
Pagi yang cerah
Ke cerian di rumah keluarga anggara kembali hadir karna intan dan bu karina kembali kerumah tersebut
Karna hari ari itu adalah hari itu libur setelah sarapan semua anggota keluarga berkumpul di ruang keluarga kecuali reyhan, setelah sarapan reyhan kembali ke kamarnya.
"Sayang panggil reyhan di kamarnya!" Seru bu karina pada klara.
"Aku mah?"
"Iya, mamah mau bicara!" Kata bu karina.
"Iya mah" lalu klara pergi kekamar reyhan.
Sepeninggal klara di ruang keluarga tinggalah bu karina, pak anggara dan reynant sedangkan intan mengajak sri bermain di tempat bermain di halaman belakang rumah tersebut.
"Mah! Apa yang mau mamah sama papah bicarakan pada bang han dan kak klara?" Tanya reynant.
"Kami mau membicarakan rencana mereka untuk rujuk" jawab bu karina.
"Tapi aku rasa sekarang belum saatnya mam" kata reynant.
"Kenapa?" Tanya bu karina.
"Mam hubungan mereka sedang gak baik" jawab reynant.
"Gak baik seperti apa?" Bu karina kembali bertanya.
"Mam aku kan sudah cerita sama mama, yang gara-gara dokter alin itu mam" ujar reynant.
"Oohhh! Itulah sebabnya mama sama papa manggil mereka, mama gak mau hubungan mereka berdua semakin buruk dan membatalkan rencana nya untuk rujuk, mamah mau mereka secepatnya kembali menikah lagi sesuai rencananya itulah kenapa mama dan papa kamu pulang mendadak" kata bu karina.
"Apa nanti setelah mereka menikah gak bakalan apa-apa?" Reynant.
"Mama yakin nggak, karena mama tau kemarahan mereka hanya sebentar setelah mereka menjadi suami istri lagi mama yakin hubungan mereka akan lebih baik" tukas bu karina sedangkan pak anggara belum memberikan komentar ia tengah menikmati teh hangat yang di sediakan sri di meja.
"Tapi apa mereka akan setuju dengan rencana mama?"
"Pasti, karna mama yakin semarah apapun mereka tapi di dalam hatinya saling menyayangi, itulah sebabnya reyhan maupun klara bertahan dengan hati masing-masing dan tak pernah berlabuh ke hati orang lain meskipun dulu klara pernah menjalin hubungan dengan rinto tapi hati klara tetap ada bersama reyhan" kata bu karina, perkataan bu karina membuat reynant berpikir sejenak.
"Ya sudahlah kita serahkan ini sama mama kamu" ucap pak anggara setelah menyeruput tehnya.
"Oke baiklah mama memang my mom is my herro" reynant berucap sembari merentangkan kedua tangannya yang hampir mengenai wajah bu karina.
__ADS_1
"Aishhh kamu ini, gimana kalau tangan kamu kena muka mama!" seru bu karina.
"Sorry mam tapi gak kena kan?" Pak anggara tersenyum seraya menggeleng kepala melihat kelakuan anaknya.
Di kamar reyhan.
Klara mengetuk pintu kamar reyhan.
"Masuk!" Seru reyhan, kemudian klara masuk, klara melihat reyhan yang sibuk dengan laptopnya di atas kasur dengan beberapa berkas berserakan di lantai dan di atas kasur klara melangkah pelan mendekati reyhan.
"Dokter!" Panggil klara setelah hampir mendekat, mendengar suara yang tak asing memanggil nya reyhan mendongak dan memandang klara kemudian kembali mengalihkan pandangan pada laptop.
"Ada apa?" Tanya reyhan dengan sikap yang terlihat dingin.
"Di tunggu mama di ruang keluarga, ada yang mau di bicarakan katanya" kata klara
"Iya nanti aku kesana" pandangan reyhan fokus pada layar laptopnya namun klara tak segera pergi.
"Ada lagi?" Tanya reyhan pada klara yang masih berdiri.
"Dokter apa ada masalah?" Tanya klara karna melihat reyhan selalu sibuk dengan pekerjaan.
"Banyak, ya sudahlah ayok bukankah kamu ke sini di suruh mama untuk memanggilku" ajak reyhan sembari menutup laptopnya dan beranjak dari atas kasur, melihat reyhan turun dari kasur untuk menemui orang tuanya, klara dengan segera pergi keluar kamar dan di ikuti reyhan.
Setelah berada di ruang keluarga reyhan duduk di sofa sebelah reynant sedangkan klara di sebelah bu karina dan pak anggara duduk di sofa tunggal.
"Iya ada yang mau kami bicarakan" jawab pak anggara.
"Soal apa?" Reyhan.
"Jadi gini han, kalian berdua kan berencana untuk kembali menikah" kata pak anggara.
"Ya... lalu?" Reyhan.
"Papa sama mama kamu merencanakan pernikahan kalian akan di adakan secepatnya menurut kamu bagaimana?" Tanya pak anggara pada reyhan, sedangkan klara mengerutkan alisnya mendengar ucapan pak anggara.
"Mengapa tiba-tiba pah" tanya klara.
"Ya karna papa sama mama kamu ingin kalian secepatnya bersatu kembali dengan awal yang baru, karna kami yakin pernikahan kalian sekarang di landasi cinta nggak seperti dulu yang hanya di landasi rasa tangung jawab reyhan terhadapmu" ucap pak anggara, klara menunduk ia kembali mengingat kejadian dulu ketika dimana reyhan menikahinya karna terpaksa.
"Bagaimana menurutmu han?" Bu karina bertanya pada reyhan.
"Iya atur saja mam karna sebelumnya memang itu rencana han" jawab reyhan.
__ADS_1
"Terus kamu sendiri gimana sayang" bu karina bertanya pada klara.
"Kalau aku terserah dokter reyhan kalau dia siap aku juga, tapi apa dokter reyhan yakin mau kembali menikahiku? apa gak akan ada wanita lain?" klara menekankan reyhan, membuat reyhan menarik napas panjang untuk menjawab pertanyaan klara.
"Klara! hubungan itu di butuhkan kepercayaan kalau kamu gak percaya sama aku, harusnya kamu bertanya pada dirimu sendiri apa kamu sudah siap untuk aku nikahi kembali?" Ujar reyhan.
"Sayang mama yakin kalau reyhan sudah yakin sama pilihannya sekarang, pilihan reyhan itu kamu dan mama yakin gak akan ada wanita lain di hati dokter ini sekarang selain kamu" bu karina berusaha meyakinkan klara.
"Mah, mamah tau sendiri kan ini yang selalu di harapkan klara selama bertahun-tahun, klara menunggu kedatangan dokter reyhan kembali dan mengajak rujuk klara jadi kenapa sekarang klara harus menolak rencana baik ini?" Ucap klara.
"Syukurlah kalau begitu jadi sekarang kalian sudah sama-sama siap untuk kembali menikah" kembali bu karina meyakinkan keduanya, reyhan hanya diam sedangkan klara menganggukan kepala dan melirik reyhan, reyhan tersenyum pada klara.
"Ya sudah mam kalian atur saja kapan rencana kita akan melangsungkan pernikahannya han kembali ke kamar dulu ada yang harus han selesaikan" pamit reyhan sembari beranjak dari tempat duduk.
"Han tunggu dulu!" Seru bu karina.
"Ada apa lagi mam?"
"mama sama papa merencanakan kalian akan menikah minggu ini, jadi seminggu lagi kalian akan melangsungkan pernikahan" ucap bu karina.
"Oke atur saja, kalau gitu han tinggal dulu" kemudian reyhan pergi menuju kamarnya.
"Mah apa gak kecepetan?" Tanya klara.
"Nggak sayang itu adalah hari baik untuk kalian menikah karna sebelumnya mamah sempat menyuruh bapak kamu untuk bertanya pada ustadz di sana" jawab bu karina.
"Oh gitu ya sudah terserah mama sama papa saja"
"Sayang kamu baritahu keluarga kamu di kampung soal rencana pernikahan kalian yang sesuai rencana kita bersama"
"Iya mah pasti" klara.
"Wah akhirnya perjalanan cinta kalian akan segera berakhir di pelaminan" ucap reynant yang sedari tadi hanya jadi pendengar setia pembicaraan keluarganya.
♡♡♡♡♡♡
Satu minggu kemudian
Acara pernikahan klara telah berlangsung acaranya cukup meriah klara nampak cantik dengan gaun pengantin yang sengaja di rancang oleh desainer ternama riasan pengantin yang di lakukan oleh tangan-tangan ahli.
Semua keluarga klara nampak hadir intan selalu aktif dan setia mendampingi klara sebelum rinto dan rania datang memberikan ucapan selamat pada mereka, intan selalu menempel pada rinto karna merasa kangen pada orang yang biasa di panggilnya papah setelah hampir dua bulan mereka tak bertemu dan hanya berkomunikasi lewat video call.
Tak hanya itu bu indi dan pak abdi terlihat sangat bahagia begitu juga pak anggara, bu karina dan reynant pun ikut merasakan ke bahagian tersebut ke bahagian yang sulit untuk di gambarkan dengan kata-kata setiap senyum yang terukir saat itu hanyalah senyum kebahagiaan yang terlihat nampak jelas di wajah orang-orang yang hadir di sana bukan hanya keluarga tapi juga tamu undangan yang sengaja di undang tidak terlalu banyak tamu yang di undang karna acaranya terlalu serentak bu karina hanya mengundang beberapa kerabat dekat dan juga koleganya
__ADS_1
Ada cerita reynant terlewatkan di tengah cerita reyhan dan klara yaitu tentang kedekatan reynant dan alea yang semakin dekat, ajakan tuan wiguna untuk makan malam pada reynant atas ucapan terima kasih tuan wiguna padanya karna sudah menyelamatkan alea membuat reynant dan alea semakin dekat sampai-sampai reynant mengundang alea untuk datang ke acara pernikahan kakaknya padahal wanita yang berhubungan dengan reynant bukan hanya satu.
To Be Continue