Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
38 bersama rinto.


__ADS_3

pada malam hari.


Setelah kepergian reyhan ke korea, klara tak dapat memejamkan matanya ia terus teringat dengan reyhan yang tiba-tiba meninggalkannya mengapa ia begitu tega meninggalkannya sendiri saat dalam keadaan hamil besar.


Klara teringat dengan orang tuanya di kampung ia mengambil ponselnya, ia berniat menelpon kedua orang tua nya namun niatnya ia urungkan karna ia tak mau jika orang tua nya mengetahui tentang kesedihannya.


Klara kembali menangis dan tiba2 klara ponsel klra bunyi tanda panggilan masuk klara melihat di layar ponselnya nama rinto yang memanggil klara menggeser tombol navigasi panggilan di terima.


"Ya hallo?" klara sapa klra pada rinto di balik sambungan telpon nya.


"Ya loha lu lagi ngapain?" Tanya rinto.


"Lagi sedih" jawab klara.


"Aku tau pasti jawabannya itu" ucap rinto.


"Tau dari mana?" Tanya klara.


"Ya tau lah lo kan sedih karna di tinggalin suami lu yang dableg itu kan!?" kata rinto, rinto mengetahui kepergian reyhan karna sebelum berangkat ke korea reyhan sempet bertemu rinto dulu untuk menitipkan klara pada rinto.


"Mas rinto tau kalau dokter pergi ke korea?" Tanya klara penasaran.


"Iya karna sebelum berangkat reyhan nitipin lu ke gw, ah sudah lah kita keluar yu dari pada lu nangis mulu nangisin orang yang suka nyakitin lu" ajak rinto.


"Tap- tapi akuu...." klara bingung karna ia lagi tak ingin pergi tapi jika menolak ia takut jika rinto kecewa.


"Sekarang aku jemput kamu kesana" ucap rinto.


"Tapi mas" tut tut tut rinto memutus sambungan telpon nya memotong ucapan klara.


"Dasar orang aneh" gerutu klara, laly ia berdiri dari hendak pergi berganti pakaian karna mau tidak mau klara pasti pergi jika rinto benar-benar menjemputnya.


Tak memakan waktu lama akhirnya rinto sampai, rinto membunyikan klakson beberapa kali tanda panggilan bahwa dia sudah berada di depan rumah.


Namun bukan klara yang keluar melainkan seorang skuriti.


"Ada apa tuan" tanya skuriti dengan tergopoh menghampiri rinto yang belum turun dari mobilnya.


"Bilang klara kalau aku sudah ada di depan" ucap rinto.


"Baik tuan" sang skuriti mematuhi suruhan rinto.


Tak lama klara pun keluar dengan dandanan yang sederhana, klara melihat rinto yang sedang menunggunya, rinto yang berdiri bersenderan pada mobilnya sedangkan kaki sebelahnya di silang ia tak memperhatikan klara datang ia fokus dengan layar ponselnya, lalu kerika ia melihat samar-samar ada orang yang datang rinto mengalihkan pandangannya pada klara, dengan dandanan yang sederhana klara terlihat cantik meskipun tak memakai barang mewah.

__ADS_1


"Udah siap? Kita jalan sekarang" ajak rinto.


"Ya ayo" jawab klara


Dan akhirnya mereka berduapun pergi mobil ynag di kemudikan rinto brjalan di menyusuri jalanan kota yang penuh dengan gemerlap lampu malam, namun klara hanya terdiam tak seperti biasanya.


"Kenapa lu ko diem?" Tanya rinto.


"Aku gak apa-apa" jawab klara.


"Jangan mikirin suami lu terus, tar juga dia pulang" kata rinto.


Klara kembali menangis mendengar perkataan rinto, ia kembali teringat pada reyhan.


"Tuh kan lu nangis lagi, sudahlah lu gak usah nangis mulu sayang tuh air mata tar habis lagi, gimana kalau nanti lu dapat kebahagiaan air mata lu ga keluar saat nangis bahagia, lu rugi kan" ucap rinto.


"Mas rinto aneh, ngapain kebahagiaan di tangisi lagian orang bahagia itu kan tersenyum, tertawa, bukannya nangis" ucap klara.


"Ya kan namanya juga tangis kebahagiaan" ujar rinto.


"Ya gimana mas rinto saja lah" ucap klara.


"Ya sudah kalau gimana gw lu gak usah komen lagi kta cari restoran aja sekarang" ajak rinto.


"Kapan? bukannya lu di rumah sibuk nangis?!" Goda rinto, ucapan rinto membuat klara yang lagi sedih jadi tersenyum.


"Nah gitu dong senyum" ucap rinto.


"Mas rinto kenapa baik sama aku? Dan mau ketitipan aku padahal kita kan baru kenal!" Tanya klara.


"Kenapa yah, gw juga bingung!!" Canda rinto lalu tertawa kecil sambil meunsuk-nusuk pelan dagunya dengan telunjuk.


"Mas rinto gak pernah serius yah orangnya kalau di ajak ngobrol" kata klara.


"Siapa bilang?" Ucap rinto.


"Aku" jawab klara singkat.


"Kita makan di sini yah" rinto memarkirkan mobilnya di sebuah restauran besar.


"Tapi aku gak lapar mas" ucap klara.


"Gw tau lu gak lapar, karna perut lu sudah terisi sama perasaan sedih lu di tinggal suami lu, tapi bayi dalam kandungan lu itu kasian, dia harus mendapatkan asupan nutrisi, kalau lu gak makan nanti dia nangis, tar kata orang tuh orang bibirnya mingkem tapi ko bisa nangis" goda rinto.

__ADS_1


"Mas rinto ada-ada aja, masa bayi dalam kandungan nangisnya bisa kedengeran keluar" ucap klara.


Rinto terus membuat agar klara kembali tersenyum dan menghilangkan kesedihannya, apa lagi rinto tau alasan utana reyhan pergi ke korea ialah untuk menemui kekasihnya sane, rinto perhatian pada klara bukan karna dititipin reyhan tapi rinto merasa kasihan pada klara entah mengapa.


"Bisa dong di negeri dongeng hahahaa, ayo masuk" rinto tertawa kecil lalu membawa klara masuk restoran, rinto menggenggam tangan klara, klara berusaha melepaskan genggaman tangan rinto.


"Mas gak usah pegangan juga kali malu di liat orang" ucap klara sambil berusah melepaskan tangan rinto dari tangannya, namuns sia-sia karna rinto menggenggam tangan klara dengan erat.


"Klara orang-orang pasti mengira kalau lu bini gw" ucap rinto.


"Kenapa memangnya?" Tanya klara.


"Tunggu sebentar kita duduk dulu disana" ajak rinto, sambil menunjuk tempat yang kosong, kemudian mereka berdua pun duduk di tempat yang di tunjuk rinto.


Lalu sang pelayan pun datang menyodorkan foodlist.


"Anda mau pesan apa?" Tanya sang pelayan tersebut, kemudian rinto memesan makanan yang terdaftar di foodlist ementara menunggu makanan datang mereka mengobrol sejenak.


"Klara gw mau nanya sam lu" ucap rinto.


"Iya mas nanya apa?" Tanya klara.


"Lu beneran cinta sama su dokter gila itu.


"Mas jangan bilang dia kaya gitu dong, gitu-gitu juga dia masib suamiku" kata klara.


"Iya sorry" ucap rinto.


"Aku cinta mas sama dia karna kan memang seorang istri mesti mencintai suamunya, dan menyayanginya" jawab klara


"Tapi kan dia belum tentu cinta sama lu!" Cetus rinto.


"Iya aku tau mas, karna dia masih mencintai kekasihnya" ucap klara.


"Terus kamu akan bertahan sama dia?" Rinto merasa salut dengan klara meskipun dia tau suaminya mencintai orang lain tapi klara tetap tulus mencintai suaminya meskipun hatinya merasa sakit, itulah pikiran rinto.


"Aku akan bertahan jika dokter mau mempertahankan pernikahan kita, tapi kayanya pernikahan kita hanya akan sampai anak ini lahir karna itu perjanjian kita" ucap klara dengan menundukan kepalanya sambil mengusap air matanya yang mulai jatuh ke pipi putihnya.


"Lu yang sabar ya!" Ucap rinto.


"Makasih mas, mas baik sama aku" ucap klara, lalu percakapan mereka terpotong oleh sang pelayan yang mengantarkan makanan yang mereka berdua pesan.


TBC

__ADS_1


Jangan lupa like, komen and sare yah novel kedua aku terima kasih aku saya kalian love you my readers.😘


__ADS_2