Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
39 bertemu sane


__ADS_3

Masih di restoran


Klara dan rinto menikmati makan malamnya di restoran yang cukup ternama di jakarta pemilik restoran tersebut adalah seorang aktor terkenal.


Klara merasakan perutnya sudah terisi begitu juga rinto.


"Mas pulang yu!" Ajak klara.


"Gak mau jalan2 dulu?!" Tanya rinto.


"Sudah malam mas, aku lagi hamil kata orang di kampung aku orang hamil gak boleh sering keluar malam" ucap klara.


"Yah kasian orang hamil di sana" ucap reyhan.


"Kasian kenapa?" Tanya klara.


"Ya kasian! orang hamil disana gak bisa menikmati suasana malam" celoteh rinto.


"Ya itukan demi kebaikan mereka juga, malah lebih kasian jika terjadi apa-apa karna gak nurut pepatah orang tua" tukas klara.


"Mungkin di sana suasana nya masih perkampungan yah!?" Tanya rinto.


"Bukan kampung lagi mas, bisa di sebut di sana masih daerah pegunungan, maka dari itu adat istiadat disana masih tetap terjaga" klara menceritakan tentang kampung kelahiran nya.


"Emmmmh" ucap rinto sambil mengangguk-anggukan kepalanya.


"Kita pulang yu mas" ajak klara kedua kalinya.


"Jadi beneran nih kita pulang?!" Ujar reyhan.


"Iya, ayo mas" ajak klara lagi, lalu menarik pantatnya dari tempat duduk, namun rinto masih belum bergeming dari tempat duduknya ia malah menyenderkan bahunya pada kursi yang di duduki, sambil menatap klara.


"Ih malah ngeliatin lagi!, ayo kita pulang kalau nggak mas mau aku pulang sendiri aja" kata klara, menedengar klara akan pulang sendiri rinto denga. Segera berdiri namun tiba-tiba saat rinto hendak berdiri ada seseorang berkata.


"Eh mas jangan suka sering ngajak istrinya keluar malam-malam kalau lagi hamil besar seperti itu" ucap seseorang pada klara tiba-tiba kebetulan orang tersebut juga pengunjung restoran itu.


"Oh iya mbak ini baru pertama kali kok" jawab rinto.


"Apaan sih mas?" Ucap klara.


"Kenapa?" Tanya rinto.


"Aku kan bukan istri kamu" klara menegaskan.


"Kan tadi gw bilang sama lu orang-orang disini pasti mengira kita suami istri" ucap rinto, sambil menaruh uang di atas meja untuk membayar makanan yang barusan mereka makan.


"Tapi tadi ibu itu bilang, sama kaya orang di kampung aku orang hamil jangan sering keluar malam" kata klara.


"Jangan-jangan dia tetangga lu" ucap rinto.


"Iya juga yah tapi aku gak kenal" klara mengiayakan padahal rinto cuma bercanda, rinto tertawa ia mengacak rambut klara ia merasa gemes sama klara yang polos, sambil berjalan menuju arah pintu keluar.


"Ihhh mas rinto rambutku acak-acakan tau" ucap klara dengan muka cemberut dan memandang rinto yang kini berjalan mendahuluinya, lalu klara berlari kecil sembari memegang perutnya, mengejar rinto setelah klara berada di samping rinto rinto kembali berceloteh.


"Kenapa perutnya di pegang gitu emang bakalan jatoh" ucap rinto, mendengar ucapan rinto klara melepas tangannya dari perutnya.


"Membuat rinto semakin gemas melihat klara, dan kembali mengacak-ngacak rambit klara.

__ADS_1


"Mas rinto!" Seru klara.


Mereka berjalan menuju parkiaran tak lama mereka masuk kedalam mobil dan akhirnya rinto mengntarkan klara pulang, sampai di rumah klara tak langsung turun, klara mengajak rinto untuk mampir.


"Mas gak mampir dulu!" Seru klara.


"Gak usah gw mau ke tempat lain" kata rinto.


"Nemuin orang lain lagi yang kasusnya sama kaya aku yah?!" Celoteh klara.


"Hahahaa kasus kaya lu cuma lu yang punya orang lain nggak" jawab rinto dan kembali mengacak-acak rambut klara.


"Ihhh mas rinto suka banget dech ngacak-ngacak rambut orang" ucap sane.


"Cuma rambut lu, gak semua orang kalau semua orang gw acak-acak rambutnya bisa-bisa gw di kejar masa" ujar rinto, klara tertawa mendengar ucapan rinto.


"Nah gitu tertawa jangan sedih-sedih mulu nanti cepet tua, sudah sana masuk katanya gak boleh di luar kalau wanita hamil" tukas rinto, klara kembali tersenyum lalu ia turun dari mobilnya.


"Cepet tidur jangan mikirin suami lu" ucap rinto.


"Klara pun nurut ia langsung masuk setelah melambaikan tangan dan di balas oleh rinto dari dalam mobil, rinto melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Seoul korea selatan.


Seorang reyhan alkatri anggara,ia baru sampai di kota seoul reyhan membereskan barang-barang nya yang di bantu oleh pelayan disana yang kebetulan berasal dari indonesia reyhan sengaja meminta jasa pelayan orang korea untuk memudahkannya berkomunikasi.


"Akhirnya aku sampai di sini aku akan segera menemuimu sane!" Batin reyhan.


Lalu reyhan mengambil bantal untuk merebahkan tubuhnya karna perbedaan waktu antara seoul dan jakarta 2jam lebih cepat maka di sana kini sudah sangat malam, reyhan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang sangat empuk sampai akhirnya ia masuk ke alam bawah sadar, sampai pagi menjelang reyhan terbangun dari tidurnya.


Ketika ia teebangun ia kembali melihat di sekelilingnya ia kini berada di sebuah kamar yang baru ia tempati yaitu kamar sebuah rumah yang berada di kota seol yaitu rumah yang ia beli sebelum ia brangkat ke korea dengan bantuan para anak buahnya.


Reyhan mulai bekerja sebagai seorang dokter muda di negri ginseng tersebut, tujuan pertama nya ia akan menemui sane sang kekasih.


Reyhan tak sabar ia ingin segera menemui sane, reyhan mencari alamat sane yang ia dapat dari daftar nama pasien rumah sakit tempatnya bekerja.


Tak sulit untuk reyhan mendapatkan alamat sane kini reyhan sampai di depan gerbang rumah sane ada beberapa penjaga dan juga bodyguard sane yang berjaga disana reyhan turun dari mobil yang kendarai lalu menghampiri rumah tersebut dan dengan segera pintu gerbang rumah itu terbuka dengan beberapa penjaga berpangku tangan menghadang reyhan dan rupanya mereka mengetahui kedatangan reyhan dari layar monitor yang di pasang di pos penjagaan.


"who do you want to meet(Mau bertemu siapa?)" Tanya salah satu penjaga yang bertubuh cukup kekar.


"I want to meet sane(aku mau bertemu sane)" jawab reyhan.


"what do you need to meet our boss?(ada perlu apa anda bertemu bos kami?)" Tanya sang penjaga.


"there is a very important thing(ada hal yang sangat penting)" jawab reyhan lagi.


"but our boss is not at home(tapi bos kami sedang tidak ada dirumah" ujar sang penjaga lalu datanglah seorang bodyguard yang berasal dari indonesia dan cukup mengenal reyhan ia menghampiri reyhan.


"Dokter reyhan?!" Sapa sang bodyguard.


"Ah iya saya?" Jawab reyhan.


"Anda mau bertemu dengan nona?" Tanya orang tersebut.


"Iya apa ada dia ada di rumah?" Tanya reyhan.


"Nona tidak ada dirumah" jawab bodyguard yang bernama rusli.

__ADS_1


"Tapi ada sahabat nona di dalam" ucap sang ruli si bodyguard.


"Bisa saya bertemu dengan nya?" Tanya reyhan.


"Oh iya tentu silahkan masuk" seru ruli


"Terima kasih" ucap reyhan, lalu ia kembali ke mobil yang berada di pinggir jalan, ia memarkirkan mobilnya di dalam halaman rumah sane lalu ruli mengantarkan reyhan kedalm rumah tak sampai masuk ruli melihat sang pelayan di rumah sana lalu kemudian ruli memanggilnya dan menyuruh sahabat sane menemui reyhan di ruang tamu dan setelah itu ruli pergi ia kembali ke depan bergabung kembali dengan para penjaga yang berjaga di rumah itu.


Saat reyhan duduk di kursi ruang tengah hilda sahabat sane yang kebetulan juga tinggal di sana menghampiri reyhan.


"dokter reyhan!" ucap hilda yang datang dari arah belakang reyhan, reyhan menoleh pada hilda, reyhan berdiri dari duduknya setelah melihat orang yang memanggilnya.


"hilda" lalu mereka bersalaman.


" ini gak salah kan, dokter datang kesini?" hilda merasa kaget, melihat kedatangan reyhan


"iya hil aku kesini mau ketemu sane" jawab reyhan.


"untuk apa dokter nemuin dia?" Tanya hilda.


"aku kangen sama sane!" Ucap reyhan.


" apa kangen? sejak kapan dokter kangen sama sane, bukankah selama ini dokter sudah lupa sama dia!" Cetus hilda.


"maaf hilda sebenarnya aku gak bermaksud ninggalin dia" kata reyhan.


"maaf dokter simpan saja maaf dokter, katakan itu pada sane karna dia yang berhak mendengr kata maaf dokter, karna kalau dokter minta maaf sama saya gak ada gunanya, kalau sane gak memaafkan dokter mungkin saya juga demikian," ucap hilda merasa kesal dengan reyhan karna sudah menyakiti sahabatnya.


"iya aku tau itu," ucap reyhan.


"terus apa yang membuat dokter datang kesini?" Tanya hilda kembalu bertanya.


"sebenarnya saya datang ke korea sudah dua minggu uang lalu karna sekarang saya bekerja di korea sebagai dokter ahli saraf disini, jawab reyhan.


"lalu" tanya hilda singkat.


" kemarin saya melihat beberapa laporan tentang data pasien dan di sana saya melihat ada nama pasien yang bernama sane asal indonesia, sedang menjalani pengobatan rutin penyakit kanker," kata reyhan menjelaskan, sontak perkataan reyhan membuat hilda kaget karna selama ini hilda melihat sane tak pernah sakit.


"jangan ngaco deh, memang nya di korea ini cuma satu yang bernama sane?!" Tukas hilda.


"ini benar saya gak bohong, kalau kamu gak percaya, kamu bisa datang langsung kerumah sakit tempat saya bekerja," ujar reyhan.


"sejak kapan sane punya penyakit seganas itu? dokter pikir saya akan percaya!?" Ucap hilda dengan ketus.


" sejak kecil, setelah orang tua nya meninggal sane memilik penyakit itu" jawab reyhan lalu reyhan menceritakan tentang penyakit sane secara detail, penyakit yang selama ini sane di tutup-tutupi.


"lalu kenapa sane gak pernah cerita sama kita tentang penyakit nya?" Tukas hilda.


"karna dia gak mau kalian sedih, dan dikasihani dia juga gak mau, di anggap lemah sebagai perempuan berpenyakit itu yang saya tau karna dulu dia pernah berkata seperti itu sama saya " jawab dokter reyhan.


" mendengar penjelasan reyhan, sang dokter yang parnah singgah di relung hati sane, hilda merasa sangat miris mengingat selama ini ia menganggap kalau teman sekaligus bosnya itu, tak pernah mengeluh dengan penyakit nya sane juga salalu terlihat sehat di hadapannya, bahkan di hadapan yang lain, sane adalah orang yang selalu ceria.


Hilda merasa sedih dengan apa yang dia dengar dari dokter reyhan, yang membuat sedih lagi yaitu, saat sahabatnya sakit justru dia tak pernah mengetahuinya, membuat air mata hilda tak dapat di bendung lagi, lalu ia kembali bertanya pada reyhan.


"apa penyakitnya parah? apa dia masih bisa sembuh?" Hilda setengah berteriak.


"ya kalau menurut catatan yang saya baca kemarin sepertinya penyakit nya sudah parah, bahkan lebih parah dari sebelumnya, kemungkinan sembuh sangat kecil dan yang harus dia lakukan sekarang dia harus sering mengontrol kesehatannya" mendengar itu hilda semakin tersedu.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2