Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
Perkelahian


__ADS_3

Di tempat lain


Reyhan menjemput klara di tempat shooting kemudian sesuai janjinya reyhan gajak klara makan malam bersamanya di restaurant mewah, setelah makan malam reyhan memutuskan untuk mengantar klara sampai ke apartemen reyhan menungu klara di sofa ruang tengah apartemen klara, menunggu keluar dari kamarnya setelah membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai membersihkan tubuhnya klara keluar kamar untuk menemui reyhan.


Reyhan memandang klara yang akan menghampirinya dan sudah berganti pakain semakin terlihat segar.


"Mandi dulu gih!" Seru klara pada reyhan yang duduk di sofa tengah memandangnya.


"Sini!" Seru reyhan menepuk sofa di sampingnya.


"Gak ah kamu bau belum mandi!"


"Iya sini dulu baru aku akan mandi!" Ujar reyhan, klara menurutinya kemudian ia duduk di samping reyhan, reyhan menyilangkan tangannya di bahu klara lalu menarik klara ke pelukannya sedangkan tangan yang sebelahnya ia gunakan untuk mengelus pipi sebelah kanan klara reyhan menciumi rambut klara yang basah habis keramas, menyingkirkan rambut yang menghalangi leher klara kemudian ia terus mengendus pipi dan leher klara membuat klara terlihat geli.


"Wangi banget sayang!" Ucap reyhan, reyhan hendak mencium bibir klara.


"Udah sayang mandi sana badan udah bau begitu!" Ledek klara padahal sebenarnya meskipun belum mandi tubuh reyhan masih tetap terciun wangi.


"Aku mandi rumah saja" tolak reyhan.


"Kenapa? Sama-sama pakai air juga kan!?"


"Iya sama pakai air, tapi produk kebersihannya semua untuk perempuan, lagi pula masa meski pakai baju ini lagi"


"Ya kan gak apapa yang penting bersih kalau masalah baju, kamarku kan juga bekas kamarmu dulu, disana masih ada baju baju kamu, aku gak berani menyingkirkannya jadi masih tergantung rapi di tempatnya" kata klara.


"Ohhh jadi selama ini kamu masih menyimpan barang-barangku, biar kamu bisa mencium aroma tubuhku saat kamu kangen aku" celoteh reyhan dengan PD nya.


"Apaan si?!"


"Ya sudah aku mandi"


"Sana mandi!" Seru reyhan dan sebelum beranjak dari duduknya reyhan menyempatkan mencium bibi klara setelah menciumnya reyhan dengan segera pergi ke kamar yang di tempati klara.


Melihat tingkah reyhan klara hanya tersenyum klara menungu reyhan di ruang tengah ia memindahkan saluran televisi ke saluran yang biasa menayangkan sinetron kesukaannya.


Saat ia fokus dengan cerita di sinetron kesayangannya tiba-tiba suara bell berbunyi klara terpaksa meninggalkan sinetronnya untuk membuka pintu, saat pintu terbuka nampak wajah seorang pria yang di kenalnya.


"Mas rinto" sapa klara, tanpa aba-aba rinto memeluk klara, klara hanya diam termangu saat di peluk rinto lalu klara tersadar saat reyhan memanggilnya dengan segera klara melepas pelukan rinto dan rupanya pelukan rinto terlanjur di lihat oleh reyhan rinto menoleh ke arah reyhan.


"Reyhan! sedang apa lu di sini?" Tanya rinto.


"Gw yang harusnya nanya sama lu, ngapain lu kesini pake peluk peluk dia" reyhan menarik klara agar menjauh dari rinto.


"Dia mili gw" ucap rinto.


"Oooh milik lu sejak kapan?" Tanya reyhan.


"Sejak lu menelantarkannya"


"Apa maksud lu" reyhan menarik kerah rinto dengan kencang.


"Dok udah!" Seru klara yang gemetar melihat reyhan dan rinto yang sudah di kuasai amarah.


"Diam kamu" bentak reyhan.

__ADS_1


"Lu jangan berani bentak dia!" Rinto terlihat semakin marah ketika melihat reyhan membentak klara.


"Aku gak akan membentak dia kalau bukan karna lu, ngapain lu datang kesini hahhh?" Reyhan menaikan nada suaranya.


"Itu bukan urusan lu bajingan" mendengar rinto berkata kasar reyhan memukul rinto karna merasa tak terima di pukul, rinto membalas pukulan reyhan dan terjadilah perkelahian antara reyhan dan rinto klara yang menyaksikan perkelahian tersebut, klara semakin gemetar klara melihat keadaan rinto yang semakin terpojok dan mengeluarkan darah dari sudut bibirnya klara segera memeluk rinto yang akan kembali di pukul oleh reyhan karna gak mau melihat ke adaan rinto semakin parah akibat pukulan reyhan dan ia juga gak mau sampai terjadi hal yang lebih buruk yang akan membuat reyhan terkena masalah akibat emosinya namun sayangnya di salah artikan oleh reyhan.


"Awas biarkan aku mengahajarnya!" Kata reyhan dengan mengepalkan tangannya melihat reyhan hendak memukul rinto kembali, klara mempererat pelukannya pada rinto.


"Nggak dok sudah! dia sudah babak belur" ucap klara.


"Klara kamu menyingkir dari dia!" Reyhan menarik klara karna ia merasa tidak suka melihat klara memeluk rinto seakan lebih membela dia di banding dirinya.


"Dok aku mohon jangan sakiti dia dok" klara menangis sambil memohon dengan mengatupkan kedua tangannya di depan reyhan.


"Kamu membela bajingan ini?"


"Aku gak membela dia dok"


"Sudahlah! aku gak suka kamu membela dia!" Kemudian reyhan meraih ponselnya yang tergeletak di meja lalu pergi meninggalkan klara dengan rinto yang terkulai akibat perkelahiannya melihat reyhan tiba-tiba pergi klara berusaha menghentikan.


"Dok tunggu dok aku bukan membela dia dok... dokter reyhan" klara meraih tangan reyhan, reyhan menepisnya.


reyhan masuk ke lift, klara hendak mengejar reyhan, tapi klara ingat pada rinto yang babak belur karna di hajar reyhan lalu klara kembali untuk melihat rinto yang terduduk di lantai apartemen, ia membawa rinto ke sofa kemudian mengambil kotak obat klara mengompres luka lebam di wajah rinto akibat pukulan reyhan.


"Ra untuk apa dia ada kesini?" Tanya rinto pada klara yang tengah mengompres bagian mukanya yang lebam.


"Dokter reyhan?"


"Ya dia, siapa lagi!?"


"Shooting?"


"Iya aku di tawari main film kembali oleh bu shapira"


"Kenapa kamu gak ngasih tau aku? aku bisa menjemputmu setiap hari"


"Gak usah"


"Kenapa kamu masih marah padaku?"


"Nggak aku gak pernah marah pada siapapun"


"Sayang maafkan aku" ucap rinto dengan lembut seraya menggengam tangan klara.


"Kamu gak salah" klara melepaskan gengaman tangan rinto. "Aku yang salah" ucap klara lirih.


"Nggak aku tetap salah sama kamu Maafkan aku sayang?" Rinto kembali menggenggam tangan klara.


"Aku sudah memaafkan mu sebelum kamu minta maaf, Mas aku akan rujuk dengan dokter reyhan" ujar klara.


"Apa? kamu mau rujuk? apa kamu nggak ingat? dulu dia sudah menelantarkan kamu dengan intan bagaimana bisa kamu rujuk?"


"Dokter reyhan sekarang sudah berubah bahkan intan sudah mulai dekat dengannya" kata klara.


"Rupanya aku sudah ketinggalan semua tentang kamu, jangan-jangan kamu sama reyhan barusan..." rinto tak melanjutkan omongannya.


"Jangan-jangan apa?" Tanya Klara.

__ADS_1


"Nggak, sebaiknya aku pulang" rinto tak menjawab ia malah berpamitan untuk kembali ke apartemennya rinto hendak berdiri namun masih terlihat lemah akibat perkelahiannya.


"aku antar" ucap klara.


"Gak usah" tolak rinto.


"Ayo lah mas sekarang aku memang bukan orang spesial lagi di hati kamu tapi gak bisakah mas rinto menganggap aku sebagai sodara mas" rinto tersenyum memandang klara kemudian berucap.


"Kamu akan tetap menjadi orang spesial di hati aku dan kamu akan tetap jadi orang yang di tingkat teratas yang menduduki hatiku" ucap rinto, klara tersenyum.


"Makasih mas, mas udah menjadikan aku orang yang paling berharga di hati mas, tapi aku minta! mas harus membahagiakan rania juga kasian dia, dia sahabat aku, dia jauh-jauh pergi dari kampung halamannya ikut dengan mas rinto, dia nggak punya siapa-siapa di sini selain aku dan mas rinto" kata klara.


"Kamu selalu memikirkan kebahagian orang lain, bagaimana dengan kamu sendiri? Apa kamu akan bahagia dengan kamu kembali pada mantan suamimu? apa kamu yakin dia gak akan menelantarkan kalian berdua lagi?" Beberapa pertanyaan rinto pada klara.


"Aku yakin mas, dia sudah benar-benar berubah sekarang dia sudah menyayangi intan sebagai anaknya sendiri" jawab klara.


"baiklah sayang kalau memang itu keputusan kamu, aku akan selalu mendukung dengan semua ke putusan kamu, aku minta maaf karna aku sudah pernah menyakitimu" ucap rinto dengan bijak.


"Terima kasih mas, mas gak pernah sama sekali menyakitiku justru aku yang selalu menyakiti mas, dan karna mas aku menjadi wanita yang lebib baik, mas sekali lagi aku pesan sama mas bahagiakan rania jangan pernah sakiti dia!" Kembali klara memohon.


"Iya sayang demi kamu aku janji" rinto


"Bukan demi aku, tapi demi cintanya rania sama kamu berusahalah untuk mencintai dia!" Klara.


"Tapi aku gak yakin dia mencintaiku, kamu ingat kalau aku hanya suami pengganti untuknya"


"Dia mencintaimu mas, rania bilang sendiri sama aku"


"O ya" rinto tertawa kecil meremehkan ucapan klara dan seolah tak percaya bahwa rania mencintainya.


"Kita bukan saling mencintai tapi hanya saling melengkapi, aku harus pulang" ucap rinto, rinto berdiri ia hendak meninggalkan klara tapi karna klara melihat rinto memegang perutnya dan terlihat kesakitan klara kembali meminta agar rinto mau di antar.


"Aku antar!" Kemudian klara menuyun bahu rinto untuk mengantarnya ke apartemen di lantai bawah, sesampainya di tempat rinto, klara memencet bell dan di bukalah pintu oleh rania, betapa terkejut ketika rania melihat ke adaan rinto yang babak belur.


"Pak rinto! Apa yang terjadi ra? kenapa pak rinto?" Tanya rania di ambang pintu ia kaget melihat suaminya babak belur.


"Kita bicara di dalam aja!" Ucap klara.


"Iya ayo masuk!" Ajak rania lalu ikut menuyun suaminya.


"Nia sebaiknya ajak dia kekamar untuk istirahat!"


"Iya tapi sebenarnya apa yang terjadi?" Rania penasaran.


"Tadi mas rinto berkelahi dengan dokter reyhan"


"Apa? kenapa bisa?"


"Sebaiknya cepat kamu pergi temui reyhan sebelum dia berpikir macam-macam soal kamu, bukankah kamu ingin kembali pada!" Seru rinto, klara membenarkan ucapan rinto.


"Iya kalau begitu aku akan menemui dia sekarang, nia nanti aku lanjutkan ceritanya aku harus menemui dokter reyhan" klara ingat reyhan pergi dengan amarahnya klara bergegas pergi dari tempat rinto tanpa memperdulikan rania yang menyimpan banyak pertanyaan.


"Tapi ra...!" Seru Rania pada klara yang sudah berlari keluar.


Klara dengan segera turun menuju lobi kemudian ia memesan taksi online lewat aplikasi di ponselnya, setelah taksi yang di pesannya datang klara menyuruh sang sopir taksi langsung menuju alamat sesuai aplikasi, di perjalanan klara terus menghubungi reyhan tapi sia-sia reyhan benar-benar mengabaikan panggilan klara.


To Be Continue

__ADS_1


__ADS_2