
Selasai memeriksakan kandungan klara, reynant berniat membawa klara klara ke suatu tempat, reynant akan membawa kkara bertemu dengan salah satu teman lamanya karna sebelum berangkat reynant janji akan menemuinya.
"Kita mau kemana?" Tanya klara.
"Aku mau nemuin teman lama ku" jawab reynant.
"Harusnya aku gak ikut" ucap klara.
"Kenapa memangnya kalau ikut?" Tanya reynant.
"Nanti aku di sangka istrimu" ucap klara.
"Ya nggak lah mereka tau kalau aku belum nikah" ujar reynant.
Di dalam mobil untuk sementara tak ada perbincangan di antara mereka sebelum reynant bertanya.
"Usia kandungannya berapa bulan?" Tanya reynant.
"Udah masuk 9 bulan dan tinggal menghitung hari menjelang lahiran" jawab klara.
"Oh kalau gitu bentar lagi rumah kita bakalan rame dengan suara bayi" ucap reynant, klara menundukan kepalanya.
"Setelah melahirkan aku tidak akan tinggal di rumah kalian lagi" mendengar ucapan klara reynant mengjnjak pijakan rem nya dengan mendadak.
"Awww hati-hati rey!" Seru klara seraya memegang perutnya.
"Maafkan aku, tapi apa maksud mu tadi" Reynant kaget dengan ucapan klara.
"Maksudku setelah aku melahirkan anaku aku akan pergi dari rumah kalian" perkataan klara membuat reynant seakan tak percaya.
"Kenapa begitu kenapa kamu gak tinggal di rumah kita aja meskipun sudah melahirkan, kami akan sangat senang dengan ke hadiran anakmu dan kita pasti menyayanginya" ujar klara.
"Nggak rey aku gak bisa terus tinggal di rumah kalian itu gak mungkin aku bukan siapa-siapa aku hanya numpang di sana" kata klara.
"Kamu adalah keluarga kami kak klara kamu adalah salah satu anggota keluarga baru kami kamu gak bisa pergi dari rumah kami" tukas reynant.
"Maksudmu?!" Ucap klara.
"Maksudku kamu selama ini tinggal di rumah kami, dan kami sudah menganggap kamu bagian dari keluarga kami" ujar reynant.
Klara tersenyum mendengar ucapan reynant..
"Makasih kalian sudah menganggap aku sebagai bagian dari keluarga kalian, aku sangat senang, tapi aku gak mungkin terus tinggal bersama kalian, maksudku... aku juga punya keluarga masing-masing emmmhh....! maksudku aku mesti ikut suamiku" kata klara ia bingung dengan apa yang harus ia ucapkan.
Semntara reynant hanya mendengarkan ucapan yang terlontar dari mulut klara.
"Sebenarnya apa yang terjadi sama kalian berdua? Aku yakin sebelum menikah kalian membuat perjanjian yang entah siapa merasa di beratkan tapi aku yakin kau yang merasa keberatan dengan perjanjian itu" gumam reynant dalam hati seraya masih memandang klara.
"Rey ayo kita lanjutkan perjalanan kita bukannya kamu mau ke tempat sahabat lama mu" mendengar klara berucap reyhan tersadar.
"Oh iya tapi kayanya kita gak jadi kesana soalnya aku lupa kalau aku ada urusan lain" jawab reynant.
"Oh ya udah kita pulang dulu kan!" Seru klara, ia sudah merasa tak nyaman dengan reynant karna klara merasa seolah reynant sudah mengetahui rahasia besarnya dengan reyhan.
__ADS_1
"Iya aku antar kak klara dulu" reynant. Klara membalas ucapan reynant dengan senyuman kecil.
Tak lama mereka pun sampai di depan rumah kediaman keluarga anggara.
"Sudah sampai!" Ujar reynant.
"Makasih, kamu mau langsung pergi lagi?" Tanya klara.
"Iya mungkin aku pulangnya agak malam" tukas reynant.
"Iya hati-hati rey!" Seru klara, reynant tersenyum lalu ia kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Seoul
Bu karina dan pak anggara kini sudah berada di apartemen milik reyhan. Mereka tengah berbincang di ruang utama, reyhan duduk di kursi sebrang orang tuanya
"Han kayanya ayah sama mamah akan tinggal cukup lama di sini!" Ucap bu karina.
"Berapa lama?" Tanya reyhan.
"Mungkin dua bulan" jawab bu karina.
"Mam reyhan bukannya gak suka mamah lama-lama tinggal disini tapi klara bentar lagi lahiran" kata reyhan.
"Memang nya kenapa kalau dia lahiran kan sekarang suaminya ada di jakarta jadi gak masalah kalau gak ada mamah" bu karina semakin merasa gemas dengan ucapan anaknya seolah menganggap jika orang tuanya tak mengetahui hubungan mereka berdua.
Ya memang reyhan belum mengetahui jika orang tuanya sudah mengetahui hubungannya dengan klara, dalam hati bu karina hanya tersenyum seraya mengatakan demikian.
Melihat suaminya hanya diam bu karina memberikan kode dengan wajahnya ia mendelikan matanya pada pak anggara yang di tujukan pada reyhan.
"Yah kamu bicara dong" ujar bu karina.
"Mamah saja" ucap pak anggara.
"Ihh... ayah ini!" Ucap bu karina.
"Han sebenarnya kamu sama klara ad hubungan apa?" Tanya bu karina.
"Maksud mamah?" Tanya reyhan, ia makin merasa gak enak dengan ibunya.
"Han mamah sudah tau semuanya" ujar bu karina.
"Ma...Maksud mamah tau apa?" reyhan gugup.
"Mamah sudah tau jika kalian berdua suami istri kan?!" Ucap bu karina.
"Kata siapa mam?" Tanya reyhan.
"Bukan kata siapa-siapa ham kamu sebaiknya jujur sama kami" bu karina.
"Jujur apa?" Reyhan semakin deg degan.
"Han kamu jujurlah" kata pak anggara angakat bicara.
__ADS_1
"Ya jujur apa yah" ucap reyhan pada ayahnya.
"Han anak yang dalam kandungan klara itu cucu kita kan" ucap pak anggara.
"Ayah ngaco itu kan anaknya rinto" elak reyhan.
"Han jangan membuat kita naik darah" ucap pak anggara melihat anaknya menyangkal.
"Ini sebenarnya siapa yang mengatakan pada kalian!?" Reyhan semakin terpojok.
"Han kamu sama klara suamu istri kan?" Ujar bu karina.
"Siapa yang mengatakan itu sama mamah?" Reyhan.
"Tak ada yang mengatakan pada mamah tapi kita tau semuanya bahkan reynant pun dia sudah mengetahuinya, itulah sebabnya mamah menyuruh dia pulang ke indonesia untuk menjaga istri kakaknya yang di telantar kan sama suaminya" tukas bu karina.
"Maafkan aku mam, yah" ucap reyhan pada kedua orang tua nya.
"Mamah gak percaya kamu sebagai seorang dokter tega menghamili seorang gadis yang masih polos" ucap pak anggara.
"Iya han, dan yang membuat mamah sama ayah kamu kecewa kenapa kamu gak jujur sama kita soal pernikahan kalian" kata bu karina.
"Maafkan mam aku masih mencintai sane aku gak mau kalau sampai dia tau soal pernikahan aku sama klara" ucap reyhan.
"Lalu apa kamu tidak memikirkan perasaan klara istrimu sendiri" bu karina nampak terlihat kesal pada anaknya sendiri.
"Mam aku masih sangat mencintai sane dan alasan kenapa aku kesini itu demi sane karna dia juga ada di sini" ucap reyhan.
"Reyhan!!!..." bentak pak anggara.
"Maafkan aku yah" reyhan pada ayahnya.
"Reyhan sebaiknya kamu pulang sebentar lagi klara melahirkan, apa kamu tidak mau melihat bagaimana anak pertamamu lahir kedunia?!" Ucap bu karina.
"Mam sudah lah aku dan klara kita akan pisah setelah anak itu lahir dan aku akan tetap membiyai anaknya" ujar reyhan.
"Apa kamu benar-benar" ucap bu karina.
"Mamah sudah gak ngerti lagi sama jalan pikiran kamu reyhan alkatri anggara! kamu tau sendiri kan mamah sangat sayang sama klara dan berangan jika klara menantu mamah dan setelah mamah tau kalau klara benar-benar menantu mamah justru kamu akan membuat dia pergi, mamah gak akan biarkan itu ingat itu reyhan" Ucap bu karina dengan kesalnya.
"mam tolong ngerti reyhan" ucap reyhan.
"justru kamu yang harus mengerti pada persaan mamah sama ayah kamu sebagai orang tuamu san juga kamu harus memikirkan perasaan klara saat kamu tinggalkan kesini dalam keadaan hamil besar" bu karina seolah mengingatkan reyhan bagaimana saat ia pergi ke korea meninggalkan klara namun reyhan tak perduli, seolah hatinya sudah menjadi batu karna mencintai wanita yang kini sudah jadi milik orang lain, dan rela meninggalkan klara yang tengah mengandung anaknya.
"mam setelah urusanku di sini selesai aku akan pulang dan menyelesaikan urusanku dengan klara, lagi pula kalau kalian bisa menyuruh klara tinggal di rumah selama klara suka dan anaknya bisa kalian rawat gampangkan," ucap reyhan.
Dengan mudahnya ia berucap.
"gak semudah itu, klara itu anak baik dia pasti memikirkan harga dirinya" ucap bu karina.
"Mamah sama ayah tau dari mana tentang semua itu? Apa klara yang mengatakannya sama mamah?" Tanya reyhan.
"Dia gak pernah bilang apa-apa sama kami" lalu bu karina mengatakan bagaimana ia mengetahui semua rahasia reyhan dan klara yang selama beberpa bulan ini mereka tutup tutupi, bu karina mengatakan pada reyhan jika mereka tau semua rahasianya dari kecerobohan dari kecerobahan klara sendiri saat mengangakat panggilan video call dari bu karina saat bu karina masib di canada dan kecurigaan pak anggara soal hubungan anaknya hingga ia menyuruh anak buahnya untuk mencari tau hingga kekampung nanglu.
__ADS_1