
Alin yang melihat reyhan menutupi apa yang ia lakukan, otak jahat alin mulai beraksi ketika melihat kesempatan untuk menghacurkan hubungan reyhan dengan klara, alin membuka kancing kemeja bagian atas hingga terlihat setengah buah dada alin yang masih terlihat sintal, hingga nampak benar-benar sudah terjadi sesuatu antara alin dengan reyhan di ruangan tersebut untuk membuat agar klara salah paham Alin menghampiri klara mengikuti reyhan.
"Jadi kamu yang bernama klara, klara maafkan aku, aku gak bermaksud untuk melakukannya dengan dokter reyhan, tapi sekarang sudah terlanjur dokter reyhan sudah merenggut kehormatan ku kamu taukan? tubuhnya dengan tubuhku barusan sudah menyatu di sana" ucap alin sambil menunjuk sofa di ruangan reyhan sengaja mengarang bahwa apa yang dia lakukan dengan dokter reyhan lebih dari sekedar ciuman, entah apa yang ada dalam pikiran alin saking terobsesinya pada reyhan hingga membuatnya hilang akal.
"Alin apa maksud kam aku gak melakukan hal lebih sama kamu" bentak reyhan.
"Dokter berani membentak saya setelah apa yang barusan kita lakukan dan dokter begitu menikmati tubuhku ini" alin tanpa tau malu.
"Alin! kamu sudah gila? apa yang aku lakukan padamu?" kembali reyhan membentak alin dengan lebih kasar.
"dokter bagian intim ku sakit"
"diam kamu aku jijik sama kamu" reyhan semakin membentak alin.
Klara melihat alin dan reyhan yang berantakan, membuatnya semakin memebenarkan perkataan alin, terlihat air terjun mulai meluncur di tebing putih milik klara, klara dengan segera pergi meninggalkan reyhan dan alin, reyhan mengejar klara, reyhan meraih tangan klara, klara menepisnya.
"Sayang aku gak melakukan seperti apa yang di pikiran kamu" klara tak memperdulikan perkataan reyhan, ia terus melangkah dan reyhan terus mengejarnya, sampai di basement klara menaiki mobil yang mengantar nya ke kantor reyhan.
Melihat klara naik mobil dan masih dengan tangisannya, reyhan pun menyuruh orang membawa kunci mobil yang tertinggal di ruangannya.
Sampai di rumah klara langsung naik ke kamarnya yang berada di lantai atas di dalam kamar klara masih membayangkan apa yang terjadi pada reyhan, yang selama ini dipercayainya dengan tidak selingkuh tapi apa yang ia dengar dan ia melihat alin dan reyhan yang berantakan klara semakin yakin reyhan sudah menghianatinya klara berteriak klara mengacak-ngacak kasur nya hingga membuat semua bantal dan bathcover berserakan di lantai.
Saat ia mengamuk tiba-tiba reyhan datang dan langsung memeluk klara namun di tolak
dengan tatapan marah klara memandang reyhan.
"Lepaskan aku! Aku jijik sama kamu" ucap klara seraya mengusap kasar bagian tubuh yang di peluk reyhan.
"Sayang aku gak melakukan seperti apa yang kamu pikirkan"
"Pergi dari sini! pergi! aku gak suka laki-laki tukang selingkuh, sekarang aku tau seperti apa kamu" ujar klara.
"Sayang"
"Gak usah panggil aku sayang, gak pantas kata itu keluar dari mulutmu untuku"
Reyhan kembali hendak meraih tangan klara, klara yang melihat reyhan hendak menyentuhnya dengan segera klara menjauhi reyhan.
"Jangan sentuh aku! Sudah aku bilang aku jijik sama kamu!"
"Klara tolong dengarkan aku semua yang di katakan alin semuanya gak benar"
"Ooo ya siapa yang tukang bohong dia atau kamu? Bukankah selama aku mencurigai hubungan kamu dengan dia kamu bilang gak ada hubungan apa-apa tapi apa? tapi sekarang kamu malah kamu meniduri dia, jadi siapa yang tukang bohong?"
"Tapi waktu itu aku sama dia benar-benar gak da hubungan yang seperti kamu tuduhkan" reyhan makin bingung dengan ucapannya sendiri yang malah membuat klara semakin menyalah artikan ucapan nya.
"Ohh waktu itu! Jadi sekarang benar kamu sudah menjalin kasih dengannya dan lansung menidurinya dasar laki-laki bejad" tukas klara dengan nada tinggi.
"Klara" bentak reyhan, reyhan merasa tak terima dengan ucapan klara.
"Apa? apa? memang benar kan kamu itu laki-laki bajingan, laki-laki tukang main perempuan, laki-laki bejad laki-laki....!" Plak reyhan menampar klara, klara pun langsung terdiam dan memegangi pipi bekas tamparan reyhan, reyhan keget dengan apa yang telah di lakukannya reyhan meraih klara dan membawanga kepelukan reyhan.
"Maafkan aku! Maafkan aku" ucap reyhan sambil menciumi pucuk kepala klara.
"Lepaskan aku, lepas!" Seru klara lirih.
"Sayang" reyhan semakin mempererat pelukannya
__ADS_1
"Lepas" suara klara semakin melemah dan brak klara pingsan, betapa kagetnya reyhan yang mendapati klara tiba-tiba pingsan di pelukannya.
"Klara, sayang, sayang" reyhan berusaha membangunkan klara namun tak ada respon dari klara, reyhan panik tanpa pikir panjang reyhan menggendong klara dan membawanya keluar.
Reyhan berteriak memanggil orang-orang di rumah itu, tak lama semua penghuni rumah berdatangan menghampiri reyhan yang berjalan dengan menggendong klara.
"Tuan ada apa" tanya asri.
namun reyhan tak menjawab ia terus berjalan dengan menggendong klara.
"Siapkan mobil!" Seru reyhan pada pak rusdi sopir pribadi klara.
"Baik tuan" kemudian reyhan membawa klara ke dalam mobil reyhan menidurkan klara di jok belakang lalu reyhan pun duduk dengan memangku kepala klara di pangkuannya.
"Kita kerumah sakit!" Seru reyhan pada pak rusdi, pak rusdi pun mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi.
Tak butuh waktu lama reyhan sampai di depan rumah sakit reyhan menggendong klara dan membawanya masuk, perawat yang bertugas malam segera menghampiri reyhan dengan membawa palbath kemudian menaikan klara ke atas palbath lalu sang perawat mendorongnya kemudiam membawa klara ke ruang IGD untuk mendapat pertolongan pertama.
Maaf dokter, dokter tunggu di luar" kata sang perawat yang mengenal reyhan sebagai pemilik rumah sakit tempatnya bekerja.
Reyhan terlihat gelisah, reyhan menelpon reynant yang baru datang dari luar kota dan menyuruhnya datang ke rumah sakit karna jarak rumah pak anggara ke rumah sakit cukup dekat tak lama reynant pun datang dengan mang wiwi reynat terlihat panik. Dari kejauhan reynant melihat abang nya yang mondar-mandir terlihat gelisah, dengan segera ia mempercepat langkahnya yang di ikuti mang wiwi di belakangnya.
"Ada apa bang?" Tanya reynant.
"Rey klara pingsan" jawab reyhan.
"Pingsan ko bisa malam-malam begini dia pingsan?" celoteh reynant.
"Memangnya kalau pingsan gak boleh malam-malam?" Tanya mang wiwi.
"Ya maksudnya malam-malam begini harusnya kan orang-orang pada tidur bukannya pingsan, apa jangan-jangan dia tidur terus abang mengira dia pingsan" kelakar reynant.
"Ya habisnya malam-malam begini pingsan"
"Rey tadi kita berantem" kata reyhan lalu duduk di kursi tunggu pasien.
"Berantem kenapa lagi bang? emang sedahsayat apa si berantemnya sampai-sampai kakak klara pingsan" Tanya reynant seraya menghenyangkan pantatnya di samping reyhan.
Saat reyhan hendak menceritakan kejadiannya dokter keluar dari ruang IGD reyhan segara berdiri menghampiri sang dokter, meskipun ia seorang dokter tapi ia harus menghargai dokter yang lain untuk memeriksa ke adaan klara apa lagi dalam situasi panik seperti itu reyhan tak yakin akan menangani pasien.
"Bagaimana kedaannya dok?"
"gak apapa, dia hanya mengalami shok tekanan darahnya turun dia memiliki riwayat anemia tekanan jantungnya sempat melemah tapi sekarang sudah kembali normal, dokter boleh menemui pasien dia sudah sadarkan diri" kata sang dokter, tanpa berkata dengan segera reyhan masuk untuk menemui klara.
"terima kasih dok" ucap reynant kemudian ia pun ikut masuk keruangan tersebut sedangkan mang wiwi menunggu di luar.
Di dalam
Reyhan melihat klara sudah siuman ia menghampirinya.
"sayang" ucap reyhan sambil mengelus rambut klara, klara memalingkan muka.
"sayang kamu jangan banyak pikiran!" kata reyhan, reyhan menggenggam tangan klara, tapi klara menarik tangan yang di genggam reyhan dengan kasar.
"kamu bilang jangan banyak pikiran?! aku menelponmu berkali-kali tapi kamu tak mengangkat teleponku aku cemas sampai aku tidak bisa tidur takut terjadi sesuatu sama kamu! laki-laki yang aku cintai, lalu aku meminta pak rusdi mengatarkan aku ke rumah sakit tempat kamu kerja dan apa yang aku lihat, seorang dokter yang mengajak aku untuk rujuk yang memanjakan aku dengan semua ke mewahan dan menjanjikan aku kebahagian, tapi apa? saat aku menemuinya, dia sibuk dengan wanita lain dengan pakain berantakan karna habis melakukan sesuatu dengan seorang permpuan yang selama ini aku curigai berhubungan denganmu, kamu meminta aku untuk tidak banyak pikiran lalu aku harus merelakan kamu berhubungan dengan wanita lain? aku gak bisa!" klara menangis.
"sayang aku minta maaf, kalau sudah membuat kamu kecewa tapi semua yang di katakan alin itu semua gak benar, oke aku ngaku aku memang berciuman dengannya tapi saat itu aku membayangkan kamu hanya ada kamu saat aku menciumnya" reyhan mengakui kesalahannya.
__ADS_1
"apa bang? kamu berciuman dengan si alin, aduhhh bang gila lu ya, si alin itu sikho semua orang tau kalau dia terobsesi sama lu, malah lu layanin, gila lu bang kayanya cuma lu bang yang gak tau kalau si alin terobsesi sama lu, bukankah kemarin abang bilang kalau abang cowo setia" sambung reynant menanggapi ucapan reyhan.
"aku gak tau kalau dia terobsesi sama aku" kata reyhan.
"Memangnya aku percaya? selama berjam-jam kamu di sana bersama dia cuma melakukan ciuman doang siapa yang percaya?" Klara.
"aku di sana kerja" reyhan.
"kerja, sampai larut malam sama perempuan!? kerja memenuhi hasrat birahi perempuan yang terobsesi sama kamu" klara judes.
"aku bingung aku harus berkata apa lagi, yang jelas aku di sana kerja menyelesaikan pekerjaanku yang menumpuk karna besok hari terakhir aku di rumah sakit itu, dan masalah aku berciuman tak lama saat aku akan pulang, alin membawa minuman dan makanan lalu dia mengungkapkan perasaannya aku gak tau tiba-tiba aku terlena dengan alin tapi aku bersumpah saat aku menciumnya wajah kamu yang ada dalam bayangan aku" reyhan berusaha menjelaskan.
"kamu terlena dengan ungkapan perasaannya terus kalau ada sepuluh wanita yang mengungkapkan perasaan sama kamu akan terlena juag pada sepuluh wanita itu" klara ketus
"sayang tolong percaya sama aku" reyhan.
"rey aku mau pulang!" ucap klara pada reynant.
"tapi kak kamu masih lemas" kata reynant.
"rey aku mau pulang" klara kekeh.
"besok pagi aja" kata reyhan.
"rey aku mau pulang sekarang!"
"kakak yakin udah kuat pulang?" reynant meyakinkan.
"iya" klara.
"ya udah aku bicara pada dokternya dulu" reynant kemudian reynant pergi menemui dokter yang tadi memeriksa klara.
klara hendak turun dari tempat tidur reyhan yang melihat klara turun ia berusaha membantunya reyhan mengulurkan tangan untuk meraih bahu klara.
"jangan sentuh aku!" tolak klara.
"sayang tolong jangan begini" reyhan.
Dokter yang di panggil reynant datang, ia terlihat menanyakan beberapa hal tentang kesehatan dan pengarahan untuk selalu menjaga kondisi pada klara setelah selesai sang dokter membuka selang impus di tangan klara setelah itu dokter pun kembali ke habitanya.
Sepeninggal dokter
"rey aku mau pulang ke rumah mamah" ucap klara.
"baik ka ayo" ajak reynant.
"sayang...!" reyhan.
"bang biarkan kak klara bersamaku, biar tenang dulu" kata reynant.
"oke kamu jaga dia"
"pasti bang"
akhirnya reynant membawa klara pulang kerumahnya sesuai permintaan klara sedangkan reyhan pulang ke apartemen yang dulu di tempati klara bersama intan disana ia termenung memikirkan bagaimana bisa ia bercumbu dengan alin? apa aku sudah kehilangan akal? racau reyhan.
Reyhan semakin kesal saat ingat ketika alin mengatakan kalau dia sudah merenggut kehormatannya padahal jelas-jelas reyhan tak melakukan apa-apa selain berciuman dengan nya amarah reyhan semakin memuncak ketika mengingat perkataan alin yang membuat klara sampai tidak mau di sentuh olehnya, hilang sudah kepcayaan klara terhadapnya, reyhan mengacak-ngacak rambutnya melempar semua barang yang ada di kamarnya sekarang di harus berpikir bagaimana cara mengembalikan kepercayaan klara terhadapnya.
__ADS_1
"semua gara-gara kamu alin, lihat saja apa yang akan aku lakukan sama kamu" gerutu reyhan yang mengeluarkan ancaman terhadap alin.
To Be Continue