Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
Suami siaga


__ADS_3

Malam semakin larut lira baru mengalami kejadian yang membuatnya kembali mengalami trauma setelah beberapa tahun silam lira mengalami hal yang sama dan setelah lira kembali pada keluarganya membutuhkan waktu lama untuk lira lepas dari trauma yang di alaminya.


Malam itu lira masih terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit yang kini sudah di pindahkan ke ruang VIP sebelum di berikan obat penenang oleh dokter lira sangat susah untuk tidur karna kejadian yang di alaminya membuat dia benar-benar defresi namun di tepi ranjang ada seorang pria yang setia menemani dengan mengenggam tangan lira ia berusaha menahan kantuk agar bisa tetap bisa menjaga lira pria itu tak lain adalah musuh bebuyutannya yaitu reynant yang selalu membuat lira kesal namun membuat mereka juga saling kangen saat tak salinf bertemu.


Ketika reynant hampir tertidur pulas reynant kembali terbangun karna mendengar teriakan lira namun matanya masig terpejam.


"Lepaskan aku! jangan, jangan, tolong jangan!" Lira bergumam dalam tidurnya yang membuat reynant kaget reynant berusaha membangunkan lira yang terus teriak dan meronta sedangkan matanya terpejam.


"Lira hey lira, lira, lira" reynant menepuk-nepuk ringan pipi lira berharap lira bangun dan reynant pun berhasil lira membuka matanya dan langsung memeluk reynant, reynant pun dengan segera memeluk lira dan mengusap rambut lira yang menghalangi wajahnya.


"Rey! aku takut rey, aku takut" ucap lira.


"Kamu tenang ada aku di sini aku akan menemani kamu, kamu tenang ya!" reynant berusaha menenangkan.


"Rey jangan tinggalin aku tolong jangan pergi dari sini" lira menggoyangkan-goyangkan tangan reynant sembari terus menangis.


"Iya aku akan di sini, mereka gak akan mungkin datang kesini kamu lihat sendiri kan tadi? mereka sudah di bawa sama polisi kamu tenang ya!" Reynant berusaha menenangkan.


"Rey maafkan aku gara-gara aku kamu jadi harus berantem sama mereka!" Tukas lira.


"Kamu gak usah minta maaf lagi pula aku kesana gak di minta sama kamu kan! Jadi gak ada yang harus maaf-maafan karna belum lebaran, sudahlah mendingan kamu tidur istirahat" ucap rey kebiasaan dengan bicara kocaknya dalam situasi apapun reynant selalu menghiasi ucapan nya dengan membuat orang tersenyum namun kali ini lira sedang tak ***** untuk menyunggingkan bibirnya untuk tersenyum, lira terus teringat kejadian penculikannya dan hampir di lecehkan anak buah om nya sendiri hingga membuat ia susah untuk kembali tersenyum.


"Mendingan sekarang kamu tidur aku akan menjaga kamu di sini!" Kata reynant.


Setelah beberapa menit lira kembali dapat tertidur namun kembali lira mengigo keringat dingin mulai keluar dari dahi pelipis dan hampir seluruh wajah lira karna reynant merasa kasihan untuk kembali membangunkannya reynant naik le atas kasur yang di tiduri lira lalu ia membaringkan tubuhnya di samping lira kemudian memeluk lira dengan erat hingga akhirnya reynant ikut tertidur pulas du ranjang lira.


Pagi pun tiba Reynant masih dalam ke adaan memeluk lira dan kali ini malah saling berpelukan lira memeluk reynant kepala lira berada di dada reynant wajah lira seolah bersembunyi di dada bidang reynant.


Saat dokter datang untuk memeriksa lira sang dokter membangunkan reynant, dan reynantpun terbangun.


"Maaf dok" ucap reynant reynant hendak turun dari ranjang lira, lira pun menggeliat karna merasa ada sesuatu yang bergerak dan ketika melirik ke belakang sang dokter ada seorang pria setengah baya menghampiri yang tak lain adalah tuan wiguna yang datang bersama alea setelah reynant tertidur pulas namun tak membangunkan reynant karna tuan wiguna tau kalau reynant sedang berusaha menenangkan anaknya.


"Pak wiguna!" Sapa reynant.

__ADS_1


"Biar saya periksa istri anda" kata sang dokter mendengar kata istri alea dan juga tuan wiguna saling melirik alea terlihat kesal ia tak beranjak dari sofa yang didudukinya.


"Oh iya silahkan dok" ucap reynant lalu reynant menghampiri tuan wiguna.


"Maaf! apakah semalam istri anda dapat istirahat dengan tenang?" Tanya dokter.


"Itulah dok kenapa saya tidur di atas ranjangnya karna semalam dia terus mengigo dan berkeringat dingin makanya saya berusaha menenangkan dia dengan memeluknya" jawab reynant.


"Rupanya anda suami yang siaga menjaga istrinya" kata sang dokter sembari menempelkan stetoskop di dada lira.


"Ya tentu dok saya ini suami yang selalu sayang pada istri, bukan suami takut istri!" Celoteh reynant.


"Emang siapa yang bilang kamu suami yang takut istri?" Sambung tuan wiguna di samping reynant seolah mengiyakan kalau mereka pasangan suami istri.


"bagaimana pak kondisinya?" Tanya reynant.


"sepertinya nona lira menglamai shock karna trauma atas kejadian yang di alaminya jika traumanya tidak hilang dalam waktu satu minggu sebaiknya nona lira di bawa ke dokter specialis psikiatri untuk membantu menghilangkan traumanya" kata sang dokter.


"iya sama-sama kalau begitu saya tinggal dulu untuk memeriksa pasien yang lain" ucap sang dokter.


"iya dok silahkan" sang dokter pun pergi meninggalkan ruangan lira.


Tuan wiguna menghampiri lira sedangkan reynan duduk di sofa sebelah alea, alea menatap reynant.


"terima kasih sudah menyelamatkan kakak" ucap alea.


"sebenarnya bukan aku yang menyelamatkan kakakmu tapi ada beberapa orang baik yang lain yang menyelamatkan kami berdua" kata reynant.


"maksud mas rey? kalian berdua di culik bersamaan"


"tidak aku gak sengaja melihat lira di culik saat itu dan aku berusaha mencegahnya dengan meminjam ankot dengan cara memaksanya dan akhirnya sang sopir angkutan pun membiarkan aku membawa mobilnya stelah aku mengaku kalau yang di culik adalah istriku kebetulan di dalam angkutan itu ada dua orang penumpang aku membawa mereka ketempat di mana lira di sekap dan rupanya mereka memanggil polisi untuk menggerebeg tempat tersebut" kata reynant l.


"tapi tetap kami harus berterima kasih pada mas rey kalau gak ada mas rey mereka juga gak akan tau kalau kakak di culik"

__ADS_1


"semua ini karna ayah!" ucap lira tiba-tiba, mendengar ucapan lira tuan wiguna yang tengah mendengar penuturan reynant puj dengan segera memutar kepalanya menoleh lira yang terbaring di sampingnya begitu juga alea ia memandang ke arah kakaknya.


"apa maksudmu?" Tanya tuan wiguna.


"ayah tau siapa yang orang yang sudah menculik aku beberapa tahun lalu dan juga yang menculik alea?" Tanya lira, aleapun beranjak dari duduknya menghampiri sang kakak.


"siapa kak?" Tanya alea.


"om haryawan! om haryawan yang selama ini dalang di belakang penculikan kita dan ini karna ayah" ujar lira.


"om haryawan?"


"iya"


"lalu apa hubungannya dengan ayah?"


"karna ayah yang sudah menyebabkan om haryawan menjadi orang jahat"


"apa maksudmu nak?" tuan wiguna.


"ya ayah sudah membuat om haryawan menjadi seorang penjahat karna dulu ayah terlalu ber ambisi ingin menguasai semuanya termasuk apa yang seharusnya om haryawan dapatkan, om haryawan harus kehilangan anak istrinya karna ayah tidak mau membantunya saat itu, padahal saat itu om haryawan sangat membutuhkan uang untuk biaya persalinan istrinya tapi karna ayah tidak mau membantunya, om haryawan harus kehilangan anak istrinya termasuk anak pertamanya yang juga meninggal karna harus menahan lapar, om haryawan sulit mencari pekerjaan karna ayah juga yang menyabotase semuanya dan karna ke egoisan ayah om haryawan balas dendam pada ayah dengan cara menculiku dan juga alea untuk di lenyapkan dan ayah tau bunda meninggal karna om haryawan juga" lira menceritakan apa yang ia dengar dari haryawan sendiri.


"apa??? bunda kamu meninggal karna di bunuh dia?"


"iya, ayah! sebelum aku akan lenyapkan om haryawan meminta anak buahnya untuk melecehkan aku kalau gak ada reynant mungkin sekarang ayah akan menemukan aku sudah tak bernyawa dengan ke adaan tak suci lagi hik hik hik " lira menangis ia mengusap semua tubuhnya dengan kasar ia terus mengusap semuanya ia merasa tangan orang yang akan melecehkannya tengah kembali menyentuh tubuhnya.


"kak sudah kak ada aku kakak tenang ya sekarang kakak sudah aman" alea memeluk kakaknya berusaha menenangkan.


"haryawan kurang ajar berani nya dia melakukan ini pada keluargaku"


"ayah sudahlah, jangan nambah-nambah masalah lagi ayah yang sudah menyebabkan om haryawan jahat pada kita lagi pula dia sudah di tangkap polisi" kata alea.


To Be Continue

__ADS_1


__ADS_2