
Menjelang malam
Patah hati mungkin itu kata yang pantas untuk reyhan yang kini berada di balkon kamarnya, berdiri melihat pemandangan yang cukup luas, semua begitu nampak indah tapi terlihat suram oleh reyhan, angin malam yang dingin dan sejuk, menerpa tubuh reyhan, namun terasa gerah oleh reyhan, lampu yang terang dan gemerlap di malam itu, sangat menenangkan, namun meresahkan bagi reyhan, entah apa yang bisa mengobati penyakit anehnya itu.
• Namun sayang malam itu reyhan tak dapat melihat keindahan didepan matanya ia hanya melihat, wajah kekasihnya yang ia damba kan, yang selama ini selalu mengisi relung kalbu nya dan berharap akan kembali bersatu dengannya,
Namun kembali di sayangkan mengingat kini wanita yang selalu di dambakannya telah berpindah ke lain hati, ia bertanya pada dirinya dengan bahasa tubuhnya mengapa wanita yang begitu di cintainya gampang berpindah kelain hati? apakah ia merasa kecewa padanya dan telah mengetahui apa yang terjadi pada reyhan sekarang?.
Tidak mungkin dia mengetahuinya karna tak ada seorang pun keluarga atau kerabat dekatnya yang tau tentang pernikahannya dengan klara kecuali warga kampung nanglu, pikiran reyhan terus berkecamuk.
Reyhan coba beberpa kali menghubungi sane namun nomor nya selalu dalam ke adaan tidak aktif mungkin sane telah mengganti nomor tanpa memberi tahunya, reyhan semakin resah, gelisah, gundah dan terasa sesak didadanya seakan seolah seperti terhimpit batu besar itulah yang di rasakan reyhan kini lalu apa yang akan di lakukan selanjutnya? apa ia akan membiarkan kekasihnya dengan laki-laki lain dengan tanpa mengetahui sebabnya.
Di kamar klara
Klara baru selesai mandi lalu ia duduk di sofa tempat tidurnya tiba-tiba ponselnya bergetar lalu klara melihat nama ibu di panggilan masuknya klra mengangkat panggilan di ponselnya tersebut
"Hallo asalammuala'kum bu" sapa klara
"Wa'alaikumsalam," jawab bu indi di balk sambungan telpon nya.
"Ada apa bu, ibu sehat kan?" Tanya klara,
"Alhamdulillah ibu sehat, kamu di sana gimana Baik2 saja kan?" Tanya bu indi
"Klara baik bu" jawab klara
"Klara ibu telpon kamu dari kemarin tapi nggak di angkat, kamu sma anak dalam kandungan kamu nggak apa-apa kan?" bu indi bertanya soal ke adaan klra karna merasa khawatir setelah beberapa kali bu indi menghubungi ponsel klara namun tak ada jawaban.
"Klara baik-baik saja bu, bapa kemana bu?" klara menanyakan pak abdi yang berada di samping bu indi yang sedang mendengarkan percakapan istri sama anaknya.
"Ada, ini bapa kamu di sebelah ibu"
"Bapa Baik2 saja kan?"
"Bapa baik, klara bagaimana suami kamu dia baik kan sama kamu?" Tanya pak abdi.
"Dokter baik ko pak, bapak jangan khawatirkan klara, klara sudah bilang sama bapak waktu itu dokter reyhan di sini perhatian sama klara sampai-sampai klara di kasih uang banyak buat beli keperluan klara, dan ngingetin klara untuk beli ponsel, biar klara bisa telpon ibu sama bapak, ibu sama bapak tau gak ini ponsel klara keluaran terbaru lho bu di pilihin sama mamah karina ibu mertua klara" ucap klara
"Syukurlah kalau begitu" ucap bu indi
"Ibu sama bapak gak usah khawatir soal keadaan klara semuanya di sini baik sama klara apalagi mamah karina" ujar klara
"Oh iya nak! orang-orang di sini mengatakan kalau kamu ada di tv jadi artis, apa benar itu?" Tanya bu indi
"Oh itu, iya klara di tawarin main film ftv sama teman mamah karina, waktu ketemu di restoran"
__ADS_1
"Jadi benar yang di tv itu kamu" tanya bu indi makin penasaran
"Iya itu klara" jawab klara
" ya ampun jadi beneran sekarang anak ibu jadi artis!
"Alhamdulillah bu"
" Dan kamu juga sering di ajak jalan-jalan sama mertua kamu sampai makan di restoran juga yang ibu sendiri sampau setua ini gak pernah merasakan bagaimana rasanya duduk di kursi restoran" ujar bu indi
"Alhamdulillah klara beruntung dapat mertua yang baik seperti mamah karina, itu semua berkat doa ibu sama bapak juga kan? Suatu saat klara akan ngajak kalian makan di restoran mewah" Ucap klara menyenangkan hati kedua orangtuanya meskipun itu hanya baru janji tapi yang penting di pikir nya hati orang tuanya senang
"alhamdulillah anak ibu beruntung sekali nasibmu punya Suami sama mertua yang sangat menyayangi mu, bapak dengar sendiri kan anak kita di sana baik-baik saja" ucap bu indi pada pak abdi yang duduk disebelahnya.
"Ya sudah kamu harus bisa menjaga kehormatan keluarga kamu jangan berbuat kesalahan dan mengecewakan mertua dan juga suami kamu, kamu harus ingat pesan bapak jadilah istri dan menantu yang baik di rumah itu," ucap pak abdi di sambungan telpon nya, tak di pungkiri selama ini pak abdi merasa khawatir dengan anak nya takut anaknya tak bahagia mengingat reyhan menikahi klara waktu itu karna terpaksa, karna pak abdi dengar sendiri jika reyhan membuat perjanjian pra nikah dengan klara, perjanjian yang akan merugikan anaknya, itulah sebabnya pak abdi selalu merasa tak tenang jika mengingat itu semua, ia tak ingin terjadi sesuatu pada anak perempuan satu-satunya yang kini jauh dari pandangannya,
"Iya bapak, klara akan selalu ingat pesan bapak" klara menjawab ucapan bapak nya
"ya sudah klara tutup dulu telponnya yah! karna klara harus ganti baju klara baru selesai mandi nanti klara telpon lagi" ucap klara
"Baik lah baik-baik disana ya nak"
"Ibu jangan pernah putus doa kan klara" pinta klara
"Tentu nak ibu akan selalu mendoakan mu" ucap bu indi lalu klara memutus sambungan telpon nya.
"Wa'alaikumsalam " jawab pak abdi dan bu indi setelah sambungan telpon nya terputus klara termenung sebentar mengingat semua yang terjadi selama ia tinggal di jakarta,
Klara juga mengingat bagaimana sikap reyhan yang tak pernah menganggap nya sebagai istri yang bagaimana pada umumnya,
Klara juga mengingat bagai reyhan memperkenalkan dirinya pada pada bu karina yang bukan sebagai istri tapi sebagai istri orang lain yang sama sekali tak pernah klara kenal.
Klara juga berpikir apakah bu karina akan tetap menyukainya jika ia tau kalau dirinya telah membohongi nya, mungkin akan mengusir nya dari rumah itu karna merasa kecewa dengannya nya karna telah membohongi nya
Klara sedih mengingat semua nya
"Maafkan klara ibu bapak klara terpaksa bohong sama ibu dan bapak, klara gak mau kalian sedih" gumam klara di tengah kesendiriannya. Dan tanpa ia sadari sungai kecil mengalir di pipinya yang putih.
Tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk seseorang dari luar
"Siapa?" Tanya klara pada orang di blik pintu
"Ini tante sayang boleh tante masuk?!" Pinta bu karina
"Iya masuk tante" ujar klara lalu tanpa di perintah lagi bu karina masuk ke kamar klara.
__ADS_1
"Kamu lagi apa?" Tanya bu karina setelah melihat klara berada di dalam kamar tersebut.
"Klara baru selesai mandi"
"Oh gitu"
"Klara tante kangen deh sama kamu" ucap bu karina lalu duduk di tepi kasur yang ada di dalam kamar tersebut, dab bu karina melihat kasur yang rapih sedangkan sofa yang acak-acakan, membuat bu indi bertanya
"Sayang apa kamu ridur di sofa itu?" Tanya bu karina
"Oh itu emmm,,, iya tante"
"Lho kenapa kan di sini ada kasur?" Bu karina merasa aneh
"Habisnya klara lebih nyaman tidur di sofa dari pada di kasur itu" tukas klara
"Sofa itu kan sempit?!"
"Iya tapi aku lebih nyaman di sana tante oh iya tante tumben masuk kamar klara ada apa?" Tanya klara dan berusaha mengalihkan pembicaraan agar bu karina tak terus bertanya soal tempat tidur.
"Sebenarnya tante kangen sama kamu, beberpa hari ini tante jarang ngobrol sama kamu jadi sudah banyak tema yang mau tante obrolin sama kamu" ujar bu karina
"Oya apa itu?" Klara penasaran dan duduk di samping bu karina
"Pokoknya banyak"
"Ya sudah bagaimana kalau besok tante cerita sama klara karna besok klara gak kemana-mana, soalnya kalau kita ngobrol sekarang nanti di cariin paman hehehe" ucap klara, dengan sedikit tertawa renyah keliar dari bibirnya
"Beneran yah besok kamu mau dengerin curhatan tante soalnya esok lusa tante mau ke canada menghadiri acara wisuda reynant!"
"Iya klara janji" ucap klara sambil mengacungkan kelingkingnya tanda perjanjian, dan kelingkingnya di kait oleh bu indi, seperti anak kecil yang melakukan perjanjian damai dengan temannya
"Oh iya kalau tante ke canada rumah ini bakalan sepi dong" ucap klara sambil cemberut
"Cuma sebentar ko paling lama juga dua sampai empat hari di sana"
"Apa paman juga ikut?" Tanya klara
"Iya paman juga ikut karna ini adalah penting yang di tunggu-tunggu, menyaksikan kelulusan anak membuat kami sebagai orang tua merasa bangga dengan anak nya, apa lagi reynan selalu mendapatkan nilai tertinggi.
"Oh gitu?"
"Iya begitu" jawan bu karina
TBC
__ADS_1
👉Terima kasih sudah baca novel karya ku ikutin terus ceritanya dan jangan lupa habis baca tinggalkan jejak dengan like komen and share novel ku aku butuh dukungan dari kalian agar aku tetap semangat dalam berkarya terima kasih🙏