
Bangun dari mimpi buruk! hadapi hari dengan penuh semangat, tubuh yang bugar membangun kekuatan hati dan pikiran semakin jernih, karna kekuatan hati dan keyakinan itu tumbuh jika kita sadar bahwa hidup bukan di atur diri orang lain, akan tetapi oleh diri kita sendiri asal kita mampu mengendalikan napsu dan akal sehat, dan kita mampu meyakinkan diri kita bahwa hidup kedepannya yang paling berharga karna kita tidak tau apa yang akan terjadi di masa mendatang.
Matahari menyingsing masuk melalui celah-celah ruang, aktifitas pagi akan di mulai kembali cerita baru yang akan mengubah cerita sebelumnya.
Seorang wanita single parent yang menjalankan hidup selalu apa adanya pagi itu keadaannya tak seperti hari kemarin yang terlihat muram durja karna sepasang mata melihat suatu hal yang sama sekali tak di harapkan setiap yang dilihat sepasang mata maka hati akan bicara lalu otak mulai bekerja dengan berpikir tentang apa yang di lihat.
Klara kini terlihat lebih berbeda klara akan memulai rutinitasnya di luar rumah klara hendak ke rumah produksi perfilman yang akan mengontraknya untuk bermain di flm yang sudah di siapkan untuknya atas tawaran bu laras yang tak lain orang suruhan bu sapira sang pemilik PH.
Hari itu klara hendak menemui bu saphira dan telah membut janji, bi siti tersenyum melihat klara yang kembali bersemangat, sedangkan intan hari itu akan di bawa bu karina ke prancis bersama pak anggara untuk memenuhi undang pernikahan putra koleganya disana, bu karina pun sudah tau jika klara mendapat tawaran main film, pagi itu klara nampak sibuk memepersiapkan segalanya dari mulai perlengkapan intan yang mau di bawa ke perancis dan juga keperluannya sendiri.
"Bi siap perlengkapan intan yang mau di bawa? bentar lagi mamah mau jemput" Ujar klara, sembari sibuk mempersiapakan semua keperluannya yang di minta by laras juga mempersiapkan perlengkapan intan yang lain.
"iya non, non jadi ketemu bu saphira?" Tanya bisiti.
"Jadi bi" jawab klara sembari sibuk kesana kemari.
"Bibi ikut aja ke paris, sama mamah! Mamah kan mau ngajak bibi juga" Seru klara.
"Gimana ya non!?"
"Kalau bibi gak mau juga gak papa, pakain intan yang mau di bawa sudah di masukan semua bi"
"Semuanya sudah non"
"Ya udah mamah bentar lagi mau kesini ngejemput intan" saat sedang sibuk mempersiapkan segalanya ponsel klara bunyi karna ada panggilan masuk.
"Dokter reyhan!" Gumam klara katika melihat nama dokter reyhan di layar ponselnya, lalu klara mengangkat panggilan masuk tersebut.
"Ya! ada apa?" Tanya klara pada reyhan.
"Sejak kapan kamu ubah kode apartemen?" Cetus reyhan.
"Maksud dokter?" Klara mengrutkan alisnya.
"Gak usah banyak tanya cepat buka pintu aku mau jemput anaku" ucap reyhan.
"Anaku! kemarin kemana aja?" Gerutu klara namun bisa di dengar oleh reyhan lewat ponselnya.
"Ga usah ngegerutu cepat buka!" Seru reyhan dengan sedikit kesal klara membuka pintu.
"Sejak kapan kamu ganti kode" tanya reyhan pada klara setelah pintu terbuka tanpa basa basi reyhan lansung masuk.
"Emang apa masalahnya?" Klara ketus.
__ADS_1
"aku jadi ribet kalau harus masuk kesini" Tukas reyhan.
"Ya gak usah kesini! Lagian anda pikir ini toilet umum bisa keluar masuk sembarangan" klara.
"Berapa kode nya?" Reyhan.
"Kode apa?" Klara
"Cepat berapa" ucap reyhan penuh penekanan.
"Kayanya gak perlu" klara.
"Berapa kodenya cepat!" Seru reyhan sembari mendekati klara hingga beberapa centi.
"Aku bilang gak usah!" Klara terkekeh.
"Oh gitu" reyhan semakin mendekatkan wajahnya dan tiba-tiba.
"Ayah!" Seru intan dari belakang klara, klara membalikan badan begitu juga reyhan pandangannya kini tertuju pada anak nya.
"Sayangku" ucap reyhan, lalu mendekati intan kemudian menggendongnya, sedangkan klara ia kembali menyelasikan pekerjaannya yang tertunda.
"Kesayangan ayah udah siap belum? neney nyuruh ayah untuk jemput tuan putriku ini!" Kata Reyhan pada intan.
"Iya udah, sekalang intan sudah siap, iya kan bunda?" intan menoleh pada klara dan masih dalam gendongan reyhan.
"Mana perlengkapan intan?" Tanya reyhan pada bi siti.
"Ini tuan muda" bi siti menyodorkan koper intan dengan model dan bentuk yang lucu berwarna pink bergambar barbie, lalu reyhan menurunkan intan dari gendongannya kemudian meraih pegangan koper milik anaknya, reyhan melirik pada bi siti.
"Bi! Bibi gak ikut?" Tanya reyhan.
"Maaf tuan bibi gak bisa ikut!" Bi siti.
"Kenapa?"
"Bibi dapat telpon dari kampung, kayanya bibi mesti pulang kampung dulu" ucap bi siti.
"Emmhh gitu, ya sudah kalau begitu kita berangkat" ajak reyhan pada intan.
"Sayang nanti disana jangan suka nakal ya! Jangan suka ngerepotin nenek, dan jangan jauh-jauh dari nenek" seru klara pada intan ketika intan hendak di bawa reyhan keluar apartemen.
"Iya bunda"
__ADS_1
Lalu dengan segera reyhan menuyun intan sedangkan tangan sebelahnya lagi nenggerek koper intan.
"Sayang!" Panggil klara pada intan intan pun menghentikan langkahnya.
"Bunda belum dapat ciuman!" Ucap klara, lalu klara mendekati intan yang sudah hampir di ambang pintu kemudian klara berjongkok menyetarakan tubuhnya dengan intan lalu klara menciumi wajah intan.
"Sayang jangan lupa sama bunda ya!" Seru klara seolah akan di tinggal bertahun-tahun.
"Hey intan itu disana paling cuma dua hari, udah kaya mau beroisah bertahun-tahun" ucap reyhan yang melihat klara menciumi wajah intan sembari menangis.
"Ya kan aku gak pernah berpisah jauh sama intan, aku pasti kesepian dan kangen banget sama dia" kata klara sembari mengusap air matanya yang jatuh ke pipi putihnya.
"Sudahlah aku gak suka melihat drama drama kaya gini. ayo sayang" cetus reyhan lalu kembali mengajak intan.
"Dasar dokter berhati kodok" ucap klara setelah reyhan dan intan berlalu klara kembali ke dalam ia teringat ucapan bi siti saat ngobrol dengan reyhan bahwa bi siti akan pulang kampung.
"Bi!" Panggil klara pada bi siti.
"Iya non" bi siti muncul dari arah dapur.
"Bi emang bener bibi mau pulang kampung?" Tanya klara.
"Iya non bibi harus pulang kampung katanya ibu sakit parah" jawab bi siti.
"Ibunya bi siti!?"
"Iya non"
"Ya allah, sejak kapan bi sakitnya?"
"Sudah hampir satu minggu"
"Lalu kenapa bi siti gak ngomong sama klara!?"
"Gimana ya non, sebenarnya bibi berat meningalkan nona klara sama nona kecil"
"Ko gitu!, harusnya bibi pulang dulu dari kemarin kemarin kasian kan ibunya bi siti apalagi bi siti sudah lama gak pulang kampung"
"Iya non makanya bibi hari ini mau ijin pulang kampung mumpung nona kecil nggak ada" ucap bi siti.
"Iya bi klara ijinin tapi nanti bibi harus pulang lagi ke sini stelah ibunya sembuh!" Ujar klara.
"Iya non pasti, terima kasih non, bibi sekarang beres-beres dulu ya non"
__ADS_1
"Iya bi" kemudian bi siti pergi ke kamarnya untuk memebereskan barang yang akan di bawanya pulang kampung, setelah membereskan semua barang yang akan di bawanya bi siti berpamitan pada klara dan setelah bi siti pergi klarapun pergi ketempat yang sudah di niatkan olehnya.
To Be Continue