Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
Musuh bebuyutan


__ADS_3

saking banyak nya yang mereka ceritakan tentang kisah masing-masing hinga obrolan klara dan lira nampak semakin seru hingga dan mengahabiskan banyak waktu, mereka menceritakan kembali kisah kehidupan mereka selama di kampung nanglu dan tak hanya itu klara pun menceritakan kisah hidupnya dari awal meninggalkan kampungnya dan selama tinggal di jakarta, kisah manis pahit kehidupannya.


"Gak nyangka kamu pernah mengalami masa-masa pahit disini" kata lira.


"Tapi sekarang aku bahagia wat karna aku sekarang mendapatkan apa yang selama ini tertunda, aku dan intan mendapatkan kasih sayang orang yang aku harapkan.


"O iya ra bagaimana kabar rania? aku kangen sama dia"


"Rania! Dia juga ada di jakarta" kata klara.


"Di jakarta?"


"Iya dia tinggal sama suaminya di apartemen ********"


"Jadi dia sudah nikah juga, hukankah dia jadi guru?"


"Iya sebelum nikah dia jadi guru di luar daerah dan setelah nikah rania ikut suaminya ke sini"


"Kalau gitu kita bisa kesana dong kita kesina yuk!" Ajak lira.


"Tapi jangan sekarang" klara.


"Iya nanti saja kalau kamu ada waktu luang" lira.


Lama kedua sahabat itu mengobrol hingga memakan waktu beberapa jam, tak terasa sudah hampir sore, lira pun berpamitan pulang namun saat lira hendak berpamitan tiba-tiba seorang pria bertubuh tinggi putih tampan datang ke rumah klara pria tersebut tak lain adalah reynant melihat kedatangan reynant klara menyapa.


"Rey baru pulang?" Tanya klara yang melihat reynant datang dengan terlihat buru-buru mendengar nama rey lira segera memutar lehernya menoleh ke arah orang yang di sapa klara.


"Kamu!' Lira segera berdiri.


"Kamu!" reynant.


lira dan reynant bersamaan.


"Ngapain kamu di sini?" Tanya reynant.


"Terserah aku dong aku mau dimana juga!" Jawab lira.


"Tapi bisa gak? Gak usah ada di sini!?" Seru reynant.


"Heh memang nya siapa kamu larang-larang aku? Terserah aku dong memangnya aku merugikan kamu? Nngak kan?" Perdebatan lira dan Reynant kembali di mulai.


"Jelas lah aku terganggu" ucap reynant.


"Ya udah jelasin sama aku" mereka saling mendekatkan tubuhnya sedangkan klara hanya memperhatikan dan menjadi pendengar perdebatan mereka berdua dengan menggeleng kepala.


"lu tau mata gw sakit setiap gw melihat lu pengembala kambing! Lu itu bau kambing meski pun sekarang lu sudah berubah tapi tetep bau kambing dan mana kambing-kambing lu? apa dia sudah menolak di asuh sama elu?" cetus reynant.


"Enak saja sekarang gw bukan pengembala kambing lagi cam kan itu! Dan lu tuh yang bau tai"


"Hahahaha gw bau tai? mana ada gw bau tai, kambing aja gw gak punya, nah eluu udah jelas bergaulnya sama puluhan kambing" tukas reynant.

__ADS_1


"Iiiiihhhhh dasar lu laki-laki menyebalkan, rese, sombong, angkuh, egois" ucap lira seraya mengangkat tangannya di depan wajah reynan, meraup udara di depan muka reynant saking kesalnya pada reynant sebenarnya yang ingin ia raup benar-benar muka reynant.


"Lu tuh cewe nyebelin gara-gara lu baju gua penuh tai kambing dan gak ada jijik-jijiknya lagi meraup kotoran kambing, iyu dasar jorok kenapa di makan aja sekalian? malah di kasihbke gw" reynant mengingat masa lalunya saat lira alias wati mengotori bajunya dengan kotoran kambing.


"Ohhh alhamdulillah baju lu waktu itu penuh dengan kotoran kambing gw sampai bersyukur pada tuhan gw puas" kata lira sembari menengadahkan kedua telapak tangannya.


"Hei gak usah bersyukur dengan perbuatan jahat yang lu lakukan pada gw nanti lu kena laknat" reynant meraih kedua tangan lira yang tengah menengadah dan menggengamnya membuat jantung lira tiba-tiba berdetak ketika merasa tangannya di genggam reynant, ia dapat merasakan telapak.tangan reynant yang lembut di tangannya, lira sekejap memandang wajah reynant.


"Heh lu ngapain memandang wajah gw mulai tertarik lu sama gw?" Reyhan menghempas tangan lira kasar membuat lira tersadar kalau dia telah memandang wajah musuh bebuyutannya.


"Iiih amit-amit gw tertarik sama lu" elak lira, dan perdebatan mereka di hentikan oleh klara.


"Sudah sudah kalian ini apaan sih? Malah berantem di sini"


"Soryy ra, habisnya aku kesal sama orang ini ni" telunjuk lira hampiri mengenai hidung reynant yang lancip, dengan penuh penekanan terhadap reynant tapi reynant mengabaikannya.


"Kak ada yang tertinggal di kamar tempat tidur aku semalam apa kak klara menemukannya?" Tanya reynant pada klara.


"Barang apa?" Tanya klara.


"Kotak berwarna merah" jawab reynant.


"Ooohhh itu kakak taruh di laci nakas, tadi pagi bi asri yang menemukannya" ujar klara.


"Syukurlah, ketemu"


"Isinya bagus banget rey mau kamu kasih kesiapa?" Tanya klara.


"Ada deh" jawab reynant.


"Heeeehhh dasar laki laki nyebelin" cetus lira dengan mengepalkan kedua tangannya seraya mengehentak-hentakan kaki dengan kasar karna kesal mendengar ucapan reynant.


"emang iya" ucap reynant sambil berlari menaiki anak tangga.


"ra aku pamit ya sudah sore, dan sorry aku sudah buat keributan di sini!" ucap lira.


"gak apapa wat, lagian memang reynantnya juga gak mau ngalah" kata klara.


"ya udah ra aku pulang dulu yah" pamit lira.


"iya ra kamu jangan kapok datang kemari ya"


"gak lah, malah aku pasti sering datang kesini kamu gak apapa kan kalau aku sering kesini?"


"ya gak apapa dong malah aku seneng kamu sering kemari aku jadi punya teman ngobrol"


"ya sudah aku pamit yah"


"iya wat hati-hati di jalan yah"


"oke sip"

__ADS_1


setelah lira pergi reynant pun turun.


"ada gak rey?" Tanya klara.


"ada kak, kemana cewe rese itu?" reynant menanyakan lira.


"namanya azlira alias wati"


"iya lah, siapapun namanya, itu cewe tetep cewe rese"


"kamu jangan gitu dong sama perempuan! biasanya kamu lembut pada semua perempuan?"


"lembut juga sama cewe gimana dulu? kalau sama dia susah di lembutin" jawab reynant.


"tapi dia juga perempuan rey temanku lagi!"


"iya kak tau, ya sudah kak makasih ya, aku pulang dulu" pamit reynant.


"eh kamu belum jawab itu cincin untuk siapa?" Tanya klara.


"untuk calon istri" jawab reynant.


"ooo berarti udah ada dong calonnya"


"itu dia kak masalahnya belum ada"


"nah terus beli cincin untuk siapa?"


"untuk calon istri orang, kemarin andi nitip ini sama aku, tapi aku lupa bawa dan tadi nanyain makanya aku kesini"


"mau aja di suruh bawa-bawa barang orang, punya kamu dong yang di bawa"


"maksud kak klara aku beli cincin juga terus di bawa-bawa?"


"ya gak di bawa-bawa sama kamu tapi kamu cari calon istri dan kasih cincinnya ke calon istri kamu biar dia yang bawa kemana-mana di jarinya"


"pintar juga kakaku ini nyari selah kata-kata untuk ngeledek aku sebagai cowo jomblo"


"jomblo! jomblo gimana? cewenya di sana sini"


"kak klara jangan mancing jiwa playboyku aku sudah lupa sama cewe lain karna ada si azalea tapi sekarang karna kakaknya yang rese itu aku jadi males males juga sama dia"


"gak jadi alasan dong karna di sana ada wati terus kamu ngejauhin adiknya? kasian dong si alea"


"ya kakak bayangin kalau aku jadiin si alea istriku bagaimana nanti sama kakaknya setiap ketemu aku pasti berantem, lagi pula aku juga belun pacaran sama adiknya teman kak klara itu"


"ya sudah sama kakaknya aja nikahnya!"


"apa? kak klara ngaco"


"iya dong lagi pula ayahnya gak bakalan ngijinin si alea nikah duluan karna kakanya juga kan belum nikah"

__ADS_1


"iya juga yah, ahkk tapi aku gak mungkin nikahin kakaknya, lama-lama kak klara ngaco sudah ah aku mau pergi dulu" reynant kembali berpamitan pada klara kemudian ia beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan klara, klara tersenyum melihat tingkah adik iparnya apalagi ketika dia ingat saat rey berentem dengan lira membuat klara geleng kepala.


To Be Continue


__ADS_2