
Di lokasi shooting klara baru menyelasaikan sin pertamanya dan break dulu sejenak klara terlihat tengah mempelajari naskah yang akan ia perankan selanjutnya tiba-tiba seorang pria mendekatinya pria itu yang tak lain adalah leo lawan main klara yang juga sepupu dekat alin.
"Hai sendirian saja?" sapa leo.
"Leo ada apa?"
"Gak apapa, manager kamu mana?" Tanya leo.
"Aku gak pake manager" jawab klara.
"Ko bisa terus yang ngatur jadwal kamu siapa? Yang ngatur ke uangan kamu dan yang ngatur kerjaan kamu siapa?"
"Emang harus ya?"
"Hahaha" leo tertawa melihat leo tertawa klara aneh.
"Apanya yang lucu?"
"Sorry sorry"
"Aku gak usah pake gitu-gituan, aku bukan artis papan atas"
"Ya memang bukan tapi sebentar lagi kamu bakal jadi artis papan atas"
"Aku cuma artis ftv dan aku rasa belum jadi artis juga"
"Kamu paling bisa merendah"
"Tapi aku rasa manager itu bukan cuma untuk artis papan atas doang tapi artis biasa juga karna kalau gak pake manager kamu bakal kerepotan"
"Aku gak merasa jadi artis, lagi pula sudah ada bu laras yang mengatur segalanya"
"Berarti bu laras itu manager kamu!"
"Bu laras manager aku?"
"Iya bu laras itu manager kamu dia yang akan pasang badan dengan semua urusan kerjaan kamu dan yang akan membawa kamu untuk menjadi artis yang banyak di lirik semua agency perfilman"
"O ya"
"Iya karna setelah ini film ini selesai kamu akan di promosikan lagi oleh dia, kamu sebagai calon artis besar harus tau semua tentang kehidupan di dunia selebritis itu bagaimana?!" Kata leo.
"Ohh gitu makasih ya"
"Sama-sama, aku kan udah memberi pengertian sama kamu giliran kamu dong ngasih sesuatu sama aku"
"Sesuatu! apa?"
"Apa saja seperti deaner misalnya"
"Ah aku baru saja mau memulai karir mana bisa aku nraktir aktor terkenal kaya kamu"
"Asal kamu mau aku yang bakal traktir kamu, kamu mau?"
"Tapi bukannya aku yang harusnya berterima kasih tapi masa aku yang di traktir"
"Ya gak papa untuk kali ini tapi lain kali kamu yang traktir, ok?"
"Emhhh gimana ya?!"
"Ayolah cuma buat pertemanan, masa di film kita sebagai pasangan kekasih tapi di dunia nyata malah kaya orang asing gak asik dong"
"Baiklah"
"Gitu dong"
Di saat asik dengan obrolannya crew film datang memberi tau bahwa shooting kembali di mulai. Kemudian merekapun pergi untuk melajutkan shooting.
Tak terasa waktu cepat berlalu saatnya kembali ke rumah untuk menikmati kembali ketenangan. Klara memenuhi ajakan leo untuk makan malam bersama, mereka kini berada di salah satu restaurant ternama di jakarta tak sembarang orang yang datang ke sana untuk makan, sebagai seorang aktor, tak menutup kemungkinan aktor terkenal seperti leo tak menjadi sorotan para mata yang melihat bahkan di sana rupanya leo dan klara tengah di ikuti wartawan infotainment, yang kerjanya mengorek tentang ke seharian para artis yang akan menjadi berita hangat tentang para artis tengah naik daun di siaran televisi.
"Katanya kamu sudah nikah?" Tanya leo.
"Iya aku udah punya anak satu" jawab klara.
"Suami kamu ngijinin main film?" Leo pura-pura padahal dia tau dari alin kalau klara mantan istrinya reyhan.
__ADS_1
"Aku single parent" klara.
"Ohhh sepertinya kamu bukan dari kalangan biasa-biasa?"
"Maksudnya!"
"Aku rasa kamu mau jadi artis hanya sekedar hobi doang"
"Kata siapa? Aku kerja karna aku butuh uang"
"Butuh uang tapi aku sering melihat kamu di antar ke lokasi menggunakan mobil mewah dengan para pengawal seperti tadi, bahkan aku pernah melihat kamu di antar dokter reyhan kamu tau gak dokter reyhan itu kalau gak salah dia sudah lama pacaran dengan sodara sepupuku sejak masih di korea"
"Pacar sepupu kamu! siapa?"
"Dia seorang dokter namanya alina angelista"
"Ooo aku baru tau" ucap klara.
"Kamu belum jawab, hubungan kamu sama dokter reyhan apa?"
"Emmhhh kayanya aku harus segera pulang maaf ya" klara sengaja menghindari pertanyaan leo.
"Klara makanannya belum habis!" Seru leo,leo sengaja memanas-manasi klara,
klara langsung pergi meningalkan leo.
Klara langsung menuju rumah barunya bersama sopir yang tadi mengatarnya, di parkiran rumahnya terlihat mobil reyhan sudah terparkir kemudian klara dengan segera masuk di ambang pintu sudah ada sang pelayan yang menyanbutnya membawakan tasnya ke kamar.
"Dokter reyhan ada" tanya klara pada sang pelayan yang bernama yuyun.
"Ada non di atas" jawab yuyun, lalu klara dengan segera naik kelantai dua klara mencari keberadaan reyhan, dan terlihat lah reyhan yang berdiri menghadap keluar dengan kedua tangan ia masukan ke saku depan celananya, terlihat dari belakang tubuh reyhan yang tinggi putih berperawakan sispek dan ideal, setelah melihat reyhan klara berlari ke arah reyhan lalu memeluknya dari belakang, reyhan tersenyum merasa dirinya di peluk dari belakang karna ia tau kedatangan klara dari dinding kaca di depannya.
"Dari mana kamu?" Tanya reyhan.
"shooting" jawab klara.
"Yakin?"
"Iya selesai shooting aku di ajak makan malam sama leo"
"aku sempet nolak, tapi karna katanya ini cuma ajakan pertemanan jadi kenapa nggak"
"Dasar,perempuan di ajak gitu aja seneng kalau aku mau aku bisa beli semua restaurant di kota ini"
"Iya aku tau" klara melepas pelukannya lalu memutar menghadap wajah reyhan dengan cemberut.
"Dok" klara.
"Hemhh" reyhan memandang wajah klara.
"Apa dokter tau kalau leo itu sodara sepupunya alin"
"Iya memangnya kenapa?"
"Jadi bener dokter pacaran sama dokter alin yang cantik itu?"
"Kata siapa?" Reyhan mengerutkan alisnya.
"Leo sendiri yang bilang sama aku"
"Makanya kamu jangan banyak bergaul sama si leo itu!"
"Jawab aja pertanyaan aku" protes klara.
"Aku kan sudah bilang kalau aku gak ada hubungan lain sama dia selain hubungan pertemanan karna dia juga anak dari rekan bisnisku" jawab reyhan.
"Tapi kata leo kalian sudah lama kenal dan pacaran nya pun sudah lama dari waktu kalian masih di korea?" Tukas klara, mendengar ucapan klara reyhan berjalan ke arah kursi lalu menghenyakan pantatnya di sana.
"Memangnya kalau orang kenal lama harus pacaran?"
Klara ikut duduk di samping reyhan.
"Aku gak suka dengan jawabannya" ucap klara jutek. Reyhan tersenyum melihat klara yang cemberut.
"Sudahlah sana bersihkan badan kamu bau! Bau si leo"
__ADS_1
"Sebaiknya dokter juga pulang ngapain dokter ke sini? Temuin saja si dokter pujaanmu itu!"
"Siapa dokter pujaanku" reyhan makin menyukai klara yang terlihat makin terbakar.
"Siapa lagi kalau bukan dokter alin itu"
"Oh dia ngapain aku nemuin dia? tadikan kita udah ketemu di rumah sakit"
"Oooh! ya udah temuin saja lagi ke rumahnya" klara makin nampak kesal lalu klara beranjak dari samping reyhan dan pergi ke kamarnya.
Di kamar
Klara tak langsung ke kamar mandi ia menjatuhkan tubuhnya di atas kasur klara terdengar menangis.
"Dasar dokter playboy! Aku benci sama dia benci! benci! benciiii!" Klara menangis lalu bangun dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya selesai mandi klara memakai pakain tidur.
Klara memandang wajahnya di cermin seraya menyisir rambutnya tiba-tiba reyhan masuk ke kamar klara lalu reyhan menghampiri klara yang berdiri di depan cermin.
"Ada apa anda kemari tuan dokter?" Tanya klara dengan masam.
"Gak boleh?" reyhan.
"Aku sudah nyuruh anda pulang tadi!"
"Kalau aku gak mau?"
"Yaaa kalau gak mau diem aja di ruang tamu gak usah masuk-masuk kesini memang sih ini rumah kamu tapi bukan berarti bisa keluar masuk kamarku" tukas klara, bukannya keluar reyhan malah memeluk klara dari belakang seperti apa yang di lakukan klara padanya namun kali ini mendapat penolakan dari klara, klara melepas pelukan reyhan karna masih merasa kesal pada reyhan.
"Sayang" reyhan menarik kembali klara kepelukannya.
"Lepas!"
"Sayang aku mencintai kamu!"
"Ahhhkkk sudahlah aku gak suka dengar kata-kata itu percuma dokter bilang cinta sama aku tapi pada wanita lain juga" klara mulai menjatuhkan airmata ke pipi putihnya.
"Sayang dengar aku sudah bilang aku gak ada hubungan sama dia"
"Bohong!"
"Aku harus bagaimana membuktikannya?" Reyhan.
"Aku gak suka laki-laki tukang selingkuh"
"Aku juga aku gak suka perempuan yang suka selingkuh"
"Tapi di sini dokter yang selingkuh"
"Selingkuh sama siapa?"
"Dokter juga merasa gak usah di sebutin lagi"
"Sayangnya aku tidak merasa"
"Ahkk sudah ah aku mau tidur"
"Besok kamu ikut aku rumah sakit" reyhan.
"Ngapain kerumah sakit aku bukan orang sakit" klara.
"Aku kenalkan sama alin"
"Untuk apa?"
"Biar kamu tau hubungan aku sama dia seperti apa?"
Reyhan terus berusaha meyakinkan klara, klara memandang wajah reyhan begitu juga reyhan dengan lekat ia memandang wajah klara yang semakin terlihat cantik menurutnya! reyhan mengusap air mata di pipi klara, reyhan semakin yakin jika klara benar-benar mencintainya dengan melihatnya menangis karna kecemburuannya terhadap alin.
"Kamu benar-benar mencintaiku sayang?"
"Dulu aku gak pernah secemburu ini pada mas rinto"
"Itu berarti kamu takut ke hilangan aku" klara tak menjawab malah menyembunyikan wajahnya kedada reyhan, reyhan meraih dagu klara reyhan mendekatkan bibirnya ke bibir klara disana reyhan kembali menikmati suasana di temaram malam dengan saling ****** bibir.
To Be Continue
__ADS_1