selesai sarapan bu karina mengantarkan suaminya sampai halaman untuk pergi ke kantor, sedangkan klara membantu bi siti beres-beres di belakang.


Di halaman bu karina kembali bertanya pada suaminya soal klara dan reyhan bu karina penasaran soal percakapan mereka yang terputus karna keburu klara kembali keruang makan.


"Yah" ucap bu karina sambil memakaikan jas pada suaminya dan sesekali melihat kedalam rumahnya karna takut di dengar klara atau reyhan.


"Hem" sahut pak anggara.


"Yah maksud ayah tadi klara selingkuh sama reyhan, atau gimana sih mamah bingung" tanya bu karina yang makin penasaran.


"Mah kalau selingkuh itu klara ada suaminya, apa kita pernah melihat klara menelpon atau mendapat pesan dari suaminya, enggak kan" kata pak anggara memperjelas dan mengucilkan volume suaranya.


"Ya kan karna....?!! Mereka jauh-jauhan mungkin nanti juga si rinto pulang, dan jemput klara, ah mamah pasti kangen sama anak itu jika dia ikut suaminya" ujar bu karina sembari menarik napas dan membayang ketika klara di bawa suaminya pikirnya.


"Ah mamah ini sudah ah aku pergi dulu" ucap pak anggara.


"Oh iya hati2 yah mang wiwi jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya" seru bu karina pada sopir yang akan mengantarkan suaminya ke kantor.


"Bagus" ucap bu karina, setelah mobil berlalu bu karina masuk, dan melihat klara sedang melakukan pekerjaan pagi yang biasa ia kerjakan di rumah itu.


"Klara kamu jangan kerja berat-berat kandungan kamu sekarang sudah makin besar gak baik nanti kamu kecapean, lagian di rumah ini kan banyak pelayan kamu gak usah mengerjakan pekerjaan rumah" ucap bu karina.


"Ga apa-apa ko tante, klara bak bisa cuma diem aja" ucap klara.


"Katanya kamu mau dengerin curhatan tante hari ini!" kata bu karina.


"Oh iya ya sudah yu" ajak klara.


"enaknya di mana kita ngobrol nya?" ucap bu karina.


"di kamar klara aja gimana?" ajak klara.


"iya ayo" ucap bu karina, dan di pagi itu mertua dan menantu itu asyik ngobrol berdua dengan sesekali menyuruh pelayan rumahnya untuk membawakan makanan dan minuman untuk mereka, mereka saling membicarakan apa yang mereka alami dari hari-hari kebelakang karna mereka akhir-akhir ini jarang ketemu semjak klara ikut shooting film klara selalu sibuk, klara juga menceritakan ketika ia shooting film dan juga ke hidupanya di kampung namum pertemuannya dengan reyhan ia berusaha menutupnya dengan rapat.


Karna asiknya mengobrol tak terasa waktu pagi berubah menjadi siang.


"sekarang jam berapa?" Tanya bu karina klara melihat jam di ponselnya.


"hampir jam sebelas tante" jawab klara.

__ADS_1


"gak terasa ter nyata sudah siang, kalau gitu kita udahan dulu deh ngobrolnya, tante harus ke supermarket ada tang yang tante harus beli, kamu mau ikut?" ucap bu karina dan mengajak klara ikut.


"ke supermarket mana?" Tanya klara


" ****** deket ko"


"iya deh klara ikut lagian klara juga bosen di rumah" ucap klara.


" ya sudah kamu siap2 aja, tante tunggu di bawah" seri bu karina.


"ok" klara mengcung kan jempolnya.


Di rumah sakit


seorang dokter muda yangctampan berkarisma, sedang melakukan operasi besar pada pasien yang menderita penyakit leukimia, ia tampak sangat cekatan sebagai dokter ahli bedah saraf, ketegangan menyelimuti ruangan tersebut sampai akhirnya pasien nya benar-benar di nyatakan lolos dari maut, meskipun pikiran reyhan sedang kacau namun ketika ia melakukan operasi ia mampu fokus pada apa yang sedang ia kerjakan sru setengah jam lebih akhirnya operasi pun selesai dan pasien lolos dari masa-masa kritis ketika operasi reyhan keluar mencuci tangannya dan membuka jubah oprasinya, lalu ia kembali keruangan pribadinya lalu membuka laptopnya dan fokus pada benda pipih itu tiba2 pintu ruangannya di ketuk seseorang.


tok


tok


tok.


"masuk" seru reyhan dan rupanya loli, sekertaris reyhan yang mengetuk..


"maaf dok ada yang mau bertemu dokter" ucap sekertaris nya


"siapa?" Tanya reyhan.


"dari dinas kesehatan" jawab loli.


"suruh masuk aja" ucap reyhan kemudian loli keluar untuk memanggil tamu tersebut tak lama tamu tersebut masuk ke ruangan reyhan.


"selamat siang dokter reyhan" ucap pak anton ketoka sudah berada di dalam ruangan reyhan dan mendapati reyhan berada di sana.


"pak anton" sapa reyhan sambil berdiri dari duduknya dan menyalami pak anton.


"bagaimana kabarnya dokter reyhan?" Tanya pak anton.


"baik, baik" jawab reyhan.


"ada apa anda kesini sepertinya ada hal yang sangat penting hingga anda datang kemari? hahaha" tanya reyhan dengan di akhiri tawa.


" tentu ada yang saya mau bicarakan tentunya" jawab pak anton.


TBC


kira-kira ada apa ya orang dari dinas menemui reyhan? ikutin terus ceritanya yah dan jangan lupa vote like and komen nya terima kasih

__ADS_1


__ADS_2