
Dua hari dari keajadian rinto di pergoki klara, rinto baru bertemu lagi dengan klara karna klara selalu menghindar darinya dan hari ini klara secara tidak sengaja rinto bertemu klara di sebuah cafe katika klara baru selesai ketemuan dengan bu laras orang yang akan mengajak kembali bergabung di sebuah perfilman dan kali ini klara akan menjadi pemeran utama di film yang akan di bintangi nya.
Pertemuan klara dengan bu laras sudah selesai bu laras berdiri hendak berpamitan pada klara begitu juga klara setelah bersalaman dengan bu laras ia masih berdiri memandang ke pergian bu laras dengan senyum terukir di bibir manisnya, secara tidak sengaja rinto melihat dari ke jauhan rinto mendengar suara klara yang sudah tak asing lagi di telinganya.
"Klara!" Gumam rinto, setelah ia yakin jika itu memang klara, rinto langsung menghampirinya.
"Klara!" Panggil rinto yang kini sudah berdiri di sebrang meja tepat di depan klara.
"Mas rinto" ucap klara yang sedang bersiap untuk meninggalkan cafe.
"Sayang" kata rinto.
"Maaf mas aku harus pulang" ujar klara sembari berdiri, rinto dengan segera maraih tangan klara, dan menariknya kepelukan rinto.
"Sayang aku kengen"
"Mas tolong jangan begini!' Klara berusaha melepaskan diri dari rinto.
"aku akan menjelaskan semuanya, semua yang kamu lihat" rinto.
"Menjelaskan apa?" Klara pura-pura tidak tau.
__ADS_1
"Klara aku mohon dengarkan aku!"
"Baiklah katakan sekarang" ujar klara dan ia pun kembali duduk di kursi semula dan kembali menaruh tasnya di meja.
"Sayang kamu tau kan! aku sangat mencintai kamu?"
"Dulu" cetus klara.
"Sampai sekarang aku masih mencintaimu" rinto menegaskan.
"Mas kemarin sebelum aku pulang ke jakarta aku pikir mas sudah bukan suami rania lagi dan aku memutuskan untuk menerima lamaran mas, karna mas bilang kalau mas akan melamar aku ketika aku pulang ke jakarta, tapi apa yang aku lihat? Mas tengah meniduri rania sahabat aku sendiri" tukas klara lansung pada inti pembicaraan yang ingin di katakan rinto.
"Waktu itu aku hanya menguji kata-kata yang akan keluar dari bibir mu, kamu tau aku gak akan rela kamu di sentuh atau pun menyentuh wanita lain selain aku, tapi kamu menganggap kata-kataku itu serius, dan sekarang kamu sudah jadi milik rania" ucap klara sambil menangis.
"Sayang aku akan menceraikan rania aku ingin kita menikah" ujar rinto.
"Nggak mas sekarang rania yang sudah memberikan segalanya sama kamu termasuk ke hormatannya, kamu tau mas? rania gak pernah membuka auratnya pada siapa pun kemana pun dan dimana pun dia tak pernah melepas kerudungnya bahkan ketika tidur sekalipun, tapi sama kamu dia memberikan segalanya karna dia pikir kamu adalah suaminya yang berhak atas segala miliknya termasuk tubuhnya, aku yang salah telah memberikan kamu pada dia tanpa berpikir panjang, sekarang aku menyesal karna aku gak bisa kembali memilikimu mungkin rania lah jodohmu sayangi dia! dan terima kasih mas rinto selama ini sudah baik sama aku dan intan kalau gak ada mas rinto mungkin sampai sekarang aku masih menjadi wanita yang tak pernah mengerti arti kehidupan, terima kasih mas rinto" klara mengusap pipi rinto yang basah karna airmata, kata-kata klara membuat rinto pun menangis untuk pertama kalinya rinto menangisi seorang wanita.
"sayang aku gak bisa berpisah denganmu" rinto terkekeh.
"Mas meskipun aku sudah gak bersama mas rinto lagi aku akan tetap menyayangimu dan mas rinto bisa tetap bertemu intan karna intan juga anak mu dia pasti akan selalu menanyakan papanya saat satu hari saja gak ketemu mas" air mata klara semakin deras.
__ADS_1
"Klara maafkan aku" ucap rinto lalu ia menggengam tangan klara yang mengusap pipinya dan menciumi tangan klara yang di genggamnya, klara menangis tersedu.
"Gak mas aku yang harusnya minta maaf karna kesalahan aku kita harus pisah maaf kan aku mas rinto!" Ucap klara di tengah tangisnya.
"Klara aku gak akan bisa melupakan kamu"
"Aku gak akan meminta mas untuk melupakanku karna meski pun kita sudah bukan sepasang kekasih lagi aku ingin hubungan kita selalu terjalin baik karna mas rinto sekarang suami dari rania sahabatku sendiri, maafkan aku jika selama ini aku gak pernah menyakiti parsaan mas rinto" kata terakhir klara pada rinto, klara merasa tidak tega melihat rinto menangis di hadapannya karna sebelumnya klara tak pernah melihat rinto menangis, klara menarik tangannya dari genggaman rinto kemudian ia beranjak dari tempat duduk, klara berlari keluar cafe dan pergi dengan membawa tangisan.
Tinggalah rinto disana yang diam mematung seolah membiarkan klara pergi, rinto pun tak dapat menghentikan tangisannya tangan bekas genggamnya pada tangan klara masih belum berubah di atas meja hingga kemudian ia merangkupkan kedua telapak tangan di wajahnya yang tadinya putih kini terlihat memerah.
Menjelang malam
setelah pertemuan nya dengan rinto tadi pagi klara jadi terpikir mengapa hubungan nya dengan rinto harus berakhir seperti ini padahal klara sudah mulai membuka hati pada rinto klara mulai mencintai rinto,
Di dalam kamarnya tanpa intan dan tanpa bi siti, klara sengaja menyuruh bi siti untuk segera menidurkan intan di kamarnya bi siti merasa aneh memperhatikan tingkah klara semenjak sepulang dari kampungnya yang tak seperti biasanya namun ia tak berani bertanya, kini klara seperti lebih tertutup bahkan bu karina sendiri pun merasa aneh, hanya reyhan yang tau semua permasalahan klara, yang biasanya lebih tau permasalahan klara hanya rinto tapi kini justru masalah itu muncul di antara dirinya dan rinto.
Malam semakin larut namun klara masih tak dapat memejamkan matanya ia sempat memejamkan hanya sekejap karna pikirannya selalu teringat pada rinto, sehingga ketika tidur pun hanya rinto yang ada dalam mimpinya, resahnya hati dan pikiran yang belum bisa membaik membuat klara tak bisa kembali memejamkan matanya, jam menunjukan pukul tiga dini hari klara memutuskan untuk berserah kepada allah dengan menyerahkan semua urusan yang ada dalam hatinya ia bermunajat kepada allah meminta bantuan agar ia dapat di buka kan jalan pikirannya untuk mengiklaskan segala yang mengganggu pikirannya.
Klara pergi mengambil air wudhu lalu meraih mekena beserta sajadah di atas nakas yang biasa ia pakai untuk shalat ia melakukan shalat tahajud, sahalat hajat dan tak lupa shalat istikharah untuk meminta bantuan kepada allah agar ia mampu melupakan segala permasalahan yang kini bersarang di hatinya setelah selesai shalat klara mengaji, tiba-tiba klara merasa ngantuk dan kantuknya semakin tak tertahan klara tidur di atas sajadah dengan mukena yang masih menempel.
To Be Continue
__ADS_1