Dokter Dan Gadis Kampung

Dokter Dan Gadis Kampung
Turun keladang.


__ADS_3

Jalan tak selalu mulus kadang menanjak, menurun, berlubang, bebatuan, jurang yang terjal semua bisa menghambat ketika kita berjalan untuk melewatinya.


Begitu juga kehidupan setiap kita menjalaninya selalu akan ada ujian cobaan dan rintangan entah itu dari kekasih, anak, harta, tahta, jabatan, atau tetangga itu semua tergantung kita bagaimana cara menghadapinya.


Bu karina dan pak anggara bangun lebih awal pagi itu tak seperti biasanya karna mereka memiliki jadwal akan ikut memanen hasil perkebunannya di lahan pertaniannya bersama bu indi dan para pegawainya.


Pagi itu bu karina dan bu mar tengah sibuk memasak untuk sarapan pagi bu karina juga pagi itu memasak cukup banyak sayur mayur, lauk pauk dan juga dan masih banyak lagi yang bisa di masak bu karina berniat membawa semua makanannya ke kebun untuk makan bersama di sana bersama para petani yang biasa mengerjakan ladang pertaniannya.


"Bu mar tolong cuci semua sayurannya yang bersih ya!" Seru bu karina pada bu mar yang sedang sibuk mempersiapkan bahan-bahan yang akan di masaknya.


"Baik bu" ujar bu mar.


Saat mereka asik di dapur terdengar suara mobil yang di parkir di halaman villanya.


"Kayanya intan sudah kemari" ucap bu karina sembari mengaduk-aduk masakannya di atas kompor.


Dan ternyata benar tak lama terdengar teriakan seorang anak kecil yang tak lain cucu kesayangannya keluarga anggara yang di ikuti bi siti, klara dan keluarganya.


"Neney....!" Teriak intan sambil berlari.


"Sayang cucu kesayangan nenek yang paling cantik" ucap bu karina pada intan seraya memeluk lalu menggendongnya, sedangkan klara menaruh tas nya di meja makan kemudian ia menggantikan bu karina mengaduk masakan yang tengah di masaknya.


"Neney bau!" Ucap intan di gendongan nenenya sambil memencet hidungnya yang mungil ucapan intan membuat semua yang mendengarnya tertawa kecil.


"Bau apa?" Tanya Bu karina.


"Bau itu" tunjuk intan pada wajan yang berisi masakan yang tengah di masak bu karina.


"Masa itu bau!?" Bu karina.


"Bauu....!" intan terkekeh.


"Iya bau tapi enak" kata bu karina yang seperti tak mau kalah.


"Enggak intan gak cuka" ucap intan sembari menggelengkan kepala dan memaksa untuk turun.


"Ya udah intan sana ke akeh di belakang!" Seru bu karina sembari menurunkan intan, intan pun langsung berlari meninggalkan dapur, dan berhambur memeluk kakeknya yang lagi duduk mengobrol dengan pak abdi yang baru datang bebarengan dengan klara.


"Sayang cucu akeh! Sudah makan?" Tanya pak anggara dengan balasan pelukannya pada intan.


"Udah intan udah makan sama sayul sop" jawab intan.


"Wah enak dong?" Ucap pak anggara.


"Eeenak kan sopnya buatan umi" kata intan seraya memainkan janggut yang sedikit tubuh di dagu pak anggara.


"O ya ko akeh gak di kasih!" Pak anggara.


"Udah abis" ucap intan sambil menamprakan kedua telapak tangannya semakin terlihat lucu.


"Ko di abisin?!" Goda pak anggara.


"Makanya akeh bobo di lumah abah!" Ujar intan.


"Gitu ya? Iya deh nanti akeh nginep di rumah abah" ucap pak anggara pada cucu lucunya yang sedang bergelayutan di pangkuannya.


Di dapur

__ADS_1


Klara dan bu karina sibuk di dapur dan juga di bantu bu indi.


"Mah banyak banget masaknya!?" Tanya klara.


"Kan kemarin mamah udah bilang mamah mau makan bareng di kebun" jawab bu karina.


"Emang mamah mau ikut kekebun?" Klara.


"Iya dong sayang, makanya mamah masak, mamah mau makan bareng disana"


"Beneran?"


"Iya"


"Gak bakalan ada korban tar malem?"


"Korban!?" Bu indi bertanya.


"Iya korban" klara menjawab pertanyaan ibunya.


"Tenang aja" bu karina.


"Emang kenapa harus ada korban?" Tanya bu indi penasaran.


"Ya gitu dech bu biasanya kalau mamah kecapean atau merasa pegal pasti papah jadi korban suruh mijitin" kata klara.


"Kamu itu kaya papah kamu aja, semalem papah kamu juga bilang begitu tapi nggaklah kan ada bi siti ya kan bi?" ucap bu karina sembari melirik bi siti.


"oh gitu tenang aja bu di sini ada tukang urut yang sangat bagus dia paling bisa soal urut mengurut" ujar bu indi.


"Oh gitu ya! boleh dech tar malem suruh kesini!" Seru bu karina.


"Oh iya sayang semalam reyhan nelpon, katanya dia mau kesini juga" ucap bu karina.


"emang udah pulang dari lomboknya?" Tanya klara.


"Katanya semalem dia lagi di rumah" jawab bu karina.


"Ohhh" klara.


"Ini sudah semuanya mah klara masukin ke tempat makanan yang besar itu ya?" Klara menunjuk tempat makan susun berukuran besar yang di bawa bu indi dari rumahnya, karna bu indi tau tempat tersebut bakal di butuhkan bu karina dan klara berniat memasukan semua masakan yang sudah slesai di masaknya.


"Iya sayang masukin" kata bu karina seraya mengambil beberapa buah-buahan di kulkas besar yang berisi beberapa minuman camilan dan juga buah, bu karina mengeluarkan semuanya dan menyuruh bu mar memasukannya ke dalam phaperbags berukuran jumbo, setelah selesai semua makanan dan minuman di kemas bu karina menyuruh suami bu mar memanggil pak wahyu dan sopir pribadinya untuk membawa semua makanannya kekebun yang akan di kunjungi bu karina dan pak anggara, lalu bu karina berganti pakaian dan memakai topi besar setelah selesai bu karina menghampiri suaminya di halaman belakang yang tengah asik ngobrol dengan pak abdi terdengar suara tawa di antara mereka berdua entah apa yang membuat mereka tertawa.


"pah ayo berangkat!" Ajak bu karina.


"Oh iya ayo mamah sudah masak memasak nya?" kata Pak anggara.


"Ya udah dong pah mamah tunggu yah!" bu karina lalu bu karina ke dapur


"Sayang intan udah di ganti belum bajunya?" Tanya bu karina yang melihat klara masih sibuk dengan beberpa pekerjaan dapur yang belum rapi setelah memasak.


"Belum mah" jawab klara.


"Ya sudah biar mamah yang ganti" ujar bu karina.


"Sayang kamu cepat ganti baju sana!" Seru bu karina.

__ADS_1


"Klara udah aja gini mah" kata klara.


"Kamu ini gimana mau pergi kekebun pake baju pendek begitu! ganti baju sana! di sana banyak nyamuk hutan nanti kamu di gigit!" seru bu karina.


"Kan nanti klara pakai jaket mah" ucap klara.


"Ya udah kalau begitu, mamah ganti bajunya intan dulu intan di mana sih" kata bu karina sembari berlalu pergi dan mencari intan.


"Intaaan... mana cucu kesayangan nenek" ucap bu karina di kala mencari cucunya.


"Neney" tiba-tiba intan datang dari arah belakang neneknya sembari menabrakan badannya di pantat neneknya dan memeluknya.


"Eh ini rupanya kesayangan nenek, ayo ganti baju dulu!" Ajak bu karina setelah berbalik ke hadapan intan dan meraup pipi mungil cucunya.


"Kenapa?" Tanya intan.


"Kita pergi" jawab bu karina.


"Pelgi kemana? Bunda ikut gak" kembali intan bertanya.


"Iya dong semuanya ikut bunda akeh, umi, abah bi siti semuaaanya ikut" ujar bu karina sembari mencuil hidung mungilnya intan.


"Asik asik..." ucap intan loncat loncat kegirangan bu karina tersenyum melihat cucunya yang merasa senang di ajak kekebun.


"ya udah ayo kita ganti baju dulu" intan pun manut.


setelah beberpa menit kemudian mereka pun siap untuk berangkat kekebun bersama berjalan kaki melewati jalan setapak sebenarnya bisa jika menggunakan motor namun bu karina sengaja berjalan kaki karna ingin menikmati suasana pedesaan.


Di perjalanan tangan bu katina menggandeng lengan suaminya pak anggara dengan mesranya dan di ikuti klara dan bu indi di belakangnya pak abdi menggendong intan di atas pundak nya intan terlihat senang ia terlihat bawel dengan beberpa pertanyaan terlontar di bibir mungilnya setiap yang ia lihat ia selalu bertanya.


"Sayang ayo turun kasian abah" ucap klara.


"enggak" tolak intan.


"gak apa2 kapan lagi abah gendong intan kaya gini yah?!" Ucap pak abdi.


Selama berjalan bu karina memperhatikan suasana di sana ada beberapa petani yang sedang sibuk dengan pekerjaannya yang melihat bu karina melintasi perkebunan saat akan melewat mereka begitu mengagumi bu karina dengan kecantikannya dan penampilannya yang sangat berbeda dengan warga kampung sana.


"itu mertuanya si klara udah tua tapi cantik ya?" ucap salah satu ibu-ibu.


"iya kaya orang kaya yang di tv-tv" kata ibu satunya lagi.


"suaminya juga masyaallah" ujar ibu sebelah ibu yang satunya.


"kalau saya jadi istrinya bakal saya ikutin kemana-mana takut melirik yang lain sayang ganteng begitu" ibu-ibu terus mengagumi pak anggara dan bu karina


"selamat pagi ibu-ibu" sapa bu karina, pada ibu yang tengah mengaguminya.


"iya selamat pagi juga, pada mau kemana" tanya salah satu ibu-ibu.


"mau lihat kebun yang mau di panen" jawab bu karina.


"oh iya"


"ayo ikut kesana kita makan bareng kami sudah masak banyak ayo kita kesana!" ajak bu karina.


"iya terima kasih bu terima kasih" jawab ibu-ibu.

__ADS_1


"ayo tunda dulu aja pekerjaannya!" kembali bu karina mengajak ibu-ibu dengan ramahnya, para ibu-ibu tersebut juga termasuk salah satu pekerja di ladang nya karna dari villa ke ladang yang mau di kunjunginya tak melewati tanah orang, sebab villa milik bu karina berada di tengah perkebunan perkebunan sendiri, dan para ibu-ibu pun ikut dengan bu karina.


__ADS_2