Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
20 keterkejutan bi siti


__ADS_3

Makan malam


Semua penghuni rumah di kediaman pak anggara nampak hadir, seperti biasa bu karina dan klara tengah mempersiapkan hidangan untuk makan malam.


Makanan pun terhidang di meja makan setelah beberapa hari tinggal di rumah keluarga anggara klara semakin dekat dan akrab dengan keluarga itu terutama dengan bu karina, setelah makanan terhidang klara memanggil reyhan untuk makan malam bareng sedangkan bu karina memanggil suaminya.


Di kamar reyhan


Reyhan sibuk dengan laptop nya entah apa yang ia kerjakan tiba-tiba pintu di ketuk dari luar "tok tok tok" suara pintu di ketuk "dokter ini aku klara" ucapdi klara du balik pintu.


"Ada apa?" Tanya reyhan.


"Di tunggu sama paman dan tante di ruang makan, untuk makan malam bersama" jawab klara.


"Iya duluan aja" jwab reyhan, reyhan tetap fokus dengan laptop nya, lalu klara kembali ke ruang makan.


"Mana reyhannya?" Tanya bu karina.


"Dokter sepertinya lagi sibuk tante" ucap klara.


"Oh ya sudah kita makan duluan aja" ajak bu karina, pak anggra memperhatikan klara dan berkata.


"Klara kandungan kamu usia berapa bulan sekarang?" Tanya pak anggara.


"Sudah mau 3 bulan paman" jawab klara.


"Sudah periksa lagi?" Tanya pak anggara.


"Belum paman, mungkin nanti satu minggu lagi" ucap klara.


"Oh iya klara sebentar lagi perut kamu terlihat buncit lho, gimana kalau besok kita belanja! kamu" ajak bu karina.


"Belanja kemana tante?"


"Ke mall"


"Boleh tante kebetulan kemarin suami klara, ngasih klara uang buat belanja kebutuhan katanya" ucap klara.


"Kebetulan dong kalau gitu, eh emang rinto datang?" Tanya bu karina.


"Eh bukan datang, tapi nitipin ke dokter reyhan" ucap klara berbohong,.


"Oh gitu"


"Ya udah besok kita shopping-shopping berdua" kelakar bu karina di barengi tertawa hangat.


"Haaaah dasar perempuan sukanya ngabisin uang suaminya" cetus pak anggara.


"Ihh papah emang nya gak boleh mamah ngabisin uang papah, uang papah uang mamah juga kan!" Ucap bu karina.


" Iya iya abisin aja mah papah ikhlas" ujar pak anggara.

__ADS_1


"Sudah ah papah jangan suka ikut campur urusan perempuan! iya nggak sayang?"


"Iya betul betul" jawab klara sambil memasukan makanan ke mulutnya, tak lama reyhan masuk keruang makan.


"Eh sayang sini makan" sapa bu karina ketika melihat reyhan datang reyhan pun duduk di kursi makan, klara menyendokan nasi dan lauk ke dalam piring reyhan.


"mau peke apa?" Tanya klara, pada reyhan.


"apa aja" jawab reyhan, kemudian klara memasukan ayam goreng padang, ke piring reyhan,


"Biar sama saya saja" seru reyhan menghentikan klara, yang akan memasukan acar ke dalam piring reyhan.


"Reyhan kamu besok antar mamah sama klara ke mall yah!?" Ucap bu karina.


"Ngapain?" Tanya reyhan, sambil memulai menyendok makanan di piringnya untuk di makan


"Mau belanja lah, kebetulan klara dapat kiriman dari suaminya, jadi sekalian klara juga mau belanja kebutuhan dia kan dia juga musti beli makeup baju hamil, kan sebentar lagi perut klara keliatan membuncit masa pake baju gitu mulu kasian dong bayi dalam kandungan nya" jawa bu karina.


"Kemarin reyhan dah beliin dia baju hamil ko mam" ucap reyhan.


"Kamu beliin dia baju hamil tumben baik bener, mau lagi beliin baju buat perempuan!" ujar bu karina.


"Ehh eng-engga maksudnya rinto yang beli aku cuma ngsihin kedia, gitu mam" jawab reyhan sedikit gugup.


"Oohh kirain kamu mau beliin baju buat perempuan biasanya kan kalau mamah ajak kebutik aja, kamu suka cuek kalau mamah minta pendapat kamu bagus apa nggaknya" tukas bu karina.


"Ah sudahlah papah ke atas dulu" ucap pak anggara yang sedari tadi ia hanya jadi pendengar anak sama ibu, lalu ia beranjak dari duduknya dan pergi ke kamarnya karna makannya sudah selaesai kerika reyjan datang ke ruang makan.


"Ga bisa mam soalnya besok ada pasien yang harus oprasi, mungkin besok reyhan pulangnya aga telat mam"


"Tante kita berangkat berdua saja, lagian kalau belanja di tungguin pria ga enak tante! gak bisa santai" ucap klara.


"Och oke dech kalau begitu, kita berdua aja, eh tante kekamar dulu ya sayang" ucap bu karina.


"Iya tante, malam ini mimpi yang indah yach"


"iya sayang kamu juga yach"


tinggalah reyhan dan klara di ruang makan, klara melihat gelas reyhan kosong lalu ia menuangkan air putih ke dalam gelas milik reyhan.


"Gimana kamu di sini betah?" Tanya reyhan.


"Betah" jawab klara.


"Sebaiknya nanti kamu beli handphone biar kamu bisa hubungi keluarga kamu" ucap reyhan.


"Iya juga yah aku kan sudah lama gak tau kabar bapa sama ibu" ujar klara.


"Baik lah aku akan beli handphone, untung dokter ngingetin, kalau nggk klara gak kepikiran lho," ucap klara dengan penuh bahagia, lalu ia membawa piring kotor di atas meja hendak mencucinya.


"Dokter makannya udah kan?" Tanya klara.

__ADS_1


"Ehmmm" jawab reyhan, reyhan yang melihat klara memebereskan meja makan ia bertanya


"Kemana bi siti?" Tanya reyhan.


"Mungkin di belakang" jawab klara, dengan santau sembari tangan nya menggapau beberapa piring kotor di atas meja untuk di bawa kedapur.


"Biar bi siti yang membereskan ini semua" ucap reyhan.


"Kenapa?" Tanya klara.


"Aku membawa kamu kesini bukan sebagai pembantu!" seru reyhan.


"Aku tau, aku di rumah ini nggak bisa cuma diaaam saja, aku juga sama dengan mereka yang tinggal di sini" ucap klara.


"Beda klara kamu di sini istri aku, bukan pembantu" ucap reyhan ia sama sekali tak menyadari ucapannya bila akan di dengar penghuni rumah di sana


"Aku tau dokter tapi aku harus tau diri, lagi pula aku cuman istei tang tak pernah di anggap sama suaminya, orang- orang di sini juga gaj ada yang tahu kalau aku istri dokter " ucap klara.


"Sudahlah terserah kamu, tapi suatu saat kalau mamah tau kamu istri aku yang sedang mengandung cucunya, terus bekerja seperti ini seperti pembantu, jangan salahkan aku" tukas reyhan.


"Aku gak akan nyalahin dokter ko, lagi pula kalau tante sama paman tau aku istri dokter belum tentu mereka masih suka sama aku" cetus klara.


"Maksud kamu?" Tanya reyhan.


"Aku ini bukan menantu idaman mereka, aku ini hanya orang kampung, jauh berbeda dengan pacar kesayangan dokter yang siapa namanya? sane yah?" Ujar klara.


"Orang tua ku tak pernah memandang rendah orang" ucap reyhan.


"Siapa yang mengatakan demikian aku nggak bilang gitu ko, aku tau tante dan paman orang yang sangat baik mereka selalu menghargai siapapun, dan juga penuh kasih sayang" celoteh klara.


"Sudahlah klara terserah kamu!" Tukas reyhan sedikit kesal, dan tanpa di sadari jika pembicaraan mereka di dengar oleh salah satu pelayan di rumah itu, yaitu bi siti saat ia hendak ke ruang makan mengambil piring kotor tak sengaja bi siti mendengar perbincangan klara dan reyhan, betapa terkejutnya bi siti setelah mendengar dan tau semua kebenaran tentang hubungan klara dan reyhan.


"Ya allah jadi mereka suami istri, tapi kenapa mereka menutup-nutupinya" gumam bi siti di balik tembok dapur, dengan mengkerutkan alisnya ia juga merasa tak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Kasihan kamu non klara" gerutu bi siti tiba-tiba mba sri pelayan yang lain di rumah itu mengagetkan dari arah belakang.


"Siapa yang kasihan?" Tanya mba sri.


"Eh sri kamu ini ngagetin orang saja" ucap bi siti.


"Oalah seggitu aja ddah kagget sayya kan cuma nanya, opo sing di kaggetin to mba?" ucap sri dengat logat khas jawa nya.


"ya kamu ujug-ujug datang aku teh kaget sri" ujar bi siti.


"yo wis sri minta maaf, tapi opo to yang membuat bi siti berddiri di sini?" Tanya sri.


"ah gak ada apa sudah ah aku mau ngambil piring kotor dulu bekas makan juragan" jawab bi siti.


"yo wis sri juga mau lanjut beres-beres lagi" ucap sri lalu ia kembali ke belakang untuk meyelesaikan pekerjaannya, sedangkan bi siti masih tetap di tempat, dan kembali memandang klara dengan wajah yang tak dapat di artikan.


TBC

__ADS_1


__ADS_2