
Di kediaman pak anggara
Di kamar bu karina dan pak anggara, pak anggara baru pulang dari kantor ia melihat bu karina yang tengah, membereskan lemari pakaian yang di bantu oleh salah satu pelayan di rumahnya, lalu bu karina menyapa suaminya dan mencium tangannya.
"Ayah sudah pulang ko mama gak denger suara mobil ayah" ucap bu karina sembari membuka jas pak anggara.
"Mamah terlalu sibuk sama lemari, jadi suaminya pulang gak di sambut" ujar pak anggara.
"Ah gak sibuk juga sih, mungkin kuping mamah aja lagi bermasalah" kata bu karina.
"Mamah ini" ucap pak anggara dengan senyumnya.
"Herni sudah belum? Kalau sudah, yang sebelah lagi gak usah besok aja" seru bu karina pada pelayan nya yang bernama herni yang sedang sibuk membereskan lemari pakaian nya.
"Semuanya sudah bu tinggal yang sebelah yang ibu maksud yang belum" jawab herni.
"Oh ya sudah besok aja, kamu kembali ke belakang aja bantuin yang lain" seru bu karina lagi.
"Baik bu kalau begitu saya permisi" ucap herni lalu keluar dari kamar tersebut dengan membungkukan badannya.
"Ayah tau gak? tadi mamah ketemu sama siapa" tanya bu karina.
"Ya ayah tau dari mana, orang seharian ayah sibuk di kantor, dan mamah juga gak ngasih tau ayah hari ini mamah ketemu siapa aja!" Ujar pak anggara.
"Ih ayah! Tadi mamah ketemu sama rinto di supermarket" ucap bu karina.
"Rinto?!! bukannya si rinto itu di luar negri yah" tanya pak anggara.
"Dia bilang dia sudah seminggu pulang ke jakarta.
"Terus mamah tanya kenapa gak menemui istrinya?" tanya pak anggara.
"Ya mamah tanya lah" jawab bu karina.
"Lalu dia bilang apa?" Pak anggara semakin penasaran sambil melucuti pakaiannya hendak mandi, lalu memakai piama mandi.
"Dia kaya orang bingung gitu waktu mamah tanya, terus mamah suruh klara bicara sama si rinto itu, dan klara langsung memarahinya.
" tukas bu karina.
"Jadi klara juga ada di situ?"
"Iya kan mamah ke supermarket sama klara" jawab bu karina.
"Klara memarahi rinto!!" Ucap pak anggara.
"Iya ayah tau gak dia berani banget loh sampai-sampai si rinto itu gak bisa berkata apa-apa, sampai kita keluar dari supermarket itu" kata bu karina.
"Ya jelaslah soalnaya dia aneh dan bingung!" Kata pak anggara.
__ADS_1
"Bingung?!" Ucap bu karina.
"Ya maksud ayah bingung soalnya kata-kata nya pasti kehabisan sama perempuan, kalau perempuan kan gitu laki2 ngomong baru satu kata perempuan menjawab sepuluh kata apa lagi kalau sudah nyinggung masalah dompet iya kan?" Ujar pak Pak anggara yang sedikit meledek istrinya
"Apaan sih ayah ini?!, mamah kan gak gitu, ayah ini kalau mamah cerita apa malah ke yang lain mamah gak suka!" Cetus bu karina.
"Tuh kan" ucap pak anggara.
"Apa?! ayah mau protes omongan mamah, ayah! kalau istri nya lagi curhat tuh, didengerin bukan nya malah nyinggung-nyinggung sipat perempuan, kalau perempuan emang seperti ini gak usah anda ceritain lagi tuan surya anggara, soalnya sudah jadi kodratnya, tapi kalau ayah yang suka ngomong kaya perempuan!, jadi perempuan aja udah sekalian" tukas bu karina dengan cemberut.
"Haah masa ayah jadi perempuan tar gimana dong mamah kasian!" Goda pak anggara sambil mendekati istrinya yang duduk di sofa kamarnya dengan wajah cemberut sambil membaca majalah, lalu pak anggra pun ikut duduk di samping istrinya.
"Gak lucu" ucap bu karina.
"Ayah tuh baru pulang kerja! Bukan nya dapat ciuman hangat dari istri nya malah di marahin" ucap pak anggara pada bu karina sambil merangkul pundak istrinya.
"Habisnya ayah istrinya curhat malah gitu" kata bu karina.
"Itu mah bukan curhat tapi ngegosip" kata pak anggara.
"Tuh kan mulai lagi" bu karina kembali kesal karna ucapannya di anggap candaan.
"Mah, ini bukannya klara!" Ucap pak anggara setelah melihat cover majalah yang di tutup istrinya di atas pangkuan.
"Mana?"
"Oh iya ini memang klara, ini mamah juga di kasih sama klra"
"Oh jadi sekarang dia jadi model juga?"
"Iya klara itu selain cantik ia juga berbakat"
"Oh gitu" lalu tiba-tiba pintu kamar pak anggara di ketuk seseorang.
"Ada apa?" tanya bu karina.
"Ada tuan robi di bawah" ucap seseorang dari luar yang tak lain adalah salah satu pelayan di rumah itu.
"Iya nanti saya temui suruh tunggu sebentar!" Seru pak anggara pada orang di balik pintu.
"Ada apa robi kemari?" Tanya bu karina.
"Namanya juga asisten peribadi ayah pasti ada keperluan pada ayah" jawab pak anggara, lalu pak anggara keluar dari kamar menemui robi di ruang tamu sedangkan bu karina pergi kedapur menemui pelayan dapur yang sedang mempersiapkan makanan untuk makan malam.
Di kamar klara.
Klara baru akan keluar dari kamarnya, hendak pergi kedapur sama seperti bu karina ia akan ikut membentu pelayan yang akan memepersiapkan makan malam karna itu juga sudah jadi kebiasaan klara dan bu karina,
Namun saat klara hendak keluar dari kamar tiba-tiba reyhan muncul di hadapannya.
__ADS_1
"Dokter!" Sapa klara yang juga sedikit merasa kaget karna reyhan tiba2 aja ada di depan kamarnya.
"Kamu lagi apa?" Tanya reyhan.
"Gak lagi apa-apa, dokter sendiri ngapain di depan kamarku" jawab klara.
"Aku mau ngajak kamu keluar kamu bisa kan?!" Seru reyhan.
"Kemana?" Klara balik nanya.
"Ya keluar kita makan malam di luar, maukan?" Ajak reyhan.
"Oh jadi dokter mau ngajak aku diner yah? aku mau!" Ucap klara.
"Nah itu, sekarang kamu gaul juga yah tau bahasa inggris" ujar reyhan.
"Ya kata itu sering di gunain saat aku shooting ketika mau adegan makan malam, eh aku ganti baju dulu yah" ucap klara dengan antusias dan kegirangan saat di ajak diner oleh reyhan, sedangkan reyhan hanya tersenyum melihat tingkah klara.
Tanpa mereka sadari pak anggara dan asisten pribadi nya robi hendak ke ruang kerja melihat klara dan reyhan berbincang ia menghentikan langkahnya sejenak dan dengan jelas mendengar pembicaraan mereka berdua pak anggra hanya mengelekan kepala.
Setelah reyhan kembali masuk kekamarnya pak anggara dan robi lalu melanjutkan niatnya dan masuk ke ruang kerja,
Di kamar reyhan.
Reyhan tengah menelpon seseorang
Lalu tiba2 klara memanggilnya dari luar kamar reyhan.
"Dokter aku sudah siap" ucap klara.
"Iya sebentar" jawab reyhan dari dalam kamar, lalu ia menutup sambungan telpon nya dan bergegas keluar mengahampiri klara.
Di ruang kerja
Setelahnya mereka berada di ruang kerja pak anggara duduk di kursi yang ada di ruangan tersebut sedangkan robi duduk di kursi yanga lain juga.
"Bagaimana menurut kamu robi mengenai mereka?" Tanya pak anggara pada asisten robi di setelah mereka duduk.
"Ya aku mengerti sekarang tuan" jawab robi
"Saya minta kamu terus cari informasi tentang mereka berdua" jawab robi.
"Iya tuan orang-orang kita sudah melaksanakan perintah tuan, dan saya kemari untuk membicarakan soal ini tuan" kata robi.
"Bagus lalu bagaimana hasilnya" tanya pak anggara,pak anggra penasaran dengan hasil kerja para anak buahnya.
apakah berita yang di bawa asistennya pribadi pak anggara ikutin terus ceritanya yah dan jangan lupa habis baca tinggalkan jejak dengan vote, like komen, and share novel keduaku yah terima kasih๐๐
TBC
__ADS_1