Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
pelabuhan ratu


__ADS_3

Sampai di pelabuhan ratu.


Pelabuhan ratu adalah sebuah kota kecil yang terpencil namun banyak di kenal oleh para wisatawan tak sedikit orang yang ingin mengetahui dan mengenal bagaimana kota kecil yang memiliki legenda ratu laut selatan tersebut.


Selain memiliki cerita yang melegenda pelabuhan ratu juga salah satu penghasil ikan terbesar di pulau jawa banyak hasil laut yang di hasil kan di sana seperti lobseter, ikan layur, kerang, dan masih banyak lagi hasil laut yang lainnya, selain itu di pelabuhan ratupun kini berdiri bangunan- bangunan yang sengaja di bangun oleh pemerintah untuk kebutuhan masyarakat mulai dari pabrik, pembangkit listrik tenaga uap pembangkit listrik tenaga gas, bahkan sampai penangkaran lubang tak hanya itu pelabuahan ratu salah satu pantai wisata yang masih terjaga kealamiannya karena masyarakat setempat selalu menjaga keasrian alam, pelabuahan ratu bisa di sebut balinya orang sunda.


Ketika kita bertandang ke pelabuhan ratu banyak hotel atau penginapan yang bisa di kita sewa untuk sekedar beristirahat, masyarakat di sana juga terkenal dengan keramahannya.


________________


Sampai di pelabuhan ratu reyhan, lira dan alea menginap di sebuah hotel tempat klara dan reyhan menginap hotel tersebut tepat berada di pinggir pantai dengan memimiliki 13 lantai dengan 210 kamar, hotell yang menghadap ke arah laut, yang nampak menyuguhkan keindahan laut yang berada di tanah sunda tersebut, Grand Ina Samudra Beach Hotel, hotel tempat mereka menginap.


Setelah bertemu sahabatnya, lira mengajak adiknya alea, mengobrol bersama klara di kursi taman yang tersedia di halaman hotel yang berada tepat di bibir pantai, reynant asik mengajak bermain ponakan kesayangannya intan, sedangkan reyhan sibuk menerima beberapa panggilan masuk dari beberapa rekan bisnisnya.


"Gimana ra kamu sudah ketemu dia?" Tanya lira, sedangkan alea sibuk dengan mengotak-ngatik layar ponselnya dan sesekali berselfi ria dengan alam pemandangan di sekitar.


"Belum wat kemarin aku kerumah neneknya tapi katanya sane lagi gak ada di rumah neneknya" jawab lira.


"Lho katanya dia di ajak neneknya ke sini kan!?" Lira mengernyitkan alisnya.


"Iya wat tapi... sekarang dia lagi gak di rumah neneknya katanya dia lagi di sebuah perkampungan" jawab klara.


"Hah perkampungan, jauh gak dari sini?" Tanya lira lagi.


"Katanya si lumayan jauh"


"Berapa jam dari sini? Dua jam? Tiga jam? Atau...???" Lira menebak-nebak.


"Gak lah gak nyampe jam, jaman" klara memotong pertanyaan lira.


"Berarti deket dong? Terus kenapa gak kesana aja kepalang kesini lho" Kata lira.


"Rencananya besok kita kesana" ujar klara.


"Ra maaf ni! bukan nya aku ngomporin kamu, tapi apa kamu gak takut kalau suami kamu kembali sama dia?!" Celoteh lira.


"Sebenar ada pikiran aku kesana, tapi mas reyhan selalu mengingatkan aku kalau sekarang dia hanya mencintai aku dan di hatinya hanya ada aku dan intan" ujar klara.


"Ya mudah-mudahan ya ra, aku gak mau kamu merasakan kembali apa yang dulu pernah kamu dan anakmu alami"


"Iya maksih ya wat" ucap klara.


"Oh iya ra beberapa hari ini aku ingat pada rania" lira.


"Kamu sudah menemui dia kan?" Tanya klara.


"Sudah aku, udah dua kali menemui dia, tapi saat aku mau menemui dia lagi rania gak ada kayanya dia sudah pindah dech ra!" Kata lira.


"Kamu tau dari mana dia pindah?" Tanya Klara.


"Ya nebak aja soalnya setiap aku ke apartemennya dia gak ada.


"Kalau memang iya rania pindah, pindah kemana? masa dia gak ngasih tau kita!" Tukas klara.


"Itulah aku juga gak tau" lira.


Ketika asik mengobrol, selesai dengan urusannya dengan orang yang menelponnya reyhan menghampiri lalu duduk di samping klara.


"Mana intan?" Tanya reyhan.


"Itu di sana sama unkle nya"


" kenapa gak kesana juga" kata reyhan.


"Ya sudah kita kesana yuk" ajak klara seraya menarik tangan suaminya.

__ADS_1


"Aku gak di ajak nih"


"Ya udah ayok"


"gak lah kita di sini aja"


"Alea ayo kita kesana" ajak klara pada alea yang sedari tadi sibuk dengan layar ponselnya.


"Nanti aja kak" jawab alea dengan mengembangkan senyum.


Reyhan menggengam tangan klara menuruni tangga menuju pantai menghampiri reynant yang tengah bermain dengan intan.


"Ayah... bunda...!?" Teriak intan katika melihat kadua orang tuanya hendak menghampiri.


"Ayah aku main bola sama unkle aku yang menang telus" kata intan.


"O ya?"


"Iya"


"Coba sama ayah!" seru reyhan.


"Ayah gimana si!? intan kan perempuan masa di ajak main bola!" protes klara.


"Gak apa-apa bunda sayang, yang penting intan senang" jawab reyhan lalu melepas genggaman tangannya dan berlari kecil ke tepi pantai untuk bermain dengan intan.


Reyhan ikut bermain bersama intan dan juga reynant selang beberapa menit reyhan menghampiri klara yang masih berdiri memperhatikan keluarganya yang asyik bermain bola ditepi pantai tersebut, reyhan merasa kecapean reyhan berkacak pinggang dan mengatur napas yang ngos-ngosan.


"cape kan?" Kata klara pada reyhan sembari mengusap keringat reyhan yang keluar di kening dan pipi reyhan, merasa klara begitu perhatian reyhan memeluk pinggang klara lalu mencium bibi klara singkat.


"Woooyy ingat ini tempat umum" teriak lira dari jarak beberapa meter yang rupanya sedari tadi memperhatikan kemesraan suami istri tersebut, klara dan reyhan pun menoleh pada lira dan alea yang masih duduk di kursi taman dan tersenyum pada mereka berdua.


"Udah ah ada yang lagi jomblo tuh, main lagi sana!" Seru klara pada reyhan seraya melepas pelukan reyhan setelah mendengar teriakan lira.


"Aku cape sayang, Sekarang aku mau di sini bersama kamu" kata reyhan sembari melingkarkan tangannya di pinggang klara dan memperhatikan anaknya berlari bersama reynant.


"Kita kesana yuk kak!" Ajak alea.


"Ngapain?" Tanya lira.


"Bermain di sana kak, photo-photo ayok kak" ajak alea lagi alea."


"Kamu sendiri aja!" Ujar lira.


"Gak seru kak, eh kak liar dech kak, mas rey ganteng banget ya?" Celoteh alea.


"Siapa?" Tanya lira seolah tak mendengar ucapan adiknya.


"Mas reynant kak, coba dia jadi pacar aku"


"Kamu ini!" Lira.


"Kenapa? boleh dong aku ber angan-angan" alea.


"Iya terserah kamu" lira.


"Kak aku kesana dulu ya" alea.


"Iya" lalu alea pergi menuju sisi pantai menghampiri reynant yang tengah bermain dengan intan.


"Hii!, aonty boleh ikutan gak?" Ujar alea pada intan.


"Wah seru nih boleh dong ayok" ucap reynant.


"Aku di tim intan ya!" Kata alea.

__ADS_1


"Aku yang di tim intan" sambung lira yang menyusul alea.


"Oke" alea.


"Kita suit ya, siapa yang menang dia yang berhak menendang duluan.


"Tunggu-tunggu" seru klara.


"Ada apa lagi?" Tanya reynant.


"Kita ko gak di ajak main!?" Tukas klara.


"Ya sudah kalau gitu berarti kita bermain tiga orang, tiga orang ya, bang han di tim aku!" Ajak reynant.


"Oke siapa takut" kata klara dan akhirnya permainan pun di mulai setelah melakukan suit terlebih dahulu dan yang menang tim nya klara.


Klara menendang bola dengan lucunya karna dia sendiri gak pernah bermain bola dan hanya tau saat melihat orang bermain di kampung halamannya sedangkan tim reynant terlihat sangat jago bermain, lira, klara, dan intan berusaha merebut bola yang terus di giring tim reynant, klara tak berhasil merebut bolanya intan pun demikian hingga akhirnya lira yang berniata merebut bola yang terus di kocek reynant lira berusaha merebutnya dengan terus menarik bagian belakang kaos reynant hingga waktu reynant berbalik reynant mengenai tubuh lira, karna reynant merasa susah untuk melangkah akibat terhalang tubuh lira yang berusaha merebut bola dari reynant akhirnya reynant terjatuh dan dengan spontan menarik tangan lira hingga lira pun ikut terjatuh sampai menindih tubuh reynant, tubuh lira tepat berada di atas tubuh reynant yang terjatuh telentang empat pasang mata tiba-tiba beradu tatap cukup lama karna setelah terjatuh lira maupun reynant tak segera bagun adegan merekapun di saksikan para pemain yang lain, klara langsung menutup kedua mata intan ketika ada adegan yang tak di sengaja tersebut


"Wati, reynant kita ini lagi main bola! bukan lagi main film bollywood!" Seru klara, mendengar ucapan klara lira dengan segera bangun dari tubuh reynant, sedangkan alea merasa kesal melihat adegan lira dan reynant.


"Sorry" ucap lira.


"Sorry, Sorry!!! Gimana si main bola pake narik-narik baju orang segala" cetus reynant yang masih terduduk di atas pasir.


"Lagian lu main nya curang!" Celoteh lira.


"Curang gimana?" Protes reynant lalu ia berdiri dari duduknya dengan bajunya penuh dengan pasir.


"Ya curang lah, masa bolanya di bawa-bawa sendiri" kata lira.


"Ya lu rebut dong bolanya!" Seru reynant.


"Ya kan tadi gw berusaha merebut bolanya, tapi lu malah ngegiring-giring bola nya mulu pake kaki lu" protes lira.


"Ya kan memang begitu kalau main bola lu rebut pake kaki lu juga bukannya narik-narik baju gw gimana bolanya mau lepas dari kaki gw" tukas reynant.


"kalau gitu caranya susah dong kita ngerebutnya" lira.


"Dasar cewe stres mau main bola tapi gak ngerti cara mainnya, kalau mau gampang lu bawa bola masing-masing" kata reynant.


"Ah gw males kalau gitu caranya gw gak mau main lagi" tukas lira sembari pergi meningalkan reynant.


"Hay kaum hawa memang begitu cara nya main bola"


"Gw gak mau main lagi ayok ra kita gak usah main lagi" ajak lira sambil meraih tangan klara dan menariknya.


"Intan juga gak mau main lagi, unkle culang" intan ikutan ikut pergi bersama lira dan bundanya.


"Ayo sayang!" Ajak lira pada intan.


"Aduh repot" reynant menepuk jidatnya sendiri.


"Rey aku susul mereka dulu, aku gak mau kakakmu marah gawat rey kalau dia marah"


"Ya sudah susul sana semuanya pergi, pergiiiii!"


Akhirnya reyhan pun pergi menyusul sang istri dan tinggalah reynant dan alea yang masih berdiri di sana.


"Kamu gak ikut mereka?" Tanya reynant pada alea.


"Aku kan di pihak mas rey" jawab alea dengan pd nya.


"Mas kita duduk di sana yuk" ajak alea seraya menunjuk batang pohon kelapak yang tergeletak di tepi pantai.


"Boleh ayo" reynant berjalan beriringan dengan alea sembari menepuk-nepuk bajunya yang penuh pasir..

__ADS_1


Sedangkan yang lain sudah tak berada di sana lagi reyhan pergi merayu klara sedangkan lira membawa intan bermain di kamar hotell yang sudah di booking nya.


...To Be Continue ...


__ADS_2