Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
46 klara mulai kontraksi


__ADS_3

Malam hari di kediaman keluarga anggara reynant tengah berada di kamar orang tua nya ia membicarakan soal klara pada ibu nya dan juga ayahnya.


Reynant dan bu karina duduk di sofa yang ada di kamar tersebut sedangkan pak anggara ia duduk di kasur bersenderan dengan menyelonjorkan kakinya di atas kasur.


"Mam kayanya kak klara benar-benar mencintai bang han aku yakin" reynant.


"Kenapa kamu bisa seyakin itu?!" Tanya bu karina.


"Setelah beberapa hari aku di rumah aku sering memperhatikan dia bahkan saat aku bilang kalau mamah sama ayah ke korea untuk ngelamar sane sepertinya sangat terpukul, sampai-sampai aku sendiri gak tega ngeliatnya" ucap reynant.


"Sebenarnya mamah juga yakin kalau klara memang benar-benar anak baik dan terlalu polos" kata bu karina.


"Ayah sendiri gimana?" Tanya reynant pada pak anggara.


"Ya ayah pikir juga begitu" ucap pak anggara.


"Lalu kita harus bagaimana?" Tanya bu reynant padakedua orangtuanya.


"Kita akan tetap memperlakukan klara sebagai mana mestinya, sebagai menantu di rumah ini mamah juga merasa bersalah karna selama klara tinggal di sini mamah gak terlalu memperhatikannya apa lagi sama kandungannya karna mamah pikir itu anaknya rinto" ujar bu karina.


"Tapi mam bagaimana dengan bang han?" Tanya reynant.


"entahlah mamah juga bingung dengan abang mu itu dia masih mengharapkan sane padahal sane sudah ada pria lain" bu karina terlihat termenung ketika mencaritakan anak sulungnya itu.


"Sudahlah mam kita juga gak bisa memaksakan kehendak kita pada reyhan mungkin nanti dia bakalan berpikir sendiri dia itu sudah dewasa, apa yang mau dia lakukan biarkan saja kalau memang dia bisa menyelesaikan masalah nya sendiri" kata pak anggara.


"Tapi ayah... mamah takut dia salah langkah dengan terus mengharapkan sane yang sekarang sudah tak mencintai nya lagi, mungkin mamah bakalan mendukung keinginannya meskipun terpaksa karna mamah pasti merasa gak tega sama klara, kalau sane dan reyhan masih saling mencintai tapi ini nggak, sane sudah di miliki orang lain hatinya sudah tertutup untuk reyhan dan kayanya sane juga sudah tau kalau reyhan sudah menikah karna sane bukan orang sembarangan ia bisa mengetahui semuanya itulah sebabnya sane tak mau kembali pada reyhan lagi" tukas bu karina.


"Ahkk rey jadi bingung" ucap reynant menarik napas panjang lalu meneyenderkan bahunya pada sofa.


"Sudahlah mam biarkan reyhan dengan keinginannya, kalau keinginannya tak dapat ia capai toh dia sendiri yang bakalan merasa capek nah dari sana dia bakalan menyesali perbuatannya, dan baru dia bakal sadar siapa orang yang benar-benar mencintainya" pak anggara.


"Ya mungkin harus seperti itu" sambung bu karina.


"Ribet yah hidup bang han!" Ucap reynan.


"Kamu ini! Terus kamu sendiri gimana?" Tanya bu karina pada anak di sampingnya itu.


"Aku?!" Reynant.

__ADS_1


"Iya kamu!" bu karina.


"Ya aku gak apa-apa emang aku kenapa?" Celoteh reynant.


"Kamu sudah punya pacar?" Goda pak anggara.


"Ayah jangan ikut-ikutan mamah deh!" seru reynant.


"Ya kan ayah kamu cuma nanya" bu karina.


"Aku gak suka cewe" ucap reynant sambil beranjak dari duduknya hendak pergi meninggalkan ayah sama ibunya yang kepo padanya.


"Apa kamu gak suka cewe terus kamu suka sama cowo gitu iya?" Bu karina kaget dengan ucapan anaknya.


"Ya nggak lah mam masa suka sama cowo jeruk makan jeruk dong" jawab reynant sambil melangkah kan kakinya untuk keluar kamar.


"Rey mamah belum selesai bicara lho!" Seru bu karina namun tak di gubris oleh reynant ia dengan segera keluar dari kamar tersebut.


"Dasar anak itu, masa bilang gak suka sama cewe terus dia suka nya sama apa masa sama cowo, ayah kenapa sich anak kita kelakuan pada aneh-aneh" kta bu karina pada suaminya yang hanya tersenyum memandang ibu dari anaknya itu yang berhasil di buat geram sama anaknya sendiri.


"Sudahlah mam gak usah di pikirin reynant itu cuma godain mamah, sudah malam sini kita tidur" kata pak anggara.


"Ayah ini gimana sich masa gak di pikirin" ujar bu karina sambil berjalan mendekati suaminya lalu bu karina naik ke tempat tidur.


Klara yang baru bangun tidur ia terlihat mengerjapkan matanya semalam ia tak dapat tidur dengan nyenyak ia merasa gelisah semalaman entah apa yang ia rasakan.


"Jam berapa ini?" Gumam klara lalu ia melihat jam beker di atas nakas ia melihat baru pukul lima pagi klara dengan segera beranjak dari tempat tidur nya untuk melaksanakan shalat subuh.


Belum sampai ia ke kamar mandi klara tiba-tiba merasa perutnya sakit dan ia juga merasa ada cairan yang keluar dari ***********.


"Aaaaww....." jerit klara.


"Kenapa perutku sakit sekali" Gumam klara.


Lalu dengan segera klara keluar kamar ia mencari orang yang mungkin melintas di depan kamarnya dan dengan kebetulan seorang pelayan yang biasa membereskan ruang atas ia terlihat di sana.


"Mba..." panggil klara.


Mba yang merasa di panggil ia menoleh pada klara.

__ADS_1


"Iya non panggil saya! ada apa?" Tanya mba.


"Mba tolong perutku sakit sekali" ucap klara.


"Apa non perutnya sakit, jangan-jangan non mau melahirkan, sebentar ya non mba panggil ibu dulu" lalu dengan segera mba nya berlari ke kamar nyonya besarnya.


"Tok tok tok" suara pintu di ketuk.


"Bu...bu...!" Setelah beberapa kali mba nya memanggil majikannya itu majikannya pun keluar.


"Ada apa mba jam segini manggil saya?" Tanya bu karina.


"Bu non klara sepertinya mau melahirkan" ucap mba.


"Apa ya sudah kita kesana" ajak bu karina yang masih mengenakan piama tidurnya.


"Saat sampai di kamar klara, klara tengah menangis karna merasakan perutnya yang sakit.


"Sayang kamu kenapa?" Tanya bu karina.


"Parut klara sakit sekali bu" jawab klara sambil meringis kesakitan.


"Sayang sepertinya mau melahirkan kita kerumah sakit sekarang, mba kamu bangunkan reynant dan juga tuan! Dan suruh mang wiwi menyiapkan mobil, panggil semua palayan untuk mempersiapkan keperluan persalinan klara" Seru bu karina pada pelayannya.


"Baik bu" lalu dengan segera pelayan tersebut nelaksanakan perintah majikannya.


Tak lama kemudian pak anggara dan reynant datang ke kamar klara


"Ada apa mam?" Tanya reynant yang masih terlihat ngantuk.


"Kamu ini gak liat nich kakak ipar mu meringis kesakitan karna mau melahirkan" Ucapan bu karina membuat klara yang sedang marasakan sakit tiba-tiba ia kaget mendengar sebutan kakak ipar untuk reynant.


"Mam" ucap reynant menyadarkan mamahnya kalau dia keceplosan.


"Mamah" ucap klara.


"Sayang nanti nanyanya kamu lagi sakit" tukas bu karina.


"Nyonya mobil sudah siap!" Kata mang wiwi.

__ADS_1


"Oke kita berangkat sekarang, bi siti ikut kita bawa semua keperluan bayi dan juga baju ganti untuk klara nanti" seru bu karina pada bi siti yang baru datang kekamar klara.


"Baik bu" semua nampak sibuk di pagi itu karna cucu pertama keluarga anggara akan segera hadir kedunia.


__ADS_2