
Benar-benar kejadian yang sangat menyayat hati apa lagi untuk klara, mengingat rania sampai di jakarta awal mulanya karna klara yang sengaja memberikan rinto yang dulu kekasihnya pada sahabat masa kecilnya itu untuk menyelamatkan kehormatan keluarga rania dari laki-laki yang tak bertanggung jawab yang meninggalkan rania ketika di ambang pernikahan, akhirnya dengan suka rela klara menyuruh rinto yang waktu itu kekasihnya untuk menggantikan calon suami rania yang kabur saat detik-detik penikahannya akan di dilangsungkan.
Kejadian ini benar-benar membuat klara dan lira bagai teriris sembilu tajam, saat mereka berdua benar-benar kangen dengan sahabatnya justru malah mereka di pertemukan dengan ke adaan rania dalam ke tak bernyawa.
_________
Reyhan membawa klara kerumah sakit untuk di lakukan pemeriksaan kesehatannya mengingat klara saat ini dalam keadaan hamil muda, karna kejadian yang menimpa sahabatnya membuat klara syok dokter menyarankan agar klara di rawat untuk memulihkan kesehatannya, sedangkan lira dan sopir pribadi klara kini tengah berada di kantor polisi untuk memberikan informasi terkait penemuan jasad rania.
"Maaf dengan nona siapa?" Tanya petugas.
"Azlira wiguna" jawab lira.
"Nona azlira anda tau kalau ini adalah tindak kriminal? Anda bisa ceritakan bagaimana anda bisa sampai di rumah itu dan menemukan korban?" Lira mulai di introgasi.
"Jadi begini pak......" lira menceritakan dari awal mula ia datang kerumah kediaman keluarga rinto hingga ia menemukan jasad rania lira tak hentinya mengeluarkan airmata saat menceritakan apa yang ia dan klara temukan seorang sahabat yang di rindukan terbujur kaku dengan ke adaan tangan dan kakinya terikat.
"Apa anda tau selama ini korban tinggal dengan siapa?" Tanya petugas.
"Saya kurang tau pak karna saya kesana juga baru pertama kali saya dan teman saya mendapat alamatnya dari suami rania pak, tapi yang saya tau dia tinggal dengan mertuanya, sedangkan suaminya terakhir kami menghubunginya dia lagi di luar kota pak" jawab lira.
"Oke, begini tadi tim kami sudah betanya pada beberapa tetangga terdekat korban, menurut kesaksian para warga dan para tetangga terdekat sudah beberapa hari rumah tersebut sepi malah terlihat kosong yang biasanya ada penjaga atau pelayan beberapa hari ini justru tidak terlihat siapa-siapa, apa ada yang anda curigai nona? Mungkin suaminya?" Petugas.
"Saya gak tau ya pak karna saya juga belum bertemu dengan orang-orang yang tinggal di sana karna saya dan klara pertama kali datang kesana kalau suaminya saya rasa gak mungkin kalau dia pelakunya gak mungkin memberikan alamat rumah itu pada kami pak" lira.
"Baiklah kalau begitu terima kasih atas kesaksian anda, saya akan menyelidiki kasus ini lebih lanjut kami juga akan memanggil suami, mertua, para penjaga dan pelayan yang terakhir bekerja di rumah tersebut" kata petugas.
"Iya pak, bapak harus secepatnya menemukan pelakunya pak" tukas lira.
"Iya pasti, kami harap anda bersedia datang kembali jika kami kembali membutuhkan kesaksian anda" petugas.
"Iya pak kami akan selalu siap kapan pun anda butuh informasi dari saya dan saya juga minta tim bapak selalu kasih tau kami jika ada info terbaru, kalau begitu saya permisi pulang dulu"
"Iya nona pasti kami akan menghubungi anda dan yang lain jika ada info terbaru"
"Terima kasih pak kalau begitu saya permisi dulu"
"Iya nona silahkan" petugas mempersilahkan lira untuk pulang, sepulang lira dari kantor polisi lira segera menemui klara di rumah sakit, tak memakan waktu lama akhirnya lira pun sampai di rumah sakit tempat klara di rawat disana sudah nampak bu karina dan pak anggara yang baru sampai sedangkan reyhan ia tidak ada di ruangan klara di rawat reyhan tengah menghubungi rinto.
__ADS_1
"Ra kamu gak papa kan?" Tanya lira ketika masuk ruangan klara dan melihat klara dengan keadaan yang sangat lemah Lira memeluk klara dengan tangisan kembali pecah di antara mereka berdua.
"Gimana kabar dari polisi" tanya bu karina yang juga tengah menenangkan menantunya dengan mengelus kepala klara.
"Rania meninggal dibunuh tante" jawab lira setelah melepas pelukannya.
"Di bunuh Siapa yang melakukannya? Dan apa motifnya" Tanya bu karina lagi.
"Entah lah polisi masih akan terus menyelidiki kasusnya" jawab lira.
"Apa mungkin rinto!" Cetus bu karina tiba-tiba.
"Gak mungkin kalau mas rinto aku rasa gak mungkin semarah apapun dia gak mungkin sampai ngebunuh orang" tukas klara.
"Polisi mengarahnya pada mertua rania mama nya dokter rinto" sambung lira.
"Oya!? Ya kita lihat saja nanti polisi pasti akan segera menemukan pelakunya dan kalau memang benar ibunya rinto yang melakukannya dia pasti akan segera di tangkap" kata bu karina.
"Bagaimana orang tua rania di kampung?" Tanya lira.
"Mereka sudah melihat beritanya di tv karna semua stasiun televisi menyiarkan beritanya dan barusan juga reyhan menelpon keluarganya" jawab bu karina.
"Pasti, bahkan katanya ibunya sampai beberapa kali tak sadarkan diri, mereka pun sekarang sedang dalam perjalan kemari dengan di jemput pesawat pribadi reyhan" ujar bu karina.
"Kasian sekali mereka, rania anak perempuan satu-satunya di keluarga itu dia anaknya soleh banget rania gak pernah membuka aurat bahkan saat ia tidur pun kerudungnya jarang ia lepas" kata lira.
"Aku yang salah, aku yang sudah membuat rania seperti ini, kalau saja dulu aku gak menyuruh mas rinto menggantikan laki-laki yang kabur saat pernikahan rania, mungkin rania gak akan seperti ini, rania maafkan aku raniaaa" ucap klara tangisannya semakin histeris bu karina dan lira berusaha menenangkan.
Reyhan yang baru kembali keruangan klara, ia mendengar istrinya kembali histeris ia dengan segera mendekati sang istri lalu memeluknya.
"Sudah sayang kamu jangan seperti ini nanti kamu stres kasian bayi dalam kandungan kamu" kata reyhan seraya memeluk istri kesayangannya.
"Mas aku yang salah mas, aku yang sudah mengenalkan mas rinto pada rania dan membuat mereka menikah, kalau aku gak nyuruh mereka menikah mungkin rania gak akan seperti ini mas"
"Sayang kamu gak salah, karna kamu juga kan gak tau kalau temanmu akan seperti ini" kata reyhan.
"Sudah ya"
__ADS_1
"Han bagaimana apa kamu sudah menelpon rinto?"
"Mam dia lagi di perjalanan menuju pulang"
"Apa menurut kamu dia terlibat"
"Aku rasa nggak beberapa minggu ini dia berada di luar kota"
"Ya allah siapa yang tega melakukannya"
"Rinto curiga pada ibunya!"
"Ibunya? Dia juga mencurigai ibunya, kata lira polisi juga mencurugai ibunya rinto, tapi bagaimana bisa rinto mencurigai ibunya sendiri" kata bu karina
"Iya, karna ia tau kalau ibunya sengaja membawa menantunya tinggal bersama karna ada niat jahat"
"Lalu kenapa dokter rinto itu membiarkan rania tinggal bersama ibunya kalau dia sendiri sudah tau ibunya ada niat jahat?" sambung lira.
"istrinya yang memaksa minta tinggal bersama mertuanya" jawab reyhan.
"Nia nia kenapa si kamu mau tinggal dengan orang jahat" cetus lira.
"Tapi itu baru kecurigaan saja belum tentu benar kalau ibunya rinto pelakunya" tukas reyhan.
"Sayang kamu jangan banyak pikiran" ucap reyhan kemudian mencium kening klara.
"Bagaimana aku gak kepikiran mas" jawab klara.
"Kepikiran itu pasti, tapi kamu harus ikhlas mungkin sudah jalannya dia harus seperti itu, kamu jangan rapuh seperti ini! kan biasanya kamu yang mengingatkan orang lain untuk tetap tegar dengan apa yang mereka hadapi sekeras apapun perjalanan hidup mereka, dan sekarang giliran kamu yang harus tegar dan ikhlas dengan semua ini" reyhan berusaha menenangkan klara.
"Tapi ini masalah nya lain mas"
"Lain bagaimana?"
"Mas aku yang mempertemukan rania dengan mas rinto bahkan sampai menjadi suami istri dan hingga akhirnya rania kekeh untuk ikut mas rinto ke jakarta" celoteh klara.
"Sayang itu bukan alasan untuk kamu menyalahkan diri kamu atas kematian sahabat kamu, sudah sekarang kamu istirahat karna kamu akan menyambut ibu sama bapak dan juga orang tua rania" kata reyhan.
__ADS_1
To Be Continue