Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
Panggilan ayah


__ADS_3

Drama antara anak dan ayah di kisah ini menjadi pelajaran untuk seorang ayah yang pernah tak mempedulikan anaknya.


Anak adalah seseorang yang paling berharga, anak adalah buah kehidupan, buah masa depan, buah jantung dan hati bagi orang tua karna seorang anak adalah calon penerus kita di kehidupan masa mendatang, anak juga yang akan menyelamatkan kita di kehidupan abadi kelak jika kita mendidiknya dengan benar dan mampu menjadikan anak kita mnejadi anak yang sholeh.


Akan tetapi sebaliknya! jika kita salah dengan cara kita memperlakukan anak atau cara mendidiknya maka anak pula yang akan menjadi boom penghancur yang akan menhancurkan kehidupan kita di masa sekarang atau masa mendatang,begitu juga di kehidupan ketika kita menghadap kematian anak akan menjadi musuh jika kita salah mendidik.


Anak durhaka yang akan membawa kita ke lubang neraka yang begitu membara maka perlakukan anak sebaik-sebaiknya dengan cara didikan yang benar melalui ilmu agama yang ada pada alim ulama agar menjadi penyelamat kita kelak ketika kita telah menghadap yang maha ilahi robi.


*****


Klara dan intan berada di dalam rumah dinas menemani reyhan, setelah bertemu reyhan intan menolak untuk pulang ke villa intan meminta untuk bermain dengan reyhan di rumah dinas, namun klara merasa khawatir melepas intan bersama reyhan mengingat reyhan sebelumnya tak pernah bermain dengan anak kecil jadi klara memutuskan untuk menemani intan saat sedang bersama ayahnya, sedangkan pak abdi kembali ke rumahnya karna masih banyak pekerjaan di ladang yang mesti ia selesaikan.


Klara berlari kesana kemari seperti anak kecil pada umumnya khas anak kecil reyhan tersenyum memandangi anaknya.


"Sayang mau minum apa?" Tanya reyhan.


"Intan gak mau minum" kata intan.


"Ya udah intan mau makan?" Tawar reyhan.


"Intan udah makan di suapin umi" jawab intan.


"Dia udah makan anda jangan khawatir aku sebagai ibunya gak pernah membiarkan anaku kelaparan karna aku gak pernah menelantarkan anaku" sindir klara.


"Ya... aku tau itu" ucap reyhan.


"Intan mau gak ayah ajak jalan-jalan keliling kampung sini!" Tawar reyhan.


"Nggak intan gak perlu jalan-jalan" klara seolah mewakili jawaban klara namun jawaban klara salah jawaban klara sama sekali tak di inginkan intan.


"Bunda intan jalan-jalan" ucap intan.


"Tapi nak..." klara.


"Bunda pokoknya intan mau jalan-jalan" rengek intan.


"Ya udah kalau gitu bunda pulang ya!" Klara.


"Nggak... nggak...nggak hik...hik..hik..." intan merengek sambil menangis.


"Intan mamah gak pernah lo mengajarkan intan manja kaya gitu" ujar klara.


"Sudah sudah sini sayang" reyhan menenangkan intan lalu reyhan membawa intan keluar kemudian masuk kemobil, intan duduk di kursi depan di samping reyhan setelah berada di mobil reyham membunyikan klakson intan membuka kaca depan mobilnya dan berseru pada klara yang tengah berdiri di halaman rumah karna sebelumnya mengikuti reyhan ketika membawa intan keluar dari rumah dinas sambil memandang kesal ke arah intan dan reyhan karna intan kini mulai dekat dengan reyhan.


"Bunda ayo!" Seru intan dengan mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil, klara tak berkata lagi ia pun masuk kedalam mobil di bagian belakang saat hendak membuka pintu belakang intan meminta klara untuk duduk di depan.


"Bunda duduknya di depan kaya lagi di mobil papa" ucap intan.


"Tapi ini bukan mobil papa" kata klara.


"Turutin aja gak usah dabat!" Cetus reyhan.


"Apaan sih?!" Ucap klara ketus.


"Ayo bunda sini!" Klara pun terpaksa duduk di depan di samping reyhan sedangkan intan duduk di pangkuan klara, reyhan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang mereka berjalan menyusuri jalan perkampungan, sesekali warga yang mengenali mobil reyhan menyapanya dengan ramah, sampai di suatu tempat yang menurutnya nyaman reyhan menghentikan mobilnya lalu reyhan mengajak intan turun.


"Kita turun dulu di sini!" Ajak reyhan.


"Apa enaknya di sini?!" Kata klara dengan judes.


"Sayang dulu ayah sering kesini" kata reyhan.


"Ayah kesini!?" Intan.


"Iya" reyhan.


"Iya nyari sinyal buat nelponin sang kekasih" celoteh klara masih dengan nada ketus, reyhan hanya tersenyum mendengar ucapan klara yang seolah cemburu, klara berlari mengambil bunga liar yang tumbuh di pinggir jalan, sementara reyhan mengambil kesempatan saat intan menjauh reyhan mendekati klara yang tengah berdiri mengamati anaknya.

__ADS_1


"Hati-hati jatuh sayang!" Seru klara pada intan.


"Kamu cemburu?" Ucap reyhan setelah berada di samping klara sembari melilikan tangannya pada pinggang klara, sontak membuat klara kaget dan menjauh.


"Apaan si?" klara melepaskan tangan reyhan dari pinggangnya, namun tangan klara di tarik oleh reyhan.


"Lepaskan!" Klara, namun bukan di lepas malah reyhan mempererat genggaman tangannya dan menarik tangan klara ke belakang punggungnya untuk menyembunyikan gengamannya dari intan, karna reyhan melihat intan yang menghampiri mereka.


"Lepas!" Bisik klara sembari berusaha melepas tangan reyhan dari tangannya, namun tak di gubris oleh reyhan.


"Bunda baguskan bunganya"


"Oh iya bagus" klara.


"Ini untuk bunda" intan memberikan bunga yang di petiknya pada klara.


"Ih iya terima kasih sayang" ucap klara sambil mengambil bunga tersebut dengan sebelah tangannya.


"Sayang pulang yu!" Ajak klara.


"Ayo" intan.


"Gak nanti aja?" Reyhan.


"Sekarang!" Klara melotot pada reyhan karna kesal dan melepas tangan reyhan dengan kasar dan akhirnya pegangan reyhanpun terlepas.


"Oke, oke, kita pulang" reyhan mengalah, klara dengan sekarang menuntun tangan intan dan masuk ke mobil, reyhanpun terpaksa reyhan masuk ke mobil dan menjalankan mobilnya menuju pulang ke villa.


Diperjalanan klara hanya diam sedangkan intan terus ngoceh menanyakan ini itu pada reyhan kadang terdengar intan nyanyi-nyanyi khas anak kecil yang di ikuti reyhan sembari fokus memandang ke arah jalanan, mendengar reyhan nyanyi mengikuti intan klara tersenyum.


"Coba dari dulu kamu seperti ini mungkin aku gak akan merasakan luka yang dalam yang sampai saat ini masih belum sembuh" batin klara.


Tak dipungkiri Klara memang pernah merasakan luka di hatinya karna sikap reyhan, reyhan menelantarkan nya selama lima tahun semenjak intan masih dalam kandungan, dulu klara tak terlalu merasakan luka itu seolah di bius dengan rasa cinta nya pada reyhan, namun setelah intan lahir dan sama sekali tak mendapat perhatian dari reyhan, luka itu semakin terasa, jika bukan karna rinto sampai sekarang sakit itu mungkin masih belum terobati, rinto yang begitu perhatian padanya juga pada intan yang sama sekali bukan darah dagingnya membuat klara membuka hati dan berusaha menutup luka nya dengan perban cintanya rinto sekarang klara mulai mencintai rinto dan sepulang dari nanglu klara memutuskan untuk menerima ajakan rinto menikah dan akan benar-benar melupakan sakit hati nya, setelah beberapa minggu berpisah dengan rinto klara begitu merindukan rinto.


Di perjalanan menuju villa klara teringat pada rinto yang sudah dua hari tak menelpon dan tak menanyakan kabar intan entah kenapa karna biasanya rinto selalu menelpon sesibuk apapun, rinto selalu menanyakan intan jika belum mendengar suara intan, namun sudah dua hari rinto susah di hubungi begitu juga rania entah apa yang terjadi dengan mereka klara semakin khwatir dengan rinto dan rania, khawatir jika terjadi sesuatu yang buruk di antara mereka.


Sesampainya di villa klara intan seperti biasa mencari neneknya atau bi siti sedangkan klara masuk kekamar, klara penasaran lalu menghubungi rinto dan akhirnya mendapat panggilan di angkat oleh rinto klara merasa sangat senang ketika sambungan telponnya di angkat.


"Iya" jawab rinto di balik sambungan.


"Mas dua hari ini kemana? aku menelpon beberapa kali kenapa gak di angkat?" Tanya klara.


"Maaf mas sibuk" jawab rinto.


"Tapi mas sehatkan disana?" Klara.


"Iya mas sempat sakit kemarin untung ada rania yang merawat mas" kata rinto.


"Ya ampun saki apa?" Tanya klara.


"Biasa lah demam sedikit gak parah ko" jawab rinto.


"maat ya mas harusnya aku di sana saat mas sakit, maafkan aku ya mas!" klara sendu.


"Ga papa sekarang mas sudah sehat ko sekarang mas lagi di rumah sakit ada pasien gawat darurat" kata rinto.


"Harusnya jangan kerja dulu!" Seru klara.


"Gak papa ko mas sekarang udah sembuh" rinto.


"Beneran?!" Klara.


"Iya, kamu kapan pulang?" Tanya rinto.


"Gak tau mas mungkin nanti bareng mamah" jawab klara.


"Masih lama?" Rinto.

__ADS_1


"Gak tau juga" klara.


"Aku kangen sama kamu" rinto.


"Aku juga kangen sama mas rinto"


"Intan mana?" Rinto menanyakan intan karna tak mendengar suaranya.


"Ada, sama mamah"


"Dia baik-baikan?"


"Alhamdulillah baik"


"Apa reyhan sama reynant masih di sana?" Tanya rinto.


"Reynant udah pulang dua hari yang lalu kalau dokter reyhan masih disini, dan mas tau sekarang dia sudah mulai dekat dengan intan"


"Oh bagus lah" ucap rinto, yang sebenarnya rinto merasa gak rela intan terlalu dekat dengan reyhan meski dia ayahnya sendiri, rinto merasa dia yang lebih berhak atas intan karna sejak intan bayi rinto yang selalu bersamanya bukan reyhan begitu juga pada klara.


"Kamu sendiri gimana sama dia?"


"Siapa?"


"Kamu sama reyhan"


"Aku sama reyhan gak gimana gimana"


"Emhh...!"


"Kenapa mas rinto cemburu?" Goda klara.


"Iya mas cemburu kamu tetap jaga hati kamu untuk mas ya!"


"Iya mas"


"Aku sayang sama kamu"


"Aku juga, mas bukannya lagi ada pasien gawat darurat aku nelpon ganggu ya"


"Nggak mas baru selesai periksa pasien dan sekarang mas mau cari makan"


"Oh..., ya udah kalau gitu makan dulu gih!"


"Tapi mas masih kangen"


"Iya nanti telapone lagi"


"Ya udah, cepat pulang ya"


"Iya, udah makan sana ngobrol terus kapan makan nya?"


"Cium dulu dong"


"muuahhh"


"Lagi!"


"Muah muah muaaah" cium jauh klara melalui sambungan telponnya setelah mendapat ciuman rinto menutup telponnya. Selesai menelpon klara turun pergi kedapur membantu bu mar yang sedang memasak untuk makan siang, tanpa di suruh klara membantu bu mar yang sedang memasak tak lama bu karina pun datang.


"Sayang papa ngajak mama pulang besok, apa kamu mau bareng mama pulang kejakarta?" Ucap bu karina.


"Kenapa mendadak ma?" Tanya klara.


"Katanya lusa akan ada klient papa dari jerman mau ketemu papa di jakarta" kata bu karina.


"Oh ya udah kalau gitu klara juga ikut pulang bareng mama" ujar klara.

__ADS_1


To Be Continue


maaf jika terlalu banyak salah dalam setiap katanya karna author belum sempat revisi maaf sekali lagi atas ketidak nyamanannya saat membaca tapi aku yakin readers semua adalah pembaca yang bijak jadi dapat mengerti setiap typo maaf sekali lagiπŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2