
Masih di korea selatan.
Hari ini reyhan tengah berada di rumah sakit dan selesai memeriksa pasien nya tiba-tiba sang petugas pencatat data pasien membawa nama pasien yang harus di periksa disana nama sane tiara andrayan yang terdaftar.
Lalu masuk lah seorang gadis cantik dengan segala kesempurnaan nya ia datang tanpa di temani keluarganya, seorang gadis yang selama ini di rindukan seorang gadis yang membuat seorang suami tega meninggalkan istrinya yang tengah hamil tua..
Kini gadis tersebut datang dengan membawa penyakitnya rasa yang selama ini di rasakan reyhan, rasa rindu yang terbendung lama dapat terobati tanpa harus susah mencari orang yang di dirindukannya datang sendiri meskipun bukan sengaja menemui reyhan.
"Useoh (silahkan masuk)!" Ucap reyhan
Dan masuklah sane dengan di temani seorang perawat.
Setelah melihat reyhan sane berniat untuk mengurungkan niatnya dan hendak kembali namun reyhan mengetahui pergerakan sane.
"Mau kemana? bukankah kamu kesini untuk periksa kesehatan" tukas reyhan.
"iya tapi bukan sama kamu" jawab sane ketus.
"duduklah" reyhan mempersilahkan duduk.
"maaf sepertinya saya harus pulang" ucap sane ia merasa kesal dengan reyhan namun dengan segera reyhan menarik tangan sane untuk mencegah sane pergi.
"lepaskan aku!" kata sane sambil menarik tangan nya dari genggaman reyhan dengan kasar.
" sane aku mohon sama kamu, biarkan aku memeriksamu" reyhan masih menggenggam tangan sane.
"aku gak mau!" sane terus menarik tangannya yang masih di genggam reyhan.
"aku dokter yang akan memeriksa mu" jawab reyhan.
"aku gak mau, lagi pula aku gak apa-apa" ucap sane berusaha menutupi penyakitnya.
"kalau kamu gak apa-apa untuk apa kamu datang kesini?" tanya reyhan.
"aku mau ketemu dokter yeon doo" jawab sane.
"untuk apa kamu mau ketemu dokter yeon doo hah!" tanya reyhan lagi.
"a-aku" jawab sane dengan terbata karna gugup.
"apa? aku sudah tau semua nya tentang penyakit kamu yang kembali menjangkit, aku sudah memeriksa semua data riwat penyakit kamu, jadi ayo duduk biarkan aku memeriksanya mungkin aku tak sehebat dokter yang mau kamu temui tapi setidak nya hari ini penyakit mu bisa diperiksa dan setelah aku memeriksanya aku akan membiarkan mu keluar dari ruanganku" reyhan menegaskan
__ADS_1
dan kembali.
"sebaiknya kamu jangan memandang aku sebagai pria yang pernah menyakiti mu yang menyia-nyiakan mu karna itu juga akan membuat aku makin merasa bersalah sama kamu jadi anggaplah aku sebagai seorang dokter yang akan menyembuhkan penyakitmu" dan akhirnya reyhan berhasil membujuk sane.
Sane duduk di kursi yang di sediakan untuk pasient, reyhan memulai pemeriksaan dengan angiogram untuk menunjukkan pembuluh arteri dan vena pada otak lalu CT SCAN agar dokter dia mengetahui adanya ketidak normalan atau sel kanker.
Setelah selesai pemeriksaan sane kembali duduk di kursi patient.
"apa kakak mu tau tentang panyakit mu?" Tanya reyhan.
"tidak" ucap sane.
"kenpa?" Tanya reyhan lagi.
"aku gak mau kakak kembali khawatir dengan ku" ucap sane.
"sane, tapi dia berhak tau tentang panyakit kamu dan kamu tau penyakit kamu sudah memasuki setadium tiga dan aku rasa kamu selalu melalaikan kesehatan mu," ujar reyhan.
"aku selalu memeriksanya" jawab sane.
"setelah kamu merasa sakit kamu semakin parah iya kan?" ucap sang dokter solah mengetahui segalanya, dan memang benar sane memriksakan penyakitnya setelah iya meraskan sakit kepala yang cukup hebat dan itu sudah memasuki stadium 2 karena sane selalu mengabaikan sakit kepala yang selama ini sering menyerang nya.
"sane maaf kan aku, aku sudah meninggalkanmu" ucap reyhan.
"sane aku tau kamu sekarang punya pengganti aku" ucap reyhan pada sane yang kini telah berdiri dari duduknya hendak meninggalkan ruang praktek reyhan.
"dari mana kamu tau?" Tanya sane
"dua hari yang lalu aku kerumah kamu" tukas reyhan.
"apa? kamu kerumahku untuk apa?" tanya sane, reyhan pun berdiri dari duduknya mendekati sane yang masih berdiri di sebrang meja reyhan.
"sane aku kangen sama kamu" ucap reyhan.
"kangen?!! kapan dokter reyhan yang terhormat kangen sama aku?" tanya sane merasa kesal mengingat saat sane di tinggal beberapa bulan lalu tanpa kabar dan tanpa alasan, sane merasa obrolan nya semakin gak penting lalu sane pergi.
"sane aku belum selesai aku mau ngomong sesuatu sama kamu" reyhan.
"apa lagi? semua nya sudah jelas" ucap sene sambil melangkah pergi dari ruangan itu meninggalkan sang dokter di ruangan nya.
"sane maafkan aku, aku janji aku akan selalu menjaga mu" gumam reyhan dan kembali duduk di kursi kebesarannya, membuka laptopnya.
__ADS_1
Jam menunjukan saatnya untuk reyhan makan siang ia segera beranjak dari tempat duduk dan pergi untuk makan makan siang.
Terobati sudah rasa rindu dalam hati reyhan ia merasakan kebahagiaan karna ia telah bertemu dengan gadis impian nya meskipun kini hatinya tak lagi seperti dulu pada reyhan.
Jakarta
Klara tengah berada di teras belakang ia terlihat melamunkan sesuatu! apalagi yang ia pikirkan selain suaminya yang kini berada di negara asing berjuang untuk sesuatu yang tak mungkin ia dapatkan.
Bi siti datang menghampiri klara membawa nampan berisi camilan dan minuman untuk klara.
"Ini non bibi bawakan makanan" ucap bi siti sambil menaruh makanan di meja yang berada di sana.
"non jangan suka melamun" kata bi siti.
"siapa yang melamun, orang aku lagi liatin ikan di sana" jawab sane yang kebetulan ada kolam ikan kecil di sudut halaman belakang.
"ngapain ikan di liatin non toh dia gak bakalan beranak kalau di liatin hahahaa" goda bi siti.
"ah bibi bisa aja siapa tau aja bi hehe, bi dokter reyhan sekarang lagi apa yah?" Tanya klara pada bi siti yang sama ia pun tak tau reyhan di sana sedang apa?.
"bibi juga gak tau non" kata bi siti.
"dia mikirin aku gak yah!" celoteh klara.
"mungkin aja non" ucap bi siti.
"aku kangen tante dan juga paman, kapan yah mereka pulang? rumah ini sepi tanpa mereka" tukas sane.
"bukankah tuan sama nyonya cuma tiga hari di sana" ujar bi siti.
" iya ya bi, itu berarti sekarang mereka pulang?" kata klara.
"iya non mungkin nanti sore atau malam mereka sampai rumah" jawab bi siti.
"kalau gitu kita siapkan makanan spesial untuk mereka.
"iya non ayo tapi itu makanan sama minumannya di minum dulu non bibi sengaja loh buatin buat non!" Seru bi siti.
"baiklah" ucap sane lalu klara memakan camilan yang bi siti taruh di meja, dan juga meminum, minuman yang di bawa bi siti untuknya setelah itu mereka pergi ke dapur memasak untuk menyambut kedatangan nyonya besar san tuan besar.
**To be continue
__ADS_1
jangan lupa like, komen, vote, paforit, karya keduaku terima kasih sudah baca karyaku😘**