
Merenung di pagi hari dengan penuh kejenuhan dan perasaan yang tak karuan seperti yang di rasakan klara saat ini ia merasa dirinya semakin tak berharga di mata seorang reyhan merasa tak benar-benar di inginkan oleh orang yang benar-benar ia cintai.
Klara duduk termenung di atas kasur dengan menekuk kedua kakinya dan membungkuk seraya memeluk kedua lututnya, pikirannya meracau lalu tiba-tiba datang membawa sepiring makanan dan segelas minuman karna klara belum sarapan pagi.
"Kak sarapan dulu!" Ucap reynant lalu menaruh makanan yang ia bawa di atas nakas di tepi ranjang.
"Makasih rey, tapi aku gak lapar" jawab klara.
"Kak sebaiknya kak klara sarapan dulu baru kembali melamun biar ada tenaga saat melamun" celoteh reynant.
"Rey!"
"Ya"
"Rey kenapa dokter reyhan seperti itu? apa dia benar-benar mau membuat aku menderita?" Tanya klara.
"Kak, maaf bukannya aku membela bang han tapi kalau menurut aku bang han benar-benar mencintaimu" jawab reynant, dan jawaban reynant membuat klara terenyuh sementara.
"Apa mencintaiku?"
"Aku rasa begitu"
"Tapi aku rasa nggak"
"Hahaha, kak klara gak tau aja saat pertama kali dia mendapat jawaban iya dari kak klara ketika di ajak rujuk, bang han sangat senang dia bilang dirinya akan menjadi lelaki yang paling bahagia ketika kalian kembali bersatu" kata reynant.
"Aku rasa itu cuma mau menebus kesalahannya saja karna sudah menelantarkan intan" ujar klara.
"Nggak kak, kak klara tau gak? Semenjak ia pisah dengan kak sane dia gak pernah bermain dengan wanita manapun, bang han gak pernah menyentuh wanita manapun" tukas reynant.
"Terus kenapa dia lakukan setelah aku mau menerimanya kembali dan hendak kembaluli menikah?"
"Kak aku yakin kalau saat itu bang han gak nyadar dengan apa yang dia lakukan, dan aku juga yakin bang han gak mungkin melakukan hubungan tubuh dengan alin, aku pikir si alin mengada ngada" reynant.
"Apa alasannya dia berbuat seperti itu?" Klara.
"Karna dia sangat terobsesi dengan bang han, dia itu cewe sikho, dIa selalu berharap kalau bang han menjadi kekasihnya, sebelum kenal dengan bang han, si alin pernah menyukai pria lain yang juga membuatnya terobsesi dan berambisi untuk mendapatkan pria tersebut sampai-sampai alin mengurung cowoknya di dalam sebuah gudang kosong, ketika si pria akan melangsungkan pernikahan dengan wanita yang di cintainya untung kejahatan alin sempat terbongkar, tapi alin tak mau kalah dia mengaku hamil padahal kenyataannya sampai saat ini alin gak pernah melahirkan seorang anak, alin juga sempat memberikan obat perangsang pada pria yang menjadi obsesinya agar dia bisa benar-benar mendapatkan pria itu dengan alasan kehormatannya telah di renggut" reynant berusaha menjelaskan dan memberi tau kejahatan alin.
__ADS_1
"Terus apa dokter reyhan tau tentang itu semua?" Tanya klara.
"Ya dia tau bahkan bang han yang membantu alin untuk keluar dari semua permasalahannya atas permintaan ayahnya yang juga rekan bisnis bang han, dan sekarang malah berbalik semakin lama alin mengenal bang han malah dia semakin menyukai bang han dan mengartikan lain semua kebaikan bang han terhadapnya tapi perasaan alin terhadap bang han bukan lagi rasa cinta yang sebenarnya melainkan hanya obsesi yang menjadi ambisi seperti yang ia lakukan pada pria yang di sukainya dulu" kata reynant.
"Kalau dia tau! kenapa abang mu itu masih mau berdekatan dengan dia?" Klara.
"Sebenarnya bang han gak pernah berniat mendekatkan diri pada alin tapi bang han menghormati dia karna alin juga seorang dokter yang cukup berpengalaman di bidang ahli bedah saraf dan gak ada dokter lain yang bisa di andalkan ketika pasien di rumah sakit bang han benar-benar mengalami kondisi gawat darurat, ketika nyawa seseorang sudah di ambang kematian alin selalu mampu mengatasinya, dan hanya alin lah yang bisa di andalkan" tukas reynant, mendengar perkataan reynant klara hanya terdiam.
Klara memikirkan apa yang sudah dirinya hadapi Klara semakin bingung lalu klara bertanya lagi pada reynant.
"Rey apa semua yang kamu katakan itu bisa aku percaya, maksudku perkataan kamu kalau dokter benar-benar mencintaiku" tanya klara.
"Ya aku yakin, karna setiap bang han memiliki masalah aku yang lebih dulu tau segalanya begitu juga sebaliknya ketika aku dalam kesulitan bang han yang lebih dulu tau smua permasalahanku dan itu dari dulu dari semenjak kita masih kecil, kak sebaiknya kak klara sarapan lah dulu dan jangan terlalu berpikir terlalu keras pikirkanlah yang menurutmu pantas untuk di pikirkan, sekarang kak klara sarapan lah dan aku tinggal ya! aku harus segera pergi ke kantor ada hal yang harus aku selesaikan kak klara gak apapa kan kalau aku tinggal?" reynant.
"Iya aku gak apapa pergilah" reynant pergi keluar dari kamar klara sepeninggal reynant kembali menikmati kesendiriannya dan kali ini ia teringat perkataan reynant tentang alin dengan apa yang di katakan reynant.
Setelah lama berpikir, siangnya klara memutuskan untuk kembali ke rumah yang ia tempati sesampainya di rumah seperti biasa ia sambut semua pelayan di rumah tersebut.
"Siang non!" Sapa sang pelayan klara tak menjawab ia hanya senyum dingin kemudian ia langsung menuju kamarnya.
Di tempat lain
Sampai di dalam alin mendapati reyhan berdiri menghadap kaca, dengan percaya dirinya alin langsung memeluk reyhan dari belakang, reyhan merasa kaget dengan apa yang di lakukan alin reyhan langsung melepas pelukan alin.
"Alin sebaiknya kamu jangan pernah melakukan hal ini aku gak suka!" Ucap reyhan setelah melepas pelukan alin.
"Kenapa dok? Aku yakin dokter suka dengan pelukan aku apa lagi ciumanku iya kan?" Ucap alin dengan percaya dirinya seraya mendekatkan tubuhnya pada reyhan, reyhan diam sejenak ia memandang wajah alin.
"Aku gak nyangka wajah kamu cantik sekali apa lagi jika di pandang dengan jarak yang sangat dekat seperti ini, tapi sayang kecantikan wajah kamu tak sesuai ahlak mu, kamu betul-betul menjijikkan" tukas reyhan, alin yang awalnya merasa senang mendapat pujian dari reyhan ia harus menarik muka bahagianya dengan kekecewaan saat ucapan reyhan di akhiri dengan celaan.
"Apa maksudmu?" Alin.
"Maksudku? Maksudku kamu sudah mengerti sendiri gak usah aku jelaskan, asal kamu tau alin aku sama sekali gak tertarik sama kamu apa lagi dengan wanita nyosor macam kamu sama sekali aku gak menyukainya" reyhan tak lagi dapat menjaga ucapan nya dan seolah lupa jika dirinya adalah seorang dokter yang terkenal dengan wibawanya, tapi alin yang sudah merasa dirinya cantik dan tak mungkin ada orang yang mau menolaknya alin terkekeh dengan perasaan nya pada reyhan dan menganggap celaan reyhan hanya sebagai kata-kata manis sungguh sudah hilang akal bagi alin yang seorang dokter ahli bedah saraf.
"Dokter yakin gak suka sama aku?" Alin terkekeh dan ia hendak menyentuh pipi reyhan, namun di tepis oleh reyhan.
"Alin sudah aku bilang aku sama sekali gak sudah dengan sikap kamu itu"
__ADS_1
"Kalau dokter gak suka kenapa semalam dokter begitu menikmati ciuman kita?"
"Hehhhh" reyhan mendengus
"Kamu pikir aku sadar berciuman dengan mu dan kamu pikir siapa yang aku pikirkan saat aku mencium mu, o iya aku juga harus kasih tau kamu di setiap sudut tempat ini di lengkapi cctv jadi aku tau apa yang kamu lakukan selama kamu di sini semalam ketika menemaniku" tukas reyhan.
"Maksud mu?" alin mengerutkan alis.
Reyhan memandang anak buahnya yang berdiri mengawasi mereka berdua dan memberikan kode dengan gerakan matanya tanpa di suruh lagi anak buah reyhan tau apa yang harus di lakukannya ia membuka laptop kemudian memutar video di dalam laptopnya lalu memperlihatkannya pada alin, alin terkejut ketika ia melihat dirinya di dalam video tersebut disana terlihat saat ia melakukan aksinya alin memasukan serbuk ke dalam minuman reyhan rupanya serbuk tersebut adalah obat perangsang untung saat itu reyhan hanya sedikit meminum, minuman yang di berikan alin yang berisi obat perangsang tersebut hingga tak benar-benar membuat reyhan tak sadarkan diri apalagi obat tersebut masih dalam dosis rendah hingga reyhan bisa cepat sadar dengan apa yang lakukannya.
Melihat video tersebut muka alin terlihat memerah ia sadar kenapa ia sampai lupa kalau ruangan tersebut di lengkapi cctv.
"Bagaimana alin apa kamu masih mau bilang kalau aku sudah merenggut kehormatan kamu? Sayangnya gak akan ada yang percaya karna selain di pantri kamu lupa di sini juga di lengkapi cctv" mendengar perkataan reyhan alin terlihat menahan malunya hingga membuat ia susah untuk berucap.
"Do dokter aa aku melakukan itu karna aku mencintaimu" alin terbata.
"Tapi aku nggak, sama sekali aku gak mencintaimu"
"Dokter! bukankah dokter juga mencintaiku?"
"Kata siapa?"
"Dokter yang mengatakan kalau selain si klara itu dokter juga mencintai dua wanita lainnya dan aku yakin salah satunya itu aku"
"Hahaha" reyhan tertawa menggelegar.
"Kenapa kamu bisa berpikir aku mencintaimu kamu mau tau siapa dua wanita yang aku cintai itu? Wanita itu adalah ibuku dan juga anaku intan cinta dan kasih sayangku pada merka sama tanpa perbedaan kamu ngerti sekarang" jawab reyhan dan jawaban reyhan membuat alin terlihat kesal.
"Dokter kamu tega melakukan ini padaku?"
"Melakukan apa? Apa yang sudah aku lakukan padamu? Aku tidak melakukan apapun sama kamu mengenai ciuman waktu itu anggap saja itu hanya salah sasaran, dan alin ini surat pemecatan kamu sebagai tenaga medis di rumah sakit ku dan aku sudah membicarakannya pada dinas tadi pagi dan ketua dinkes menyetujuinya kamu akan di pindahkan ke rumah sakit rinto harapan medica maaf kamu gak bisa lagi bekerja di rumah sakit ini" reyhan memberikan surat yang ia keluarkan dari saku dalam jasnya.
"Apa dok? Nggak aku nggak mau pindah dari sini" tolak alin.
"Tapi kamu tetep harus pindah"
"Dok tapi aku lebih suka bekerja di rumah sakit ini" alin terkekeh.
__ADS_1
"Sekarang kamu bereskan barang-barangmu, aku masih banyak urusan lain" tanpa basa basi lagi reyhan pergi meninggalkan alin dengan di ikuti anak buahnya.
To Be Continue