Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
Tamu tak di undang


__ADS_3

Sore hari.


Klara baru pulang menemui bu shapira lalu ia masuk ke kamarnya tubuhnya terasa penat klara masuk ke kamar mandi ia ingin menyegarkan tubuhnya, klara membuka semua pakainnya satu persatu dengan berdiri pakainnya dan di biarkan tergeletak di lantai kamar mandi tubuhnya kini tanpa sehelalai busana, kemudian ia masuk ke bathup yang sudah terisi air hangat ia merendamkan tubuhnya di sana.


aroma bunga sensional yang ia tabur ke dalam bathup membuat Klara merasakan kembali kesegaran dalam tubuhnya, air hangat yang kini menyentuh seluruh tubuhnya dan busa yang menyelimutinya seolah menjadi energi penyemangat yang sempat hilang.


Stelah beberapa lama klara berendam dan dirasanya sudah cukup klarapun keluar dari rendaman lalu membersihkan tubuhnya di bawah shower setelah selesai klara memakai piama mandinya sambil berjalan meninggalkan kamar mandi bahkan sampai di kamarpun klara masih kasah kusuh dengan piama tersebut dan klara membiarkan buah dadanya terbuka sebelah, karna merasa di kamarnya tak ada siapa-siapa selain dirinya sendiri namun tiba-tiba.


"Pakai piamanya yang benar" terdengar suara seseorang.


Sontak membuat klara kaget dan melihat orang yang berbicara di dalam kamarnya klara menoleh pada orang tersebut dan!!!!.


"Akkhhhh....." klara berteriak dan ia sadar kalau piama belum ia pakai dengan benar lalu klara membenarkan piamanya.


Dokter ngapain anda di sini? Tidak sopan!" Tukas klara, pada reyhan yang tengah duduk di kasur yang biasa di tiduri klara, entah kapan ia masuk apartemen tersebut.


"Kenapa masalah?" Reyhan


"Dengar! dokter ini ruang privasiku dokter gak berhak masuk kamar ini sembarangan, apa dokter gak pernah belajar sopan santun!?" Tukas klara.


"Siapa yang akan melarang aku untuk datang kesini?"


"Aku, karna aku yang sekarang tinggal di sini"


"Kamu tau ini apartemen atas nama siapa?"


"Ya aku tau ini milik anda tuan dokter, tapi anda gak berhak untuk keluar masuk kesini apa lagi anda masuk kekamar yang biasa saya tempati ini" ujar klara.


"Ohhhh kamu melarangku untuk keluar masuk ke sini lalu bagaimana dengan laki-laki lain?" Cetus reyhan sembari berdiri dari duduknya.


"Laki-laki mana? Siapa?" Klara balik bertanya.


"Jangan pura-pura amnesia" reyhan mulai mendekati klara.

__ADS_1


"Maaf aku gak ngerti sama sekali" ucap klara sembari sesekali membetulkan piamanya karna merasa risih mengingat ia belum memakai pakaian.


"Hemmmh" reyhan mendengus.


"Kamu melarang aku untuk keluar masuk kesini lalu bagaimana dengan laki-laki yang pernah menjadi kekasih kamu yang hampir menjadi suami idaman kamu" reyhan menekankan.


"Maksudnya, mas rinto?"


"Hemh! masih ingat?"


"Dia memang sering ke sini tapi dia gak pernah keluar masuk kamar ini!"


"O ya" reyhan semakin mendekati klara hingga kini tinggal beberapa senti saja antara tubuh klara dengan reyhan, klara memegangi bagian depan piamanya dengan kedua tangannya.


"Dengar hey wanita dia bisa bermain dengan wanita yang baru di kenalnya dan tidak ia cintai, apa lagi sama kamu, kamu wanita idamannya dan kalian juga saling mencintai, kalian bebas berbuat apa saja? Dan kamu bisa menikmati permainan si rinto sialan itu di kamar ini lebih dari yang di nikmati wanita itu iya kan" Reyhan meninggikan suaranya dan terlihat sesuatu di wajahnya seperti cemburu yang menggebu.


"Dokter" ucap klara seraya memandang kedua mata reyhan.


"Dokter kenapa denganmu?"


"Katakan" teriak reyhan memegang bahu klara dengan keras dan "plakkk" tamparan mendarat di pipi reyhan klara merasa sikap reyhan semakin melampaui batas.


"Anda pikir saya ini wanita murahan yang bisa menyerahkan tubuh saya pada setiap laki-laki, kamu pikir saya ini wanita ******, kamu pikir saya ini wanita yang tak punya moral?" Tukas klara, mendengar klara bicara dengan berteriak sambil menangis reyhan hanya terdiam.


"Hemmmh" reyhan mendengus.


"Dokter reyhan yang terhormat aku gak pernah melakukan seperti apa yang pernah saya lakukan bersama kamu di kampung waktu itu dan asal anda tau saya gak mau melakukan kembali kesalahan yang pernah saya lakukan itu dengan siapa pun, dan juga kamu harus tau selama empat tahun aku selalu menunggu kamu karna aku pikir dengan bodohnya kalau kamu akan pulang dan kembali padaku dan juga intan bahkan aku gak pernah berhenti mencintai suamiku waktu itu, apa kamu tau mas rinto beberapa kali menyatakan perasaannya, tapi aku gak langsung menerimanya, kamu mau tau dokter reyhan, itu karna apa? karna anda dokter reyhan yang terhormat, bahkan juga mas rinto beberapa kali hendak melamarku tapi aku menolak, dan kamu mau tau juga karna apa?.... Sampai akhirnya kamu pulang tapi apa?... kamu sama sekali gak pernah perduli sama aku dan intan, malah kamu pergi ke lombok karna kepentingan pekerjaan kamu itu, sebelum aku melihat kejadian antara mas rinto dan rania, aku berpikir mungkin saatnya aku menerima laki-laki lain dan aku pikir mas rinto yang terbaik buat aku dan intan apalagi intan sudah sangat dekat dengannya bahkan sudah menganggapnya seperti papa kandungnya sendiri yang selama ini tidak ia dapatkan dari ayahnya sendiri, kalau masalah mas rinto melakukan hal yang aku ceritakan padamu, itu hak dia karna rania istrinya dan itu adalah kesalahanku yang harus aku sesali karna menyerahkan laki-laki terbaik di kehidupanku pada wanita lain, hingga sekarang aku harus mengubur dalam-dalam harapan aku untuk bersatu dengannya karna kini ia bersama dengan rania yang tak lain sahabatku sendiri aku juga gak mau merusak kebahagiaan rania dan juga mas rinto yang pernah membahagiakan aku dan intan, dan sekarang kamu menuduh aku memberikan tubuhku pada laki-laki lain aku nggak terima aku nggak terima hikhikhik" klara menaikan nada bicara di ujung perkataannya sambil menangis dan memukul dada bidang reyhan, reyhan menangkap kedua tangan klara yang tak henti memukul dada reyhan


"Dengar aku gak suka kamu di sentuh oleh siapa pun! Kamu mengerti" Seru reyhan.


"Reyhan aku benci sama kamu aku benci keluar dari sini!" Seru klara dengan kesal, tapi bukannya keluar reyhan yang melihat klara mengusirnya reyhan malah semakin kencang menarik tangan klara.


"Lepas! lepaskan! sakit aww sakit!" ucap klara berusaha menarik tangannya dari cengkraman reyhan.

__ADS_1


"Dengar klara kamu gak berhak mengusir aku dari sini tempat ini miliku kamu tau itu kan" tukas reyhan.


"Ya aku tau, kalau kamu gak suka aku tinggal di sini aku akan pergi dari sini aku janji, tolong lepaskan sakiiit" kembali klara meminta agar reyhan melepaskna cengkaramannya, reyhan sadar jika saat ini dia tengah menyakiti wanita secara fisik.


"Maafkan aku" ucap reyhan kemudian ia melepas cengkaraman tangannya, klara memegangi tangan bekas cengkaraman reyhan, reyhan melihat tangan klara yang memerah ia merasa bersalah.


"Sini" reyhan membawa klara ke ruang tengah.


"Mau apa?" Klara


Reyhan menarik tangan klara ke ruang tengah, lalu reyhan mengambil obat di kotak P3K kemudian mengoleskan salep pereda nyeri dan luka lebam pada pergelangan tangan klara, setelah mengoleskan salep rethan meniupi tangan klara yang memerah karna perbuatannya klara hanya diam melihat perlakuan reyhan.


"Ada apa si dengan orang ini???" Batin klara.


"betulkan piamamu jangan sampai aku mengulangi kesalahanku!" ujar reyhan ia melihat paha klara, saat piama klara tersingkap dan sedikit terbuka di bagian paha dengan segera klara menutupinya dengan menarik tangan yang sedang di tiupi reyhan.


"Aku akan pergi dari setelah intan pulang, tadinya aku juga gak mau tinggal di sini tapi karna mamah sama papah memaksa dan karna aku melihat intan yang saat itu masih bayi jadi aku menuruti parintah mamah dan akhirnya aku tinggal di sini, aku juga harus nya tau diri dan pindah dari sini dari dulu aku gak tau kalau apartemen ini milik anda!"


"Siapa yang nyuruh kamu untuk pindah dari sini?" Reyhan.


"Tapi..."


"Kamu pindah dari sini tapi jangan bawa intan!"


"Gak mungkin aku gak bawa intan, intan anaku dan aku gak pernah mau berpisah dengannya!" Kata klara.


"Dia juga anaku, aku gak mau dia hidup susah karna harus ikut dengan kamu!"


"Apa? Dokter pikir aku akan menelantarkan anaku sendiri seperti kamu, meskipun aku bukan orang kaya tapi aku gak akan menelantarkan anaku seperti yang di lakukan seorang dokter beberapa tahun lalu" tukas klara.


"aku mau kita rujuk" ucap reyhan tiba-tiba, ucapan reyhan membuat klara kaget dengan, klara memandang wajah reyhan seolah mencari sesuatu di sana suatu keyakinan di mata reyhan.


To Be Continue

__ADS_1


__ADS_2