
Keluarga kecil reyhan kini berada kembali ke istana megahnya, setelah makan malam reyhan menelpon bu karina dan pak anggara untuk memberitahukan kalau istrinya tengah hamil bu karina pun sangat senang mendengar berita tersebut dan berniat akan segera pulang ke jakarta.
Pagi yang cerah
Intan tengah berada di kamar bersama suster pengasuh yang biasa mengurusinya.
"sustel kok kemalin ko gak ikut intan?!" Ucap intan dengan cadel pada suster yang tengah medandaninya yang baru selesai mandi.
"Habisnya suster gak di ajak" canda sang suster yang bernama nita, nita seorang suster yang baru yang di pekerjakan reyhan untuk mengurusi intan karna selama ini intan di urusi oleh bi asri salah satu pelayan di rumahnya.
"Kenapa gak ikut aja?" Kata intan.
"Gak boleh" ujar nita.
"Kenapa?" Intan.
"Karna kata bunda saat di sana bunda yang mau mengurusi intan" jawab nita.
"Sustel tau gak waktu di jalan bunda sakit lho, bunda muntah-muntah telus" kata intan dengan lucunya.
"O ya kasian bunda!" Saat mereka berdua mengobrol tiba-tiba seluruh pelayang yang berada di rumah itu di suruh untuk berkumpul di ruang tengah termasuk nita.
"Nit kita di suruh kumpul di ruang tengah!" Seru salah satu pelayan memberitahukan nita.
"Ada apa memangnya?" Tanya nita.
"Gak tau, ya udahlah kita kesana saja cepet ya!"
"Iya tapi aku selesaikan dulu mendandani intan dulu"
"Ya sudah aku duluan ya" sang pelayan yang memanggil nita pun kembali dari kamar intan setelah memberitahukan maksudnya ia menemui nita di kamar intan.
Di ruang tengah
Semua penghuni rumah berkumpul termasuk semua satpam dan tukang kebun, semua saling berbisik " ada apa?" "Ada apa?" "Apa ada yang berbuat kesalahan?" "Gawat nich!" Bisik semua pelayan, semua berbisik mereka takut jika di antara mereka ada yang berbuat sesuatu hingga membuat tuan nya marah setelah semua berkumpul reyhan datang bersama sang istri ke ruang dimana mereka berkumpul melihat tuannya datang yang tadinya berdiri maupun duduk santai, semua nya berdiri tegak dengan kepala menunduk tanpa suara, reyhan memang jarang bertemu dengan para pelayan di rumahnya hanya saat sarapan atau makan malam mereka dapat melihat reyhan, itu pun hanya pelayan tertentu saja yang bertemu reyhan, bahkan dengan satpam yang biasa membuka gerbang pagar rumahnya pun jarang bertatap muka cukup hanya dengan suara klakson semua sudah mengerti apa yang harus di lakukan mereka untuk tuannya itu.
Tapi hari itu semua dapat melihat jelas wajah reyhan karna hari itu reyhan sengaja menyuruh semua para penghuni rumah nya untuk berkumpul sedangkan di depan rumahnya ia sengaja memanggil sang bodyguard untuk menggantikan satpam, sementara semua satpan di suruh berkumpul.
Klara duduk di kursi begitupun reyhan ia duduk di samping klara dan tak lama sebelum reyhan memulai pembicaraannya intan muncul bersama nita, intan berlari kecik menghampiri klara lalu duduk di pangkuan klara sedangkan nita bergabung dengan para pelayan yang lain.
__ADS_1
"Ada apa?" Bisik nita pada salah satu pelayan yang berdiri di dekatnya.
"Gak tau" jawab sang pelayan.
Reyhan menyilangkan kaki dan menyenderkan bahunya pada sofa sedangkan sebelah tangannya ia rentangkan di atas bahu sofa, begitu terlihat ketampanan reyhan yang penuh karisma dan berwibawa.
"Kalian tau kenapa saya menyuruh kalian berkumpul disini?" Tanya reyhan pada semua yang berkumpul.
"Tidak tuan kami semua tidak tau memangnya ada apa tuan?" Tanya asri sang pelayan kepercayaan di rumah tersebut.
"Di sini saya mau memberitahukan kalau saat ini istri saya sedang hamil" ujar reyhan.
"Wah,,, selamat ya tuan, nyonya" ucap asri dan yang lainnya semua tersenyum mendengar berita tersebut.
"Iya, terima kasih ya" jawab klara.
"Dan saya di sini mengumpulkan kalian hanya ingin memberikan peraturan baru di rumah ini selama istri saya hamil, saya sengaja saya langsung yang memberitahukan pada kalian" reyhan mengubah duduknya ia menurunkan tangannya dari bahu sofa.
"Paraturan apa tuan?" Tanya salah satu satpam.
"Yang pertama, setiap hari rumah ini harus bebas dari debu, air tumpah ke lantai karna bisa menyebabkan istri saya atau intan kepeleset, dan gak boleh ada asap yang akan mengganggu pernapasan, kedua untuk kamu asri setiap pagi bangun tidur, sebelum tidur siang dan malam sebelum tidur jika saya belum pulang kerja siapkan susu hamil untuk istri saya" tukas reyhan.
"Sayang aku kan bisa buat sendiri" kata klara menyela ucapan suaminya.
"Mengerti tuan"
"Sayang kayanya kamu terlalu berlebihan dech?"
"Berlebihan apa? gak ada yang berlebihan karna itu demi keselamatan kamu, intan dan anak kita yang ada di dalam kandungan mu itu" jawab reyhan.
"Ingat!!! rumah harus selalu bersih dari debu atau apapun yang dapat membuat kesehatan keluarga saya terganggu kelian mengerti?" Tukas reyhan.
"Mengerti tuan" jawab semua dengan serempak,
"Saya tuan" nita tunjuk tangan.
"Kamu jangan pernah lengah mengurus intan dan selalu jaga pola makan nya perlu sesuatu untuk anak saya apapun itu bilang pada bundanya!" Seru reyhan.
"Baik tuan" jawab nita.
__ADS_1
"Dan untuk pak halim taman atau halaman harus selalu di rawat jangan sampai ada rumput yang tumbuh karna bisa mengundang ulat atau ular" kata reyhan pada pak halim yang biasa mengurus bagian halaman atau taman belakang.
"Iya tuan" pak halim.
"Dan Dengan adanya peraturan baru ini, saya naikan gaji kalian lima puluh persen dari gaji kalian sekarang" ucap reyhan dan tentu saja membuat mereka yang tadinya merasa lemas mendengar peraturan baru yang mengada-ngada kini menjadi tampak senang pada semua yang bekerja di rumah tersebut.
"Terima kasih tuan" ucap para pekerja.
" sudah sekarang kalian kembali kerja dan kerjakan apa yang saya perintahkan mulai sekarang!"
"Baik tuan, kami permisi tuan" kemudian semuanya bubar dan kembali pada pekerjaan mereka masing-masing.
"Sayang apa gak terlalu berlebihan?" Ucap klara pada reyhan saat semuanya sudah gak ada.
"Sudahlah gak ada yang berlebihan"
"Bunda intan mau punya dede bayi ya?" intan menyela.
"oh iya ayah sama bunda lupa ya belum ngasih tau anak kesayangan bunda ini, Iya sayang, kamu seneng gak?" klara mencubit lembut pipi cabi intan.
"Hore hore hore intan mau punya dede bayi yey yey" intan loncat -loncat kegirangan.
"Iya dong lucu kaya intan" ucap klara seraya mencubit hidung intan, reyhan tersenyum melihat.
"Intan mau ngasih tau temen-temen intan ah kalau intan mau punya dede bayi yang lucu, eh intan juga mau ngasih tau aska dulu bunda ayo dong teleponin aska ayo bunda ayo, telepon aska intan mau ngasih tau kalau intan mau punya dede bayi" intan terkekeh menyuruh bundanya untuk menelpon aska lalu klara memberikan ponselnya pada intan, intan pun mencari nama aska, meskipun masih kecil intan sudah pandai baca tulis karna reyhan memberikan les pripat terbaik untuk anaknya namun intan memanyunkan bibirnya dan mengembalikan ponselnya pada klara.
"kenapa sayang? katanya mau nelpon aska!!" klara mengerutkan alis.
"iya tapi di ponsel bunda gak ada nomer aska" jawab intan cemberut.
"oh iya lupa bunda gak punya nomor aska" klara menepuk jidat sendiri.
"yahhh bunda" intan terlihat kecewa ia memangku kedua tangannya didada.
"tapi bunda punya nomor momy nya aska" kata klara mendengar bundanya punya nomor sane intan kembali terlihat bahagia.
"ya udah bunda cepat telpon aska!" seru intan.
klara menelpon sane dan setelah sambungan di angkat klara memberikan ponselnya pada intan, intan terlihat antusias untuk memberitahukan tentang ia akan memiliki adik, intan terlihat bahagia.
__ADS_1
Kebahagian keluarga anggara kini bertambah dengan kabar kehamilan klara, tak hanya keluarga anggara, keluarga pak abdi pun setelah mendapat kabar anak bungsunya akan turut bahagia mendengar anak bungsunya akan memliki anak kedua semua mendo'akan yang terbaik untuk anaknya dan untuk kelahiran cucunya yang di kandung klara, kebahagian kian terasa terasakan di tengah dua keluarga besar tersebut.
To Be Continue