Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
Pemandangan yang menyakitkan


__ADS_3

Setelah tiga minggu keluarga anggara berada di kampung nanglu hari ini mereka kembali ke jakarta termasuk klara tak terkecuali reyhan.


Kepulangan klara ke jakarta sengaja tak memberi tau rinto niatnya ingin memberi kejutan pada kekasihnya itu, sampai di jakarta jam menunjukan pukul sepuluh malam, klara memutuskan untuk menemui rinto besok pagi sekalian memberikan titipan untuk rania dari orang tuanya.


Pagi hari di jakarta ke esokan harinya.


Klara sudah tak sabar ingin menemui rinto Setelah selesai mandi klara lalu berdandan secantik mungkin, kemudian ia berangkat ke apartemen rinto yang berada di bawah apartemen yang di tinggali klara, ia menemui rinto tanpa membawa intan.


Sesampainya di apartemen rinto, klara tak membunyikan bell ia langsung masuk klara sudah tau kode apartemen rinto karna ia sering datang kesana bahkan saat tak ada rintopun ia sering kesana untuk membereskan ruangan apartemen tersebut, kali ini klara ingin memberikan surprise pada rinto, katika sudah ada di dalam klara tak mendapati siapapun di ruangan tersebut klara mencari ke kedapur tetap tak ada siapa-siapa dan saat klara menuju kamar rinto klara mendengar suara seseorang dan suara tersebut seperti suara wanita yang sedang mendesah karna menikamati sesuatu, lalu dengan segera klara membuka pintu kamar rinto dan???... betapa hancur, remuk redam, hatinya, darahnya seperti membeku, tubuhnya melemas seperti tak bertulang ketika melihat pemandangan di hadapan matanya betapa tidak?! ketika masuk klara mendapati rinto yang tengah bercumbu dengan rania sahabatnya di atas kasur tanpa menggunakan pakaian sehelaipun rinto tengah menciumi rania yang bertelanjang bulat begitu juga rinto tak menggunakan apapun dan yang sebenarnya aksi rinto adalah aksi lanjutan yang ia lakukan semalaman dengan rania pagi itu ia hendak mengulanginya lagi entah keberapa kalinya, melihat adegan tersebut tanpa ia sadari ia menjatuh kan barang titipan orang tua rania yang sengaja ia bawa untuk rania, mendengar suara barang jatuh rinto yang tengah mencumbui tubuh rania sontak membuat rinto menoleh pada suara tersebut betapa kagetnya ketika melihat klara yang berdiri di ambang pintu kamarnya karna saking menikmati pegulatannya dengan rania, rinto maupun rania tak menyadari jika pintu kamar di buka seseorang, rinto langsung loncat dan menutupi tubuhnya dengan selimut yang teronggok di lantai, klara tersadar bahwa ia telah menyaksikan penghianatan rinto dengan sahabatnya lalu ia berlari dengan sungai kecil telah mengalir deras di pipinya.


"Klaraaa!!!....." panggil reyhan, klara telah berlalu pergi dari apartemen rinto dengan membawa beribu kesedihan dan ke hancuran hatinya, rinto hendak menyusulnya namun ia sadar ia tak menggunakan sehelai benang pun.


Klara pergi ke suatu tempat klara menangis sejadi jadinya ia kembali teringat katika ia mendapati rinto saat menikmati tubub sahabatnya, dan kembali ia tersadar bahwa itu semua adalah kesalahannya telah memberikan rinto pada sahabatnya dengan menjadikan rinto suami pengganti untuk rania, klara kembali terpikir bahwa rania adalah istri rinto karna mungkin sampai sekarang rinto belum menceraikan rania wajar jika rinto melakukan itu pada rania! tapi kenapa hatinya harus sesakit ini? Pikir klara.


Klara mengenang masa-masa bahagia bersama rinto, rinto begitu menyayanginya dan anaknya intan bahkan intan menganggap rinto seperti anaknya sendiri, klara juga ingat bagaimana pertama kali ia bertemu rinto klara kembali menangis mengenang itu semua.


Saat klara sibuk dengan pikirannya ada sepasang mata yang memperhatikan klara orang itu mulai m mendekati klara sekarang orang tersebut kini berada di sampingnya, klara tak menyadari jika ada di sampingnya.


"Ngapain kamu di sini?" Tanya orang tersebut, klara kaget mendengar suara seseorang di sampingnya refleks ia menoleh.


"Dokterrr!"


"Iya aku seorang dokter, dokter reyhan" orang tersebut tak lain adalah dokter reyhan ayah dari anaknya reyhan tengah bersenderan pada pagar besi penghalang bibir atap gedung, klara cemberut ketika melihat reyhan di sampingnya dan terlihat sedikit kesal.


"Kenapa harus ada orang ini si di sini?" Gumam klara dalam hati.


"Ngapain dokter di sini?" Tanya klara.


"Aku?" Reyhan balik bertanya.


"Iya siapa lagi? kan gak ada lagi orang di sini selain aku sama anda!" klara kesal.


"Harusnya aku yang tanya, ngapain pagi-pagi kamu di sini? Kalau aku sudah biasa di sini!" tukas reyhan.


"Aku lagi pengen aja kesini karna aku pikir di sini aku bisa melihat jakarta yang luas dari atas sini" jawab klara.


"Hemm alasan tak masuk akal, kalau mau lihat jakarta dari atas sekalian aja kamu sewa helikopter!" Cetus reyhan.


"Ya... Males kalau harus nyewa helikopter mesti ngeluarin uang" ucap klara.


"Ya terus dari pada kamu di atas gedung kaya gini tar di sangka orang kamu mau bunuh diri!" Reyhan.


"Cuma di sangka doang ga papa, yang penting nggak, ngapain mikirin 0mongan orang, gak penting!"

__ADS_1


"Terus anda sendiri juga pagi-pagi sudah di sini?" Klara.


"Aku? ya terserah akulah ini gedung milik ku siapa yang akan melarang?" reyhan dengan sombongnya.


"Terus karna bukan pemilik gedung aku gak boleh kesini?"


"Boleh boleh saja tapi jangan loncat kebawah sana nanti aky yang repot dan nanti anaku jadi seorang piatu yang di tinggal ibunya"


"Dokterrr kalau ngomong jangan suka sembarangan, lagian siapa yang mau bunuh diri?"


"Kenapa? takut mati?" Reyhan melihat mata klara yang sembab reyhan merasa ada sesuatu.


"Kenapa kamu nangis di ketinggian kaya gini" Tanya reyhan dengan nada santai menhadap ke arah luas di atas gedung, pertanyaan reyhan kembali membuat klara teringat dengan apa yang ia lihat di apartemen rinto.


"Aku gak nangis" elak klara.


"Terus kalau mata sembab kaya gitu itu karna tertawa?" Reyhan.


"Dokterrr.... hikhikhik" klara tiba-tiba memeluk reyhan sontak membuat reyhan kaget, seolah tak percaya jika klara memeluknya tak banyak pikir lagi reyhan membalas pelukan klara.


"Ada apa?" Tanya reyhan, klara tak menjawab malah membuat tangisannya semakin kencang.


"Hwa...hwa....wa..waaa, mas rinto..."


"Mas rinto?!! Kenapa si rinto? Apa dia meningal?" Tangisan klara semakin kencang seraya memukul dada bidang reyhan sambil tetap dengan pelukannya.


"Sekarang bukan musim hujan gak ada banjir" ucap klara di tengah tangisnya dan masih dalam pelukannya.


"Apa jangan-jangan dia selingkuh?!" tebakan kali ini membuat tangisan klara bertambah kencang.


"Mas rinto... hik hik hik! mas rinto..." klara teriak memanggil manggil nama rinto sambil menangis masih di pelukan reyhan.


"Aduh klara kamu ini kenapa si? Si rinto kenapa?" Reyhan semakin penasaran.


"menyetubuhi rania hikhikhik...." ucap klara tanpa menghentikan tangisannya.


"Apa???... menyetubuhi siapa? narnia!?"


"Raniaaa" bentak klara sambil menarik tubunya dari pelukan reyhan dengan kesal.


"Rania!!! Rania siapa? Rania mana?"


"Dokterrr masa anda gak tau?!"

__ADS_1


"Ya aku gak tau siapa itu rania"


"Rania sahabatku dari kampung"


"Aku gak ngerti! kenapa sahabat kamu bisa di setubuhi si rinto? bukannya si rinto di sini? di jakarta"


"Rania juga di jakarta dia tinggal sama mas rinto di apartemen"


"Ya udah mending kamu cerita yang sebenarnya sama aku! aku bingung" Lalu klara menceritakan bagaimana rania bisa berada di jakarta dan tinggal bersama rinto, klara pun menceritakan apa yang baru ia lihat.


"Salah kamu lah kenapa kamu memberikan pacar kesayangan kamu itu sama orang? apa kamu pikir si rinto gak tersinggung ketika kamu menyuruh menikahi wanita lain? dia pasti berpikir kalau kamu tidak benar-benar mencintainya, itulah sebabnya si rinto melakukan itu sama si... siapa tadi?" Reyhan lupa nama orang yang akan di sebutnya.


"Rania" klara


"Ya si rania, karna selain ia berpikir kamu tak mencintainya di pikir juga si rania itu istrinya secara sah jadi dia pikir halal untuk dia menyetubuhi si rania itu karna dia istrinya" Tukas reyhan.


"Aku menyayanginya sekarang bahkan aku memutuskan untuk menerima lamarannya karna dia bilang dia akan menikahiku" ucap klara.


"Aku gak tau lah aku juga gak ngerti! Sudah ayo turun aku lapar aku belum sarapan" Kata reyhan sambil melangkah pergi meninggalkan klara yang masih berdiri di atas gedung, menyadari klara tak mengikutinya reyhan kembali menoleh ke arah klara.


"Ayo cepetan kasian intan di rumah cuma sama bi siti!" Seru reyhan.


Di apartemen klara


Rinto datang ke apartemen klara karna klara tak langsung pulang ke apartemennya, klara tak ada di sana hanya ada intan yang tengah menikmati sarapan pagi bersama bi siti.


"Papa..." seru intan ketika melihat rinto datang lalu berhampur kepelukan rinto, rinto mengangkat intan kemudian menggendongnya.


"Bunda mana sayang?" Tanya rinto.


"Bunda gak ada" jawab intan.


"Non klara bukannya ke apartemen pak tuan!" Kata bi siti yang baru muncul dari dapur.


"Iya tadi dia ke apartemen tapi di sudah pulang" ujar rinto.


"Lho terus kemana non klara?" Bi siti bertanya-tanya sendiri.


"Biar aku tunggu sebentar bi mungkin sebentar lagi pulang" ucap rinto.


"Ya sudah kalau tuan mau menunggu, pasti sebentar lagi juga pulang soalnya non klara belum sarapan, eh tapi katanya tadi mau srapan di tempat tuan" bi siti.


"Nggak bi" rinto.

__ADS_1


"Oh kalau begitu pasti sebentar lagi juga pulang" kata bi siti, selama di apartemen rinto bermain dengan intan namu selama bermain rinto semakin resah dengan klara perasaannya benar-benar tak karuan ia memikirkan bagaimana bisa klara tiba-tiba muncul saat ia bercumbu dengan rania, dan ia juga memikirkan bagaimana perasaan klara saat melihat adegannya dengan rania, dengan pikiran demikian dan karna klara tak kunjung pulang rinto memutuskan untuk mencari klara karna ia tau apa yang sedang di rasakan klara..


To Be Continue


__ADS_2