
Empat hari yang lalu sepulang dari jakarta
reynan ikut ke kampung nanglu bersama orang tua klara guna untuk melihat tanah yang akan di jual karna bu karina berniat untuk membeli tanah di sana, saat reynant memasuki kampung nanglu reynan mulai mersakan nuansa alam reynant dan orang tua klara saat sampai di bandara mereka di jemput mobil milik perusahaan keluarga angara.
"pak udaranya sejuk sejuk yah!" ucap reynant.
"iya mas kan di sini pegunungan" jawab pak abdi.
"pak selama aku di kampung nanglu boleh gak aku nginep di rumah bapak!?" reynant.
"boleh mas tapi rumah kami jelek tempat tidurnya juga nggak se empuk di rumah mas rey" kata pak abdi.
"gak apa-apa pak" kata reynant.
"ya sudah kalai mas reynant mau nginep di rumah kami"
"dari pada aku di rumah dinasnya bang reyhan cuma sendirk!" reynant
"tapi sekarang sudah ada yang isi mas pengganti dokter reyhan" pak abdi.
"emmmh dokter juga?" tanya reynant.
"bukan mas cuma mantri kesehatan" jawab pak abdi.
"ohhh, pak kita masih jauh gak?" ucap reynant lalu reynant melihat ke arah bu indi yang sedang di pijat-pijat kepalanya oleh ali, bu indi tampak pucat karna mabok perjalanan.
"bu gak apa-apa kan? muka nya nyampe pucet gitu!" Tanya reynant.
"gak apa-apa di kerok juga nanti sembuh" jawab bu indi dengan lemas.
"kasian banget!" reynant.
gak satu jam dari saat mereka mengobrol di dalam mobil akhirnya mereka sampai di rumah pak abdi sang sopir memarkikan mobilnya di halaman rumah pak abdi atas seruan pak abdi.
"nyampe mas di rumah kami" kata reynant.
"ini rumah pak abdi?" tanya reynant.
"iya mas sebaiknya mas reynan urungkan niat mas untuk nginep di rumah bapak, rumah bapak begini adanya" ucap pak abdi.
"Jadi bapak gak boleh rey nginep di sini ya sudah kalau begitu aku pulang lagi aja ke jakarta" cetus reynant.
"Loh masa pulang lagi ke jakarta kan jauh mas!" Pak abdi.
"Kan pak abdi gak boleh aku nginep disini" reynant.
"Bukannya gak boleh mas tapi rasanya gak pantas mas reynant nginep di gubug jelek seperti ini, kalau mas reynant mau boleh-boleh saja, ibu sama bapak akan senang sekali malah suatu kehormatan bagi kami karna mas reynant mau nginep di sini cuman ya gitu bapak gak bisa menjamu seperti di rumah mas reynant hanya bisa menjamu seadanya ma'lum mas disini kampung" tukas pak abdi.
"emang siapa yang mau di jamu berlebih sudah lah pak aku gak bakal minta macam-macam ko" ucap reynant, pak abdi tersenyum mendengar ucapan reynant, melihat pak abdi yang diam hanya tersenyum sembari memandangnya reyhan menyadarkan pak abdi.
"Ya sudah kalau begitu ayo kita masuk kerumah aku mau rebahan pak cape" ajak reynant seolah dia si pemilik rumah.
"Ya udah bapak buka kuncinya dulu," kata pak abdi.
"Silahkan mas, mas reynant bisa tidur di kamar klara di sebelah sana, bapak bantuan ali dulu nurunin barang dari mobil!" Ujar pak abdi.
"Iya pak! terima kasih pak aku masuk duluan ya!" Lalu reynant masuk ke rumah pak abdi sedangkan pak abdi ia tak langsung masuk pak abdi kembali menuju mobil membantu ali dan sang sopir menurunkan barang bawaan yang di bawa dari jakarta pemberian bu karina, bu karina sengaja membelikan sesuatu yang begitu banyak untuk di bawa pak abdi dan keluarga hanya sekedar oleh-oleh orang sekampung.
Bu indi terlihat lemas sesampainya di rumah bu indi tak lansung masuk karna ia merasa lemas lalu ia duduk di bale-bale rumah di samping tempat mobil di parkir.
Saat mereka sibuk menurunkan-nurunkan barang dari dalam mobil tiba-tiba ada dua ibu-ibu yang datang kerumah paj abdi dan rupanya tetangga yang mengetahui kalau pak abdi dan bu karina sudah pulang.
"Asalamualikum! sudah pulang bu?" Ucap salah seorang ibu.
"Wa'alaikumsallam? Iya bu ani, baru saja kami nyampe" jawab bu indi mereka yang ada di halaman rumah tersebut.
"Bagaimana ke adaan klara di sana?"
"Alhamdulillah baik, semuanya sangat baik pada klara di sana banyak mendapat kasih sayang, apa lagi mertuanya itu sangat baik"
"Syukurlah kalau begitu"
__ADS_1
"Oh iya mari masuk bu" ajak bu indi. Kemudian mereka masuk lewat pintu samping yang biasa bu indi gunakan untuk keluar masuk rumah nya.
"Oh iya bu didalam ada adik iparnya klara"
"Oya mana bu?" Tanya bu ima
"Di dalam lagi istirahat mungkin kecapean" jawab bu indi.
"Bu... bu...bu...!" panggil reynant mencari bu indi
"Iya mas rey"
"Eh maaf!" ucap rey Saat melihat ada dua ibu-ibu tengah ngobrol dengan bu indi.
"Ada apa mas?" Tanya bu indi.
"Bu ko di sini gak ada sinyal ya!?" Ujar reynant
"Iya mas disini susah sinyal" kata bu indi.
"Yah... bakalan galau dong aku... selama di sini!" Ucap reynant.
"Galon" cetus bu indi.
"Galau bu bukan galon"
"Ohh..."
"Ini adiknya dokter reyhan?" Tanya bu ani.
"Wah gak kalah gantennya ya sama dokter reyhan" ucap bu ima.
"Salam bu! saya reynant" ucap reynant memperkenalkan diri pada kedua ibu tersebut.
"Oh iya bukan nya bu dori mau menjual tanah nya? Mas reynant ini, ikut kesini mau mencari lahan perkebunan yang mau di jual"
"Untuk apa?" Tanya bu ani.
"Ibu-ibu di sini membekali pak abdi dan bu indi hasil pertaniannya jadi mamaku ikut-ikutan mau jadi petani di sini" tukas reynant.
"Itulah bu mamah saya mau jadi petani tapi gak mau bertani" kata reynant
"Kenapa begitu?!"
"Ya karna ibu gak mau turun keladang atau sawah, mamah paling nyuruh orang untuk kerja di ladang" ketiga ibu-ibu yang ada di dapur cuman manggut-manggut.
"Bu panggil ali" mencari ibunya.
"Ada apa li?" Tanya bu indi.
"Ali mau langsung pulang kasian anaku sudah nelpon terus" ucap ali.
"Lho gak nginep dulu di sini!" Ujar bu indi.
"Nggak bu lain kali aja aku kesini lagi sama istriku untuk nginep"
"Ya sudah kalau begitu, kamu jangan lupa ambil oleh-oleh yang kita buat anak istrimu apa aja yang kamu mau" bu indi.
"Sudah bu"
"Bang ali rumahnya di seblah mana?" Tanya reynant.
"Aku di kampung sebelah, agak jauh dari sini mainlah ke kampungku!" Kata ali.
"Pasti aku pasti main kerumah bang ali"
"Ya sudah aku tinggal pulang dulu" ali.
"Sudah dapat ojegnya li!" Tanya bu indi.
"Belum bu biar nanti ali nyari di pangkalan puskesmas depan saja"
__ADS_1
"Kamu gak cape mesti jalan dulu, pangkalan ojeg kan jauh" bu indi
"Gak lah bu" ali
"Bang kenapa gak di antar mobil didepan saja!" Seru reynant.
"Gak usah mas rey kasian sopirnya, takut ngerepotin juga" ucap ali.
"Ngerepotin apa? Lagian untuk apa dia di gaji perbulan coba kalau gak ada kerjanya? sudah lah biar aku yang bicara pada sopirnya" ucap reynant sembari berjalan keluar rumah untuk menemui sang sopir.
"Pak!" Panggil reynant.
"Iya tuan muda" sahut sang sopir.
"Tolong antar bang ali kerumahnya di kampung sebelah"
"Baik tuan muda"
"Bang ali bisa pulang di antar pak salim" ujar reynant. Akhirnya ali pun pulang dengan di antar sopir dengan menggunakan mobil yang mereka tumpangi dari bandara ke kediaman pak abdi
Akhirnya kembali rumah pak abdi dan bu indi terasa hangat setelah beberapa hari di tinggal, bu indi menceritakan pengalamannya selama berada di jakarta, bahkan bu indi menceritakan hubungan harmonis klara dengan mertuanya akan tetapi bu indi tak menceritakan soal hubungan klara dengan reyhan yang entah bagaimana kedepannya.
Di jakarta
Sepulang dari restoran klara menidurkan intan di tempat tidur dan memberinya asi ia hampir tertidur saat menyusui intan tapi ia kembali terbangun ketika mendengar suara ponselnya berdering dan rupanya bu karina yang menghubungi klara lewat jaringan ponselnya lalu klara mengangkat panggilan tersebut.
"Hallo sayang" Ucap bu karina di balik sambungan.
"Iya mah"
"Kamu lagi ngapain?" Tanya bu karina.
"Lagi netein intan" jawab klara
"Ohhh mamah kangen banget sama cucu mama!" Ucap bu karina
"Mamah masih di surabaya?"
"Iya sayang dan kayanya mama sama ayah mau langsung ke korea gak pulang dulu le jakarta"
"Ke korea?!!!!!!"
"Iya sayang kamu ingat sama sane?"
"Sane kekasihnya dokter?"
"Iya"
"Kenapa"
"Dia mau nikah? Dan mama mau kesana besok langsung dari sini menggunakan jetpri" ucap bu karina. Mendengar sane mau nikah klara tiba-tiba merasa lemas ia berpikir lain.
"Apa? Jadi akhirnya dokter mau menikah sama kekasihnya itu klara ikut bahagia ya mah meski hati klara sakit" ucap klara rupanya klara berpikir lain ia mengira sane akan menikah dengan reyhan.
"Maksudnya sayang!?"
"Mah mungkin sudah nasib aku sama intan seperti ini intan di abaikan ayahnya dan aku di tinggal suami" cetus klara.
"Hey hey kaya nya ada yang salah paham nich!"
"Maksud mama"
"Sayang dengan menikahnya sane makin banyak harapan untuk intan sama kamu agar kembali bersatu sebagai keluarga kecil yang bahagia" kata bu karina.
"Maksud mama?" Klara makin gak mengerti.
"Sayang sane mau menikah dengan kekasihnya tapi bukan reyhan"
"Apa? lalu siapa? Bukankah kekasihnya itu dokter reyhan?!"
"itu dulu sayang, sebelum reyhan menikah sama kamu, setelah ia tau kalau reyhan sudah menikah dan tau kamu lagi hamil dari situlah sane menikah dan sekarang ia akan menikah dengan laki-laki masa kecilnya yang sangat ia cintai pokoknya panjang ceritanya" bu karina menjelaskan pada klara agar ia tak salah paham.
__ADS_1
Setelah mendengar penjelasan bu karina klara merasa lega mungkin masih ada harapan dokter reyhan kembali ke jakarta dan mengucap rujuk padanya itulah pikir klara.
To Be Continue.