
Malam hampir menjelang
Reynant masih berada di kantornya bersama sang asisten bernama indra.
"Ndra kalau kamu mau pulang pulang saja!" Kata reynant.
"Bos gak apapa saya tinggal?" Indra meyakinkan karna kebetulan indra harus kerumah sakit melihat ibunya yang tengah di rawat.
"Iya kamu pulang saja aku akan pulang sendiri" ujar reynant.
"Baiklah bos saya juga harus ke rumah sakit ibu saya masih di rawat" kata indra.
"Ibu kamu masih di rawat?"
"Iya bos"
"Apa kamu masih ada uang Untuk biaya rumah sakitnya?"
"Uang yang bos kasih waktu itu masih ada bos"
"Ya sudah kalau kamu butuh apa-apa kasih tau saya!" Seru reynant.
"Iya bos, kalau begitu saya pamit bos"
"Ya pergilah" kemudian indra pun pergi meninggalkan reynant sendiri diruang kantornya.
Sepeningal indra, reynant beralih pada layar laptopnya namun pikiran reynant kembali mengingat lira wanita yang menurutnya sangat rese yang sudah membuatnya naik pitam ketika setiap bertemu, reynant menghentikan jarinya dari keypad laptop.
Reynant mengingat ketika ia bertemu dengan lira saat menjadi wati si pengembala kambing di kampung nanglu reynant juga ingat pertengkaran demi pertengkaran yang sering terjadi di antara mereka akhir-akhir inidan entah mengapa tiba-tiba reynant tersenyum ketika mengingat masa-masa itu reynant pun mengingat saat lira melakukan persentasi di perusahaan nya membuat reynant sejenak mengagumi lira, tiba-tiba reynant sadar dari lamunannya.
"Kenapa aku jadi mikirin dia, mungkin aku capek dan waktunya pulang" gumam reynant ia pun melirik jam di tangannya sudah hampir tengah malam reynant kemudian menutup laptopnya dan bersiap untuk pulang reynant bangkit dari kursi kebesarannya lalu pergi meninggalkan kantor menuju pulang.
Di perjalanan pulang reynant menyalakan musik mulut reynant komat kamit mengikuti alunan lagu yang ia putar namun saat setengah perjalanan reynant melihat mobil yang terparkir di pinggir jalan reynant juga melihat seorang wanita cantik berdiri di samping pintu mobilnya yang tengah menelpon seseorang wanita tersebut tak lain adalah lira, reynant mengehentikan mobilnya.
"Ngapain lu disini? Lagi nunggu jemputan om om hidung belang!" Kata reynant dari dalam mobil, sontak lira kaget dan menutup telponnya.
"ELu! Lu ngomong apa barusan? Lu pikir gw *****"
"Ya kan gitu biasanya cewe nangkring di pinggir jalan malam-malam nunggu jemputan" kata reynant.
"Hei cowo brengsek turun lu! Enak aja lu ngatain gw" lira menghampiri seraya membuka pintu mobil reynant, dengan susah payah karna pintu tersebut terkunci.
__ADS_1
"Ngapain gw turun kecuali lu mau gw ajak ke hotel lagian dari pada sama laki-laki gak jelas mendingan sama gw" celoteh reynant membuat lira semakin marah.
"Iiii amit-amit gw mau sama cowo setres kaya lu, kayanya obat lu sudah lama gak di minum" ucap lira sambil menyipitkan matanya.
"Maksud lu?"
"Maksud gw obat lu yang dari rumah sakit jiwa, makanya gitu kambuh" kata lira.
"Hey cewe rese lu pikir gw gila" reynant membuka pintu mobil dan turun menghampiri lira.
"Emang iya, benerkan?" Lira mencondongkan tubuhnya ke hadapan reynant.
"Lu yang gila"
"Gw gak gila, gw masih normal"
"Normal? Cewe normal tengah malam gini ada di pinggir jalan?!"
"Emang siapa yang mau jam segini ada di pinggir jalan? lu gak liat nih mobil gw mogok!"
"Hahahaha" reynant tertawa lepas.
"Tuh kan mulai kumat ketawa gak jelas" cetus lira.
"Apaan si nih orang makin malam makin ngaco, males gw ngeladenin orang gila kaya lu" tukas lira.
"Hey dengar kalau lu bukan cewe udah gw apain lu" kata reynant.
"Terus kalo ama cewe lu takut" lira.
"Siapa yang takut sama lu, gw malah bisa melakukan lebih sama cewe" Reynant.
"Oya? coba apa yang bisa lu lakukan sama perempuan?" Tantang lir.
"Lu nangtang gw?" Reynant.
"Iya kenapa?" Ucapan lira membuat reynant semakin tertantang reynant mendekatkan tubuhnya pada lira, merasa takut lira mundur seraya memandang reynant yang semakin maju, namun punggung lira mentok pada mobilnya yang terparkir di pinggir jalan karna mogok, lira semakin terpojok perasaan lira tak karuan jantung lira berdetak kencang, reynant semakin mendekat.
" lu mau ngapain lu jangan dekat-dek...." ucapan lira terpotong setelah reynant mengurung tubuh lira dengan tangan nya yang ia sanggahkan pada mobil milik lira dan cup reynant mencium bibir lira, lira yang mendapat serangan tiba-tiba dari reynant ia membulatkan matanya reynant terus menciumi bibi lira dengan kasar, lira mencoba melepaskan ciuman reynant namun sia-sia tubuh lira terkunci oleh tangan kuat reynant, tak sedikit pengendara yang lewat melihat adegan tak senonoh di pinggir jalan tersebut namun reynant tak menghiraukan nya.
Tiba-tiba terdengar suara klakson dari belakang mobil lira dengan segera reynant melepas ciumannya, orang yang membunyikan klakson menghampiri.
__ADS_1
"Maaf saya di telpon oleh mba lira katanya mobil nya mogok menurut jps nya si sini" Rupanya yang datang seorang montir yang di tlpon lira sebelum reynant datang.
"Iya ini mobilnya" reynant menjawab sang montir.
"Berikan kuncinya sama dia dan Lu ikut gw!" Ajak reynant sambil menarik tangan lira yang terus mengusap-ngusap bibirnya bekas ciuman reynant
"Lu apa-apaan si, ini mobil gw"
"Gw tau ini mobil lu siapa yang mau ngakui mobil butut kaya gitu" kata reynant.
"Gw gak mau ikut sama lu cowo mesum" tolak lira
"Lu mau di sini? Lu mau jadi korban penculikan lagi? Gw tau di sini bodyguard-bodyguard lu pada gak ada iyakan? lu mau kembali seperti dulu atau malah ke alam kubur?!" mendengar ucapan reynant lira diam sejanak membenarkan ucapan reynant.
"Ayo ikut gw" reynant menarik tangan lira yang masih terdiam dan membawanya masuk ke mobil reynant.
"Lu apa-apaan suka banget main maksa-maksa orang?" Reynant mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Gimana ciuman gw tadi lu puas kan?" Celoteh reynant.
"Dasar lu laki-laki berengsek lu tau itu ciuman pertama gw" ucap lira sambil memukuli lengan reynant.
"Oya berarti gw yang mampu menaklukan lu huahahaha udah berumur belum pernah ciuman emang gw bakal percaya" reynant.
"Itu ciuman pertama gw cowo gila, Gw benci sama lu" ucap lira.
"Benci! Lama-lama bakal jadi cinta" kata reynant.
"Gila lu ya? Kalau sampai alea tau lu udah berani mencium gw kakaknya, dia bakalan benci banget sama lu"
"Ya gw gila kalau lagi di depan cewe macam lu dan asal lu tau gw sama adik lu gak ada hubungan apa-apa belum ada pernyataan cinta antara gw sama dia belum tentu juga dia suka sama gw untuk apa dia marah"
Sepanjang perjalanan antara reynant dan lira tak berhentinya saling mengolok mereka terus berantem hingga akhirnya reynant memarkirkan mobil di depan gerbang rumah tuan wiguna lira turun dan masuk setelah pintu gerbang di buka oleh sang penjaga lira masuk sebelum lira masuk reynant kembali berseru.
"Cewe kambing jangan mimpiin gw!" Seru reynant.
"Males banget gw mimpiin lu" cetus lira. Kemudian lira segera masuk sedangkan reynant tersenyum puas di dalam mobil dan kembali melajukan mobilnya.
Setelah sampai di dalam kamar lira membersihkan badan setelah itu ia naik kekasur dan menarik selimut untuk merebahkan tubuhnya, ia berusaha memejamkan mata namun ada sesuatu yang membuatnya susah untuk terlelap, setiap memejamkan mata selalu ada bayangan reynant ciuman reynant masih terasa dibibir lira bahkan ia masih merasakan sakit diujung bibirnya karna saat lira hendak melepaskan ciuman reynant namun bukannya melepaskan ciumannya reynant malah mengigit ujung bibir lira.
Lira bangkit kembali dan duduk ia menundukan kepalanya yang di tahan kedua tangannya kemudian mengacak-ngacak rambutnya.
__ADS_1
"Ahhkkk Kenapa aku jadi mikirin dia dasar cowo gila" gerutu klara. Kemudian lira kembali merebahkan tubuhnya dan akhirnya terlelap hingga pagi menjelang.
TO Be Continue