Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
Pria menyebalkan


__ADS_3

esoka hari di kediaman wiguna


Pagi yang indah penuh dengan kehangatan, kebahagian nampak di wajah dua orang kakak adik yaitu azlira dan azalea.


Pagi itu alea merasa senang karna pria yang ia sukai akan kembali menjemputnya untuk mengantar ke kampus sedangkan lira sang kakak merasa hatinya bahagia karna ia kembali bertemu dengan sahabat masa lalunya namun sekarang bukan lagi di perkampungan melainkan di sebuah kota besar dan sama-sama memiliki segalanya hanya satu yang belum ia temui yaitu rania yang kini telah menjadi istri rinto yang juga sang dokter.


Lira belum mengetahui siapa rinto dan bagaimana cerita di balik awal pertemuan rinto dan rania, karna klara tak menceritakan bagaimana rinto dan rania bertemu, yang dulu di awali kisah cinta klara dan rinto sebelum cerita rania dan rinto muncul.


Suara klakson mobil di area rumah tuan wiguna terdengar suara klakson yang tak asing bagi alea, alea yang tengah menikmati sarapan pagi bersama kakak dan juga sang ayah ia segera menyudahi sarapannya ketika mendengar suara klakson laki-laki pujaannya.


"Mau kemana? Buru-buru amat" Tanya lira.


"Berangkat kampus lah kak" jawab alea.


"Habisin dulu sarapannya!" Seru lira.


"Jemputan aku sudah datang kak" kata alea.


"Siapa?" Tanya lira.


"Mas reynant kak" jawab alea.


"Dia lagi?! Suruh dia nunggu sampai kamu menyelesaikan sarapannya, gak sopan banget jemput anak orang, bukannya pamit sama orang tuanya ini cuma membunyikan klakson doang" kata lira ketus.


"Dia takut pada kakak!" Ucap alea.


"Takut! Memangnya kakak singa? Yang bisa memangsa orang" ujar lira.


"Mungkin, dia melihat kakak seperti singa! iiih serem...." kata alea.


"Apa??? Beraninya dia bilang begitu, mana orangnya biar kakak hajar dia?" Ucap lira dengan muka marah dan beranjak dari duduknya.


"Enggak kak sabar-sabar aku cuma bercanda kok dia gak bilang apa-apa, aku berangkat dulu ya kak, ayah aku berangkat dulu" pamit alea dan bergegas pergi setelah mencium pipi ayah dan kakaknya.


"Kamu jangan terlalu keras sama adik kamu sayang" ucap tuan wiguna.


"Ayah! Ayah gak tau si reynant itu seperti apa?" Kata lira.


"Memangnya kenapa dia? Yang ayah tau dia orangnya baik" tanya tuan wiguna.


"Ayah dia itu laki-laki menyebalkan yang pernah lira temui di kampung nanglu" tukas lira.


"Di kampung nanglu? Bukankah itu tempat kamu tinggal bersama pak soleh dulu? Untuk apa dia disana?" Tuan wiguna penasaran mendengar perkataan anaknya.


"Ayah, ayah taukan dia itu adiknya dokter reyhan?" Tanya lira

__ADS_1


"Iya" jawab tuan wiguna.


"Nah jadi istrinya dokter reyhan itu berasal dari kampung nanglu dan kebetulan istrinya itu sahabat aku di sana" kata lira.


"Kok bisa? terus reynant kesana untuk apa?"


"Dia kesana beberpa tahun lalu untuk melihat tanah yang akan di beli tuan anggara, sebelum lira ingat semuanya lira sempat berantem sama dia bahkan ayah tau? Saat lira jadi mengembala kambing dan lira bertemu dia ketika lira mengembala kambing, lira sengaja memberikan kotoran kambing di pakaiannya hingga bajunya penuh dengan kotoran kambing yang kira gembala" lira menceritakan apa yang pernah ia alami di kampungnya.


"O yaa tapi ayah baru tau kalau istrinya dokter reyhan berasal dari kampung!" Kata tuan wiguna.


"Yang ayah tau dokter reyhan itu baru menikah beberapa bulan lalu!" ujar tuan wiguna lagi.


"Iya memang, dokter reyhan menikah enam tahun lalu dan di karuniai satu orang anak perempuan yang cantik, mereka sempat pisah dan sekarang mereka kembali menjadi pasangan suami istri" kata lira.


"Terus kamu sudah bertemu dengan istrinya yang sahabat kamu itu"


"Sudah ayah kemarin aku ke rumahnya dan ayah tau di sini ada dua sahabat aku yang sama-sama nikah sama seorang dokter namanya rania dia juga tinggal di jakarta disebuah apartemen bersama suaminya tapi lira belum ketemu sama dia, ayah kenal nggak sama dokter... dokter... dokter apa ya namanya lira lupa" lira diam sejenak mengingat nama suami sahabatnya, rania.


"Dokter apa"


"Bentar ayah! Dokteeeer rinto, ya dokter rinto" lira mengingat nama suami rania karna klara sempat memberi tau nama suami rania.


"dokter rinto! Dia kan dokter yang di jodohkan sama kamu dulu" ucap tuan wiguna.


"Jadi ayah pernah menjodohkan kamu dengan anak teman ayah namanya rinto kamu juga sempat ketemu dia tapi waktu itu kamu bersikap dingin sama dia, kamu ingatkan?" Kata tuan wiguna.


"Kapan? aku lupa" ucap lira.


"Dulu, kalau gak salah waktu kamu masih SMA" tuan wiguna.


"Ahkk tapi sekarang dia sudah jadi suami orang, yang jadi istrinya sahabat aku lagi!" Ujar lira.


"Terus kapan kamu akan memperkenalkan seseorang pada ayah?" Goda tuan wiguna.


"Ayah lira belum memikirkan itu" jawab lira.


"Kamu ini sudah waktunya menikah dan memberi ayah cucu" kata tuan wiguna.


"Mungkin alea yang bakal ngasih cucu duluan sama ayah" ucap lira.


"Gak bisa dong harus kamu duluan, apa jangan-jangan reynant itu malah jodoh kamu, kan kata orang dari benci bisa jadi cinta" tukas tuan wiguna pada anaknya dan membuat lira cemberut.


"ayah kaya si klara aja ngomongnya bisa samaan gitu, lagian si reynant itu kan lagi deket sama alea"


"Nah kan teman kamu juga bilang begitu berarti ayah benar! Lagi pula adik kamu itu katanya gak pacaran cuma temenan biasa, kamu bisa minta di comblangin sama dia" Tuan wiguna.

__ADS_1


"Apaan si? Sudah ah lira mau berangkat kerja dulu sudah siang, hari ini lira ada persentasi untuk memenangkan tender di bali" ujar lira, lalu lira menyodorkan tangam untuk menyalami ayahnya kemudian mencium pipinya dan bergegas pergi, tuan wiguna melihat tingkah laku kedua anaknya ia hanya tersenyum kemudian ia pun beranjak dari kursi makan untuk berangkat kerja.


Di perusahaan tempat lira akan memberikan persentasi nampak di sana sudah hadir beberapa kandidat dari beberapa perusahaan yang akan bergabung dengan perusahaan pemilik tender kebetulan perusahaan lira di bidang konstruksi dan kali ini ada perusahaan yang membutuhkan perusahaan konstruksi untuk menyelesaikan proyek pembangunan gedung apartemen yang akan di bangun di pulau bali.


Setelah beberapa menit menunggu akhirnya datang sanga pemilik perusahaan yang membuat lira kaget saat sang pimpinan perusahaan muncul, dengan jelas lira mengenali orang yang kini berada di hadapannya, orang itu tak lain adalah reynant sang musuh bebuyutan, reynant pun demikian ia memandang klara yang berjarak tiga kursi dari kursi yang di duduki reynant.


Lira mengerutkan alisnya namun lira berusaha profesional ia tak membuka suara tak seperti apa yang sering di lakukannya setiap bertemu reynant begitu juga reynant mereka hanya seperti orang tak pernah saling mengenal saat itu.


"Kenapa aku harus selalu di pertemukan dengannya" batin klara.


"Saat nya aku bermain-main denganmu perempuan kambing!" gumam reynant seraya memandang lira.


Dan acara persentasi pun di mulai setelah beberapa perusahaan memberikan persentasi nya satu persatu kini Giliran lira, lira nampak terlihat mengagumkan setiap kata-katanya nampak jelas reynant mengagumi lira sejenak sampai orang-orang memberikan tepuk tangan pada lira dan hasil akhir dari penyeleksian, reynant memelih perusahaan lira sebagai pemenang tender.


Lira merasa antara senang dan tidak karna mau tidak mau lira harus bergabung dengan perusahaan reynant dan di bawah pimpinan reynant orang yang selama ini menurutnya sangat menyebalkan, semua orang sudah beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan ruangan tersebut hanya tinggalah reynant dan lira.


"Kita keruangan ku sekarang!" Seru reynant, mau tidak mau lira dengan asistennya mengikuti perintah reynant karna ada beberapa berkas yang akan di tanda tangani oleh pihak perusahaan lira dan juga reynant.


Tak lama sampailah di ruangan reynant, reynant duduk di kursi kebesarannya disana juga nampak sang asisten pribadi reynant yang berdiri mempersilahkan lira untuk duduk namun lira lansung menghampiri reynant.


"Kenapa kamu memilih aku?" Tanya lira pada reynant.


"Karna aku lihat persentasi kamu bagus" jawab reynant tanpa memandang lira.


"Aku tau kamu milih aku karna ada sesuatu kan?" Kata lira.


"Apa? sesuatu apa? Kalau kamu tau sesuatu itu apa? kasih tau aku! Lagi pula kalau kamu gak suka gabung dengan perusahaan ku kamu gak usah ikut persentasi barusan" Tukas reynant.


"Jangan pura-pura sok polos gw tau maksud lu, gw juga gak tau kalau ini perusahaan lu kalau gw tau gw gak bakalan mau gabung" mereka mulai memanas bahkan kata-katanya pun tak lagi dengan kata formal hingga membuat sisten lira dan asisten reynant saling memandang dengan aneh ketika melihat para bosnya yang malah berdebat.


"Dengar perempuan kambing sekarang lu terikat perjanjian dengan gw" kata reynant.


"Kalau gw tau ini perusahaan lu gw gak bakal mau datang kemari untuk bergabung sama perusahaan lu dan lu jangan pernah bilang gw perempuan kambing" ucap lira.


"Oke silahkan lu mundur sekarang gw gak akan ngelarang lu tapi lu bakal tau akibat yang akan berdampak pada perusahaan lu"


"Lu ngancam gw?"


"Gw bukan ngancam tapi lu harus ingat sanksi pembatalan perjanjian sepihak karna lu sudah membuang-buang waktu gw, lu tau dalam bisnis time is money lu harus paham itu" reynant menekankan.


"Dasar lu laki-laki menyebalkan!" Ucap lira.


"Sudahlah lu gak usah banyak ngomong nanti lu jatuh cinta sama gw mendingan lu lihat semua berkas-berkasnya yang harus lu tanda tangani!" Seru reynant. Dan akhirnya perjanjian antara dua perusahaan pun berhasil di tanda tangani oleh dua belah pihak antara perusahaan reynant dan juga perusahaan lira.


To Be Continue

__ADS_1


__ADS_2