Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
Kehamilan kedua


__ADS_3

Perjalanan menuju jakarta.


Di tengah perjalanan klara merasa keadaannya kurang baik padahal setelah lama tinggal di jakarta setiap naik kendaraan gak pernah lagi merasakan yang namanya mabok kendaraan tapi kali ini entah mengapa klara merasa perutnya seakan di aduk-aduk keringat dingin mulai keluar dari dahi dan juga pelipisnya.


Melihat istrinya terlihat gelisah reyhan merasa khawatir.


"Sayang kamu gak apapa kan?" Tanya reyhan.


"Gak tau sayang perut aku mual dan rasanya gak enak banget" jawab klara.


"Mungkin mabok kendaraan" kata reyhan.


"Aku sudah lama gak mabok kendaraan kaya gini semenjak aku tinggal di jakarta, tapi sekarang benar-benar gak enak banget" ucap klara.


"Mungkin karna perjalanan jauh, yaudah kita istirahat sebentar di sana ya!" Ajak reyhan lalu mengehentikan mobilnya di tepi jalan sedangkan intan yang duduk di jok belakang yang terlihat asyik dengan mainannya yang tak pernah ia tinggal kemanapun ia pergi, merasa ayahnya menepikan mobilnya intan pun penasaran.


"Kenapa ayah?" Tanya intan.


"Sebentar sayang kayanya bunda lagi gak enak perutnya" jawab reyhan.


"Sayang kita istirahat dulu di sana!" Seru reyhan menunjuk restaurant di tepi jalan reyhan memarkirkan mobilnya di area parkir restaurant setelah mobil terparkir reyhan mengajak klara dan intan untuk memasuki restaurant.


"Untuk apa kita kesini sayang?" Tanya klara.


"Sayang, perut kamu lagi gak enak kita cari minuman hangat dulu" jawab reyhan.


"Tapi mas" tiba-tiba "uwek uwek uwek" klara berlari kembali keluar dari resturan.


"Sayang kenapa? Mual lagi?" Tanya Reyhan.


"Sayang, aku gak tau tiba-tiba perut aku mual mencium bau masakan di dalam" kata klara.


"Mual?! Terus sekarang gimana?" Reyhan mulau panik.


"Kita lanjut pulang aja!" ajak klara.


"Tapi kamu?!"


"Gak apapa kita lanjut pulang aja"


"Beneran?"

__ADS_1


"Iya sayaang"


"Ya sudah kita ke mobil lagi" akhirnya mereka pun melanjutkan perjalanan dengan ke adaan klara yang kurang baik sedangkan mobil reynant sudah jauh di depan meninggalkan reyhan.


Reyhan khawatir melihat klara yang sebentar-sebentar ingin muntah.


"Setelah sampai nanti Kita langsung kerumah sakit" kata reyhan.


"Untuk apa sayang?" Klara.


"Kamu kelihatan lemas banget"


"Gak apapa gak usah kerumah sakit nanti juga setelah di istirahatkan pasti sembuh ko" klara.


"Iya tapi tetep kamu harus di periksa, tau gini aku bawa sopir" gerutu reyhan. "tapi waktu kamu berangkat ke pelabuhan ratu kamu apa-apakan?" reyhan kembali bertanya.


"Sebenarnya agak kurang enak, tapi gak kaya sekarang" klara.


"Ya sudah sebentar lagi kita sampe" reyhan melajukan mobilnya dengan kecepatan di bawah maksimal.


Setelah beberapa jam akhirnya mereka sampai di jakarta reyhan membawa klara kerumah sakit untuk di periksa karna melihat klara yang terlihat pucat sedangkan intan pulang lebih dulu kerumah dengan di jemput sopir dan suster pengasuhnya yang di telpon reyhan agar menjemput intan di tempat yang di reyhan janjikan, karna reyhan tak mau jika intan ikut masuk ke rumah sakit dan tertular penyakit sebab anak-anak lebih rentan tertular penyakit, mengingat rumah sakit tempatnya orang sakit menjual penyakitnya pada dokter-dokter ahli.


Klara mulai di periksa dokter setelah di periksa dokter menanyakan kapan klara terakhir menstruasi klara berusaha mengingat.


"Kayanya sudah satu bulan yang lalu dok" klara mengerutkan alisnya karna merasa aneh kenapa tiba-tiba sang dokter menanyakan soal kapan dirinya terakhir datang bulan.


"Sebulan yang lalu kayanya sudah kelewat dari satu bulan ya?!" Kata dokter.


"Memangnya kenapa dok?" Tanya reyhan ya g sedari tadi hanya mendengarkan percakapan antara klara dan sang dokter.


"Kita tes urine dulu ya" saran dokter lalu memberikan tes pek dan tempat untuk menampung urine. Lalu klara pergi ketoilet yang berada di ruangan tersebut setelah selesai klara keluar dan memberikan hasil tesnya pada dokter.


Dokter melihat hasil tespeknya dokter tersenyum seraya memandang suami istri di hadapannya.


"Selamat dokter reyhan anda akan memiliki dua anak dengan tumbuhnya lagi janin di rahim istri anda" Ucap dokter.


"Apa dok? Jadi sekarang istri saya lagi hamil?" Reyhan terlihat begitu senang mendengar istrinya kembali hamil.


"Iya dok selamat ya dok reyhan" dokter mengulurkan tangan untuk memeberikan selamat pada reyhan dan klara.


"terimakasih dok"

__ADS_1


"Sama-sama tolong di jaga pola makan nya dan saya akan resepkan obat anti mualnya" kata dokter.


"iya dok, sekali lagi terima kasih" Reyhan.


"iya sama-sama, bunda di jaga ya kamdungan nya!" seru dokter pada klara.


"iya dok pasti, terima kasih dok"


"iya sama-sama"


"Kalau begita kami pulang dulu!" Pamit reyhan lalu menggengam tangan klara dan membawanya keluar dari ruangan dokter.


"mari dok" ucap klara.


"iya"


Di dalam mobil reyhan melirik klara yang masih terlihat lemas reyhan mengenggam tangan klara yang di taruh di atas pahanya reyhan mencium tangan klara dengan pandangan fokus pada jalanan sedangkan tangan yang satunya ia gunakan untuk memegang kemudi.


"Terima kasih sayang! Ini hadiah terbesar buatku, aku janji kali ini aku akan benar-benar menjaga dan juga calon bayi yang ada dalam kandunganmu" ucap reyhan sambil terus menciumi tangan klara sedangkan klara hanya tersenyum.


"Anak yang dalam kandunganku kali ini sangat beruntung karna ayahnya akan selalu ada disisinya tidak seperti intan" mendengar ucapan klara reyhan menghentikan mobilnya, lalu membalikan badan menghadap klara dan meraih kedua tangan klara.


"Sayang tolong kamu jangan pernah bilang seperti itu, aku tau itu dosa terbesar aku pada kalian, tapi kali ini aku janji akan menjaga kalian dengan segala kemampuanku" kata reyhan.


"Kamu gak akan meninggalkan kami lagi kan?" Ucap klara dengan mengeluarkan air mata.


"Sayang jangan pernah berpikir kalau aku akan kembali meninggalkan kalian lagi, aku gak akan pernah meninggalkan kalian lagi, gak ada alasan lain lagi untuk aku meninggalkan kalian, karna kamu tau? Alasan untuk semua yang aku lakukan adalah kamu, intan, dan sekarang anaku yang ada dalam kandunganku gak yang paling berharga untuku selain kalian keluarga kecilku ini, percaya lah" tukas reyhan, klara memandang wajah reyhan seolah mencari kejujuran di mata suaminya itu, setelah beberapa lama memandang reyhan lalu klara memeluk reyhan.


"Aku gak mau kehilangan kamu lagi!" Ucap klara seraya dalam pelukan reyhan.


"Jangan pernah berpikir begitu sayang aku gak akan pernah meningalmu dan anak-anakku percayalah!" Kembali reyhan meyakinkan istrinya, melepas pelukannya dan mengenggam kedua pipi klara lalu mengusap airmata yang membasahi pipi klara.


"Aku sayang kamu aku mencintai kamu istriku yang mungil dan cantik" ucap reyhan lalu mencium kening dan mendarat di bibir sang istri.


"Kok mungil!" Protes klara setelah melepas ciuman reyhan.


"Iya mungil, kecil" ujar reyhan sembari menyentilkan ujung jari telunjuknya..


"Iiihh memangnya aku semut" klara menepuk lengan reyhan dan kembali membenarkan duduknga, Reyhan tersenyum lalu kembali mencium tangan klara, kemudian ia membenarkan duduknya menghadap kedepan dan kembali menancapkan gas mobil pun melaju untuk melanjutkan tujuan pulang.


To Be Continue

__ADS_1


__ADS_2