
Rumah sakit
ketika naluri merasa cocok maka akan mengalahkan pandangan, sebagus apapun yang di pandang ketika hati sudah cocok pada satu pilihan maka pandangan seolah hanya meilhat satu yang paling berharga.
Jam menunjukan waktunya untuk istirahat dari kerja yang cukup melelahkan.
Reyhan seperti biasa ketika mulai masuk jam istirahat reyhan kembali ke ruangan pribadinya dengan di buntuti pengawal dan asisten, di dalam ia menyerahkan beberapa pakerjaan yang tidak bisa ia hendle pada orang-orang kepercayaannya.
Ketika reyhan istirahat yang di lakukan terlebih dahulu reyhan melakukan panggilan video pada klara dan juga anaknya intan yang tengah berjalan-jalan ke negri ginseng.
Merasa puas dengan apa yang dia dengar dan dilihatnya reyhan baru mengisi perutnya mencari restaurant yang menyediakan makanan yang sesuai dengan lidahnya.
Hari itu rencana reyhan ingin mengajak klara ke rumah sakit untuk bertemu alin, orang yang sangat membuat hati kekasihnya terbakar api cemburu setiap mendengar nama alin, namun klara menolak ajakan reyhan karna klara mulai percaya pada reyhan bahwa antara reyhan dan alin tidak ada hubungan yang seperti ia curigai, dengan mengajaknya ketemu alin itu berarti reyhan benar-benar ingin menunjukkan bahwa hanya dirinya di hati sang dokter kekasih tercinta yang kini berada dalam hati, pikiran, setiap detak jantung, bahkan dalam setiap aliran darahnya.
Reyhan keluar dari ruangannya tak sengaja bertemu alin saat alin hendak menemuinya.
"Dokter! Baru saja aku mau menemuimu" Sapa alin.
"Untuk apa?" Tanya reyhan.
"Aku mau ngajak anda makan siang bareng"
"Boleh aku baru saja mau keluar"
"Makan siang juga?"
"Iya mau ikut ayo"
"Ya udah bentar ya aku mau ambil tas ku dulu" alin kegirangan.
Akhirnya reyhan dan alin pergi untuk makan siang bersama dan sampailah mereka di sebuah restaurant yang reyhan maksud, sementara menunggu makanan di antar alin terlihat memperhatikan wajah reyhan yang tengah sibuk dengan layar ponselnya, "ayo dong dok bilang cinta sama aku ngapain nungu nanti" ucap alin dalam hati dengan tatapan memandang reyhan, ketika sibuk dengan isi hatinnya tiba-tiba terdengar nama klara dan leo di layar televisi yang sengaja di sediakan pihak restaurant untuk para pengunjung, yang terpampang di sudut ruangan.
"Dok! Itu leo masih ingat kan?" Tanya alin.
"Sepupu kamu"
"Iya liat deh katanya dia lagi deket sama artis baru lawan mainnya" kata alin sengaja membuat reyhan terkena api cemburu.
Reyhan menoleh ke layar televisi tersebut dan rupanya benar berita tentang kedekatan leo dan klara, pandangan reyhan kembali ke layar pnselnya seolah tak perduli dengan pemberitaan di televisi tersebut.
"Itu wanita yang mau segera aku nikahi" ucap reyhan.
__ADS_1
"Jadi dia mantan istri dokter?" Alin pura-pura tidak tau.
"Iya kenapa?"
"Dokter gak cemburu dengan kedekatan mereka berdua?"
"Setiap hari dia selalu menceritakan apa yang dia lakukan di lokasi shooting soal kedekatan dengan sepupu kamu aku sudah tau" ujar reyhan.
"Dokter percaya gitu aja? Siapa tau ada yang ia sembunyikan dari dokter"
"Aku percaya sama dia karna dia di sana gak sendiri, ada dua orang kepercayaan ku, laporan anak buah aku dengannya selalu akurat" ucap reyhan.
Saat asik ngobrol makanan yang di pesanpun datang
"Dok kapan dokter akan melangsungkan pernikahannya lagi dengan mantan istri dokter itu?" Tanya alin.
"Secepatnya, aku sudah gak bisa lama-lama nahan diri" reyhan senyum pada alin seraya memasukan makanan ke mulutnya.
"Dok waktu itu dokter bilang kalau ada dua lagi wanita yang dokter cintai kalau boleh tau siapa dok?"
"Hahahaha dua lagi, iya ada" reyhan tertawa, saat reyhan akan menjawab kembali ucapan reyhan harus terputus karna ponsel reyhan berbunyi reyhan reyhan memasukan makanan ke mulutnya dan melap mulutnya dengan serbet bersih yang di sediakan khusus pihak restaurant.
"Ada apa rey?" Tanya reyhan pada reynant yang melakukan panggilan masuk ke ponsel reyhan.
"Anak bungsunya?" Reyhan mengerutkan alis.
"Berarti abang tau?" Reynant.
"Tau jelas si nggak! cuma saat ada rapat penting dia gak hadir kata manager nya dia lagi mencari anak bungsunya, aku gak banyak nanya juga kemana anaknya" kata reyhan.
"Sekarang anaknya sama aku" reynant
"Sama kamu?! Ko bisa" reyhan kaget mendengar anak tuan wiguna ada bersamanya.
"Kamu yang..." belum selesai reyhan berucap reynant memotongnya.
"Apa? Aku memang playboy tapi aku gak berani sama anaknya tuan wiguna" ujar reynant.
"Terus kenapa bisa sama kamu?" Reyhan penasaran.
"tadi mang wiwi gak sengaja nabrak dia saat berusaha kabur dari penculiknya"
__ADS_1
"Terus apa dia masih hidup?"
"Masih bang tadinya aku mau bawa dia ke rumah sakit tapi saat kita nyari rumah sakit tiba-tiba dia bangun terus aku tanya siapa namanya dan di mana alamatnya, dan ternyata dia bilang kalau dia anak bungsunya tuan wiguna" tukas reynant.
"Sekarang dia dimana?" Reyhan.
"bersamaku di mobil menuju arah pulang dia tertidur pulas, kasian banget bang dia terlihat ketakutan waktu pertama kali liat aku sama mang wiwi"
"Emmhhh jangan-jangan dia jodoh kamu rey!"
"Ngaco, abang di mana?" Tanya reynant.
"Lagi makan siang sama alin"
"Ohh hati-hati bang tar kepincut sama dokter cantik itu, kasian kakak iparku tar batak nikah lagi!" ucap reynant.
"Gak lah abangmu ini tipe lelaki setia" ucap reyhan.
"Oh iya aku lupa hehehe"
"Ya sudah rey hati-hati jangan sampai kamu ada masalh sama tuan wiguna niat kamu nyelamatin anaknya malah kamu yang di tuduh menculik anaknya"
"Gak lah bang anaknya kan bisa cerita langsung, bang kalau bukan aku yang menculik dia, ya udah bang lanjut lah makan siang nya" reynant.
"Ok..." sambungan telpon terputus. Alin yang diam-diam mendengar pembicaraan reyhan di telpon ia bertanya.
"Ada apa dok?" Tanya alin.
"gak penting, lin kamu bisa pulang naik taksi ya, aku gak balik kerumah sakit, ada urusan dulu di luar" kata reyhan.
"Tapi dok, makanan dokter belum habis lo!"
"Aku harus pergi sorry lin kamu gak apapa kan naik taksi?!" Reyhan.
"It's ok, gak papa dok kembali jam berapa kita kan ada operasi jam tiga" alin.
"Aku tau, aku segera kembali" reyhan.
Setelah berpamitan reyhan dengan segera pergi meninggalkan alin.
To Be Continue.
__ADS_1
Terima kasih untuk pembaca setiaku yang selalu setia menunggu ceritanya kembalu up.
jangan lupa like, koment, and votenya yang readersku, maaf juga kalau harus nunggu lama author up.