Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
48 kebahagian


__ADS_3

Sementara di jakarta seorang wanita tengah mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan salah satu keturunan keluarga anggara justru di tengah perjuangan itu seorang laki-laki yang telah menanamkan benih dan pada wanita yang kini telah berhasil menjaga benih itu hingga tumbuh sehat di rahimnya hingga menjelma menjadi sosok bayi mungil dan cantik berhasil yang kini telah berhasil di lahirkan, seorang klara andarista telah memberikan keturunan justru seorang laki-laki yang seharusnya berada di sisinya saat perjuangan itu ia malah sibuk dengan urusannya sendiri.


Reyhan seorang dokter penuh karisma itu justru ia lebih sibuk dengan urusannya yang jika di pikir dengan akal sehat tidaklah penting di banding dengan menyambut buah hatinya yang kini telah lahir, hati dan pikiran reyhan selalu terkuras dengan memikirkan sane.


Ia terus berpikir bagaimana cara agar bisa kembali dengan sane bagaimana cara untuk memisahkan sane dengan jun sang aktor korea yang juga sangat menyayangi dan begitu mencintai sane seorang lelaki masa kecil sane yang selama ini selalu ia dampabakan, sayangnyareyhan tak mengetahui itu lebih jelasnya tak mau tau tentang perasaan sane terhadapnya, entah karna ia terlalu mencintai sane atau karna terobsesi pada sane hingga seorang reyhan yang di kenal sebagai seorang dokter yang pintar dan selalu berpikir panjang dengan kecerdasannya ketika ia menghadapi pasien yang sangat parah sekalipun ia selalu dapat menyelamatkan tak sedikit nyawa yang di selamatkan olehnya, namun ketika ia di hadapkan dengan persoalan hati justru ia seperti orang bodoh tak dapat berpikir jernih hingga ia di butakan oleh perasaannya pada sane padahal dia sendiri tau kalau sane bukan pemilik hati nya.


Sepulang dari rumah sakit tempat nya bertugas, reyhan merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk dan nyaman yang biasa ia tiduri reyhan menaruh tangan di bawah kepalanya lalu ia meraih ponselnya yang ia taruh di atas kasur dengan sembarang ketika reyhan menyalakan ponselnya ia melihat ada beberapa panggilan tak terjawab yang masuk lalu reyhan bangun dari rebahannya dan duduk di atas kasur dengan bersila kaki.


"Reynant!?? ada apa dia nelpon?" gumam reyhan.


Kemudian reyhan melihat ada pesan masuk di ponselnya.


"bang han istrimu sudah melahirkan bayi mu sangat cantik, lucu kapan bang han pulang?" Tanya reynant lewat pesannya.


pesan tersebut membuat reyhan kaget kemudian ia dengan segera melakukan panggilan ke nomor reynant.


Tak lama panggilan tersambung.


"rey jadi klara udah lahiran?" Tanya reyhan.


"iya bang, abang di telpon susah banget, jangan bilang abang lagi sibuk dengan urusan sane" ucap reynant.


"bukan urusan kamu" kata reyhan.


"urusanku lah bang abang kan abang aku!" ujar reynant.


"mana klara? apa kamu lagi di rumah sakit?" reyhan mengalihkan pembicaraan.


"aku lagi di rumah, gak lagi di rumah sakit, aku baru pulang setelah kak klra lahiran.


"ya sudah kalau gitu aku telpon mamah aja, mamah masih sama klara kan?" kata reyhan.


"oh iya dong mamah masih sama menantu kesayangannya, apa lagi menantunya di telantarkan suaminya" ucap reynant.


"kamu ini jaga bicara kamu!" reyhan sedikit tersinggung.


"kenapa bang benerkan?" reynant.


"akhh sudahlah" reyhan semakin kesal lalu memutus sambungan telpon nya dan menelpon bu karina.


Reyhan menelpon mamahnya setelah memutus sambungan telpon nya dengan reynant.


Setelah panggilan tersambung ia menanyakan keadaan klara dan bayinya.


"halo mam, klara udah lahiran?" Tanya reyhan.


"iya anak mu lu...cuuu.. banget dia cantik wajahnya bener-bener mirip kamu, kamu mau liat gak?" ujar bu karina.


"iya boleh mam, emh mam orang tua nya klara sudah di kasih tau?" Tanya reyhan.


"sudah katanya esok lusa mereka mau kesini" jawab bu karina.


"mam han alihkan ke sambungan vidio yah" ucap reyhan.


"iya boleh, eh han kapan kamu pulang? ini anak mu sudah lahir lho" bu karina.


"gak tau mam soalnya perkerjaan han di sini gak bisa di tinggal" jawab reyhan.


"pekerjaan apa?" Tanya bu karina.


"ya pekerjaan han sebagai dokterlah mam" ucap reyhan.


"bukan pekerjaan mengurusi sane!?" Celoteh bu karina dengan muka masam ketika mengatakan demikian.


"mungkin itu juga" reyhan.


"reyhaan!!!" bu karina.


"han alihkan ke panggilan video" kata reyhan.


Sementara reyhan sibuk telponan dengan panggilan video nya dengan bu karina karna ingin melihat buah hatinya karna memang reyhan tak pernah mempungkiri jika anak yang dibkandung klara adalag anaknya, ada juga sepasang suami istri yang hidup di sebuah perkampungan yang juga merasakan kebahagiaan seperti apa yang di rasakan keluarga anggara mereka tak lain ialah pak abdi dan bu indi orang tua klara yang juga sangat menyayangi anak bungsunya itu.

__ADS_1


Di kampung nanglu.


Sepasang suami istri tengah bercengkrama di ruang tengah setelah mendapat kabar kalau klara sudah melahirkan.


"pak ibu gak sabar pengen segera lihat cucu kita" ucap bu indi.


"bu sebaiknya ibu beritahu ali kalau adiknya sudah melahirkan" seru pak abdi.


"oh iya pak ibu hampir lupa" ucap bu indi.


"iya pasti ibu lupa karna ibu sudah pikun" kata pak abdi.


"iiihh bapak kaya bapak bukan pelupa saja" ucap bu indi.


"enggak bapak enggak kaya ibu" pak abdi.


"iya iya" kata bu indi ketus san seolah tak mau meladeni perkataan suaminya, lalu bu indi meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja di hadapannya, kemudian bu indi menelpon anak laki-laki nya yang tinggal agak jauh dari kampung tempat tinggal bu indi dan pak abdi karna anak laki-laki nya itu tinggal di kampung tempat tinggal istrinya.


setelah sambungan telepon tersambung terdengar lah suara cucunya yang mengangkat panggilan di ponsel ayahnya karna setiap ali, abang nya klara ada di rumah ponsel nya selalu di rampas anak keduanya yang baru berusia 5 tahun.


"hayooo" ucap sang cucu dengan cadel.


"eh ini pasti cucu umi yang ganteng?" ucap bu indi.


"umiii"


"iya sayang dedek lagi ngapain?" tanya bu indi pada sang cucu.


"agi main" jawab dede.


"udah makan?" bu indi.


"udah sama teyoy" jawab sang cucu yang masih cadel itu.


"baba dede ada?" bu indi menanyakan ayah dari cucunya.


"ada" jawabnya.


"siapa dek" tanya ali ayahnya yang datang dari arah belakang anaknya.


"umi" dedek.


"oh sini baba pinjem dulu hp nya!" seru ali.


"asalammuala'kum bu ada apa?" Tanya ali.


"li adikmu sudah melahirkan" ujar bu indi.


"iya bu?" ali dengan senang mendengar adik semata wayang nya telah melahirkan.


"iya tadi pagi" bu indi.


"alhamdulillah, anaknya laki-laki perempuan?" Tanya ali.


"perempuan" jawab bu indi.


"syukurlah, terus klara nya gimana dia sehat kan?" Tanya ali.


"alhamdulillah semuanya sehat lahirannya lancar klara melahirkan normal" kata bu indi.


"alhamdulillah" ali.


"gini li ibu sama bapak rencananya mau ke jakarta apa kamu mau ikut?" Tukas bu indi.


"gimana yah bu ali di sini kan ngajar apalagi sekarang anak didik ali mau masuk musim ujian semester akhir, ali gak enak kalau ninggalin mereka, tapi ali usaha bicarakan dulu sama pihak sekolah" ucap ali, ali anak pertama dari pasangan pak abdi dan bu indi adalah seorang guru agama.


"ya sudah kamu bicarakan dulu saja sama pihak sekolah dan juga istrimu" kata bu indi.


"iya bu nanti ali kasih kabar lagi, memangnya kapan ke jakartanya bu?" Tanya ali.


"mungkin lusa" ujar bu indi.

__ADS_1


"siapa yang nelpon?" tanya istri ali yang baru datang dari warung.


"bu sudah dulu yah ali mau bicara dulu sama istri ali" kata ali.


"iya nanti kamu telpon ibu lagi yah!" bu indi.


"iya nanti ali kabarin lagi" ali.


"ibu" jawab ali pada istrinya.


"oh gimana ibu sehat?" tanya istri ali.


"ibu dan bapak sehat mereka ngasih tau katanya klara sudah lahiran" ucap ali.


"o... ya syukurlah, gimana anaknya laki-laki apa perempuan?" istri ali.


"perempuan" ali.


"jadi gini uma ibu sama bapak lusa mau kejakarta nengok cucunya yang baru lahir, dan bapak sama umi ngajak baba kesana juga menurut uma gimana?" Tanya ali pada istrinya.


"baba... kalau baba mau kesana kenapa enggak lagi pula kalau bapak sama bapak cima berdua kesana uma rasanya khawatir juga mereka kan gak pernah bemper jauh apa lagi kejakarta itu kan kota besar" istri ali dengan penuh perhatian pada mertuanya ia mengingatkan suaminya, mengingat mertuanya tak pernah bepergian jauh.


"tapi uma bagaimana dengan sekolah?!" kata ali.


"di sekolah kan banyak guru" sang istri.


"iya tapi guru agama cuma baba!" ali.


"baba bicarakan dulu sama pihak sekolah lagi pula baba di sana gak bakal lama kan?" istri ali.


"iya sih uma, ya sudah baba coba ngobrolkan dulu, kalau gitu baba kesekolah dulu yah keburu kepala sekolah pulang" ali lalu dengan segera ia berpamitan pada istrinya padahal ia baru pulang mengajar.


Di rumah pak abdi dan bu indi.


"bu bapak jadi kepikiran soal perjanjian klara dan dokter reyhan" ucap pak abdi.


"perjanjian apa pak?" Tanya bu indi ia melihat suaminya sedikit merenung.


"itu loh bu yang bapak bicarakan waktu itu" kata pak abdi.


"apa ibu lupa?" Tanya bu indi lagi.


"soal perjanjian dokter reyhan sama anak kita yang setelah bayi klara lahir maka mereka akan berpisah" ucap pak abdi.


"iya yah pak, lalu bagaimana dengan mereka sekarang!?" ujar bu indi.


"kita bicarakan nanti sama ali dan setelah sampai di jakarta kita bicarakan pada mertuanya klara" ucap pak abdi.


"iya mungkin sebaiknya begitu pak" bu indi.


"yah mudah-mudahan mereka gak jadi pisah" ucap pak abdi.


"sudahlah pak nanti kita bicarakan lagi soal itu, sekarang kita makan dulu yu ibu sudah masak tumis oseng kangkung, ikan asin sama sambel terasi kesukaan bapak" ajak bu indi.


"wah pasti enak tuh apa lagi kalau ada lalapan nya" kata pak abdi sambil beranjak dari duduknya hendak ke dapur mengikuti bu indi yang lebih dulu pergi ke dapur.


"ada ibu sudah siapin pete rebus" ujar bu indi.


"mantap tuh bu, ibu tau aja kesukaan bapak" kata pak abdi.


Bu indi dan pak abdi selalu hidup rukun dan kini mereka hanya tinggal berdua, mereka selalu menikmati hidup apa adanya tanpa tuntutan apapun dalam hidupnya selain dia dan anak-anak dapat hidup bahagia meski dalam keadaan penuh kesederhanaan meski tanpa gemerlap nya seperti hidup di tengah perkotaan,


Meskipun mereka hidup di perkampungan yang katika malam mereka hanya mendengar suara serangga yang saling bersautan dengan lawannya namun mereka tak pernah mengeluh atau pun merasa lelah dengan kehidupannya karna orang yang hidup di kampung sejatinya memiliki hati bersih tanpa tuntutan mereka selalu bersyukur dan menikmati dengan apa yang di milikinya dari hidupnya, karna mereka pikir hidup di kota belum tentu bahagia.


Kebahagiaan hati tidak memerlukan kemewahan yang berlebihan,


Kebahagiaan hati hanya perlu dari sebuah perhatian kecil yang senantiasa melahirkan perasaan cinta di dalam hati kita


TBC


hai readers ku sayang maaf kalau author sering telat update di karnakan author terlalu banyak kesibukan di dunia nyata author maaf ya sekali lagi

__ADS_1


__ADS_2