
Klara yang sedari memperhatikan sane ia mulai mendekati sane sane membungkuk menyetarakan tubuhnya dengan sane yang terduduk di lantai tengah mendekap kakinya.
"Hi aku klara" klara menyodorkan tangan untuk memperkenalkan diri.
"Ini istriku, namanya klara bukankah kamu yang selalu menyadarkan bahwa aku punya seorang istri dan anak yang harus aku jaga dan sekarang berkat kamu aku sadar kalau aku harus menjaga istri dan anaku yang sangat aku cintai" kata reyhan.
Dengan ragu sane meraih tangan klara sane terlihat memberikan sedikit senyuman pada klata lalu kembali melepaskan tangannya.
"Sebaiknya kalian segera menjauh" kata sane.
"Kenapa mba, aku gak takut dekat dengan mba, malah aku mau berterima kasih pada mba sane karna berkat mba sane suamiku kembali padaku" ucap klara, sane menoleh ke arah reyhan yang berada di samping klara ia kembali mengembangkan senyum pada klara dan reyhan.
"Tapi aku pembawa sial, aku pembawa sial" sane kembali menangis dan membungkukan badannya, klara merasa kasihan melihat keadaan sane, spontan klara memeluk sane yang terlihat gemetar.
"Nggak mba bukan pembawa sial mba adalah pembawa ke bahagian untuk semua orang, berkat mba aku bahagia, dan berkat mba semua orang bisa memiliki pekerjaan, berkat mba anak laki-laki lahir kedunia ini dan memberikan kebahagian semua keluarga mba" kata klara setelah melepas pelukannya.
__ADS_1
"Tapi..." sane menghentikan ucapannya.
"Mba! gak ada orang yang di lahirkan kedunia sebagai pembawa sial, allah menciptakan dunia dan seisinya termasuk manusia dengan segala kebaikan dan keberkahan di dalamnya, allah menciptakan manusia tidak dengan membiarkan nya tanpa bekal yang membuat kelaparan mahluk ciptaan bahkan semut sekali pun, allah menciptakan dunia dengan seisinya semata-mata untuk bekal kita sebagai umat manusia dan mahluk hidup yang lainnya, masalah mati, hidup, dan rejeki itu rahasia allah kalau mba berpikir mba sebagai pembawa sial apa itu namanya mba sudah berburuk sangka pada allah, allah selalu memberikan yang terbaik untuk mba dengan memberikan segalanya pada mba allah mempercayakan semuanya pada mba jangan pernah merusak kepercayaan yang allah berikan pada mba dengan menganggap mba sebagai pembawa sial, kalau memang mba pembawa sial mungkin suami saya dari dulu sudah mendapat kesialan itu sejak mba masih jadi kekasihnya tapi sampai sekarang mas reyhan masih sehat dan hidup bahagia dan kebahagian itu karna mba yang selalu mengingatkannya agar selalu berbuat baik, semua yang mba alami itu ujian untuk mba allah gak akan menguji umatnya di luar kemampuhan kita, kita harus mba orang yang telah meninggalkan kita lebih dulu mungkin bisa di bilang beruntung karna mereka masih mendapat perjalanan yang baik dari orang yang masih hidup, seperti pengajian yang selalu di kakukan dari awal meninggal sampai empat puluh hari meninggalnya bahkan seratus hari, kita belum tentu mba ada yang mengajikan kita ketika kita sudah terbujur kaku belum tentu ada yang memandikan, bahkan mungkin kita gak tau kita mati akan dalam keadaan baik" sane terdiam mendengar perkataan klara begitu juga reyhan, reyhan tersenyum mendengar istrinya berbicara dengan bijak pada sane, dan rupanya eumakpun mendengar saat klara berbicara pada sane eumak tersenyum, eumak yang sengaja melihat cucunya karna takut mengamuk pada reyhan dan klara eumak mengurungkan niat untuk masuk ke ruangan sane.
"Tapi mereka orang yang aku cintai yang aku sayangi semuanya pergi meninggal kan, ayah, bunda, kak diki bahkan suamiku yang aku cintai semuanya pergi" kata sane.
"Mba aku mengerti kesedihan mba sane, kalau aku berada di posisi mba sane mungkin aku juga akan mengalami kesedihan yang sama tapi aku akan selalu mendoakan orang-orang yang aku cintai agar tenang disana karna tidak ada yang di harapkan orang yang sudah meninggal selain do'a dari orang yang masih hidup kalau mba sane mencintai mereka do'akan mereka agar mereka tenang karna kalau mba sane seperti ini mereka gak akan tenang di alam sana, mba sane jangan lagi berpikir kalau mba sane pembawa sial karna menurut aku mba sane bukan pembawa sial tapi pembawa kebahagian kalau mba sane pembawa sial eumak juga termasuk orang yang mba sane sayangi pasti sudah celaka atau mungkin sudah gak ada di dunia ini iya kan? Tapi sampai saat ini eumak masih sehat dan kuat meskipun usianya tak lagi muda, apa mba gak kasian melihat mereka sedih karna melihat mba dengan ke adaan mba seperti ini kasian juga anak mba dia membutuhkan kasih sayang mba sebagai ibunya dia sudah kehilangan ayahnya jangan sampai dia juga kehilangan kasih sayang ibunya" Kembali klara menegaskan, sane terdiam ia memandang klara lalu tiba-tiba sane memeluk klara, sane menangis di pelukan klara.
"Jangan menangis, mba! aku kesini tidak hanya berdua tapi juga dengan reynant, dan teman-temanku dan juga anaku intan mba sane mau menemuinya kan?" Kata klara, sane menganggukan kepalanya kemudian klara mengajak sane untuk berdiri dan membawanya keluar dari ruangan yang selama ini di tempatinya.
Eumak yang berada di ambang pintu dengan segera pergi ia sengaja membiarkan klara membawa sane menemui yang lain yang datang bersama klara.
"Mba sane! Bagaimana kabarnya mba" sapa reynant yang dengan segera menyodorkan tangan untuk bersalaman, sane meraih tangan reynant begitu juga lira dan alea mereka menyalami sane dan memperkenalkan diri.
"Aku baik" lalu sanepun duduk dan di ikuti yang lain, keadaan sane kini terlihat lebih baik dari sebelum klara datang dan reyhan datang.
__ADS_1
"Ini anaku intan" kata reyhan memperkenalkan anaknya.
"Intan lucu sekali" sane meraih pipi intan dan tiba-tiba sane teringat dengan anak semata wayangnya yaitu aska.
"Anaku mana? aska mana? eumak anaku mana?" Terlihat gelisah eumak yang mendengar teriakan cucu kesayangannya dengan segera menghampiri.
"Eumak anaku mana?" Tanya sane sambil menggoyangkan tangan eumak.
"Ada dia di belakang bersama aas" sane dengan segera berlari mencari anaknya.
"Semuanya memperhatikan tingkah sane lalu mengikuti sane" dan rupanya benar aska tengah bermain di halaman belakang bersama orang kepercayaan eumak yaitu bi aas, sane dengan segera memeluk aska dan menciumi wajah aska sambil menangis dan meminta maaf, semua yang menyaksikan drama nan penuh haru itupun terlihat mengeluarkan air mata.
Eumak menoleh pada klara.
"Terima kasih kamu sudah menyadarkan cucu saya sane terima kasih sekali kamu beruntung memiliki istri seperti neng klara ini" kata eumak pada reyhan, lalu eumak memeluk klara.
__ADS_1
"Bukan karna aku, tapi karna mba sane nya sendiri yang mungkin sudah waktunya untuk sadar bahwa masih ada orang- orang yang dia sayangi dan menyayanginya" jawab sane.
To Be Continue