Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
Mendatangi sutradara


__ADS_3

Reyhan


Keluar dari rumah sakit reyhan kini berada di dalam mobil hendak menuju suatu tempat untuk menemui rekan bisnisnya di perjalanan reyhan kembali memikirkan ucapannya pada alin setelah ia menyadari jika ucapan nya terhadap alin mungkin terlalu kasar, reyhan memijat kening dengan dua jarinya ia merasa permasalahannya semakin rumit lalu reyhan melihat ponselnya yang ia masukan ke saku jasnya reyhan melihat ada beberpa panggilan masuk yang di lakukan anak buahnya di rumah klara reyhan juga melihat pesan masuk yang memberitahukan kalau klara sudah kembali kerumahnya, reyhan tersenyum memabaca pesan tersebut.


Di rumah klara


Klara baru selesai membersihkan badannya ia teringat jika hari itu klara harus pergi ke lokasi shooting karna hari itu adalah hari terakhir klara shooting karna film yang di bintangi klara sudah hampir rampung, setelah selesai berpakain dan berdandan klara langsung menuju lokasi shooting dengan di antar sopir pribadi yang biasa mengantarnya atas suruhan reyhan.


Sesampainya di sana klara di sambut sang manager yaitu bu laras yang sedari tadi menunggu klara rupanya klara sudah sangat telat datang hingga membuat gunawan sang sutradara marah besar padanya sebab ia terlalu lama menunggu.


"Dari mana? Ini sudah sangat siang sutradara sudah menunggu dari tadi!" Kata bu laras pun kesal karna ia sudah menunggu lama di sana.


"Maaf aku ada urusan" kata klara.


"Kenapa ponselnya susah banget di hubungi?" Tanya bu laras lagi.


"Maaf aku gak sempat pegang ponsel" klara.


"Emang urusan apa sih sampai-sampai kamu mengabaikan perkerjaan seperti ini?" Tanya bu laras ketus, klara hanya diam ia tak menjawab pertanyaan managernya itu ia langsung menuju tempat di mana orang-orang sudah menunggu disana klara melihat sutradara yang terlihat kesal pada klara, para pemain yang lain pun sudah siap.


Sutradara yang melihat kedatangan klara pun ia bertanya.


"Dari mana kamu? Kamu sadar kalau sekarang sudah sangat siang, kalau kamu masih mau jadi artis, profesional dong kamu pikir kita suka menunggu lama-lama seperti ini kamu pikir cuma kamu artis disini? kamu pikir kamu sudah menjadi artis papan atas yang bisa datang seenaknya? yang lain harus menunggu pemeran utama yang lelet" sutradar memarahi klara. Klara hanya diam ia tak tau harus berkata apa karna klara pikir saat ini ia memang salah mereka tidak tau permasalahan seperti apa yang di alami klara.


Sang sopir pribadi yang juga orang suruhan reyhan melihat kejadian ketika klara di marahi sang sutradara ia melapor pada bosnya.


"Maaf bang" ucap klara pada sutradara.


"Maaf maaf saya paling males kerja sama orang yang tak menghargai waktu" ujar gunawan, saat gunawan memarahi klara leo muncul menghampiri klara.


"Maaf bang sebaiknya kita mulai kalau terus berdebat kapan mulai shootingnya" kata leo.


"Ya sudah" gunawan dengan segera bergegas dan bersiap.


Shooting pun di mulai dan akhirnya, setelah beberapa kali take klara selalu salah membuat semua crew kesal ia terus kepikiran masalahnya dengan reyhan dan terpaksa shooting break sementara, klara duduk di bawah pohon besar yang berada di lokasi tempat mereka shooting.


"Kamu kenapa? Biasanya gak seperti ini! ada masalah?" Tanya leo.


"Nggak papa" jawab klara.


"Kemarin kemarin kamu biasa saja gak ada masalah, ini shooting terakhir loh"


"Iya aku tau, maafkan aku ya" ujar klara.


"aku gak tau kamu ada masalah atau nggak tapi aku yakin kamu lagi ada masalah gak mungkin kamu seperti ini kalau lagi gak ada masalah, gini aja mendingan kamu bebaskan semua beban yang ada dalam pikiran kamu, berusaha berpikir positif dan pikirkan apa yang akan kamu jalani kedepan dengan orang-orang yang kamu sayangi buang semua pikiran buruk dan jika kita kesal pada seseorang cobalah berpikir tentang yang baik pada orang yang sudah membuat kita kesal dan jangan melihat kesalahan orang karna kita juga pasti punya kesalahan, bahkan mungkin sikap kita saat ini membuat orang-orang kesal dan kecewa pada kita, cobalah berpikir positif buang semua sementara permasalahanmu, oke?.." rupanya ucapan leo membuat klara paham klara pun tersenyum pada leo.


"Iya mungkin harusnya begitu" ucap Klara sambil menyunggingkan senyuman.


"Sekarang kita bisa lanjut!" Seru leo, klara tersenyum dan menganggukan kepala.

__ADS_1


Akhirnya shooting pun kembali di mulai dan berjalan lancar semua merasa lega karna dapat menyelesaikan film yang akan segera di tayangkan di televisi yang sudah mengontraknya.


Hari itu lokasi di shooting semua merasa senang mereka pun merayakannya dengan penuh suka cita di saat semua merasa bahagia tiba-tiba muncul seorang pria berwajah tampan, klara yang tengah bersenda gurau dengan leo dan yang lain nya melihat kedatangan orang tersebut.


"Dokter" ucap klara.


"Untuk apa dia kemari" kata leo.


"Entahlah" klara.


"Mungkin dia mau jemput kamu" kata leo.


"Gak ah aku lagi males ketemu sama dia" kata klara.


"Oh berarti kamu lagi ada masalah sama dia?!" Leo menebak.


"Dokter reyhan!" sapa salah satu crew menghampiri, reyhan cukup dikenal di setiap kalangan karna selain seorang dokter ia juga seorang pengusaha muda yang sukses dalam beberapa bidang.


"Saya bisa bertemu dengan gunawan?" Ucap reyhan menanyakan sutradara yang menyutradarai film yang baru rampung tersebut.


"Bang gun di belakang"


"Panggil dia!" Seru reyhan.


"Sebentar dok saya panggil dulu" kata sang crew kemudian ia pun pergi memanggil gunawan tak lama gunawan datang.


"Dokter reyhan apa kabar?" Ucap gunawan yang baru datang.


"Ada apa seorang dokter reyhan datang kemari dan mau ketemu saya?"


"Saya gak mau banyak berbasa basi" kata reyhan.


"Kenapa dok apa ada masalah?" Gunawan merasa aneh dengan nada bicara reyhan yang terdengar ketus.


"Saya tidak suka kamu bertindak seperti ini" reyhan memperlihatkan video saat gunawan memarahi klara.


"Loh dokter dapat video ini dari mana?" Tanya gunawan aneh.


"Gak penting saya dapat photo ini dari mana, kamu mau tau wanita ini siapa?" jawab reyhan yang malah balik bertanya.


"Maaf dok yang saya tau dia itu anak pendatang baru yang di rekomendasikan bu laras" ujar gunawan.


Reyhan duduk di kursi yang tersedia disana lalu menyilangkan kaki dengan gaya yang angkuh.


"Dia itu mantan istri saya yang sebentar lagi kita akan kembali merayakan pernikahan kami karna kami akan rujuk, jadi saya tegaskan jangan pernah kamu macam-macam pada nya apa lagi sampai kamu berani memarahinya mengerti" tukas reyhan.


"Maaf dok saya gak tau kalau dia mantan istri anda dan yang saya tau anda belum menikah"


"Kami sudah punya satu orang putri, sudah lah saya kesini bukan mau membicarakan urusan rumah tangga saya, mulai hari ini kamu akan kehilangan profesi kamu sebagai seorang sutradara"

__ADS_1


Ucap reyhan.


"Loh dok anda siap? Anda ini hanya seorang dokter, anda gak ada hak di bidang kami" kata gunawan.


"Oh jadi kamu meremehkan saya, oke kita lihat saja nanti apakah kamu masih bisa bekerja dengan profesi kamu sekarang" reyhan memandang gunawan dengan tatapan sinis kemudian ia berdiri dan menghampiri klara kemudian menarik tangan klara yang sedang mengobrol dengan leo, klara menolak.


"Ayo kita pulang" ucap reyhan sembari menarik pergelangan tangan klara.


"Tapi dok aku masih ada urusan, aku bisa pulang sama sopir" ujar klara.


"Aku gak suka di bantah, kamu pulang sama aku sekarang!" Seru reyhan, leo yang melihat perlakuan reyhan terhadap klara ia hanya diam, klara dengan terpaksa ikut beraama reyhan.


"Leo nanti kita ketemu lagi" kata klara pada leo yang masih tak bergeming.


"Iya oke" jawab leo.


Reyhan membukakan pintu mobil untuk klara kemudian ia pun masuk dan duduk di balik kemudi lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, di dalam mobil sejenak tak ada yang buka suara sebelum reyhan meminta ponsel klara.


"Mana ponsel kamu" pinta reyhan.


"Untuk apa?"


"Sini" reyhan kekeh, klara terpaksa mengeluarkan ponselnya dari dalam tas dan memberikannya pada reyhan, reyhan meraih ponsel tersebut.


Setelah menerimanya reyhan terlihat mengotak atik layar ponsel milik klara dengan pandangan sesekali mengarah kedepan mengingat saat ini dia tengah mengendarai mobil.


"Mau ngapain?" Tanya klara namun reyhan tak menjawab setelah di rasa cukup reyhan mengembalikan ponsel klara.


"Ini" reyhan mengembalikan ponselnya, klara mengambil ponselnya dengan sedikit ragu karna ia merasa curiga dengan apa yang di lakukan oleh reyhan pada ponselnya.


"Aku gak suka kamu bergaul dengan si leo itu" rupanya reyhan memblokir dan menghapus nomor leo di ponsel klara


"Kenapa? Kamu tanya kenapa? Kamu melarang aku untuk bergaul dengan si alin, kamu sendiri mau berhubungan dengan sepupunya"


"Aku sama leo gak ada hubungan apapa aku hanya berteman sama dia, kita gak menjalin hubungan kekasih seperti kamu sama dokter cantik itu, iya kan dia cantik makanya kamu mau mencumbu dia"


"Klara!" Reyhan menaikan nada suaranya.


"Apa?!! benarkan kamu sudah mencumbui dia di sana kamu gak usah ngelak lagi, aku benci sama kamu, aku benci, aku benci!" Teriak klara seraya memukul lengan reyhan dengan keras beberapa kali, reyhan dengan segera menepikan mobilnya dan berhenti di bahu jalan.


"Klara dengar! aku gak pernah mencintai dia aku mencintaimu sayang" ucap reyhan lirih. sembari meraih kedua pipi klara dan mengusap air matanya, klara melepas tangan reyhan dan membalikan mukanya ke arah kaca samping mobil.


Reyhan memandang klara ia terdiam sejenak lalu mengusap kepala klara klara menjauhkan kepalanya dari tangan reyhan.


"Baik lah kalau kamu gak percaya terserah kamu tapi yang jelas aku gak pernah mencintai siapapun saat ini, karna saat ini yang aku cintai hanya kamu mantan istriku tercinta" kata reyhan. Namun tak ada reaksi dari klara, ia hanya sesekali mengusap air matanya. Dengan masih membuang muka tanpa menoleh lagi ke arah reyhan.


Reyhan menarik napas dan membuangnya kasar, lalu kembali ia melajukan mobilnya.


Tak lama mobil yang di kendarai reyhan sampai di halaman rumah klara, setelah mobil berhenti klara langsung turun dan berlari masuk kedalam rumah tanpa melirik reyhan sedikit pun, reyhan yang melihat sikap klara yang dingin ia memutuskan untuk tidak turun dan segera melajukan mobilnya kembali keluar dari area rumah klara hendak kembali ke apartemennya, reyhan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2