
Reyhan baru pulang kerja ia langsung membersihkan tubuhnya setelah selesai reyhan mengenakan pakain santai yang di siapkan klara tubuh reyhan terlihat segar.
"Sayang kita makan malam yuk" ajak klara menghampiri dan memeluk reyhan.
"Iya sayang, intan mana?" Tanya reyhan pada sang istri.
"Sama asri dia paling suka main sama asri meskipun ada mba ilah" jawab klara.
"Bi siti kapan kembali"
"Katanya dia akan segera kembali setelah semua urusannya di kampung selesai soalnya bi siti habis di tinggal ibunya" kata klara.
"Emmh ya sudah kalau dia selesai dengan urusannya suruh segera kembali kesini!"
"Iya sayang bi siti juga sebenarnya dia ingin segera kembali kesini cuma gak mungkin dia kembali dalam ke adaan masih berduka" klara.
"Sayang di kantor aku kangen banget sama rasanya ingin segera pulang" ucap reyhan.
"Yang bener?"
"Iya besok kamu dan intan ikut aku ke kantor ya!" Reyhan mngusap kedua pipi klara dan menciumnya.
"Emang boleh aku ikut?"
"Ya boleh lah! Siapa yang larang itu kantorku kamu lupa kalau aku CEO di sana?"
"Iya tuan CEO jadi besok aku ikut ke rumah sakit?"
"Bukan kerumah sakit sayang, di rumah sakit aku lagi gak ada tugas tapi ikut ke gedung perusahaan aku" reyhan.
"Ya udah aku ikut, tapi gak bakalan ada yang iri kan? Aku ikut CEO ke tempat kerja"
"Pasti! Yang iri banyak karna istri CEO nya cantik" celoteh reyhan di akhiri cuilan di hidung klara, kemudian klara memeluk suaminya dengan erat.
"Aemmmhhh sayang aku beruntung banget punya suami kaya kamu orang lain gak akan ada yang punya"
"Maaf kan aku sayang dulu aku pernah menelantarkanmu coba dari dulu kita seperti ini! Maafkan aku ya?" Tukas reyhan mempererat pelukannya lalu mengusap rambut klara.
"Sayang aku gak mau mengingat masa lalu karna sekarang aku bahagia bersamamu, Sayang kamu kerja capek gak?" tanya klara.
"Kenapa nanya gitu?"
"Ya gak apapa"
__ADS_1
"Kenapa? Apa kamu takut kalau malam ini kita gak bisa berkeringat berdua di atas kasur?" Goda reynant.
"Apaan sih?" Klara menepuk lembut dada bidang reyhan.
"Aku masih kuat sayang mau berapa kali kita malam ini?" Kelakar reyhan.
"Apaan sih, kok sekarang dokter reyhan yang tampan ini jadi mesum gitu otaknya" klara.
"Gak apapa lah mesum kalau sama istri" reyhan mencium kening klara dan berpindah ke bibir klara mereka.
"Bunda..." tiba-tiba intan masuk ke kamar ayah bundanya dengan segera mereka melepas ciumannya.
"Sayangku, ada apa? permata kesayangan ayah yang paling cantik tiada duanya di muka bumi" ucap reyhan sembari mengangkat tubuh intan yang mungil.
"Katanya tadi bunda yang cantik!" protes klara sambil tersenyum.
"Itu tadi sebelum kesayang ayah datang ke kamar ini" ucap reyhan.
"Gitu deh jadi sekarang bunda jelek karna ada mutiara bunda, ya udah deh bunda ngalah karna memang mutiara bunda ini yang paling cantik tiada duanya" klara memuji anaknya yang dalam gendongan reyhan kemudian memciumnya.
"Ayah gak di cium" ucap reyhan, Intan tertawa kecil.
"Ayah kan sudah besal masa di cium" cetus intan sembari menggidikan bahunya, membuat ayah dan bunda tertawa.
Di ruang makan.
Keluarga kecil tengah menikmati makan malam bersama, setelah menikah reyhan hanya sekali ia meninggalkan acara makan malam bersama anak istri nya itupun ketika reyhan reyhan masih bersikap dingin pada klara, reyhan selalu menyempatkan pulang cepat sesibuk apapun pekerjaannya.
Meskipun ia tak dapat pulang cepat karna pekerjaannya yang super sibuk reyhan akan menyuruh sopir untuk menjemput anak, sitrinya dan membawanya bertemu reyhan dan makan malam di restaurant terdekat dengan kantornya.
Intan selalu menjadi keceriaan di ruang makan ketika menikmati sarapan pagi, makan siang, ataupun makan mala, kali ini dia repot dengan makanannya karna di meja tak ada makanan yang dia inginkan, intan dengan cerewetnya memarahi para pelayan di rumah itu.
"Mana makanan intan? Bi asli, mba ilah makanan intan intan mana?" Tanya intan.
"Iya non" bi asri dan mba ilah muncul dari belakang karna merasa di panggil princes di rumah itu.
"Telol mata sapi intan mana?" Intan menunjuk makanan di mejanya.
"Sayang telor mata sapinya kan" ucap klara.
"Bukan ini bukan sapi" intan terkekeh.
"Tapi non ini bibi sudah masakin" kata bi asri.
__ADS_1
"Bukan, bukan ini bukan telol mata sapi mata sapi itu kan ada dua kili sama kanan ini cuma satu" tukas intan sembari memanyunkan bibirnya cemberut marah.
Medengar ucapan anaknya reyhan tertawa, begitu juga klara dan semua yang ada di sana.
"Ohhh iya bunda lupa, bi asri bikinin lagi telor mata sapi dari dua telor di satuin dengan bagian kuningnya di bikin kaya dua bola mata ya!" Seru klara pada bi asri.
"Kamu bisa lupa kesukaan anaknya" kata reyhan.
"Iya aku lupa soalnya dia udah lama gak minta telor mata sapi, dan biasanya yang masakin bi siti" ujar klara.
Tak lama pesanan sang princes pun sudah jadi sesuai pesanan bi asri membawanya ke meja makan.
"Ini non" kata bi asri.
"Bener kan kaya gitu?" Tanya klara.
"Iya! Kata bi siti kalau mata sapi itu ada dua jadiiiii kalau satu bukan mata sapi!" Ucap intan.
"Mata apa dong?" Tanya reyhan.
"Mata minion" jawab klara. Klara kembali tertawa.
"Minion apa sayang" tanya reyhan karna ia tak tau apa yang di maksud ayanya.
"Ayah minion itu kartun yang berwarna kuning yang salah satunya memiliki satu mata" klara menjawab pertanyaan reyhan yang di tujukan pada intan.
"Aduuh bi siti ko ngajarin gak bener" ucap reyhan.
"Gak gitu sayang maksud bi siti biar intan makannya banyak sebab waktu itu intan susah makan, saat makan intan gak pernah menghabiskan makanannya makanya bi siti selalu mengsiasati dengan berbagai cara biar ***** makan intan bagus" klara menjelaskan agar suaminya tidak salah paham pada orang yang sudah mengahabiskan waktu untuk mengurus anaknya.
"Maafkan aku sayang di saat-saat sulit kamu dan intan dulu aku gak ada di sisi kalian" ucap reyhan.
"Gak apapa sayang itu sudah berlalu intan dan aku sekarang bahagia berkat kamu juga" kata seraya menggengam tangan reyhan, lalu reyhan mengusap pipi klara.
"Sayang apa itu bakalan habis?" Tanya reyhan pada anaknya saat pandangannya ter alihkan pada intan yang tengah menikmati makanan yang dipesannya.
"Nggak nanti bi asli yang habiskan" jawab intan.
"Biasanya yang ngabisin bi siti tapi karna sekarang gak ada bi siti pasti intan nyuruh bi asri yang ngabisin" kata klara.
Suasana di ruang makan terasa hangat karna hadinya satu keluarga kecil yang tengah menikmati makan malam bersama.
To Be Continue
__ADS_1