
Tiada yang paling berharga dalam hidup selain melihat orang terkasih dalam ke adaan bahagia dan selalu lah setia pada orang yang telah membuat kita bahagia jangan pernah membuat orang yang pernah membuat kita bahagia menjadi terluka karna itu akan menjadi boomerang untuk dirimu sendiri.
________
Bagun tidur di pagi hari membuat seorang wanita cantik yang kini tengah ngidam anak keduanya terasa kembali mendapatkan energi baru klara melihat suaminya masih tertidur pulas di atas ranjang setelah sholat subuh klara pergi ke dapur untuk mengarahkan pelayan yang biasa memasak untuk keluarga kecilnya agar memasak apa yang ingin ia makan juga untuk suami dan anaknya, setelah selesai klara kembali ke kamar dan melihat reyhan sudah tak ada di atas ranjang lalu ia mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi klara dengan segera menyiapkan alat solat untuk suaminya.
sang dokter seperti biasa setelah selesai menyiapkan segalanya dan di rasa sudah lengkap dan siap untuk kembali menyambut hari dengan perkerjaan melelahkan yang selalu menunggunya namun tak membuat reyhan merasa lelah karna selalu ada orang di belakangnya yang akan selalu mendukung nya dalam setiap apa yang ia lakukan yaitu anak dan istri dan juga orang tuanya, reyhan di ajak klara untuk sarapan bersama.
Setalah sarapan reyhan bersiap berangkat kerja klara mengantar reyhan dengan menuyun intan yang juga telah berpakain rapi untuk berangkat sekolah, mencium kening istri dan mencium anak kesayangannya sudah menjadi kebiasaan reyhan setiap akan berangkat ke kantordan berkata.
"Hati-hati di rumah jangan pernah pergi sendirian" kata reyhan namun pagi itu ada kata yang di tambahkan reyhan.
"Jangan kecapean jaga calon bayi kita" ucap reyhan lalu mencium kening klara dan menggendong klara untuk mencium kedua pipinya stelah menciumnya intan kembali menurunkan intan.
"baik-baik di rumah" kembali reyhan mengingatkan dengan penuh kasih sayang.
"Iya sayang" jawab klara.
Sopir reyhan sudah bersiap dengan membukakan pintu mobil untuk bosnya, dan tiba-tiba saat reyhan hendak masuk mobil.
Klara teringat pada salah satu sahabatnya yaitu rania, klara mencoba bicara pada reyhan untuk minta ijin menemui rania.
"Mas!" Panggil klara pada reyhan, mendengar istrinya memanggil reyhan kembali menoleh pada klara.
"Ada apa sayang?" Tanya reyhan.
"Mas aku sudah lama gak ketemu rania bolehkan aku menemui dia" ucap klara, reyhan diam sejenak.
"Mas bolehkan? Aku bakal ngajak wati kok" kembali klara minta ijin melihat suami nya belum memberikan ijin.
"Ya sudah tapi kamu hati-hati ingat kamu gak berjalan sendiri sekarang" reyhan meperingatkan istri tercintanya kembali..
"Iya sayang, makasih ya" reyhan pun dengan segera masuk kedalam mobil setelah reyhan masuk sang sopir kembali menutup pintu mobil dan memutar untuk mejalankan tugasnya sebagai seorang sopir pribadi seorang dokter.
Setelah reyhan hilang dari pandangan klara dan intan kembali kedalam rumah, intan berlari menghampiri sang suster yang sudah siap mengantar intan kesekolah sedangkan klara ia menelpon seseorang yaitu lira sahabatnya.
Di tempat lain.
Lira masih berada di kamarnya dengan memainkan ponsel di sofa kamarnya, lira terlihat bermalas-malasan untuk menyambut siang yang mungkin akan membuatnya penat dengan beberapa pekerjaan yang harus di hadapinya siang itu apa lagi kali ini lira mendapat tender besar dari reynant untuk pekerjaan tempat wisata alam yang akan di bangun di pelabuhan ratu, namun meskipun begitu lira harus semangat karna itulah yang akan membuat dirinya mengerti akan arti pengalaman dalam hidup.
Tiba-tiba ponsel lira berdering lira melihat nama panggilan di layar ponselnya dengan nama klara ia menggeser navigasi panggilan di ponselnya.
__ADS_1
"Selamat pagiii! Wati alias azlira" Ucap klara di balik sambungan.
"Iya pagi juga tumben pagi-pagi nelpon aku!?"
"Suatu keanehan ya kalau aku nelpon kamu pagi-pagi?" Kata klara.
"Sangat aneh, ada apa si?" Tanya lira.
"Gak apa-apa aku cuma mau ngajak kamu ketemu rania, kamu mau kan?" Ajak klara.
"ya tentu aja aku mau, Sekarang? Emang kamu gak apa-apa lagi hamil pergi-pergian?" Lira.
"Ah lebay emangnya orang hamil gak boleh kemana-mana? ya iyalah sekarang" klara.
"Bukannya lebay cuman aku takut aja kamu kenapa-napa! Tapi aku harus ngantor ada rapat dengan kontraktor hari ini, soal pembangunan di tempat nya mba sane itu" kata lira.
"Pembangunan tempat wisata itu?" Tanya klara.
"Naah tuh tau" lira.
"Yahhh"
"Pas jam makan siang aja gimana?" Kata lira.
"Ya udah"
"nanti aku jemput kekantor mu ya!"
"Oke, aku siap-siap kerja dulu ya"
"Okee selamat bekerja" ucap lira.
*****
Setelah makan siang lira dan klara ke apartemen rania karna mereka pikir rania masih tinggal di sana, sesampainya di sana klara menekan bell beberapa kali namun tak ada seorang pun yang membukakan pintu.
"Ra aku yakin sekarang rania gak tinggal di sini lagi!" Kata lira.
"Masa sih!?"
"Tapi pindah kemana?"
__ADS_1
"Mana aku tau, coba dech kamu telpon suaminya, bukannya intan deket sama pak rinto kamu sering ngobrol dong sama dia" usul lira.
"Ngobrol apaan? aku jarang ngobrol sama dia, kalau pun dia nelpon paling nanyain intan, sudah sama intan udah aja sama intan! selesai ngobrol sama intan dia tutup telponnya gitu aja aku gak pernah ngobrol sama dia, lagian aku takut mas han salah paham, kan aku pernah cerita sama kamu mereka sempat berantem gara-gara mas han cemburu" ujar klara.
"Berarti nomernya ada?"
"Ya ada"
"Ya udah kamu telpon aja pak rinto, tanya sekarang mereka tinggal dimana"
"Tapiii! aku gak apa-apa nelpon dia?"
"Ya gak apa-apa lah cuma nanyain tempat tinggalnya doang itupun mau ketemu rania bukan ketemu dia" ujar klara.
"Gini aja dech kamu yang telpon aku kasih nomernya" kata klara.
"Dasar kamu takut bener ama suamimu yang dingin itu, Oke baiklah mana sini nomernya"
"Gitu-gitu juga suami kesayangan aku"
"iya udah lah terserah" kata lira sembari mengutak-ngatik ponselnya dan melakukan panggilan ke nomer rinto yang di berikan klara.
Beberapa kali lira menelpon rinto, namun tak ada jawaban.
"Gak di angkat ra"
"Kenapa ya?"
"Ya mungkin dia sibuk, dia juga kan dokter"
"Terus sekarang gimana?"
"ya gimana! lagi kita pulang aja" lira.
"jangan pulang dulu, Kamu kirim pesan aja dulu bilang aja kalau kamu lagi sama aku di apartemennya mau menemui rania kalau misalkan sudah pindah kamu pinta alamatnya soalnya biasanya mas rinto gak bakal nganggkat panggilan telpon kalau nomernya gak ia kenal" kata klara.
"Segitunya kamu mengenal pak rinto"
"Sudahlah kamu kirim pesan aja sekarang"
Lira pun mengirim pesan pada rinto sesuai apa yang di katakan klara.
__ADS_1
Dan ternyata benar stelah beberapa menit lira mengirim pesan rinto langsung membalas pesan tersebut yang katanya sekarang rania sudah tidak tinggal di apartemen tapi di rumah peninggalan neneknya lira pun meminta alamat tersebut, rinto mengirim alamatnya tempat rania kini tinggal
To Be Continue