
Klara seorang wanita yang priang ia mudah akrab dengan siapapun, tak pandang orang mau dengan orang kaya atau orang miskin, mau dengan yang muda atau pun yang tua klara sangat mudah bergaul, dan selalu di senangi orang yang mengenalnya.
Malam itu di kediaman keluarga anggara kepulangan adik iparnya ia sangat antusias menyambutnya sampai ia tak nyadar mengikuti reynant sambil sampai kamar reynant seraya bibirnya tak berhenti bicara.
"Kak eh sory, kamu mau ikut tidur di kamarku!?" Tanya reynan.
"Apa? nggak lah jangan ngaco, aku cuma mau ngajak mas reynan makan dulu, kita udah siapin!" Jawab klara.
"Owh ya udah nanti aku ke bawah" reynan.
"Aku tunggu!" Seru klara.
Lalu ia pergi dari kamar adik iparnya menuju ruang makan, klara menata meja makan untuk adik iparnya.
Seoul
Bu karina dan pak anggara tengah berada di bandara incheon internasional korea selatan.
Bu karina menelpon reyhan anak sulungnya yang kini berda di negara tersebut.
Setelah telepon tersambung dan panggilan masuk bu karina di angkat oleh reyhan.
"Hallo mam" suara reyhan terdengar di telinga mamahnya.
"Han mamah lagi hotel ***** di seoul" bu karina.
"Apa" reyhan kaget sampai-sampai ia langsung bangun dari tempat tidurnya, katika mamahnya mengatakan kini berada di seoul tepatnya di korea selatan tempat ia kini berada.
"Kenapa ko kamu kaya kaget gitu?!" Tanya bu karina.
"Nggak mam bukannya mamah di canada" ujar reyhan.
"Mamah tadinya mau pulang ke jakarta tapi setelah mamah pikir-pikir sudah lama mamah sama ayah kamu tidak menikmati liburan, terus mamah ingat kalau di korea banyak tempat-tempat yang bagua buat mamah sama ayah kamu liburan sekalian mamah ada urusan penting di sini" kata bu karina.
"Emh... gitu tapi disana klara kasian mam kalau di tinggal lama-lama!" Seru reyhan.
"Ya gak apa-apa lah kan ada yang lain di sana, jadi kamu sekrang lebih kasian sama klara di banding mamah" bu karina coba menguji reyhan, karna kini bu karina sudah jika klara adalah istri anak nya itu.
"Ya... bukan gitu mam" reyhan gugup.
"Terus apa? Jangan-jangan kamu gak suka kalau mamah kesini!" Ucap bu karina.
"Suka lah kalau mamah di sini reyhan jadi ada yang masakin" celoteh reyhan.
"Dasar kamu yah!" Bu karina.
"Kalau gitu aku kesana ya mam!" Reyhan.
"Gak usah besok pagi aja sekalian mamah chek out" ucap bu karina.
"Selamat menikmati malam pertama di korea" kata reyhan.
__ADS_1
"Pasti-pasti" ucap bu karina sedang kan pak anggara sibuk dengan ponselnya ia menghubungi para staf-stafnya guna memberi tahukan jika ia masih beberapa hari lagi di luar negri dan menyuruh para anak buahnya untuk menghandle sementara pekerjaannya.
"Ayah belum ngantuk?" Bu karina setelah memutus sambungan telpon nya dengan reyhan.
"Belum ayah mesti ngasih kabar pada staf ayah di jakarta karna dengan kita kesini waktu ayah masuk kantor pasti akan agak lama" ujar pak anggara.
"Ya sudah tapi ayah cepetan yah ayah harus istirahat, soalnya kita habis menempuh perjalanan senbilan jam lebih mamah gak mau ayah kecapean!" Seru bu karina.
"Iya bentar lagi istriku sayang" ucap bu karina dengan senyuman mengembang.
Pak anggara dan bu karina selalu terlihat romantis rumah tangga mereka memang selalu harmonis tak sedikit teman dan koleganya yang selalu mengagumi keharmonisan mereka.
Pak anggara dan bu karina berasal dari keturunan darah biru, bu karina seorang blasteran indo jerman ayah bu karina asli jerman yang menikah dengan warga asli indonesia. Mereka menikah karna perjodohan pak anggara jatuh cinta pada bu karina setelah pertemuan pertama kali begitu juga bu karina, tak ada penolakan dari mereka saat di jodohkan hingga pernikahan pun terjadi pada saat itu.
Malam semakin larut
Di kota seoul terlihat lampu gemerlapan dari penerang jalan dan dari gedung-gedung pencakar langit.
Pagi hari di jakarta.
Seorang klara terlihat sibuk di dapur bersama bi siti ia begitu cekatan dengan pekerjaan dapur.
Perutnya kini semakin terlihat membuncit saat sedang sibuk menata meja makan sang adik ipar datang.
"Lagi ngapain?" Tanya reynant.
"Eh mas reynant aku lagi nyiapin sarapan" jawab klara, tetap fokus pada pekerjaannya menata makanan di atas meja makan.
"Ada...! mereka juga lagi pada sibuk dengan pekerjaannya masing-masing" ujar klara
"kau kn bukan pelayan disini!."seru
Reyhan
"Ah sudahlah lah mas reynant ayo makan!"ajak klara.
Lalu reynant segera duduk di kursi makan, klara menaruh makanan dipiring reynant.
"Biar aku aja!" ucap reynant.
"Ga apa-apa mas" ucap klara.
"Aku boleh manggil kakak?" Tanya reynant. Klara tiba2 bengong mendengar perkataan reynant yg ingin memanggilnya kakak, lalu klara bertanya.
"Kenapa tiba2 mau manggil aku kaka? Umur mas reynant kn lebih tua dari aku" tukas klara.
"Gak apa-apa aku cuma ngerasa gak sopan aja kau kan udah nikah dan bentar lagi mau punya anak dan selain itu juga bang rinto teman bang reyhan." Reynant beralasa.
"Yaudah terserah mas reynant saja." Kata klara
"Dan satu lagi jngn panggil aku dengan sebutan mas! Kesannya kaya aku mas mas ojeg!" Celoteh reynant.
__ADS_1
"Panggil aja reynan atau rey aja!" Ucap reynan.
"Tapi...." klara.
"Gak ada tapi-tapian" reynant.
Klara bingung untuk kembali bicara lalu ia hanya memandang wajah reynan yang sedang fokus dengan makanannya lalu klara pun mulai sarapan. pagi itu hanya mereka berdua di meja makan.
Setelah selesai sarapan klara bersiap yang ntuk pergi keklinik memeriksakan kandungannya saat ia akan menuruni anak tangga reynant yang baru keluar dari kamarnya dan juga hendak pergi keluar ia melihat klara yang juga hendak pergi.
"Kak!" Panggil reynant. Klara menolah pada sumber suara.
"Eh... rey ada apa?" Tanya klara.
"Mau kemana?" Reynan.
"Aku mau keklinik memeriksakan kandungan" jawab klara.
"Aku antar ya!" Ucap reynan, seraya menghampiri klara.
"Gak usah!" Seru klara.
"Sudah lah aku antar sekalian aku mau keluar dah lama juga aku gak keliling jakarta" ujar reynant.
"Ya sudah kalau begitu" akhirnya mereka pun pergi.
Hari itu klara di antar reynant pergi periksa kandungan.
Karna klinik nya tak begitu jauh dari rumah mereka akhirnya mereka sampai, saat reynant memarkir mobilnya di depan klinik, adam yang tengah menyapu lantai klinik tak sengaja melihat mereka berdua, adam bertanya-tanya dalam hatinya
"Klara sama siapa?" Batin adam.
Klara melihat adam yang sedang menyapu lantai yang akan ia lewati di klinik itu, klara pura2 tak melihat adam karna takut jika adam bertanya siapa reynant? klara pasti bingung harus jawab apa? sedangkan klara tak mungkin mengakui reynant sebagai adik iparnya di depan reynant sendiri secara klara masih menutupi jika dia memang kakak iparnya reynant, sebab ia tak tau jika reynant sendiri sudah tau siapa sebenarnya klara.
"Klara.." sapa adam pada klara yang melewatinya tanpa menyapa.
"Adam!" Sapa klara. Dan benar saja adam bertanya siapa reynant.
"Siapa dia?" Tanya adam.
"In...ini...!" Ucap klara.
"Aku reynan adiknya dokter reyhan" reynant dengan segera menjawab pertanyaan yang di tujukan pada klara.
"Oh jadi dia adik....???!!!"
"Rey ayo cepat aku sudah di tunggu sama dokter, adam kita pergi dulu" ucap klara seraya menarik tangan reynant, memotong ucapan adam.
Reynant tak merasa aneh dengan sikap klara karna reynan sudah tau yang sebenarnya reynant hanya tersenyum.
**TO BE CONTINUE
__ADS_1
Readers ku sayang terima kasih sudah baca karya aku dan aku minta dukungan kalian untuk karyaku dengan like, komen, vote, faporit, da. juga share ke para readers yang lain supaya karya bisa di kenal orang dan aku bisa berkarya dengan lebih baik lagi sekali lagi terima kasih**.