Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
36 Terungkap sebagai menantu


__ADS_3

Yang ditaqdirkan pergi akan tetap melangkah pergi seerat apapun kau genggam tangannya. Kalau memang taqdirnya berbeda tentu tak ada pilihan selain bertahan serumit apapun keadaan.


Seorang dokter muda kini tengah mengalami ke galauan akut di atas balkon kamarnya, ia terus memikirkan kekasihnya yang selama ini ia dambakan dan ia rindukan, setelah beberapa lama ia melamun lalu masuk ke dalam kamarnya mengambil ponsel yang tergeletak di atas kasur kemudian ia menelpon seseorang setelah berhasil menemukan nama orang yang akan di hubunginya lalu ia menempelkan ponsel di telinganya, kemudian ia duduk di tepi kasur tak menunggu lama panggilannya terhubung dan di angkat oleh orang yang di telponnya reyhan pun bangkit kembali dari duduknya karna menurutnya mungkin lebih nyaman berdiri ketika menelpon.


"Hallo dokter reyhan selamat malam" sapa seseorang di balik sambungan.


"Malam juga pak anton maaf mengganggu malam-malam" kata reyhan.


"Oh gak apa-apa dok lagi pula saya lagi gak sibuk apa2 saya lagi biasa lah kumpul keluarga, ada apa memang nya anda menelpon malam-malam seperti ini apa ada yang penting?" Tanya pak anton pada reyhan.


"Begini pak anton saya mau membicarakan soal perekomendasian untuk saya menjadi dokter di korea selatan, apa anda bisa persiapkan semuanya saya mau secepatnya kesana" ucap reyhan, dan rupanya yang reyhan telpon adalah orang dari dinas kesehatan yang beberapa waktu lalu datang kerumah sakit dan ngobrol di kantor reyhan.


"Anda yakin dok?" Pak anton meyakinkan karna mengingat sebelumnya reyhan sempat menolak.


"Ya saya yakin" jawab reyhan.


"Baiklah kalau begitu saya akan segera mempersiapkan berkas-berkasnya besok" ujar pak anton.


"Biak terima kasih besok saya kekantor anda" ucap reyhan pada pak anton.


"Baik dok kita tunggu anda besok" kata pak anton.


"Ok terima kasih pak anton selamat menikmati malam anda bersama keluarga" ucap reyhan.


"Terima kasih dok selamat malam juga" balas pak anton.


Lalu reyhan menutup panggilan telponnya, reyhan kembali mengheyangkan pantatnya di tepi kasur lalu ia membaringkan tubuhnya, ia menatap langit-langit kamar nya sembari bergumam.


"Aku akan segera bertemu dengan mu, dan aku juga akan menunjukan bahwa dokter indonesia bisa sebanding dengan dokter manapun dengan aku kesana" gerutu reyhan.


Di kamar klara


Klara baru slesai mandi ia tengah menghadap cermin setelah selesai berpakain ia melihat dirinya sendiri di cermin, ia pun meraba perutnya yang sudah semakin terlihat membesar klara tersenyum sambil mengusap perutnya dan berkata.


"Sayang sebentar lagi kamu lahir, bunda sudah gak sabar pengen liat wajah kamu sayang" ucap klara, tiba-tiba klara teringat perkataan reyhan jika setelah melahirkan reyhan akan menceraikannya namun tetap akan membiayai anaknya.


Mengingat itu klara sedih karna ia tak mau jika anaknya jadi korban perceraian orang tuanya lalu klara kembali bergumam.


"Sayang mudah-mudahan setelah kamu lahir dan melihat wajahmu ayah mu berubah pikiran dan tak mau berpisah dari kita karna bunda tau! kamu itu pasti sangat lucu dan menggemaskan, membuat semua orang tak akan pernah mau berpisah denganmu dan selalu ingin menyayangimu ya bunda yakin" gumam klara sambil mengelus kandungan nya dan tentu saja janin klara menendang- nendang saat di ajak bicara oleh klara.


Pagi menjelang


Seperti biasa pekerjaan pagi klara menyiapkan sarapan untuk penghuni rumah meskipun saat ini hanya ada reyhan karna bu karina dan pak anggara masih di canada saat klara menyajikan makanan di meja tiba-tiba ponselnya bunyi klara merogoh ponselnya di dalam saku celemek dan rupanya bu karina yang melakukan panggilan video, klara terlihat senang ketika melihat di layar ponselnya dengan nama mamah dengan segera menggeser tombol navigasi ponselnya dan terlihatlah wajah bu karina dan pak anggara yang sedang santai duduk di samping bu karina.


"Hallo tante selamat pagi" sapa klara lalu ia duduk dan menyimpan ponselnya dengan posisi berdiri yang di senderkan pada vas bunga kaca yang ada di meja hingga terlihat jelas posisi klara bahkan bi siti dan yang lainnya pun terlihat saar mondar-mandir ke meja makan saat menyiapkan makanan.


"Iya sayang pagi juga eh tapi di sini masih malam lho baru jam sembilan mlam" ujar bu karina.


"Masih malam tante?" Tanya klara merasa aneh.


"Iya baru jam setengah sembilan malam" jawab bu karina.


"Oya berarti di sana masih hari minggu ya tante?" Ucap klara.


"Iya antara jakarta kanada kan perbedaan waktunya 11 jam" kata bu karina.


"Oh gitu berarti indonesia canada itu jauh yah tante gak kaya ke negara-negara lain!" Klara semakin asik mengobrol dengan mertuanya, ia pun tak lupa menanyakan kabar pak anggara dan juga reynant, terdengar suara reynan yang menyapa klara.


"Hallo mahmud" sapa reynan yang tiba-tiba muncul di layar.

__ADS_1


"Eh mas reynan gimana kabarnya di sana?" Tanya klara


"Aku oke, kamu sendiri? hamil kmu semakin besar dong" tanya reynant.


"Nih" ucap klara sambil berdiri memperlihatkan perutnya agar terlihat di kamera ponselnya.


"Uwiiih udah gede aja, sorry ya waktu itu kita gak sempet ngobrol-ngobrol dan aku sempet salah nyangka kamu!" Ucap reynan.


"Iya gak apa-apa ko mas reynant" jawab klara


"Klara kamu jangan cape-cape lho sayang, di sana kan ada bi siti dan yang lain nya biarkan mereka yang mengerjakan" ucap bu karina.


"Iya tante klara gak cape ko" jawab klara. Saat asyik ngobrol reyhan datang untuk sarapan


"tante, paman mas reynant sudah dulu yah ini ada dokter mau sarapan" ucap klara karna ia merasa tak enak jika teleponan depan reyhan.


"Memangnya kenapa kalau ada dia disana?" Tanya reynan.


"Aku gak enak mas" jawab klara


"Alah pake hak enak segala biasa aja kali emang dia bakalan gigit" ujar reynant.


"Ya gak baklan ngigit juga sih mas aneh juga kalau di bayangin dokter reyhan ngigit manusia" kata klara.


"Kalau di bayangin kaya drakula hahaha" ucap reynan bu karina hanya tersenyum mendengar perkataan reynant sedangkan pak anggara seperti biasa menggelengkan kepala,


"Hahahahaaa ia bener juga, sudah ah mas nanti telpon lagi yah kita mau sarapan dulu" ujar klara


"Iya, awas jangan liatin matanya bang dokter di hadapanmu bahaya" kata reynant.


"Memangnya kenapa?" Tanya klara.


"Emangnya dokter bisa hipnotis???" Tanya klara lagi penasaran.


"Sudah ah kamu banyak nanya mulu katanya mau sarapan" ujar reynant.


"Oh iya mas kalau gitu sudah dulu" ucap klara namun ia tak mematikan sambungan video call nya.


"Dokter" sapa klara pada reyhan.


"Kamu teleponan sama siapa?" Tanya reyhan.


"Mamah mertuaku yang paaaling aku sayangi" ucap klara sambil merentangkan kedua tangannya, tanpa ia sadari bu karina, pak anggara, dan reynant masih memperhatikannya karna sengaja tidak mematikan sambungan video tadinya hanya untuk melihat tingkah klara yang kadang sedikit kocak namun yang terlihat oleh mereka adalah sebuah rahasia besar yang di simpan oleh pasangan rahasia tersebut "pasangan rahasia" ya seperti itulah bisa kita bilang.


Mereka masih tak mnganggap omongan klara mungkin hanya ingin menutupi siapa yang menelpon pada reyhan pikir mereka.


"Apa katanya?" Tanya reyhan.


"Dokter disana baru jam setengah sembilan lho masih hari minggu" kata klara, bu karina dan yang lainnya semakin mengkerutkan alisnya kecuali pak anggara ia hanya tersenyum, seolah sudah tau apa yang terjadi pada reyhan dan klara


"Iya aku tau" jawab reyhan.


"Iya sih dokter pasti tau" ucap klara sambil cemberut.


"Klara ini kartu ATM kamu bisa gunakan untuk keperluan kamu" reyhan menyodorkan kartu tersebut.


"Uang yang dokter kasih waktu itu masih banyak kok" ujar klara.


"Sudah lah kamu ambil aja, uang kamu kan pasti ada habisnya, aku hanya menjalankan tugasku sebagai seorang suami, aku kan suami kamu jadi sudah kewajibanku untuk menafkahimu" tanpa mereka sadari ada enam pasang mata dan telinga yang mendengar percakapan mereka.

__ADS_1


"ya sih memang tanggung jawab suami menafkahi istrinya, bukan hanya lahir tapi batin" cetua klara.


"jadi kamu mau nuntut nafkah batin dari aku?" ujar reyhan.


"hhah enggak aku gak mau dan aku gak suka terima kasih" kata klara sambil mengambil makanan di hadapannya.


Dan Tuuut panggilan video di akhiri oleh reynant.


Di canada


Bu karina merasa shock dengan apa yang ia dengarnya brusan.


"Yah ayah kenapa diam?" tanya bu karina


"Kenapa" pak anggara bertanya balik pada istrinya.


"Mereka yah, ayah dengar kan tadi" ucap bu karina.


"Mam sebenarnya ini gimana sih rey gak ngerti dech?!!" Reynant pun bertanya.


"Ya mamah juga nggak ngerti" jawab bu karina.


"Mam jadi mereka suami istri?" Tanya reynan pada mamanya.


"Ya mereka memang suami istri" ucap pak anggara sontak membuat ibu dan anak kaget.


"Apa????!!!!" Ucap bu karina dan reynant kaget besamaan


"Mah kan ayah pernah bilang kalau hububgan mereka ada yang aneh" ucap pak anggara.


"Kapan ayah bilang?" Tanya bu karina.


"Yang waktu ayah mau berangkat ke kantor, tapi mamah tak memperdulikan ucapan ayah" ucap pak anggara.


"Terus ayah bisa seyakin itu, karna ayah sudah tau mereka suami istri ayah bilang begitu sama mamah biar mamah sadar kalau ada yang berbeda dengan hubungan mereka" kata pak anggara menjelaskan.


"Terus ayah tau dari mana san bisa seyakin itu kalau mereka suami istri?" Tanya bu karina.


"Karna ayah denger sendiri watu di rumah sakit ayah samar-samar mendengar seorang wanita yang ngajak ayah bicara mendo'a kan ayah agar cepat sembu untuk melihat cucuku lahir kedunia, sebenarnya ayah setengah sadar waktu itu dan ayah bisa mendengar percakapan itu namun ketika ingin melihat orang yang ngajakaku bicara tapu mata saat itu sangat berat rasanya untuk membuka mata, maka dari itu ayah menyuruh seseorang untuk mencari tau ke kampung tempat asal reyhan tugas, dan ternyata benar klara adalah menantuku dan anak adalam kandungnya adalah cucu kita mah" ujar pak anggara


bu karina semakin lemas seolah semua jaringan darahnya mrmbeku,


"jadi anak yang dalam kandungan klara adalah cucuku?" ucap bu kari a


"Iya mah" jawab pak anggara


"Lali kenapa klara menutupi semuanya dan ayah juga kenapa gak ngasih tau langsung.


"Klara menutupinya dari kita atas suruhan reyhan" tukas pak anggara


"Dan ayah gak ngasih tau ke mamah kenapa?"


"Karna ayah pikir ada saatnya mamah mendengar sendiri dari klara" kta pak anggara.


Akhirnya mereka tau hubungan antara teyhan dan klara lalu apa yang terjadi


TBC


Simak terus cerita selanjutnya dan jangan lupa habis baca tinggalkan jejak dengan like komen and share cerita aku sebanyak-banyaknya sebagai tanda dukungan pada author agar terus berkarya terima kasih

__ADS_1


__ADS_2