
Jakarta
Intan tengah tertidur lelap saat klara sibuk melayani konsumen lewat ponselnya ia sangat sibuk hari itu dan setelah selesai klara duduk di sofa ruang tengah apartemennya lalu ponselnya tiba-tiba kembali berdering ia melihat nama panggilan di layar ponselnya dan rupanya reynant yang menelponya, ia pun mengangkat panggilan tersebut.
"hallo apa kabar di sana?" tanya klara.
"aku baik kak, kakak sendiri gimana di sana, intan nanyain aku gak?" ucap reynant seolah klara sudah tumbuh besar.
"aku baik, iya intan kayanya nanyain om nya soalnya tadi ia nangis terus, kaya ada yang lagi intan kengenin!" jawab klara.
"sudah pasti kangen om nya yang ganteng ini"
"emhh pedenya...!" klara.
"iya dong intan pasti kangen sama aku!" reynant terkekeh.
"iya iya dia kangen sama om nya! oh iya gimana di sana? betah gak" tanya klara.
"kalau soal betah sih! betah di jakarta ya, tempat kelahiranku sendiri, tapi di sini orang-orang nya pada ramah padaku" jawab reynant.
"oya?" klara.
"aku gak nyangka di kampung terpencil seperti ini masyarakatnya sangat memiliki jiwa kebersamaan yang tinggi" kata reynant.
"berarti om nya intan ini di sambut baik dong di sana!" ucap klara.
"iya kak bukan baik lagi kak sangaaat baik" ucap reynant.
"syukurlah kalau begitu" klara.
"eh tapi ada satu yang bikin aku kesel disini!" ucap reynant.
"apa tuh?" klara.
"aku kesal sama gadis pengembala kambing!" reynant.
"pengembala kambing?!" klara mengerutkan alisnya dan yang tadinya ia duduk di bersender pada sofa yang di dudukinya setelah mendengar ucapan reynant klara bengun dari senderannya dan mencondongkan tubuhnya kedepan sofa.
"iya.. pengembala kambing!" reynant
"oh mungkin itu wati!" ucap klara.
"kak klara kenal?" tanya reynant.
"dia temanku waktu SMA" klara.
"masa sih! tapi kalau aku lihat dari wajahnya kayanya dia sudah ada umur"
"maksudnya?" klara
"maksudku kaya agak tua darimu, seumuran kakak kan masih ada imut-imutnya, nah dia! boro-boro imut-imut ada juga amit-amit" cetus reynant.
"huush... jangan begitu! gitu-gitu juga dia temenku"
__ADS_1
"lagian kak klara ko bisa sih temenan sama dia!?"
"temenan sama siapa aja boleh dong!? dia dulu temen sekelasku dan satu geng gitu, geng kita dulu berlima dan dia yang paling tua soalnya dia masuk SMA sudah dewasa banget kalau gak salah dulu dia masuk SMA nya udah hampir usia 22 23 lah! mungkin sekarang usianya seumuran kamu kalau gak salah!" kta klara.
"masa sih? ko bisa!" reynant.
"aku juga gak tau, yang aku aku tau waktu itu dia anak baru di kampung kami dia datang ke sana ikut tinggal paman dan bibinya" klara.
"oh iya ngomong-ngomong memangnya kamu kesal kenapa sama dia?" tanya klara.
"jadi begini kak!...." reynant menceritakan semua kejadia pertemuannya dengan wati si penggembala kambing tersebut.
"hahahahaha....." klara tertawa dengan terbahak mendengar cerita reynant.
"kenapa kak ada yang lucu?"
"iya lucu banget hahahahaha" ucap klara sembari tak hentinya tertawa.
"ahh sudah lah kak gak lucu" saat mereka asik ngobrol lewat ponselnya itu tiba-tiba terdengar suara intan menangis.
"rey sudah dulu yah intan nangis nanti kita lanjut lagi!" seru klara.
"bukannya sekarang bi siti disana ya kak?"
"iya tapi kaya nya intan mau nete dulu sudah hampir 3 jam soalnya dia belum nete"
"oh ya udah kak kalau gitu"
"seru apaan!?"
"udah yah aku tutup dulu"
"oke..." kemudian sambungan telponpun terputus.
"kenapa intan bi?" tanya klara seraya menghampiri bi siti yang tengah mengendong intan.
"kayanya dia mau nete non" jawab bi siti.
"oh iya, sini bi" lalu klara meraih intan dari pangkuan bi siti.
"oh iya bi ngomong-ngomong aku jadi kangen sama mamah" ucap klara sembari menyisui intan.
"baru aja dua hari non! nyonya di luar negri" ucap bi siti.
"iya bi soalnya mamah sama papah kesini hampir tiap hari"
"non pasti menganggap nyonya sama tuan seperti orang tua kandung non sendiri ya?!" ucap bi siti.
"iya pasti bi mamah sama papah mereka itu sangat baik sama aku bi" ucap klara.
"nyonya sama tuan juga begitu non, dia sangat sayang sama non klara dan juga non kecil ini, waktu non pertama pindahan kesini aja nyonya nangis terus katanya inget terus sama non klara dan nona kecil" kata bi siti.
"gitu ya bi?!"
__ADS_1
"iya non makanya nyonya tiap hari pergi menemui non klara, kenapa sih non meski pindah?" tanya bi siti.
"aku tau bi mereka pasti sedih saat aku keluar dari rumah besar, tapi!.... aku gak mau menyusahkan mereka mengingat sekarang bisa di bilang aku bukan istri dari anak mereka aku malu bi kalau aku harus terus tinggal di rumah besar apa lagi jika nanti dokter reyhan pulang" klara berkata dengan sendu.
"non bibi yakin suatu saat ayahnya nona kecil pasti kembali melihat bersama non kalian" bi siti menenangkan.
"klara gak yakin bi!"
"kenapa non?"
"apa bibi tau sampai saat ini dokter reyhan gak pernah menelpon untuk menanyakan intan anaknya"
"yang bener non?"
"iya bi, aku gak yakin kalau pun suatu saat dokter pulang belum tentu dia mau rujuk!"
"yang sabar ya non meskipun tuan muda reyhan mengabaikan non sama nona kecil bibi yakin tuan dan nyonya tak akan menelantarkan cucunya" ujar bi siti.
"iya bi aku juga yakin itu, dan aku juga akan berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan intan meskipun ia mendapatkan segalanya dari kakek neneknya" klara.
"non kayanya nona kecil sudah kenyang, putingnya sudah di lepas, sini biar bibi tidurkan lagi"
"tidurin di kasur aja bi"
"iya non" lalu intan kembali di gendong bi siti dan menidurkanya lagi di kasur tempat tidur klara. sedangkan klara ia melanjutkan ngecek pekerjaannya di ponsel.
_________________
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, cerita demi cerita di lalui setiap insan manusia yang masih hidup menunggu hingga ajal atau kematian menghampiri, yang muda tambah tua yang tua mulai berganti generasi perjumpaan antar manusia saling berganti menambah cerita pengalaman hidup yang akan terus di lalui.
Empat tahun berlalu kehidupan terus di jalani klara dan intan di apartemen milik keluarga angara, cara berpikir klara makin dewasa, bisnis online nya pun semakin berjalan lancar, dan keinginannya membuka toko mainan dan pernak-pernik di salah satu mall terbesar di jakarta pun terwujud, klara telah menjadi wanita kota pada umumnya sukses bukan gadis kampung lagi, dandanan nya pun berbeda dari pertama ia datang ke jakarta kini ia tampil modis, sedangkan intan kini berusia empat tahun seorang anak yang tumbuh di kawasan elite meskipun masih kecil intan pandai bahasa inggris karna bu karina sengaja memasukannya untuk les bahasa inggris dan juga sekolah tari balet, intan sangat cantik dan lucu mukanya begitu mengemaskan dengan pipinya yang putih dan sedikit cabi kemerahan bibirnya yang mungil merah mudah berambut panjang dengan poni di atas alis nya sangan menambah gemas yang melihat sedikit orang yang mengagumi kecantikan dan kelucuan intan nyonya dan tuan anggara sangat menyayangi cucunya itu melebihi dari apapun bu karina pun kini mengakui pada semua orang jika dirinya sudah memiliki cucu dari reyhan dengan bangganya ia tak perduli cibiran orang karna orang-orang tak pernah mersa di undang ke acara pernikahan reyhan
Sedangkan reynan ia memulai bisnis nya dan ia pun mulai sukses dari mulai bisnis perkebunannya di kampung nanglu reynant mengsuplay semua hasil panen perkebunannya ke supermarket-supermarket terbesar di setiap kota, tak hanya dari ladang perkebunannya yang di kelola pak abdi tapi dari petani yang lain juga. dan juga bisnisnya yang lainpun ia jalani,
Reynan menganggap intan seperti anaknya sendiri hari itu intan genap usia empat tahun ulang tahun intan sangat meriah ia mengadakan acara ulang tahunnya di rumah besar terlihat ada beberapa anak dan juga ibu-ibu yang datang kesana mengantar anak-anaknya menghadiri acara pesta ulang tahunnya intan, reynant saat datang terlambat karna saking sibuknya dengan pekerjaannya, ia membeli kado yang begitu besar untuk intan.
"nek ko om ley belum datang?!" tanya intan dengan suara cadelnya.
"mungkin bentar lagi" jawab bu karina.
"hai aku datang" suara seseorang yang samarkan mirip dubling film kartoon di balik boneka raksasa.
Intan terlihat bahagia ia menyingkirkan boneka yang menghalangi orang yang membawa boneka tersebut.
"om...." ucap intan setelah melihat wajah orang tersebut lalu ia memeluk reynan dab tubuh mungil itu di angkat olah reynant untuk menggendongnya.
"maaf sayang om telat" ucap reynant seraya menciumi pipi intan, intan senyum lalu mengangguk.
Jelang beberapa menit dari kedatangan reynant, datang pula rinto yang kini telah menjadi kekasih klara, selama empat tahun setelah pertemuannya di loby apartemen, rinto dengan klara dan juga anaknya intan semakin dekat, klara sering di bantu dan klara pun merasa terlindungi ketika berada di dekat rinto, rinto sempat beberpa kali menyatakan perasaannya pada klara, hingga kini ia berhasil menjadi kekasih klara meski klara sampai sekarang belum siap untuk menikah ketika rinto mengajaknya.
**TO Be Continue
yang nunggu kedatangan reyhan sabar ya!... di episode selanjutnya bakal ada pertemuan kembali reyhan dan klara**.
__ADS_1