Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
49 Perhatian sang mertua.


__ADS_3

Ke esokan harinya di jakarta setelah persalinan klara.


Bu karina masih setia menunggui klara di rumah sakit dan kini juga di temani pak anggara.


"mah kapan klara bisa pulang?" Tanya klara pada bu karina.


"emh besok juga bisa tapi kalau menurut mamah sebaiknya kamu pulihkan dulu aja kesehatan kamu sayang kamu kan habis mengeluarkan banyak tenaga apa lagi kamu ngelahirin dara alias yang pertama kali, jadi kamu istirahat aja dulu di sini banyak dokter dan juga perawat jadi kalau ada apa-apa kan gampang" kata bu karina.


"tapi klara jadi ngerepotin mamah dan semuanya mesti nungguin klara di sini" ucap klara.


"kamu ini gimana siapa yang merasa di repotin justru mamah seneng bisa nungguin kamu menantu kesayangan mamah dan juga cucu mamah yang cantik, sudah kamu gak usah merasa gak enak sama mamah yah!" ujar bu karina sembari mengelus dahi klara.


"mah boleh klara nanya sesuatu sama mamah?" Tanya klara.


"iya sayang tanya aja!" Seru bu karina.


"mamah tau dari mana kalau klara istrinya dokter reyhan?" klara.


Bukannya menjawab bu karina malah tersenyum sembari melirik pak anggara suaminya yang duduk di sofa ruang VVIP tersebut yang di sediakan khusus untuk keluarga pasien kemudian bu karina tersenyum pada klara.


"dari kamu!" Ucap bu karina.


"ak- aku!!! ka- kapan k-klara bilang sama mamah?" klara merasa gugup dan aneh karna ia merasa tak pernah memberitahu mertuanya tentang pernikahannya dengan dokter reyhan .


"kamu sich gak ngasih tau secara langsung, tapi...." lalu bu karina menceritakan bagaimana ia dan pak anggara mengetahui soal pernikahan anaknya dan klara.


"maafkan klara yah! klara gak bermaksud membohongi kalian tapi...." klara menghentikan ucapannya.


"kita sudah tau, kamu di suruh reyhan kan untuk tidak mengaku sebagai istrinya dokter reyhan itu" bu karina menekankan kata-katanya.


"maaf" klara minta maaf pada pak anggara dan bu karina karna ia merasa bersalah sudah menutupi siapa dirinya pada keluarga itu.


"iya gak apa-apa sayang mamah, mamah gak marah sama kamu justru mamah yang harusnya minta maaf sama kamu mamah benar-benar gak peka pada menantu mamah dan mamah juga sempat menganggap cucu mamah adalah cucu mamahnya rinto, mamah juga sangat kecewa sama reyhan tega-tega nya dia membohongi mamah dan mengatakan kalau anaknya adalah anak rinto, mamah juga sempat marah-marah sama rinto karna mamah pikir rinto suami yang gak bertanggung jawab dan ternyata bukan rinto yang gak bertanggung jawab tapi ternyata anak mamah sendiri yang seperti itu" tukas bu karina ia mulai mengeluarkan air matanya ia teringat bagaimana saat ia pertama kali bertemu klara sampai, kebersamaan nya dengan klara, sampai bagaimana ia mengetahui kalau klara adalah menantunya.

__ADS_1


"makasih ya mah udah menerima klara sebagai menantu mamah, tapi..." ucapannya kembali terpotong dan muka nya terlihat sedih ia teringat perjanjian pranikah nya dengan reyhan.


"tapi apa sayang?" Tanya bu karina.


"mah klara sama dokter reyhan sempat buat perjanjian!" ujar klara.


"perjanjian apa?" tanya bu karina.


"dokter mau nikahin klara tapi setelah anak kita lahir kita akan berpisah dokter akan menceraikan klara tapi soal anak dokter akan membiyai nya itu yang di bilang dokter sama klara" ucap klara.


"benar-benar keterlaluan si reyhan, mamah akan bicara sama dia kamu tenang aja mamah gak akan tinggal diam" tukas bu karina.


"mah mamah gak usah marahin dokter, klara terima ko apapun keputusan dokter reyhan karna klara bukan orang yang pantas buat dokter klara cuma gadis kampung yang tak punya apa-apa, klara juga gak mau memaksa orang yang hatinya untuk orang lain!" Ucap klara.


"gak sayang... mamah gak akan biarin semua perjanjian kamu sama reyhan terjadi, mamah gak mau jauh-jauh dari kamu dan cucu mamah cucu pertama mamah" ujar bu karina.


"tapi mah!" Ucap klara.


"kamu yakin aja mamah kamu dia bakal berhasil membuat reyhan jatuh cinta sama kamu, ayah aja dulu sampai kelepek-kelepek sama mamah kamu padahal tadinya ayah biasa aja lihat mamah kamu" kata pak anggara dari sudut kursi sofa.


"hemmm kau dengar kata ayah" klara hanya tersenyum mendengar ucapan ayah dan ibu mertuanya.


"mah yang klara dengar dari ustad di kampung klara, jika seorang lelaki memiliki ucap pada istrinya bahwa si suami tersebut akan menceraikan istrinya pada masa yang di tentukan maka ketika tiba masa pada perjanjian tersebut maka jatuhlah talaknya satu pada istrinya" tukas klara.


"apa iya?" Tanya bu karina.


"iya mah itu yang klara tau jadi kalau menurut hukum agama klara sudah dijatuhi talak satu sama dokter reyhan ketika anak klara lahir kecuali dokter cuma mengatakan pisah doang tanpa mengucap cerai" ujar klara


"terus apa reyhan mengucap cerai?" bu karina penasaran.


"awalnya dokter gak mengucap kata cerai tapi setelah dokter berada di korea dokter mengatakannya bahwa dokter akan menceraikan klara ketika anak kita lahir" air mata mulai membasuhi pipi putihnya.


"ayah gimana ini" ucap bu karina pada suaminya yang duduk di sofa pak anggara mendengar jelas ucapan klara lalu pak anggara bangkit dari duduknya dan menghampiri klara.

__ADS_1


"klara apa itu tidak salah?" Tanya pak anggara.


"yang klara tau sich begitu" jawab klara.


"baiklah kalau begitu nanti ayah bakal tanya sama konsultan pernikahan" ucap pak anggara.


"iya bagus itu" ucap bu karina menyetujui suaminya kemudian pak anggara kembali duduk di tempat semula lalu ia mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


"kamu gak usah mikirin hal itu ya biar itu jadi urusan mamah sama ayah kamu bila perlu mamaj akan membuat reyhan menarik kata-katanya, oh iya sayang tadi ayah nanyain? ibu sama bapak kamu kapan kesini nya?" bu karina.


"katanya lusa mah" klara.


"jadi gini sayang kata ayah kamu biar jetpri kita yang jemput bapak sama ibu kamu dan sampao di bandara di jemput juga sama mang wiwi" kata bu karina.


"pesawat yang waktu itu klara naikin mah?" Tanya klara.


"iya" bu karina.


"gak kebayang deh aku mah" klara.


"kenapa gak ke bayang apa?" bu karina terlihat bingung dengan ucapan klara.


"dulu waktu klara naik pesawat itu awalnya klara kagum sama isi pesawat itu dalemnya sa...ngat indah klara baru liat ada pesawat yang seperti itu tapi... pas pesawat itu mulai terbang boro-boro klara ingat sama ke indahan dalam pesawat itu, perut klara rasanya kaya di aduk-aduk untung ada pelayan di pesawat itu yang membantu klara" kata klara.


"pelayan! reyhan kan ada di pesawat itu juga kan?!" bu karina.


"ada dokter juga membantu klara memijit tekuk leher klara" klara.


"kirain reyhan diem aja liat kamu kaya gitu" bu karina.


"ibu sama bapak juga pasti kaya aku juga mah" klara bu karina tertawa kecil mendengar ucapan klara begitu juga pak anggara.


TBC

__ADS_1


__ADS_2