Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
31 bertemu rinto ( part 2 )


__ADS_3

Di sebuah cafe ternama di jakarta.


Reyhan dan klara sampai di sebuah cafe, mereka masuk ke VIP ROOM Klara terlihat sangat mengagumi tempat tersebut,


"Wah ini tempatnya bagus banget" ucap klara sambil mengehenyangkan pantatnya pada kursi mewah khusus tamu VIP,


"Kursi nya juga empuk kalau punya uang aku mau buat tempat kaya gini" celoteh klara lagi setelah ia menduduki kursinya,


"Oh iya dokter untuk apa kita kemari" tanya klara penasaran karna tak biasanya reyhan mengajaknya diner.


"Nanti kamu juga tau sendiri" jawab reyhan lalu sang cafe watress menghampiri dan menanyakan makanan apa yang akan mereka pesan, dan menyodorkan foodlist,


"Kamu mau pesen apa?" Tanya reyhan


"Aku samain sama dokter saja" ucap klara


"Samain sama aku?! nanti kamu gak suka!" cetus reyhan.


"Aku pasti suka, soalnya aku lagi belajar memakan makanan kota, jadi meskipun aku gak suka pasti aku paksa-paksain" celoteh klara membuat reyhan tersenyum.


Beberapa saat sebelum makanan datang klara mencoba mengajak reyhan ngobrol.


"Oh iya dokter besok ayah sama mamah karina mau berangkat ke canada lho" kata klara


"Iya aku tau" jawab reyhan dengan pandangan fokus pada layar ponselnya,


"Aku pasti kesepian" ucap klara sembari menaruh sikunya di atas meja dan menopang pipinya dengan kedua telapak tangannya, lalu memonyongkan bibirnya, reyhan diam-diam melirik klara yang sedang memonyongkan bibirnya.


"Imut juga mukanya" batin reyhan, lalu tiba-tiba seseorang memanggil reyhan.


"Han,,," panggil seseorang reyhan dan klara menoleh pada orang yang memanggil reyhan.


"Lu cepet banget perasaan baru aja gue chat udah nongol aja" ucap reyhan pada rinto yang baru datang sedangkan klara hanya bengong melihat orang yang ia marahi waktu itu kini ada di hadapannya


"Gua kasian ama lu kalau nunggu lama-lama tar pantat lu lebar lagi" tukas rinto lalu duduk di kursi yang tersedia di sana


"Hai! Istriku" Sapa rinto pada klara. yang sedang mulai mngaduk makanan nya


"Apaan sih!" Ucap klara


"Ini tuan makanannya silahkan di nikmati!" Ucap palayan cafe yang baru datang membawa makanan yang klara dan reyhan pesan.


"Terima kasih" ucap klara

__ADS_1


"Makanan gua mana?" Tanya rinto


"Lu pesen sendiri lah" ujar reyhan, dan rinto memesan makanan pada sang pelayan yang mengantarkan makanan kemeja reyhan.


"Aku pesen fried egg bread and green sugar cubes iced tea" pesan rinto pada sang pelayan


"Baik" pelayan menganggukan kepala dan membungkukan badan lalu pergi.


"Klara ini rinto" kata reyhan memperkenalkan rinto pada klara yang mulai menikmati makanan yang ada di hadapannya


"Aku tau!" Jawab klara, sembari memasukkan makanan ke mulutnya.


"Dia udah kenal gua orang gua udah di marah-marahin sama dia" tukas rinto


"Maaf soalnya waktu itu...!" ucap klara lalu kembali menyendok makanannya.


"Sudahlah aku sudah tau, jadi sekarang rencana lu gimana?" Tanya rinto pada reyhan


"Karna sekarang lu udah pulang gimana kalau gue titip klara sama lu!" Jawab reyhan sontak membuat klara yang sedang makan pun tersedak.


"Apa gila lu yah!" Ucap rinto.


"Ya gue gak mau kalau sampai orang tua gue tau soal pernikahan gue sama klara" kata reyhan tanpa berpikir panjang dan tanpa memikirkan perasaan klara, klara yang mendengar percakapan reyhan dan rinto pun ia menjatuh kan sendok yang sedang ia gunakan untuk makan, kepiring di hadapannya.


klara mulai menangis.


"Klara gak ada jalan lain" ujar reyhan pada klara, yang kini berlinang air mata.


"Gila lu bro istri sendiri lu maen titip-titipin aja gimana kalau sampai di makan orang" ucap rinto.


"Ya dia memang suka aku di makan orang, bahkan mungkin dia lebih suka aku tiada!" Cetus klara.


"Klara nggak gitu" ucap reyhan lalu klara pergi meninggalkan reyhan dan berlari keluar dari cafe tersebut.


"Klara tunggu!" Seru reyhan namun klara tak menghiraukan.


"Akhhh" racau reyhan kesal dengan sikap klara lalu ia kembali duduk.


"Kejar bro dia istri lu" ucap rinto berusaha mengingatkan reyhan.


"Males" ucap reyhan, lalu rinto pun kembali duduk setelah tadi berdiri karna kaget melihat klara yang pergi begitu aja sampai-sampai pelayan yang mengantarkan makan rinto pun tak mereka sadari.


"Han kenapa sih lu? Dia itu istri lu dia cantik, dan dia gak bersalah han dia lagi hamil anak lu apa lu gak kasian sama dia!?" Kata rinto

__ADS_1


"Ya terus gue mesti gimana?" Tanya reyhan pada rinto.


"Ya lu pikir sendiri lah masa nanya gue" ucap rinto yang mulai kesal dengan sikap reyhan.


"To gue masih cinta sama sane" ucap reyhan sembari menyandarkan punggungnya pada kursi, menyisir rambutnya dengan jemari ke arah belakang kebelakang terlihat kekesalan dan kecemasan pada wajah reyhan.


"Gue tau lu masih cinta dan masih berharap sama dia, tapi apa lu gak mikirin anak yang ada dalam kandungan istri lu?! lagi pula lu sama sane cuma obsesi doang" Rinto terus berusaha meyakinkan sahabatnya agar sadar dengan perbuatannya.


"Entah lah gue bingung" ucap reyhan


"Gue saranin mendingan lu jujur sama orang tua lu, dari pada ntar mereka kecewa sama lu karna udah ngerahasiain cucunya mendingan lu jujur dari sekarang" ujar rinto


"Gak bisa to" kata reyhan


"Ahhh serah lu dah gue bingung sama lu padahal tuh cewe cantik banget kalau gue jadi suaminya gua gak bakalan sia-siain, tapi ngomong-ngomong istri lu bisa pulang sendiri kan" tiba-tiba rinto merasa khawatir pada klara, mengingat kata reyhan kalau kalau klara adalah gadis kampung yang tek pernah menginjakkan kaki di kota.


"Bisa dia sudah lama tinggal di jakarta" ucap reyhan, karna menurutnya setiap klara pergi untuk shooting klara selalu pulang sendiri dengan taxi online.


Di rumah pak anggara


Setelah makan malam bu karina dan pak anggara duduk di balkon kamarnya mereka berbincang menikmati suasana malam dari atas balkon kamarnya pak anggara duduk di samping bu karina pak anggara memeluk bahu bu karina, bu karina dan pak anggara adalah pasangan suami istri yang sangat serasi yang selalu harmonis dan romatis meskipun di usianya yang semakin bertambah namun kemesraan mereka tak pernah kalah oleh anak muda, bahkan mungkin mengalahkan ke romantisan anak muda yang sedang memadu kasih.


Bu karina adalah wanita pujaan pak anggara pada masa itu, begitu juga pak anggara adalah lelaki idaman bu karina sampai sekarang mereka saling mencintai, saling menyayangi saling mendukung, saling suport satu sama lain, kebahagian mereka terdapat pada diri pasangan mereka masing2, itulah hubungan pak anggara dan bu karina.


"Mah apa mamah mau punya cucu?" Tanya pak anggara.


"Ya mau lah tapi anak kita belum ada yang menikah" jawab bu karina


"Sebentar lagi kita akan punya cucu!" Ujar pak anggara.


"Maksud ayah?!" Tanya bu karina mersa tak mengerti dengan ucapan suaminya.


"Anaknya klara" kata pak anggara


"Dia kan..." belum selesai bu karina berucap pak anggara memotong.


"Kita anggap dia cucu kita!" Seru pak anggara.


"Iya juga yah, mamah jadi penasaran dengan anak itu pengen segera lahir pasti dia lucu banget" kata bu karina dengan sedikit membayangkan bayi yang akan hadir di rumahnya pikir bu karina.


"Klara sama reyhan ko belum pulang" tiba-tiba bu karina teringat dengan klara dan reyhan.


"Mungkin bentar lagi kita masuk yu" ajak pak anggara pada istrinya.

__ADS_1


TBC


hai readers ku sayang sampai sini dulu aja cerita jangan lupa vote like, komen and share para readers yang lain, terima kasih🙏


__ADS_2