Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
Cerita sane


__ADS_3

korea


reyhan menemui sane ke alamat yang di berikan irwan setelah sampai di kediaman sane reyhan di sambut oleh salah satu pelayan di sana.


"maaf anda mau bertemu siapa?" Tanya sang pelayan dengan bahasa korea.


"saya mau bertemu dengan sane" jawab reyhan.


"oh nyonya sane dua hari yang empat hari yang lalu nyonya dan tuan muda di ajak ke indonesia oleh neneknya" kata sang pelayan.


"tuan muda?!"


"iya tuan muda azka anak nyonya"


"emmmh gitu, saya boleh tanya sesuatu?" Tanya reyhan.


"Iya tuan silahkan?"


"bagaimana kabar sane dan anaknya? maksudku setelah suaminya di nyatakan menjadi korban kecelakaan pesawat itu?" Tanya reyhan.


"nyonya sangat terpukul bahkan nyonya mengalami defresi nyonya terus memanggil tuang ye jun dan juga tuan diki itulah sebabnya nyonya di bawa neneknya pulang ke indonesia" kata pelayan.


"separah itu?"


"iya tuan, kalau boleh tau anda sendiri siapa?"


"saya temannya dari dari indonesia"


"oh dari indonesia" sang pelayan.


"baiklah kalau begitu saya pamit terima kasih"


"iya tuan"


(seluruh percakapan reyhan dengan pelayan di rumah sane menggunakan bahasa korea).


Di perjalanan reyhan terus memikirkan sane ia merasa sangat bersalah karna di saat detik-detik sane berada dalam situasi yang sulit justru dia ridak mengetahui apa-apa.


"bodoh, bodoh kenapa aku sampai tidak tau kalau sane mengalami hal seburuk ini, sane bagaimana keadaan kamu, aku minta maaf aku gak bisa menemani kamu di saat kamu seperti ini" gumam reyhan, di dalam mobil yang ia tumpangi.


Tak lama reyhan sampai di rumah yang mereka sekeluarga tempati saat berada di korea, intan yang lebih dulu melihat kedatangan ayahnya ia berlari menghampiri.

__ADS_1


"ayaaaahh!" teriak intan seraya berlari.


"sayang" ucap reyhan lalu menarik tubuh mungil intan dan menggendongnya, semua yang tengah berkumpul menoleh ke arah reyhan.


"sayang kamu sudah pulang? katanya mau ketemu rekan dokter kamu? sudah ketemu sama orangnya?" Tanya klara.


"nggak sayang kita gak jadi ketemu dia mendadak ada pasien gawat darurat katanya" jawab reyhan.


"oh gitu" klara.


"mam kapan kita pulang?" reyhan bertanya pada bu karina.


"ya mamah pasti masih agak lama di sini soalnya mamah masih mau nemenin papah kamu" ujar bu karina.


"kenapa memangnya han?" Tanya pak anggara yang juga ada di sana kebetulan hari itu masih hari libur.


"pah gak apapa kan kalau aku pulang duluan ke jakarta?" Tanya reyhan.


"ada emamgnya sayang?" Tanya klara.


"sayang ada yang harus aku selesaikan, dan sayang aku mau bicara sesuatu sama kamu ayo" ajak reyhan seraya menarik tangan klara.


"ada apa sayang?" Tanya klara.


"Iya sayang" kata bu karina.


Reyhan membawa klara ke kamar sesampainya di kamar reyhan duduk di sofa kamarnya begitu juga klara.


"ada apa?" klara penasaran dengan apa yang akan di katakan suaminya.


"sayang apapun yang ingin aku sampaikan aku harap kamu tidak marah karna apapun yang aku lakukan aku tetap menyayangi kamu apapun yang terjadi" kata reyhan mendengar sambil mencium tangan klara ucapan reyhan membuat klara semakin penasaran.


"memangnya ada apa? apa yang kamu lakukan?"


"sayang waktu kita kerumah irwan, irwan ada bilang padaku kalau sane mengalami masalah besar dan barusan aku dari rumah sane" reyhan.


"sane!? sane kekasih mu itu?" klara menarik tangan dari genggaman reyhan dengan sedikit menekuk mukanya.


"lalu kenapa mas bilang kalau mas mau ketemu temanmu?" tanya klara.


"sayang tadi nya aku memang mau ketemu dengan nya tapi memang dia gak bisa ketemu masalah temanku itu aku tidak bohong dan bukan alasan aku"

__ADS_1


"masalah apa yang menimpanya?" klara penasaran.


"jadi begini, beberapa bulan lalu sane mendapat musibah, suami dan kakaknya mengalami kecelakaan pesawat saat perjalanan menuju canada suami sane sudah di nyatakan jadi korban kecelakaan itu karna jenazah sudah diketemukan tapi kakaknya belum ada kabar sampai sekarang" reyhan menceritakan kejadian yang menimpa sane.


"masyaallah! lalu bagaimana dengan sane" klara semakin memasang muka muram dan merasa kasihan dengan apa yang di alami sane.


"itulah mas kesana mas hanya ingin tau bagaimana kedaan sane dan ternyata memang sangat buruk sane kembali mengalami defresi seperti dulu saat ia ditinggal kedua orang tuanya" kata reyhan.


"kedua orangtuanya?"


"iya sayang sane sempat mengalami defresi yang cukup parah saat ia harus kehilangan orang tuanya di usia masih remaja"


"jadi orang tua sane sudah meninggal dan karna kecelakaan juga?!"


"iya saat itu sane masih berusia 13 tahun sane di urus oleh diki kakak laki satu-satunya dan sekarang kakaknya pun ikut meninggalkan dia padahal hanya diki harapan dalam hidup sane karna diki yang begitu menyayangi sane diki selalu memanjakan adiknya apapun yang sane minta diki gak pernah bisa menolak dan sekarang diki tidak ada" mendengar semua penuturan reyhan, klara merasa sedih tak terasa klara cairan dari matanya membasahi pipi klara.


"mas kasihan dia, kenapa mas gak ngajak aku ke sana untuk menemui dia?!"


"sayang aku gak bermaksud untuk membohongi kamu tapi aku juga takut kalau kamu salah paham"


"mas aku gak akan salah paham kalau mas cerita sebelumnya seperti sekarang justru kalau mas gak cerita sama aku dan aku tau dari orang lain kalau mas sering ketemu sane justru itu yang akan membuat aku salah paham.


"iya sayang terima kasih kamu bisa mengerti segalanya" ucap reyhan lalu mencium kening klara dan menariknya kepelukan reyhan.


"sayang kita kesana lagi tadi kamu cuma sebentar kan ketemu dia" sane menarik kepalanya dari dada reyhan.


"nggak sayang sekarang dia gak ada di sini neneknya membawa sane pulang ke jakarta"


"kalau gitu kita harus pulang ke jakarta siapa tau kalau dia ketemu kamu dia merasa terhibur dan merasa semua orang tak meninggalkannya iya kan?"


"kamu yakin?"


"iya mas aku yakin, dan aku yakin mas mencintai aku sekarang kan? meski sekarang sane sudah tak bersuami lagi" kata sane reyhan tersenyum reyhan kembali memeluk klara.


"kita pulang besok" kata reyhan.


"aku bilang sama mamah tentang ini gak apapa kan?"


"nanti biar aku yang akan bilang sama mereka"


"ya udah yuk kita temuin mereka lagi" klara melepas pelukan reyhan lalu dengan segera pergi menuju ruangan tempat dimana orangtuanya berada reyhan mengikuti klara.

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2