Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
Kencan malam


__ADS_3

Seorang reyhan sang dokter muda selalu menjadi sorotan semua orang ketika ia menjumpai banyak orang, apalagi saat itu ia tengah berjalan memasuki sebuah restaurant ternama di jakarta bersama dengan seorang wanita.


Semua mata tertuju pada mereka berdua beberapa orang memandang dengan pandangan dan prangsangka berbeda-beda, apa lagi saat itu klara hanya menggunakan baju tidur.


Akhirnya mereka sampai di satu meja yang sudah di pesannya secara online di restaurant itu, reyhan membawa klara ke tempat yang sudah di sediakan pihak restaurant, Klara dan reyhan duduk di tempat tersebut.


"Dok kayanya semua orang kenal kamu!" Klara melihat semua orang dengan tingkah seolah mereka mengenal reyhan.


"Perasaan kamu saja" kata reyhan, sang pelayan datang menghampiri dengan membawa foodlist.


"Mau pesan apa silahakan?" Sang pelayan menyodorkan foodlist pada reyhan dan klara, reyhan hanya memesan minuman karna sebelum menemui klara reyhan baru selesai makan malam bersama reynant di restaurant yang lain di dekat kantor reynant.


"Kamu mau pesan apa?" Tanya reyhan.


"Aku bingung makanan nya aku nggak kenal semua!" Jawab klara.


"Biar aku pesankan makanan yang cocok dengan lidah kamu, lalu reyhan memesan nasi goreng istimewa yang menjadi menu favorit di restaurant itu. lengkap dengan minumannya dan menu penutup.


"Tolong buatkna porsi besar!" Seru reyhan pada sang pelayan yang masih setia menunggu makanan di pesan.


"Baik" lalu sang pelayan kembali ke belakang.


"Tak memakan waktu lama pesananpun terhidang di meja mereka, klara melihat satu porsi nasi goreng yang terlihat sangat lezat membuat lidah klara ngiler lalu dengan segera klara menyantap makanan di hadapannya, klara melirik pada reyhan klara menghentikan sendok berisi nasi goreng yang akan masuk ke mulutnya.


"Dok anda nggak makan? ko cuma pesan itu doang!?" Tanya klara ia tak melihat makanan yang akan di makan reyhan.


"Aku sudah makan" jawab reyhan.


"Oh..." lalu klara memasukan nasi goreng ke mulutnya. Reyhan memandang klara yang sedang menikmati makanannya, reyhan masih ingat saat ia pertama kali membawa klara makan di restaurant dan meninggalkannya hingga klara sampai gak pulang karna gak tau jalan pulang reyhan menyesali perbuatannya dulu.


Reyhan terus memandang klara dan tiba-tiba ia tersenyum, reyhan teringat saat klara marah karna cemburu pada alin reyhan yakin kalau klara masih mencintainya terlihat dari kecemburuan klara terhadapnya.


Klara melirik reyhan karna merasa reyhan sedang memandanginya, kembali klara menunda suapannya.


"Dok kenapa memandangku seperti itu?" Tanya klara aneh.


"Gimana makanannya, Enak?" Reyhan malah bertanya.


"Enak banget dok, cobain deh" klara menyodorkan sendok yang tadinya mau ia masukan ke mulutnya.


"Nggak aku gak biasa makan banyak malam-malam"


"Tapi ini enak banget beneran" klara terus menyodorkan sendok berisi itu, pada mulut reyhan.


"Enggak aku sudah tau itu enak aku sering makan di sini" ujar reyhan.


"ya udah coba dulu aku yakin ini lebih enak dari yang dokter pernah makan!" Dengan terpaksa reyhan membuka mulutnya lalu klara menyuapi reyhan.


"Enak kan?"

__ADS_1


"Biasa aja, sama sperti yang biasa aku makan!" Jawab Reyhan.


"Masa si? Parasaan ini enak banget loh!"


"Itu karna kamu lagi lapar, perut yang lagi lapar makan apa aja terasa enak" kata reyhan.


"Aaak lagi" kembali klara menyodorkan sendok berisi, ke mulut reyhan kembali membuka mulutnya dengan paksaan klara.


"Mau nambah? biar aku pesankan lagi" reyhan.


"Nggak aku kenyang" reyhan tersenyum, tentu saja kenyang reyhan sengaja memesan porsi double untuknya karna ia tau porsi makan klara tak cukup sedikit meski badannya kecil.


Setelah semua makanan nya berpindah ke perut klara ngajak reyhan untuk kembali ke apartemen.


_________


Di perjalanan terlihat lampu penerang jalan dan lampu kendaraan saling menerangi, klara menikmati malam itu ia jarang keluar pada malam hari meski rinto selalu mengajaknya tapi klara selalu menolak dengan alasan gak bisa meninggalkan intan.


Reyhan yang fokus menyetir menoleh sebentar pada klara untuk bertanya.


"mau langsung ke apartemen atau kita jalan-jalan dulu?" Tanya reyhan.


"Aku gak pernah jalan-jalan malam hari" jawab klara.


"Ya udah kita jalan-jalan dulu aku akan bawa kamu keliling jakarta malam ini, tapi jangan tidur nanti aku malah repot harus gendong kamu ke apartemen" tukas reyhan.


"Yaa gak usah gendong aku di bangunin juga aku pasti bangun" kata klara. Reyhan tersenyum lalu reyhan mengusap kepala klara lembut dengan pandangan fokus ke jalanan.


Sampai di suatu tempat reyhan menghentikan mobilnya, terdengar suara desir ombak yang gemuruh klara sadar jika kini mobil reyhan di parkir di tepi pantai kemudian klara keluar dari mobil.


"Dok itu pantai!" Tunjuk klara dengan teriak setelah keluar dari mobil seraya berjalan mundur menuju pantai sedangkan reyhan masih di dalam mobil ia memperhatikan tingkah klara seolah begitu senang bertemu pantai.


Reyhan turun kemudian mengikuti klara yang berlari ke pantai, klara beberapa kali merentangkan tangan untuk menikmati sejuknya angin pantai di malam hari.


"Kamu gak takut masuk angin berada di pantai? udaranya dingin" kata reyhan, reyhan tak terlalu merasa dingin karna ia menggunakan hodi begitu juga klara, ia menggunakan baju tidur berlengan panjang dan behannya cukup tebal.


"Udaranya memang dingin tapi aku suka udara pantai" reyhan kembali menyunggingkan senyuman di bibinya.


Reyhan berdiri di samping klara memasukan tangan ke dalam saku depan celananya.


"Menurut kamu apa yang bisa membuat orang datang kepantai padahal cuma untuk melihat dan mendengar suara ombak doang!" Tanya reyhan.


"Entahlah aku gak tau, menurut dokter?" Klara balik bertanya.


"Menurut riset, selain untuk memanjakan mata ketika melihat ombak saling menggulung kita juga dapat merelaksasi tubuh, pikiran, hati dan dapat memperbaiki saraf yang tak berjalan normal apa lagi jika kita datang pada siang hari ketika matahari berada di bawah pukul dua belas, dengan berjalan di atas pasir yang sudah terkena sinar matahari akan membuat saraf dan saluaran darah kita berjalan normal, kenapa? karna pasir laut sudah tercampur zat yang baik untuk kesehatan matahari di bawah pukul dua belas mengandung vit dan anti osidan yang tinggi, tapi bahaya juga jika terlalu lama berada di pantai karna udara pantai daya hembusnya lebih kencang dari pada udara darat jadi jika kita berada di pantai terlalu lama angin akan mudah menembus kulit yang bisa membuat angin mengendap dalam tubuh kita akibatnya tubuh menjadi terasa sakit, pegal-pegal, mual, dan harus cepat mendapat pengobatan" reyhan sedikit menjelaskan tentang pengetahuannya.


"Ohh gitu kalau gitu ya kapan-kapan aku mau ajak intan ke sini" klara


"Balita gak boleh sering di bawa ke pantai anginnya gak baik untuk balita tapi kalau sesekali boleh asal jangan terlalu lama" reyhan.

__ADS_1


"Makasih udah ngajak aku kesini!" Ucap klara.


"Seneng banget di ajak ke sini, kalau aku ajak ke pelaminan gimana?" Reyhan berbalik menghadap klara.


"Iiihh apaan si" klara tersipu.


"Klara aku serius"


"Dok yakiiin?"


"Ya aku yakin, aku mau kita rujuk demi intan"


"Demi intan?"


"Iya demi anak kita"


"Aku gak mau kalau dokter mau rujuk hanya karna intan karna jika cuma karna intan itu artinya dokter gak pernah mengharapkan aku, dan suatu saat dokter akan mencari wanita yang benar-benar dokter cintai, setelah itu bukan hanya aku yang kembali merasa di sakiti tapi juga intan, aku gak mau intan merasakan penderitaan ketika menyaksika ayahnya mencari cinta pada orang lain" tukas klara.


"Kamu ini ngomong apa? Sayang aku mencintai kamu dan kali ini aku mau menikahi kamu karna aku mencintaimu, aku benar-benar gak mau kehilangan kamu dan intan lagi" reyhan.


"Dokter beneran? Dokter sadarkan ini aku, klara, bukan orang yang ada dalam bayangan dokter" klara bingung kenapa tiba-tiba reyhan begitu manis bahkan memanggil sayang, sungguh seperti dalan mimpi menurut klara.


"Hahahaha" reyhan tertawa.


"Kenapa ketawa" klara.


"Emang menurut kamu siapa yang dalam bayangan aku?"


"Perempuan itu kali!" Cetus klara cemberut.


"Perempuan mana? Alin maksudnya?"


"Tuh ingat"


"Aku sama sekali nggak mencintai dia, lagi pula aku nggak lagi membayangkan wanita mana pun, yang aku bayangkan sekarang ada di hadapanku, karna dalam bayanganku aku menikah denganmu dan setiap hari aku akan menikmati malam bersama kamu sayang" ucap reyhan.


Klara termangu seolah tak percaya, laki-laki yang selama ini dingin terhadapnya kini menyatakan cinta, sebuah kata-kata yang mau didengar klara sejak dulu sekarang terucap dari mulut reyhan, dan klara mendengarnya dengan jelas, ia juga masih ingat bagaimana reyhan dulu mempelakukannya? sama sekali gak ada manis manisnya gak kaya lemineral hehe...!.


"Aku mau rujuk sama kamu, aku tau aku telat mengatakannya tapi aku belum telat untuk mencintaimu kan?" Kembali reyhan berucap.


"tapi dok"


"Aku gak mau dengar tapi tapian, apa kamu masih mencintaiku?" reyhan menekankan, klara bingung untuk menjawab pertanyaan reyhan kali ini, sebab jika bilang Ya klara masih terselimut rasa malu jika harus berkata ya, tapi jika bilang tidak klara tak memungkiri rasa cintanya yang masih tetap terselip di hatinya sampai kini bahkan saat bersama rinto pun klara masih mencintai reyhan.


"Sayang katakan apa kamu masih mencintaiku?" Reyhan kembali menekankan.


"Lihat mataku" reyhan mememgang dua pipi klara dan meminta melihat kejujuran di mata reyhan, ke dua pasang mata saling memandang tiba-tiba klara menganggukan kepalanya mengiakan jika ia masih menyimpan perasaan terhadap reyhan.


"Makasih sayang" ucap reyhan kemudian membawa klara kepelukannya tak lama reyhan melepas pelukannya kemudian reyha memandang wajah klara terlihat jelas setiap garis raut wajah klara, reyhan memajukan wajahnya ke wajah klara sampai akhirnya bibir mereka pun saling mendekat dan cup mereka berciuman di sana pergulatan pun semakin panas ketika bibir klara membalasnya, dengan ke adaan berdiri tanpa perduli ada orang yang melihatnya karna menurut mereka itu sudah larut malam.

__ADS_1


Cukup lama mereka beradegan adu bibir di sisi pantai tanpa memperdulikan udara laut yang semakin dingin.


To Be Continue


__ADS_2